Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Semakin Dekat.



Aarav berbaring di ranjang King Size miliknya, tempatnya menghilangkan rasa lelah yang selalu menyelimuti hari harinya.


Senyum nya masih bertahan,terukir sempurna di wajah tampannya,setelah ia mengantarkan Nayla ke rumah nya.bahkan,hingga malam hari Ia tak kunjung memejamkan matanya.Ia terjaga hingga matanya kelelahan dan tertidur dengan sendiri nya.


"Apa Aku Jatuh Cinta dengan nya? tapi ini terlalu cepat kan?".Nayla bergumam sendiri di dalam kamarnya,bahkan Nayla tak tenang sedari tadi dia berubah ubah posisi.Sebentar bentar duduk dengan menekuk kakinya.berbaring lagi,duduk menyender di sofa dekat ranjang nya.Kemudian membolak-balik balikkan tubuhnya ke kanan dan kiri.hingga dia kelelahan dan tertidur,Setelah sedari tadi memikirkan Perasaan yang kini menyelimuti dinding hatinya.


Baik Nayla ataupun Aarav,Mereka berdua tertidur setelah memikirkan hal indah yang tanpa di duga menjadi awal cerita hidup keduanya di masa depan.


*


Keesokkan Paginya.


Shilla menggedor pintu kamar Nayla yang masih tertutup rapat.


tok tok tok


"Kakak,bangunlah.Kakak ini sudah siang!".


Kakak aku tadi aku menerima telpon dari Pelanggan kita.Aku berangkat dulu ya kak?".


Hening.


Tak ada sahutan apapun.


Shila menyerah,Ia mengirimkan pesan ke Handphone Kakaknya.


*


Aarav menguap Ia meregangkan otot kekarnya."Tidurku nyenyak sekali,sampai sampai aku kesiangan."gumamnya.Ia lalu meraih ponselnya menghubungi Nathan.


Panggilan Terhubung.


"Nath,Aku bangun kesiangan.Tolong atur ulang jadwalku! ".Titahnya.Setelah itu dirinya bergegas membersihkan diri dan bersiap.


Aarav hendak melangkahkan kaki jenjangnya menuju mobil.Salah seorang maid menghentikan langkahnya.


"Tuan muda,Kemarin sore tuan Albert dan nona sofia berkunjung kemari."Ujarnya.


"Apa mereka menungguku?" Tanya Aarav,Maid itu mengiyakan.


"Baiklah,aku akan menanyakannya sendiri nanti."Sahut Aarav dan berlalu pergi ke mobilnya.Sesampainya di kantor,Aarav masih memikirkan ucapan Maid pagi tadi.


"Sebenarnya,Apa mau Anak dan Ayah itu?".


Aku muak,Jika harus berurusan dengan mereka!".


*


Nayla mengerjap kan matanya,dia mengucek matanya perlahan.


"Ya Tuhan,ini sudah siang!" heboh Nayla dengan melempar selimut yang menutupi tubuhnya.Ia bergegas berlari kecil,ke arah kamar mandi.


"Kak aku berangkat dulu yah,Aku sudah membangunkan mu,tapi seperti nya Kau Kelelahan. Jadi aku membiarkanmu tidur lebih lama,makanlah sarapannya dulu.


from:Shilla


Nayla selesai membaca isi pesan dari Shilla.Sekarang dirinya tengah bersiap,dan menuruti permintaan Shilla untuk memakan Jatah Sarapannya.


30 menit Kemudian,Nathan muncul di ruang Kerja Aarav. Aarav sengaja memanggilnya.


"Ada Apa Aar? "Tanya Nathan kebingungan,Pasalnya dia di panggil mendadak sekali.bahkan,Nathan belum menyelesaikan Makan Siangnya.


"Tolong kau urus Tuan Albert dan putrinya Sofia,Aku tidak mau berurusan dengan nya."Terang Aarav.


"Baiklah Aar,aku akan mengurusnya."Jawab Nathan.


"Kau boleh lanjutkan makan siang mu Nath".Perintah Aarav.Nathan mengangguk paham.


"Kau memang terbaik dude,Terima Kasih!" Ucap Aarav.


"Dia sekarang lebih banyak bersikap lembut,Kemana Sikap arogan dan marahnya itu pergi."Ungkap Nathan dalam hati.


Setelah semua siap,Nayla bergegas menuju Toko Kuenya.


"Semoga Shilla belum membeli makanan diluar."gumam Nayla .


Aarav keluar dari ruangannya,Ia akan menemui Wanita yang kini mengisi warna di hatinya.


Meski Aarav belum mengutarakan Perasaannya l,tapi Aarav tak bisa memungkiri jika berada jauh dari Nayla kini membuat sepercik rasa Rindu hadir dalam relung Jiwanya.


Nayla tiba di toko terlebih dahulu.


"Hai Shilla sayang,Aku membawa makan siang untuk Kita.Kau belum makan kan?"tanya Nayla dengan mengeluarkan satu persatu makanan yang ia bawa, dari hasil keringatnya sendiri di dapur tadi.


"Aroma nya saja sudah membuatku sangat lapar kak, pasti ini enak!"Celetuk Shilla.


"Cepatlah makan,nanti dingin."Seru Nayla.


Ting .


bel Toko berbunyi.Aarav lah yang muncul dibalik pintu.


"Hai Nayla,Hai shill! "Sapa Aarav.


Aarav mengernyit."Kau sedang makan Shill?".tanyanya.


"Kelihatannya bagaimana?"Seru Shilla.


"Huh,aku terlambat rupanya.tadinya aku mau mengajak kalian makan diluar."Timpal Aarav.


"Kau belum makan kak?"Tanya Shilla.


Aarav mengangguk.


"Kalau begitu makan saja disini,Kita makan bersama sama,iyakan Kak Nayla?".


Nayla hanya tersenyum,rasanya Ia Masih malu,untuk menatap Aarav Sejak Kejadian di Air terjun sore itu.


"Baiklah."Sahut Aarav.


Mereka bertiga makan bersama di ruangan Counter dapur Toko.Aarav memakan makanan yang disiapkan untuknya.


"Oh iya kak,Ini Semua masakan Kakakku! "Celetuk Shilla.Rasanya enak kan?"Timpalnya.Aarav menoleh ke arah Nayla yang menundukkan Kepalanya.


"Ini enak Sekali,bahkan Rasa Masakan di Restoran tak seenak ini."Puji Aarav dengan masih memperhatikan Nayla.


Bayla tersipu dengan Semua Pujian Aarav yang dilontarkan untuknya."Kau berlebihan Aar,Aku bahkan jarang memasak."elak Nayla.


"Tapi ini sungguh enak Nay ,Iyakan Shill? "gumam Aarav.Kini giliran Shilla yang mengangguk


"Apa Seperti ini rasanya,Makan bersama dengan orang orang yang Kita Sayangi."gumam Aarav dalam hati.


.


.


.


.


.


.


Terima Kasih sudah membaca Cerita ini.


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak dengan Klik Like Komen ataupun Vote.


Happy Reading.