Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
mencemaskan



\*sofia melemparkan semua barang yang berada di dalam kamarnya. ...ia masih enggan menerima kekalahan jika Aarav telah menikah dengan gadis toko kue itu\*.


 


sofia merasa frustasi semua usahanya berujung kegagalan dan tak mampu mengubah keadaan faktanya Aarav telah resmi menikah dan tetap tak menjadi miliknya.


aku sudah melakukan semua tugasku sofia dan kau malah melampiaskan amarahmu padaku... "chase berucap di telepon dirinya sedang melakukan video call dengan sofia .


tapi kau gagal chase bahkan mereka tak menunda atau membatalkan acara nya sekarang aku tidak mau tau kau harus melakukan balas dendam.. demi apapun aku tak ingin mereka hidup tenang dan bahagia.


aku akan melakukan apapun untuk menghancurkan kehidupanmu dan pernikahan sialan mu itu Aarav Osmond ....kau hanya untukku milikku dan akan aku singkirkan siapa saja yang menghalangi langkahku. dan kau target utama ku nayla gadis toko itu merusak semua mimpiku dia merebut apa yang seharusnya ku miliki.


chase mengangguk paham dan mereka mengakhiri panggilannya setelah menyusun semua rencana liciknya.


*pagi sayang Aarav menyapa nayla yang sedang menyiapkan sarapan nya.


pagi juga "timpal nayla.


Aarav melangkah dan menarik pinggang ramping istrinya dan menjatuhkan tubuhnya di pangkuannya*.


Aarav ini masih pagi jangan seperti ini. aku malu "cicit nayla berusaha bangun dan berpindah dari pangkuan Aarav namun Aarav semakin mempererat pelukannya.


biarkan saja seperti ini mereka pasti memakluminya... kita ini pengantin baru "Aarav mengerling kan sebelah matanya .


nayla memutar malas bola matanya... kau ini selalu saja merasa pengantin baru terus ini sudah sebulan lebih kita menikah sayang kau bahkan melupakan itu.kita bahkan tak melaksanakan honeymoon "cecar nayla.


maafkan aku tanpa harus honeymoon keluar kota atau keluar negeri bagiku aku selalu merasa dekat denganmu seperti ini saja sangat membahagiakan .


rasanya juga sama saja."ucap Aarav dengan mengecup bibir nayla hal yang mulai saat ini menjadi sarapan wajibnya.


nayla menggerakkan tubuhnya dan memutarnya agar menghadap meja jika tidak Aarav tak akan berhenti menciumnya dan tak kunjung berangkat kerja di kantornya.


jangan terlalu banyak bergerak kau bisa membangunkannya sayang dan membuatku harus menahan mu lagi di kamar. "ucap Aarav.


nayla terdiam dan memulai ritual makan paginya dengan posisi tetap dalam pangkuan Aarav. setelah menikah Aarav selalu saja memanjakannya dirinya hingga nayla selalu merasa takut jika berjauhan dari Aarav.


*mereka selesai dengan sarapan paginya Aarav mengangkat nayla dari pangkuannya dan kembali mendudukkan nayla dikursi yang tadi ia gunakan. Aarav melangkah ke pantry dan mengambil vitamin untuk nayla. dan memberikan nya.


minumlah... pinta Aarav sembari memberikan sebutir pil dan segelas air di satu tangannya*.


minum pil ini lagi.... rengek nayla namun tetap menurut dan meminum air putihnya hingga tandas .


Aarav mengangguk ini hanya vitamin agar kau tidak terlalu lelah selain seharian bekerja kau juga selalu lelah karena aku ucap Aarav dengan mengelus puncak kepala nayla dengan lembut.


nayla tersenyum.... ini memang sudah tugasku sebagai istrimu.....


mereka berpelukan sesaat lalu keduanya pergi. Aarav mengantarkan nayla ke toko sedangkan dirinya melanjutkan ke kantor.


Aarav memasuki ruangannya dan memulai kegiatannya. dia meneliti satu persatu berkas yang di bacanya.


nathan mengetuk pintu ruangannya. Aarav mengernyitkan dahinya kau mengetuk pintunya nath biasanya kau selalu seenaknya "ucap Aarav dengan menahan tawanya.


aku hanya sedang berfikiran mungkin ada orang lain di ruangan mu ini... "seru nathan dengan mengedarkan matanya.


Aarav memperhatikan tingkah sahabatnya itu. Apa kau perlu sesuatu nath? "tanya Aarav kemudian.


hm ti tidak Aar aku tidak memerlukan apapun hanya ingin menyampaikan kalau pertemuanmu tentang pembangunan resort di london akan di percepat mungkin lusa kau akan berangkat ke sana . "ucap nathan kemudian.


hmm baiklah kau siapkan saja semuanya aku akan mempelajari dulu berkasnya... "ucap Aarav kemudian.


shilla memegangi kepala nya.... dia hendak mengantarkan makan siang untuk kakak nya.. namun ditengah perjalanan dia kehilangan kesadarannya dan di antarkan oleh orang asing hingga kini dirinya terbangun ditengah ruangan yang serba putih.


siapa yang membawaku kemari.... "shilla merasakan nyeri pada punggung tangannya dan saat dia melihat selang infus terpasang di tangannya.


nayla merasa cemas shilla tak kunjung kembali ke toko... ini bahkan lebih dari dua jam. Nayla mencoba menghubungi Aarav.


namun tak kunjung diangkatnya.


nathan sampai di ruang rapat dia mendekati Aarav dan memberikan handphonenya. nayla menghubungi hampir puluhan kali mungkin ada sesuatu yang penting sebaiknya kau kembali menghubunginya dulu "bisik nathan.


Aarav mengiyakan saran nathan.


dia meninggalkan ruang rapat dan menghubungi nayla.


*panggilan terhubung


nayla segera menggeser tombol hijau di layar handphone nya*.


sayang apa shilla masih di kantormu? "tanya nayla dengan suara cemasnya.


*apa? shilla hari ini bahkan tidak ke kantor... saut Aarav sedikit bingung.


tidak mungkin aku menyuruhnya ke kantormu tadi mengantarkan makan siang mu...


tapi shilla benar benar tidak kesini sayang mungkin dia lupa dan pergi ke tempat lain ...."seru Aarav


tidak mungkin dia membawa makanan yang aku siapkan untukmu namun sejak tadi dia tidak kembali dan sialnya dia tidak membawa handphone nya. " ucap nayla.


baiklah dengarkan aku sayang jangan khawatir aku akan mencarinya.... kau tenanglah*...


panggilan berakhir


Aarav masuk kembali ke ruangannya.


semuanya saya rasa rapat hari ini selesai sampai disini .Aarav mengakhiri rapat nya dengan terburu buru dia keluar.


nathan mengejar langkahnya Aar ada apa kenapa rapatnya dibubarkan begitu saja.


nayla menelpon ku karena shilla tak kunjung kembali ke toko... shilla harus nya mengantar makan siang kemari namun kau tau sendiri nath siang tadi kita delivery kan.


lalu kemana perginya macan garang yang bodoh itu ",ucap nathan raut wajahnya mendadak khawatir meskipun mereka tidak akur namun kabar menghilangnya shilla sedikit membuat perasaannya tak menentu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.