Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
gara gara shilla



aroma obat obatan tercium sangat menusuk indra penciuman nathan. dia membuka matanya perlahan dan menyesuaikan pandangannya.


kenapa pula aku bisa disini? nathan mengingat sekilas dan dirinya teringat jika dia tak sadarkan diri semalam.


seorang perawat memasuki ruangan rawat nathan mengecek keadaannya. nathan menuruti perintah perawat itu dan ketika perawat itu hendak pergi dari kamar nathan memanggilnya.


*suster apa kau melihat handphone milikku?.. "tanya nathan dengan bingung.


mungkin ada pada temanmu tuan semalam ada temanmu yang melihat mu pingsan lalu membawamu untuk di rawat... "suster itu pergi meninggalkan kerutan semakin bertambah di dahi nathan* .


temanku yang mana "tanyanya dalam hati.


Aarav menerima panggilan di handphone nya pagi buta sekali.


namun bukan nathan yang menelpon.


Aarav membangunkan nayla perlahan. nayla terusik kala Aarav tak hentinya mencium bibirnya dan melumatnya.


emm Aarav aku malu.... hentikan aku belum menggosok gigi.. " ucap nayla.


Aarav hanya tersenyum kalau begitu mandi lah atau kau ingin kita mandi bersama. hm?


pipi nayla bersemu merah.... ti tidak aku akan mandi sendiri saja. nayla bergegas ke kamar mamdi dan membersihkan diri.


istriku semakin menggemaskan saja kalau bukan karena harus ke rumah sakit aku ingin sekali menerkamnya dulu.


Aarav dan nayla sedang dalam perjalanan ke rumah sakit city hospital


Nayla merasa malu pasalnya Aarav tak henti memandanginya sejak di rumah tadi bahkan di mobil Aarav tiada henti tersenyum dan memandangi wajah nayla.


Aarav apa ada yang aneh dengan wajahku ?"tanya nayla pada akhirnya.


Aarav menggeleng.. kau sangat cantik hari ini, entah apa yang membuatmu berbeda dari biasanya tapi sungguh kau semakin cantik sayang " ucap Aarav.


nayla merona sukses wajahnya memerah bak tomat masak...


Aarav tersenyum melihat raut wajah nayla. mereka sampai di pelataran rumah sakit Aarav memarkirkan mobilnya.


*nayla hendak keluar namun pintu mobil terkunci... sayang pintunya kenapa di kunci? tanya nayla.


Aarav mendekati nayla aku ingin memakan sarapan ku terlebih dulu. "ucapnya.


nayla mengerutkan kening bukannya kita sudah - kalimatnya terhenti di udara.


Aarav melahap bibir Cherry nayla di dalam mobil menyesap rasa manisnya dalam dalam hingga keduanya terhipnotis oleh suasana yang mereka ciptakan di pagi hari*.


Aarav kau ini... selalu saja... nayla mengerucutkan bibirnya Aarav memang selalu menciumnya tiap pagi hari dan nayla tahu jika mereka sedang si rumah pasti semua nya lebih dari ini.


Aarav tersenyum dan mengelap bibirnya sendiri juga bibir nayla dengan ibu jarinya.


lalu beranjak turun dari mobil dan memutar langkahnya membuka pintu untuk nayla mengulurkan tangannya nayla menyambut uluran tangan Aarav. mereka memasuki ruangan yang menjadi tujuannya.


*nayla berjalan beriringan dengan Aarav matanya melihat lihat seisi ruangan yang di lewati. hingga matanya melihat sosok yang sempat mengusik ketenangannya kemarin.


shilla kau disini..... "nayla bergerak cepat menemui adiknya*.


shilla tersenyum dan menyambut kakak nya yang berhamburan memeluknya. Aarav dan nayla bergantian memeluk shilla.


sekarang Aarav nayla dan juga shilla memasuki ruangan tempat nathan di rawat.


nathan terkejut dengan kedatangan Aarav dan juga nayla .....kalian berdua disini rupanya. "ucap nathan dengan wajah bingungnya.


Aarav hanya tersenyum... apa kau baik baik saja dude..


nathan mengangguk hanya kelelahan saja.


shilla masuk ke dalam ruangan menyusul kedua kakak nya menemui nathan


bagaimana kalian tahu aku disini ? tanya nathan heran .


*aku yang menelpon kak Aarav menggunakan ponselmu "suara shilla yang mendekat ke arah mereka bertiga.


macan garang kau kah itu ....? "seru nathan setengah tak percaya dengan pendengarannya.


kau tidak tuli pria bodoh... "seru shilla*.


nathan tersenyum karena benar itu shilla macan garangnya telah kembali.


hatinya merasa lega karena melihat shilla baik baik saja.


*kau kemana saja sayang? "ucap nayla dengan mengelus pipi shilla.


duduklah dulu kak..... shilla menuntun nayla dan Aarav untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu*.


kemarin aku tidak ingat jelas bagaimana kejadiannya tapi mungkin aku pingsan dan seorang pria asing menolongku kak.


dia kemarin akan mengantarkan aku pulang namun karena hujan dia menyuruhku untuk pulang besok pagi saja.


lalu dimana pria asing itu? "seru Aarav ...entahlah aku juga tidak tahu kak "tutur shilla.


*ya sudah kalau begitu ayo kita pulang...


aku akan ke bagian administrasi dulu sebentar ." ucap Aarav...


aku ingin ikut... "cicit nayla.


nayla semakin manja atau hanya perasaanku saja yah ....."gumam Aarav dalam hati*.


Aarav dan nayla meninggalkan shilla dan nathan dalam satu ruangan.


dalam hati kecil nathan dia ingin sekali memeluk shilla untuk mengurangi rasa rindunya karena kemarin seharian dirinya tak tenang akan keadaan shilla yang entah dimana.


*kenapa kau bisa sampai pingsan ",tanya nathan....


entahlah mungkin hanya kelelahan saja, , dan kau sendiri ....? "ucap shilla..


aku ...juga hanya kelelahan seperti mu."aku nathan.


shilla mendekat pada nathan dan menyentuh dahinya. ...


nathan mematung dengan tindakan shilla...


demam mu sudah turun... semalam suhu tubuhmu panas sekali dan kau ini ceroboh sekali sudah tahu hujan malah menerjangnya saja. ",celoteh shilla.


apa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri.. "rutuk shilla*.


nathan tak menanggapi atau membantah ucapan shilla dia hanya tersenyum tampan hingga shilla di buat heran karena nya.


setelah Aarav mengantarkan nathan ke rumahnya kini mereka bertiga kembali ke mansion.


shilla ingin langsung ke toko kue namun Aarav dan nayla melarangnya.


*kau harus beristirahat dulu shilla ....ucap nayla.


tapi kak aku....


kakak hanya ingin kau istirahat apa susahnya shilla sehari saja... kau tidak lihat tadi nathan sampai pingsan itu karena mencari mu seharian penuh... " seru nayla*.


shilla sayang turuti saja apa mau kak nayla untuk saat ini yah... timpal Aarav.


*shilla merasa tidak enak hati dengan nathan...


(jadi dia sampai sakit karena mencari ku "gumam shilla dalam hati. )


baik lah kak aku akan di rumah saja tapi bolehkan aku nanti menjenguk nathan aku ingin meminta maaf dan berterima kasih padanya " cicit shilla.


biar kak Aarav yang mengantarmu nanti "ucap nayla.


Aarav mengangguk pasti...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*jangan lupa baca Deep you juga yah*