Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
festival lampion



shilla duduk dengan tidak nyaman dia bahkan tidak berani bersuara sedikitpun shilla menelan saliva nya dengan susah payah dalam hatinya shilla merasa senang serta gugup dengan bersamaan ketika tahu nathan mengajaknya jalan jalan.


apa kau sudah makan malam ? " tanya nathan tanpa menengok ke arah shilla matanya terfokus pada jalanan yang sedang dilalui " .


shilla yang tengah sibuk berdialog dengan pikiran nya sendiri tidak begitu mendengarkan nathan.


kenapa dengan nya ", gumam nathan dia memarkirkan kan kendaraan nya di sebuah tempat festival lampion " .


macan garang turunlah.... kita sudah sampai ! nathan melepaskan seat bells nya dia segera turun dari mobil.


shilla masih mematung hingga tak bergeming dari posisinya shilla bahkan tak menyadari jika nathan sudah keluar dan sedang mengetuk kaca mobil dari luar shilla tertegun dan mengerutkan dahinya.


astaga aku sampai tidak memperhatikan jika mobil telah terhenti, ya tuhan kau bodoh sekali shilla ....shilla menggigit bibir bawahnya dia keluar dan tersenyum kaku di depan nathan .


bugh...


aww ... shilla meringis kesakitan karena kepalanya terantuk pintu mobil shilla memegangi dahinya , shilla mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa bersikap normal seperti biasanya, hari ini shilla merasa begitu gugup menghadapi nathan entah karena apa.


astaga shilla ...nathan dengan reflek meneriaki shilla dia segera membantu shilla nathan mengulurkan tangannya dia mengusap dahi shilla yang terlihat sedikit memar .


shilla menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengusap dahinya untuk pertama kalinya nathan mengucapkan namanya dengan benar shilla mengulum senyum dan sesaat dia melupakan rasa sakit di dahinya.


kau baik baik saja shil.... "tanya nathan " .


shilla mengangguk perasaan shilla menghangat akan perlakuan nathan kali ini. shilla bahkan merasakan jantungnya ingin lompat saat nathan kembali menyebut namanya.


ya tuhan ada apa dengan jantungku. ...",shilla mencoba mengatur nafasnya dan membuang rasa gugup yang menderanya ".


ayo kita masuk dan menikmati festivalnya "seru nathan dia menggenggam erat jemari shilla , shilla mengikuti langkah kaki nathan pandangan shilla terarah pada jemari nathan yang tengah menggenggam tangannya erat.


aww... seseorang tanpa sengaja menabrak shilla hingga hampir saja dia terjatuh namun nathan dengan sigap menahan tubuh shilla yang hampir limbung ke tanah.


nathan menghembuskan nafas lelahnya, kenapa dengan mu? apa tidak bisa kau berhati hati !


apa kau tidak nyaman di tempat ini atau kau ada janji dengan orang lain "seru nathan " .


hah. . . apa? ti - tidak aku -


aku hanya kepikiran dengan kak nayla saja karena aku tadi tidak sempat berpamitan dengan nya tadi. "ucap shilla mencari alasan tidak mungkin kan shilla jujur dan mengungkapkan rasa gugupnya jika nathan lah penyebabnya * ".


nathan ber oh ria... kau tenanglah Aarav pasti akan memberitahu nayla seru nathan.


apa kau menyukai tempat ini ?.... timpal nathan dia kembali meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.


shilla memperhatikan sekelilingnya... ini indah sekali, ucap shilla.


aku sangat menyukai nya terima kasih sudah membawa ku kemari "seru shilla ".


matanya menyapu seluruh pemandangan yang di suguhkan di sana terdapat puluhan lampion indah yang tergantung dengan bentuk beraneka rupa , terdapat air mancur besar yang memancarkan air namun kali ini air mancur di taman itu dihiasi dengan lampu. sehingga warna airnya menjadi lebih menarik, terdapat taman bunga yang di hiasi lampion dengan bermacam bentuk dan hiasan kecil yang tergantung rapi dengan tali yang menyangganya yang semakin menambah keindahan taman lampion buatan itu.


*shilla menelisik seluruh taman matanya terus saja terpesona dengan semua lampion di sana.


nathan.. !


aku ingin ke sana shilla menunjukkan jarinya ke arah lampion berbentuk hati dia segera berlari ke sana tanpa menunggu persetujuan nathan*.


dia ini seperti tidak pernah kemari saja nathan melangkah menyusul shilla, nathan tersenyum dan ikut bergabung dengan shilla.


nathan.... kemari lah ! shilla menarik tangan nathan rasa canggung dan gugupnya telah menghilang tanpa disadari shilla meraih lengan nathan dan memeluknya.


tuan tolong foto kami berdua ucap shilla, nathan sedikit terheran dengan permintaan shilla namun dia menyetujuinya .


shilla memberikan handphone nya pada pengunjung lain dan dia meminta bantuan untuk memotret dirinya dan nathan shilla dan nathan berpose beberapa kali.


terima kasih "ucap shilla pada pengunjung yang telah memotret dirinya dan nathan " .


apa kau lapar? tanya nathan dia mengeratkan mantel yang di kenakan karena cuaca bertambah dingin dan malam semakin larut.


aku rasa iya..... seru shilla dia terkekeh sendiri kebiasaan buruknya adalah dia memang mudah lapar bukan.


setelah mengajak shilla makan malam sederhana di tengah festival lampion, nathan kembali mengajak shilla melihat puncak acara lampion tersebut . tepat pukul 9 ratusan lampion di terbangkan secara bersamaan dan tepat saat itu nathan memberikan kado ulang tahun untuk shilla .


maaf karena aku terlambat memberikan kado dan selamat ulang tahun ucapnya lagi.


shilla tak mampu mengungkapkan apapun dia hanya mengangguk pelan.


ini sudah hampir larut dan festivalnya juga akan berakhir. aku akan mengantarmu pulang Aarav bisa memecat ku jika aku terlambat mengantarmu! 'seru nathan.


shilla hanya tertawa kecil , kau benar kakak memang sedikit cerewet dan dia juga over protective tapi aku menyukai semua itu " ucap shilla.


nathan menyetujuinya, dia dan shilla bergegas kembali ke mansion.


tapi tuan Albert maaf aku tidak bisa menuruti permintaanmu itu, aku tidak akan pernah bisa melakukan itu "ucap Aarav ".


nayla mengeratkan genggaman tangannya pada Aarav dia mencemaskan suaminya yang kini sedang didera emosi nayla berusaha meredam emosi suaminya.


Aarav merasa tersulut emosi akan permintaan albert .


Aarav ... apa kau tidak bisa mengubah keputusanmu ? "tolong maafkan kesalahan putriku dia hanya terlalu terobsesi padamu".


tapi tindakan putrimu itu salah tuan albert dia bahkan melakukan tindak kejahatan dan dia sudah melukai adikku jadi kumohon jangan lagi memintaku untuk mencabut laporan putri mu." seru Aarav ".


albert memejamkan matanya hati seorang ayah manapun pasti ikut terluka melihat putrinya mendekam di balik sel penjara.


seburuk apapun sofia dia tetaplah putriku Aarav, kau juga akan menjadi ayah . kau pasti akan melakukan apapun untuk putrimu kelak di masa depan. "seru albert dia berucap dengan suara seraknya yang hampir menangis ".


nayla merasa tidak tega melihat keputusasaan albert terpampang jelas di hadapannya.


aku tidak bisa tuan albert sekali lagi maaf "ucap Aarav " .


ini hampir malam aku rasa istriku harus segera istirahat "timpal Aarav ".


baiklah aku mengerti... aku akan pergi "albert bangkit dari duduknya dia keluar dari mansion Aarav dengan rasa kecewa yang memenuhi lubuk hatinya.


nathan dan shilla berpapasan dengan albert di halaman mansion .


tuan albert kau di sini? ucap nathan menyapa.


urusanku sudah selesai aku permisi ucap albert dan berlalu dari sana.


shilla dan nathan memasuki ruang tamu


kakak... seru shilla.


Aarav dan nayla menoleh ke arah shilla.


sayang kau sudah pulang? "seru nayla ".


shilla antar kan kakak mu ke kamarnya kakak ingin berbicara berdua dengan nathan "seru Aarav tegas tak ingin dibantah " .


shilla mengiyakan , , dia bergegas mengantar nayla menuju kamarnya , dan shilla masuk ke kamarnya sendiri.


kenapa mendadak kak Aarav berubah ! dia terlihat menakutkan sekali seru shilla dengan bergidik ngeri.


nayla memejamkan matanya dia tertidur dengan begitu mudah.


shilla mengingat semua hal manis yang nathan lakukan hari ini pipi shilla merona seketika itu.


shilla... sadarlah... kenapa kau terus memikirkannya.... astaga, ada apa dengan ku "gumam shilla " .


nathan dan Aarav kini terlibat percakapan serius Aarav menjelaskan kedatangan albert pada nathan.


kau tenanglah tuan albert sangat mencintai mendiang istrinya dia pasti akan mengerti perasaan nayla dan keputusanmu sudah benar Aarav aku mendukungnya.


sofia perlu belajar dari kesalahannya agar dia tidak melakukannya lagi. "seru nathan " .


*terima kasih dude... ucap Aarav.


dering handphone nathan mengusik obrolan keduanya*.


chelsea.....


gumam nathan tanpa bersuara .


nathan menggeser layar hijau di handphone nya


hallo.... !


baiklah tunggu di sana aku akan datang "seru nathan mengakhiri panggilannya .


Aarav aku harus pergi menjemput seseorang aku pergi dulu.


belum sempat Aarav mengiyakan nathan berlalu dari pandangannya dengan tergesa.


tumben sekali dia mementingkan orang lain dan mengabaikan ku "Aarav terkekeh , dia mengunci pintu mansion dan melangkah ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


shilla berguling guling di kasur setelah membuka kado yang nathan berikan untuknya sebuah liontin bertuliskan Lail sebagai hiasan menambah kesan istimewa liontin itu .


bukankah Lail tak lain adalah nama panjangnya jadi, nathan memesan ini khusus untuk ku shilla semakin merona pipinya bahkan sudah seperti kepiting rebus .


ya tuhan.... aku rasa aku mulai merindukan nya "gumam shilla " .