
*Sepasang* mata tak henti menatapi mata yang terpejam sangat rapat pemilik manik biru tak lain adalah Aarav dia memandangi gadisnya,, wanitanya,,, istrinya ,,, belahan jiwanya yang kini terbaring bersamanya dalam pelukannya hari masih sangat pagi waktu masih menunjukkan pukul 5 pagi .
Aarav mengingat momen bercintanya dengan nayla betapa liar dirinya semalam penuh menerkam nayla . tangannya tergerak membelai puncak kepala nayla Aarav memandangi nayla dengan rasa cinta yang benar benar memenuhi ruang matanya hanya ada nayla dalam mata dan hatinya.
nayla menggeliat kala tangan Aarav mulai menjelajahi area sensitive nya . matanya terbuka perlahan. nayla mendongakkan wajahnya menatap tajam ke arah Aarav.
*kau tidak lelah ...kenapa tidak tidur ..?"tanya nayla
apa aku mengganggu tidurmu sayang. . . . "seru Aarav dengan mengecup seluruh wajah nayla tanpa terkecuali*.
*tidak sama sekali ..... nayla menundukkan wajahnya rasanya ia malu mengingat semalam pipinya memanas .
Aarav memperhatikan raut wajah wanitanya istri tercintanya .....
dia meraih dagu nayla dan mencium bibirnya melumat dan memperdalam ciumannya ,,tangan nya bergerak mengikuti nalurinya ....nayla turut terlena hingga keduanya kembali menyatukan diri .
entah berapa kali tidak ada yang menghitungnya* .
shilla sibuk memasak di dapur bersama Lindsay salah satu pekerja yang bertugas menyiapkan sarapan di mansion utama Aarav .
nathan turun dan memasuki dapur hendak mengambil minuman bersoda yang selalu di minumnya setiap pagi . nathan melihat shilla sedang berkutat di dapur ....
jangan mengacaukan dapur ini macan garang ...... "seru nathan dengan melewati shilla dan meraih minuman kaleng di dalam kulkas dia melangkah ke pantry dan duduk di sana mengamati shilla yang tampak serius dengan masakan yang di olah nya.
*shilla mengabaikan celotehan nathan dan hanya menyauti tanpa melihat ke arah nathan .
jangan mengganggu ku ini masih pagi aku tidak ingin membuang tenaga ku untuk berdebat dengan mu sepagi ini ...."seru shilla*.
kau yakin tidak ingin berdebat denganku "nathan melangkah mendekati shilla nathan berdiri tepat di belakang shilla dia mengintip masakan shilla .
shilla merasa aneh dengan suasana ini nathan terlalu dekat dengan dirinya hingga membuat shilla sulit bergerak .
apa kau bisa menyingkir pria gila ...jangan ganggu konsentrasi ku ...aku harus menyiapkan sarapan secepatnya dan pergi ke toko ...jangan memperlambat pergerakan ku ..."seru shilla dengan suara khas miliknya..
nathan memundurkan tubuhnya dari shilla namun berpindah ke sebelahnya dan meraih bahu shila .
don't touch me .... seru shilla dengan memukul tangan nathan menggunakan spatula yang di pegang nya .
nathan memekik kesakitan reflek memundurkan diri dan mengibas ngibaskan tangannya .
*dasar gadis bodoh .....menyebalkan sekali kau ini. ..macan garang...
aku hanya ingin membantumu! kau malah memukulku "sergah nathan*.
membantu apanya? kau pikir aku bodoh kau menyentuhku jika kau ingin membantuku maka pergilah jangan ganggu ritual memasak ku, , ,
hush hush pergilah bersihkan dirimu saja "tutur shilla dengan gerakan tangan mengusir nathan.
heh kau mengusirku seperti aku seekor kucing saja yang hendak mencuri ikan.......kau sungguh menyebalkan macan garang... "nathan pergi dengan kekesalannya.
shilla hanya menggelengkan kepalanya...
kenapa juga tadi aku ingin memeluknya dan meraih bahunya "(gumamnya lalu nathan melangkah ke kamar mandi ) . membersihkan dirinya.
Aarav dan nayla terbangun .Aarav bergegas membersihkan diri namun nayla yang hendak bergantian mandi setelah Aarav keluar dari kamar mandi merasa nyerih dan memegangi bagian bawahnya.
Aarav mendekat dan menggendongnya membantunya membersihkan diri. mereka hendak turun kebawah untuk sarapan namun Aarav mencekal nayla yang hendak bangun dari sisi ranjang .
*ada apa? "tanya nayla
apa kau bisa berjalan atau kau ingin aku menggendong mu sampai di bawah... hm? "goda Aarav ...
nayla tersipu dan mengangguk ...
mereka turun bersama dengan nayla yang digendong ala bridal style....
sebenarnya nayla enggan mengiyakan namun rasa sakitnya tak bisa ia tolerir itulah alasannya mengiyakan tawaran suaminya*.
nayla melihat sekeliling matanya menangkap shilla yang sedang menata makanan di meja pantry dapur.
*wow..... kalian manis sekali..... shilla tersenyum ke arah nayla yang di gendong Aarav.
kak Aarav .... kakak kau benar benar membuat kakak ku tak bisa berjalan pasti karena ulah mu semalam kan .
aww kakak.... kau ini selalu saja. ...
shilla mengerucutkan bibirnya tangan nya mengelus jidat yang terkena sendok...
hanya nayla yang punya kebiasaan buruk melemparkan sendok jika sudah kesal dengan ocehan shilla*.....
Aarav hanya tersenyum dan mengendikkan bahunya. aku hanya melakukan tugasku saja.
nathan menghampiri mereka bertiga.
apa tidak ada yang mengajak ku sarapan? apa kalian lupa dengan ku yang tampan ini "seru nathan dengan gaya cool yang di buat buat.
Aarav memukul bahunya ...duduk dan bergabunglah....
*tampan dari mananya.... seru shilla dengan suara cemprengnya.
kau bahkan tidak lebih tampan dari kakak ku. "ledek shilla*
jangan menyamakan ku dengan Aarav aku punya sisi tampan berbeda Aarav memang tampan tapi aku juga punya kharisma yang tak bisa di ragukan . "ucap nathan dengan arogan.
Aarav merasa sifat arogan yang dulu ada dalam dirinya kini berpindah ke dalam diri nathan yang mungkin tertular darinya.
sudahlah kalian jangan bertengkar lebih baik makanlah makanan nya.... "seru nayla menengahi
dia dulu yang memulainya... "sergah shilla...
kau yang mulai bukan aku " ucap nathan...
enak saja kau yang terlebih dulu memulainya...."seru shilla...
jelas jelas kau gadis bodoh bukan aku ... dasar macan garang ...
h... e.. n.. t.. i.. k.. a.. n..
kalian berhenti bertengkar atau kakak akan menikahkan kalian berdua detik ini juga "ucap nayla dengan suara yang sedikit naik...
nayla gemas melihat keduanya yang selalu saja membuat keributan dan tidak bisa akur.
Aarav hanya tersenyum dengan semua nya melihat nayla marah marah membuat nya tersenyum bahagia...
istriku galak ternyata dia benar benar terlihat seperti shilla yang sedang dalam mode garang.... kekeh Aarav dalam hati.
shilla dan nathan diam seketika mereka makan dengan tenang hanya suara garpu dan sendok yang mengisi ruang dapur
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*bantu vote yah readers....
terima kasih... see you next chapter... 😘