Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
menemani



shit ! umpat Aarav saat pihak rumah sakit menghubunginya jika salah satu karyawannya mengalami kecelakaan dan nama yang tertera di tanda pengenal adalah Nathan Anderson .


Aarav hendak keluar dari ruangannya dia akan menyusul Nayla dan Shilla yang sudah terlebih dulu meluncur ke rumah sakit.


langkahnya terhenti kala pintu ruangannya terbuka, tuan Albert kau di sini? Aarav mengernyitkan dahinya karena kedatangan Albert.


Aarav aku ingin membicarakan putriku Sofia, Ucapnya.


aku tidak punya waktu tuan Albert aku akan menjenguk sahabatku di rumah sakit ucapnya.


hanya sebentar saja Aarav aku mohon, timpal Albert ,meski enggan Aarav tidak enak menolak permintaan Albert dia menyuruh Albert untuk duduk.


aku ingin meminta berkas dan bukti kejahatan putriku saat dia menyekap adikmu itu seru Albert, Aarav mengerutkan dahi mendengar penuturan Albert.


kenapa kau tiba tiba menanyakan itu tuan? dan apa yang akan kau lakukan dengan berkas itu ucap Aarav.


Albert menghembuskan napas yang terdengar lelah itu wajah yang mulai sedikit berkeriput itu menampakkan raut kecewa yang teramat dalam.


aku memutuskan akan melaporkan putriku karena tindak kejahatan yang dia lakukan padamu dan pada adikmu, tadi malam aku mendengar Sofia berbicara dengan para teman temannya, jika dia akan menyabotase mobil milikmu.


aku yang tadinya ingin berkunjung menemuinya untuk sekedar memeluknya meluapkan kerinduan seorang ayah pada putrinya , namun dia malah tidak mau bertemu dengan ku .


aku gagal menjadi seorang ayah Aarav namun aku tidak akan membiarkan putriku lepas tanggung jawab atas perbuatan kurang terpujinya itu.


Aarav mengangguk dia mulai paham dengan pembicaraan dan niat baik Albert, syukurlah jika kau bisa bersikap adil tuan Albert dengan tidak menutupi dan mendukung tindakan putrimu itu.


karyawan ku akan mengirimkan salinan berkas itu padamu, dan aku sangat berterima kasih atas semua sikap profesional mu itu tuan Albert, kau memang ayah yang baik aku turut kagum atas caramu bersikap Ucap Aarav.


Albert menjabat tangan Aarav terima kasih Aarav dan tolong jika kau bisa maafkanlah putriku dia hanya sedang tersesat dari obsesinya terhadapmu Ucap Albert.


Albert berlalu dari ruangan Aarav dia kembali menemui kantor polisi dengan berkas yang sudah di berikan karyawan Aarav tadi sebelum dia keluar pelataran kantor Aarav .


Aarav dengan berlari mencari ruangan kamar inap Nathan, dia bahkan memarkirkan kendaraannya sembarang saat di parkiran tadi , dan dia segera menghentikan larinya saat melihat Nayla dan Shilla yang duduk di kursi yang ada di lorong itu.


Aarav berjalan menemui Nayla dia terlihat berantakan sekali kemejanya sudah tidak serapi saat Nayla melihatnya tadi.


Shilla dan Nayla menoleh ke arah Aarav saat mendengar derap langkah kaki ke arah mereka.


Bagaimana keadaan Nathan? tanya Aarav matanya melihat ke arah pintu lampu yang ada di atas pintu itu masih berwarna merah itu artinya operasi masih berlangsung.


Aarav terduduk lemas di kursi Nayla ikut merasakan kesedihan Aarav, dia memeluk Aarav.


Shilla bahkan terlihat kacau matanya sudah bengkak dan bola matanya sudah terlihat mengecil karena terlalu lama menangis setelah mendengar kabar kecelakaan Nathan .


Dokter yang menangani Nathan keluar, Aarav segera menghampiri Dokter itu, bagaimana keadaannya dok? tanya Aarav dengan tidak sabarnya.


Nayla dan Shilla turut menghampiri dokter tersebut.


Dia mengalami luka yang cukup parah di kakinya namun akan sembuh dalam beberapa waktu, kepalanya hanya terkena benturan ringan dan kondisinya cukup baik untuk saat ini.


Aarav menghembuskan napas leganya oksigen yang sempat menghilang dari indera pernapasannya kembali memenuhi rongga dadanya.


Malam harinya


Aarav meminta Nayla dan Shilla untuk kembali ke mansion karena hari sudah sangat larut,Namun Shilla menolak dia dengan keras kepalanya meminta Aarav untuk membiarkan Shilla menemani Nathan disini, dan Aarav tidak bisa menolak permintaan Shilla dia mengijinkan shilla dengan syarat marquez ikut menjaga nya di depan ruang kamar rawat Nathan, dan Shilla menuruti permintaan Aarav.


Nathan kau memang konyol pria aneh , Alien menyebalkan umpat Shilla namun sialnya aku mencintai mu seru Shilla . aku tidak tahu sejak kapan aku mulai memiliki perasaan untuk mu namun,saat kau kembali berhubungan dengan Mantan kekasihmu itu aku sangat kesal.kau ini bodoh atau apa dia sudah pernah menyakitimu dan kau memilih kembali padanya? kau tidak melihat ke arahku dasar Alien menyebalkan ! aku benar benar seperti orang gila yang berbicara sendiri hah.


cepatlah bangun! aku hanya rindu berdebat denganmu ucap Shilla.


Nathan masih terbaring di ranjang pasien dengan infus dan beberapa peralatan lain yang terpasang di tubuhnya, Shilla menarik kursi untuk bisa duduk di dekat Nathan.


dia lantas menggenggam telapak tangan Nathan ,dan ikut memejamkan matanya nafas Shilla mulai teratur sedikit demi sedikit dia mulai tertidur memasuki ruang mimpi.


Nathan tersenyum dalam tidurnya dia mendengar semua celotehan dan ungkapan hati Shilla itu, namun Nathan masih begitu lemah hanya untuk sekedar membuka mata saja dia masih belum mampu .


Nathan ingin sekali berbicara dan menggoda wanita garangnya itu, Nathan menyadari satu hal jika dirinya juga sudah memiliki perasaan untuk Shilla .Nathan sebenarnya selalu kesal saat Shilla selalu menghabiskan waktu nya dengan Darren , itu bentuk kecemburuan yang selalu Nathan tepis . sedangkan perasaannya pada Chealse mungkin hanya sisa dari kenangan yang belum dia hapus dari hatinya.


terima kasih sudah menyadarkan perasaan ku, Shilla aku janji tidak akan lagi menempat kau dan kedua kakak mu dalam masalah karena aku ! gumam Nathan, dia kembali mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa tak bertenaga.


Nayla memeluk Aarav dia belum memejamkan matanya, ada satu hal yang mengganggu pikirannya itu, uhm Aarav apa Sofia terobsesi dengan mu sudah lama? tanya Nayla dia menggigit bibir bawahnya.


Aarav kembali membuka matanya aku rasa iya, kenapa memangnya? tumben sekali kau ingin membahasnya Seru Aarav.


Nayla bangun dia mengubah posisinya jadi setengah berbaring, lalu apa dia pernah melakukan hal yang di luar kendali mu maksudku uhm seperti? Seperti -


Seperti mencium ku begitu maksudmu Aarav meneruskan kalimat Nayla yang terdengar ambigu .


Jadi kau pernah berciuman dengannya? tanya Nayla dengan nada tidak suka.


kau sendiri kan pernah melihatnya dan kau juga lihat sendiri , bukan aku yang menciumnya tapi dia yang mencium ku ucap Aarav.


apa bedanya kau atau dia yang mencium tetap saja itu artinya kalian berciuman Nayla mendengus kesal dia kembali merebahkan tubuhnya dan tidur dengan memunggungi Aarav.


Aarav memijat pelipisnya astaga dia kembali merajuk seperti ini, dia yang memulai pembicaraan tentang Sofia dia juga yang marah pada akhirnya, tuhan mahluk ciptaan mu yang satu ini memang unik kalian para wanita memang istimewa ! gumam Aarav dalam hati.


Aarav kembali memejamkan matanya dia tidur dengan menghadap punggung Nayla, Aarav tertidur dengan lelapnya semua kejadian hari ini cukup membuat nya lelah .


Nayla yang masih terjaga merubah posisi tidurnya dia kini berbalik ke arah Aarav dan saat sudah memastikan jika Aarav tertidur Nayla mendekat dia kembali memeluk Aarav dan ikut terlelap bersamanya.


See you ❤


*Author nya boleh kepo ngga sih? kalian lebih suka mana ?


Aarav Nayla di cerita ini


Rafa sama Keyla di Novel Deep you


atau Ara sama Devan di Novel You heart Me.


yuk isi komentarnya ❤