
Keesokkan paginya,Aarav sudah berada di kantor. Seperti biasa tumpukan file yang menjadi tugasnya menanti untuk dibaca dan di tanda tangani.
Aarav mengerjakan semuanya lebih awal karena dirinya akan pergi setelah jam makan siang nanti.
Tok tok tok.
"masuk!"Perintah Aarav pada Office Boy yang mengantarkan kopi pesanannya.
"Letakkan saja dimeja!"Ucap Aarav.
Terima Kasih.Sambungnya.
Office Boy itu terkesiap dan melongo,mendapat Ucapan Terima Kasih dari bos gila kerjanya ini,tapi hanya beberapa detik."iya Tuan,Kalau begitu Saya permisi."pamitnya.
Pagi ini Nathan bersiap siap dengan gugup,Karena Aarav meminta file Pembangunan yang baru saja Ia selesaikan Pagi ini.
Nathan berdecak kesal."Aku kehilangan satu jam waktu istirahat nyenyak ku,Bos gilaku itu benar benar membuatku pusing."gerutunya.
"Cepat antar kan file Pembangunan Resort ke Kantor 30 menit dari sekarang!".
"Aku sudah di Kantor,bergegaslah Nath".
"Bulan ini aku menambahkan bonus di gaji mu jika datang tanpa terlambat!".
Massage ketiga benar benar membuat Nathan bergerak cepat,Ia bahkan hanya mandi kilat dan meninggalkan sarapannya.
Sekarang dirinya sudah sampai di depan ruangan bosnya itu.
"Ini File yang Kau minta Aar.Semuanya sudah tercatat dengan rapi.Kau hanya perlu memeriksa nya kembali, lalu menandatangi nya."Ucap Nathan.
"Terima Kasih Nath,Maaf mengusik jam tidurmu. "Ucap Aarav.Nathan terkesiap mendengarnya.Aarav,Ia mengucap dua kalimat sakral yang tak pernah didengar nya dari bos yang juga sang sahabat nya itu.
"Dia sepertinya kemasukan mahluk astral."gumam Nathan dalam hati .
"Kau sedang tidak sakit kan Aar?"tanya Nathan menyelidik.
"Aku baik baik saja Nath."Sahut Aarav.
"Jadwalku hari ini tidak padat bukan,tidak ada janji temu kan Nath? tanya Aarav memastikan.
"Kau free hari ini Aar."Tutur Nathan.
"Baiklah Kalau begitu,Setelah semua File ini selesai. ku bisa meninggalkan Kantor,Kau urus semua nya ketika aku pergi."titah Aarav.
"Baiklah My Crazy bos! "Canda Nathan.
"Sialan kau Nath."timpal Aarav.
*
Kak sudah belum? "Teriak Shilla.
"Iya,Iya shill,sudah ayok kita pergi sekarang!"Jawab Nayla dengan membawa kue kue pesanan di tangannya.
"Kita akan kemana Kak? "Tanya Shilla ditengah perjalanan mengantarkan pesanannya,Kini mereka sudah di dalam taxi .
"Kita akan ke perusahaan Osmond's center"Sahut Nayla.
"Waw,Perusahaan Nomor Satu yang terkenal itu kak?"Shilla dengan penyakit kepo nya.Nayla hanya tersenyum mengiyakan.
Mereka sampai di Pelataran Perusahaan.Nayla dan Shilla turun dan bergegas masuk area Perusahaan.
"Permisi Nona,Kami dari nayla's cake.ingin mengantarkan pesanan kue ke Perusahaan ini."Jelas Nayla.
Mereka dipersilahkan masuk dan kini duduk di loby.
Seorang Karyawan yang bekerja di bagian Office Boy yang ada di perusahaan Aarav,memesan kue dari toko Nayla sebagai bentuk traktiran kepada sesama rekan divisinya .
Office Boy itu datang menemui Nayla dan Shilla."Nona Saya Richard,yang memesan kue lewat telepon kemarin malam." Ucap Richard.
Shilla juga Nayla bangun dan memberikan kuenya.
Semua nya sudah sesuai pesanan,Satu Cake Coklat khusus terpisah,dan ini Vanilla Strawberry sesuai dengan jumlah yang Kau minta."Terang Nayla".
"Terima Kasih Nona,sudah mau mengantarkan nya kemari."Sahut Richard.
Setelah menyelesaikan Urusannya,mereka berdua kembali ke Toko .
Aarav masih berkutat dengan tumpukkan kertas di mejanya.
Tok Tok.
"Permisi tuan! "Ucap seseorang di balik pintu kerjanya.
"masuk! " Ucap Aarav.
muncul sosok Office Boy yang mengantarkan Kopi pagi tadi untuknya.
Aarav menengok sejenak,Ia mengernyit heran."Apa ada masalah?'tanya nya.
Office Boy itu menggeleng.Ia kelihatan gugup dan nampak keringat bermunculan di dahinya.
Saya membelikan Tuan Cake Coklat untuk tuan."Ucap Richard dengan terbata.rasa takut gugup dan cemas menggelayuti dirinya saat ini.
Richard takut jika bos nya yang sangat tegas ini tidak menyukai pemberian nya.
Dahi Aarav berkerut."Dalam Rangka apa Kau membelikan Cake itu untuk ku?".
"Hanya untuk berbagi kebahagiaan tuan,Karena Kau menjadikan ku Karyawan tetap disini."Ucap Richard.
"Baiklah,taruh saja di meja,Aku akan memakannya nanti."Ucap Aarav.
"Baik tuan,Semoga anda suka.Saya permisi!".Pamit Richard.
Richard tersenyum,itikad baiknya mendapat Sambutan baik dari bos nya itu.
"Kebetulan sekali,Aku sudah sangat lapar! ".Aarav mendekati cake yang sudah ada di meja nya,dan mulai memakannya.
Aarav merasa familiar dengan rasa cake ini.
"ini rasanya sama persis seperti Cake Coklat di toko kakaknya Shilla.batinnya.
Ah mungkin itu hanya perasaanku saja,aku terlalu memikirkannya dari pagi.sehingga semua nya aku rasa berkaitan dengan Nayla.
Nayla, Nayla, Nayla.
"Gadis itu berhasil merusak Konsentrasi ku!."
Aarav menyelesaikan pekerjaan tepat dengan perkiraannya.Kini dia berada di dalam Mobil dan melanjutkan rencananya berkunjung menemui Shilla. Ia menelpon Shilla dan mengajaknya berkeliling Toronto.
Aarav sampai didepan Toko,Ia memarkiran kendaraannya di seberang Toko.Ia turun menyebrangi jalan menuju Toko Nayla.
Shilla dengan Ide jahil nya,meminta Aarav mengajaknya jalan jalan.Aarav tanpa merasa curiga, mengiyakan saja.karena dirinya sudah mengaggap Shilla seperti adiknya sendiri.
"Kakak Aarav."Teriak shilla,Ketika Aarav melangkah masuk kedalam toko.
Kau sudah siap Shill? Tanya Aarav.
Shilla menggeleng."Belum Kak,aku rasa aku tidak jadi pergi.Maaf ya kak!"Seru Shilla.
"Kenapa?"Tanya Aarav kebingungan.
"Perutku sakit sekali kak."Rengek shilla.
"Kau ingin ku antar ke dokter atau Aku panggilkan dokternya kesini?" Ucap Aarav dengan cemas.
"Tidak tidak,Aku sudah minum obat dari kak Nayla tadi." Tutur Shilla.
"Kau pergi dengan kak Nayla saja yah!"Usul Shilla.
Aarav terdiam.
Hatinya merasa bahagia tanpa Ia duga,Ia akan mendapatkan kesempatan untuk bisa lebih dekat gadis yang berhasil mengalihkan dunianya.
"Kakak nayla mau kan menggantikan aku? aku benar benar tak enak,jika harus membatalkan rencana ini. aku sudah memintanya siang ini untuk pergi dan kak Aarav juga sudah meninggalkan pekerjaan nya kak!" ucapan shilla sebelum Aarav tiba di toko tadi .
*
Sekarang disini lah Nayla dan Aarav,mereka duduk bersebelahan dan sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.
Aarav sesekali menengok ke arah Nayla.Ia memperhatikan wajah Nayla yang sedari tadi terlihat jelas di kedua matanya.Aarav tersenyum tanpa henti, hatinya menghangat dengan Nayla yang berada disampingnya
"Aku ingin selalu seperti ini."batin Aarav.
Nayla merasa gugup,Dia bingung harus bagaimana. Jadilah Dia hanya diam sedari tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Jangan lupa Klik Like Komentar nya juga boleh bintang limanya diisi yah.
Terima Kasih sudah membaca.
See You Next Chapter.
Happy reading.😘