Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
rencana licik sofia



sofia meraih handphone nya dia men dial chase untuk segera menemuinya dia kini berada di cafe yang dekat dengan toko kue milik nayla.


sofia mengedarkan pandangannya ,matanya terhenti saat melihat chase di depan pintu masuk.


sofia melambaikan tangannya. chase melihat ke arahnya dan bergegas menghampirinya.


jadi apa rencana mu sofia??


aku ingin dia kehilangan semuanya.... toko kue kesayangan adiknya bahkan suami tercintanya....


lalu apa yang harus aku lakukan dulu?


kau urus saja tokonya itu buatlah semua pelanggannya enggan berkunjung lagi di tempat itu.


baiklah aku akan mengurus semua itu chase keluar pergi meninggalkan sofia yang masih menikmati coklat panas yang ia pesan.


chase memasuki toko kue milik nayla dia membeli beberapa cake coklat dan kebetulan shilla lah yang mengurus semua cake pesanan chase.


chase memperhatikan sekitarnya dia menelisik keadaan toko.


toko kue ini memang ramai sekali pantas saja kakak beradik ini tidak kekurangan uang walau toko kue ini kecil tapi pelanggannya banyak sekali ."gumam chase dalam hati. "


*tuan ini pesanan mu "ucap shilla dengan menyodorkan bingkisan kue pada chase .."


chase sedikit terkejut dengan suara cempreng shilla yang menyentak telinga nya*.


chase terkesiap dari lamunan nya


ah iya maaf nona.


tidak masalah tuan shilla tersenyum semoga kau menyukainya cake nya jangan lupa datang kembali .


chase tertegun melihat shilla dengan senyum ramahnya dia sudah keluar dari antrian namun masih berada di dalam toko .


pantas saja seramai ini kakak beradik itu ramah sekali cara mereka melayani pembeli juga sangat mengesankan aku tidak habis pikir dengan sofia.? dia memang sudah tak waras lagi obsesinya akan Aarav membuat nya menjadi gila.


sofia calling........


chase meraih handphone yang ia simpan di saku celana nya lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


sofia: kenapa lama sekali??? apa kau sudah melakukan tugasmu hah....


chase :aku bingung harus bagaimana melakukannya


dasar bodoh tidak berguna..... percuma saja aku meminta bantuan mu.... "sofia menutup panggilan nya dengan emosi yang sudah memuncak di kepalanya.


chase pergi dari toko setelah sofia mematikan sambungan telepon nya.


sofia meraih kaca mata hitamnya dan masker wajah serta selendang hitam di dalam tas yang ia simpan di dalam mobil .


sofia mengenakan masker menutupi setengah wajahnya dia lalu melilitkan selendang di sekitar kepala dan pundaknya terakhir ia menyematkan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung miliknya.


sofia membuka pintu mobil lalu turun dan menutup kembali pintu mobilnya dia melangkahkan kaki jenjangnya ke arah toko nayla dia melihat situasi toko yang memang ramai pengunjung.


sofia mulai mencari tempat duduk yang di rasa sedikit tertutup dari pengunjung lain.


sofia menjatuhkan tubuhnya di kursi yang berada paling ujung dari bagian toko dia melihat nayla sedang berkutat dengan adonan kue di tangan nya dan shilla yang sedang melayani pembeli yang mengantri di depan meja counter.


nayla melihat ke arah sofia dia menanggalkan adonan begitu saja dan mendekat ke arah sofia namun shilla mencegahnya.


biar aku saja kak... setelah dua pelanggan ini selesai aku akan menanyakan pesanannya "seru shilla


baiklah" ucap nayla lantas kembali menyelesaikan adonannya.


shilla selesai melayani pembeli yang tadi mengisi ruang antrian meja counter.kini dia melangkah ke arah sofia yang duduk di kursi paling sudut.


permisi nona.... apa yang ingin kau pesan "ucap shilla dengan tersenyum ramah khas miliknya.


satu porsi cake coklat dan segelas ice milk tea jika ada... "tutur sofia


mohon tunggu sebentar nona pesanan mu akan segera diantar. shilla memundurkan langkahnya dan membuat pesanan milik sofia.


apa wanita itu tidak gerah memakai masker dan selendang di dalam ruangan seperti ini dia aneh sekali... penampilannya misterius sekali... hah sudah lah untuk apa juga aku memikirkan pembeli ini. ",gumam shilla dalam hati.


shilla kembali menghampiri sofia dan meletakan pesanan nya di meja "silahkan nona selamat menikmati kuenya shilla hendak berbalik dan kembali ke counter namun sofia memanggilnya.


permisi nona kalau boleh tau jam berapa toko ini tutup "tanya sofia .


jam delapan malam nona kami selalu tutup di jam delapan setiap harinya "jawab shilla tanpa merasa curiga dia segera berlalu dan kembali ke counter.


suasana toko mulai sedikit sepi sofia mengedarkan pandangannya dia tersenyum melihat shilla sedang sibuk membersihkan meja dan nayla yang sedang melakukan panggilan dengan seseorang yang sofia yakini itu Aarav.


nona aku ingin ke kamar kecil dimana ruang toilet nya "ucap sofia


dan shilla menunjukkan arahnya "kau lurus saja dari sini dan belok kanan pintu pertama adalah kamar kecil yang kau cari.


sofia bergegas dia masuk ke toilet dan mengambil benda kecil menyerupai jam tangan dia menyetel angkanya pada pukul 20.30 dan meletakkan satu benda yang mirip jam mungil itu di toilet dan meletakkan yang satunya di bawah meja dekat counter dia menendang benda itu dengan kakinya agar benda itu sedikit memasuki kolong meja dan tak terlihat.


sofia bergegas kembali ke tempat duduknya dia merapikan pakaiannya dan menghampiri nayla yang kini berdiri di bagian kasir.


sofia selesai melakukan pembayaran dia tersenyum dan melenggang pergi dengan begitu santainya ke arah mobil setelah masuk dia melepas semua yang melekat di wajahnya itu.


*aku tidak mau melakukannya sofia aku tidak bisa situasinya sangat ramai dan aku menyerah aku gagal menaruh bubuk beracun ke dalam adonan kue nya ...maafkan aku tidak bisa melanjutkan tugasku ....


from: chase


setelah chase mengirimi nya pesan singkat sofia memilih jalan pintasnya sendiri dia mungkin tidak bisa mengusir pembeli dan pelanggan di toko nayla namun jika tokonya yang tidak ada itu artinya dengan sendiri nya pembeli dan pelanggan tak kan ada yang mengunjunginya lagi bukan.


sofia tersenyum licik dan mengendarai sport mewah kesayangan dengan laju kencang meninggalkan pelataran toko nayla.


kakak tadi kak Aarav yang menelpon mu yah kak"ucap shilla dengan merapikan counter dan mengemasi barang barangnya ke tas kecil miliknya.


iya ka Aarav mu menelpon dia hanya menanyakan keadaan kita... dia bilang akan segera kembali dan menanyakan oleh oleh apa yang aku dan kau inginkan "seru nayla.


kau serius kak, , , kak Aarav bilang seperti itu "heboh shilla.


nayla mengangguk dan tersenyum lebar.


nayla mendelik matanya menatap tajam dan tangannya meraih sendok kopi lalu melemparkannya ke arah shilla.


lemparan nayla selalu tepat mengenai kening shilla dengan sempurna.


shilla memekik kesakitan dan memegangi keningnya yang terkena lemparan sendok kakaknya itu.


astaga kak.... kau benar benar monster cantik langka kau tahu itu .. kenapa juga kau memiliki kebiasaan aneh itu aku benar benar tak habis pikir dengan keanehan mu yang satu ini. "shilla mendengus kesal pada nayla.


nayla dengan acuh menunjukkan deretan gigi nya dan mengangkat bahunya acuh.


entahlah kaka sendiri juga tak tahu shill.... nayla terkekeh geli dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


shilla berkacak pinggang dia mengerucutkan bibirnya nayla tertawa akan tingkah konyol adiknya itu.


sudah lah kakak hanya menggodamu shill ..ayo kita pulang rasanya kakak ingin segera istirahat.


baiklah tuan putri "ucap shilla dengan membungkukkan badannya meletakan satu tangannya di pundak.


nayla semakin tertawa melihat tingkah shilla.


shilla sudah lah kau membuat pipi kakak pegal "seru nayla.


mereka berdua keluar dari toko shilla mengunci tokonya dan dia bergegas menuju nayla yang sudah duduk di kursi belakang shilla memasuki mobil dan duduk di sebelah nayla keduanya kembali ke mansion mengendarai mobil yang di sediakan Aarav untuk mengantar kedua wanita nya dia mempekerjakan elias supir pribadinya untuk menjaga dan mengawasi kedua wanita istimewanya itu.


Aarav selesai makan malam dengan nathan di sebuah hotel mereka menginap dan hanya memesan satu kamar saja. Aarav hendak menelpon nayla namun ia urungkan saat melihat nathan melamun di balkon kamar dia menghampiri sahabatnya itu.


kau memikirkan apa dude ? aku perhatikan kau lebih banyak melamun seharian ini? apa kau sedang ada masalah nath? .....


kau mengejutkan ku Aar ...aku... aku tidak memikirkan apapun nathan mengelak ia tak ingin Aarav tahu jika dirinya tengah memikirkan adik kesayangan Aarav shilla yang bahkan mengacuhkannya saat nathan berusaha meminta maaf padanya.


sepulang dari sini aku akan meminta maaf pada macan garang itu...


aku merasa tak enak hati karena menciumnya seperti itu..


seharusnya aku tak perlu memikirkannya aku hanya mencium pipinya bukan bibirnya tapi melihat dia sengaja menghindari ku entah kenapa rasanya tak nyaman untukku.


gumamnya dalam hati.


Aarav memperhatikan nathan yang kembali melamun dia menepuk pundak nathan istirahatlah dude malam mulai larut dan kita masih harus bekerja besok.


aku akan istirahat terlebih dahulu Aarav meninggalkan nathan yang masih berdiam diri dengan pikiran nya yang tertuju pada shilla.


setelah kakinya lelah dan matanya mulai berair karena menahan rasa kantuk yang sudah mendera nya nathan menyerah dia masuk dan menjatuhkan tubuhnya di samping Aarav dan ikut terlelap bersama sahabat sekaligus bosnya itu.


nayla berbaring dengan perasaan cemas yang menderanya dia mencoba memejamkan matanya namun susah untuk terlelap .


sepulang dari toko nayla dan shilla yang sudah menyelesaikan makan malam berpisah dan memasuki kamar masing masing .


shilla telah tertidur dengan lelapnya karena shilla memang kelelahan dia terlelap sangat nyenyak dan tak merasa terganggu dengan suara ketukan pintu kamar nya .


nayla berusaha membangunkan shilla namun tak berhasil shilla tak mendengarnya dan nayla kembali lagi ke kamar nya.


dia meraih handphone miliknya dan mencoba menghubungi Aarav namun Aarav tak mengangkat panggilannya hingga berpuluh kali... bahkan nayla juga menelpon nathan beberapa kali namun hasilnya sama saja tak ada yang mengangkat panggilannya.


nayla menengok jam dindingnya sudah hampir pukul satu dini hari nayla beranjak ke kasurnya meraih selimut dan mendekap bantal guling mencoba tertidur dan mengenyahkan rasa cemas nya yang entah karena apa


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa baca novel sebelah yah Deep you...


terima kasih semua mohon dukungannya dengan like komen bantu vote juga yah 😘...


*udah musim hujan nihh hati hati yah di jalan suka banyak kenangan bercecer di mana mana 😅