
Happy Reading all.
Hah.
Nayla menghirup aroma angin Sejuk dari Wilayah Sekitar Niagara Falls.Nayla yang sedang di landa Cemburu memilih Ke tempat Pertama Kali dia dan Aarav Semakin dekat dan First Kiss nya yang juga terjadi di sini.
Sekilas,terbit senyuman muncul di wajah Nayla,Ketika mengingat hal Indah itu.harusnya aku tidak pergi sejauh ini,Tapi bagaimana lagi.Aku tidak tahan melihat Wanita itu memeluk Aarav.
"Dasar Rasa Cemburu yang menyusahkan,aku seperti anak kecil tidak yah?"Nayla bingung dengan rasa Cemburu yang kini bersarang di hatinya,Pasalnya baru kali ini dia melihat Aarav dekat dengan Wanita selain dirinya.
"Bukankah Rasa Cemburu ada Karena adanya Rasa Cinta Kan.Ternyata Seperti ini rasanya Cemburu."Nayla terkekeh geli dengan Kalimat yang Ia Ucapkan Sendiri."Jadi aku boleh kan jika cemburu padanya?".Nayla hendak menghubungi Shilla,memberi tahukan bahwa dirinya hanya sedang ingin sendiri dan sedang berada di Air terjun.
Nayla meraih handphone nya namun baterai ponselnya habis."Aku lupa mencharger nya Semalam,Bagaimana ini.Shilla pasti mencari ku? "Nayla bergumam.
Air Terjun yang Letaknya Cukup Jauh dari rumah Nayla ini,mendadak mengalami Perubahan Cuaca. Cuaca yang tadinya Cerah,Kini warna Langit telah diselimuti awan gelap yang Siap meluncurkan tangisnya.
Rintik Hujan mulai menetes,hingga disertai bunyi petir dan sautan guntur dimana mana.Cuacanya benar benar buruk,Nayla sudah menepi dan kini dirinya berada di pos pos sekitar air terjun.Nayla berbaur dengan Pengunjung lainnya,yang juga terjebak dalam Cuaca buruk yang datang tiba tiba.aroma air hujan berbaur dengan tanah,mulai menyebar di sekitar air terjun .
Nayla mengeratkan Mantel yang Ia Kenakan,Kedua Lengannya Ia gunakan untuk memeluk dirinya sendiri.
Nayla mencemaskan adiknya itu,dia takut sekali dengan petir bagaimana Keadaan shilla di sana.
Nayla Menyesal Menuruti Ego dan Rasa Cemburu nya,hingga membuat dirinya meninggalkan Adiknya.Nayla terjebak Cuaca yang mendadak berubah,juga baterai Handphone yang habis.Lengkap sudah rasanya,Nayla ingin mengutuk dirinya sendiri.
"Kakak!"Shilla berhamburan Ke ranjang,dia meraih bantal dan menutup telinganya dengan bantal yang di ambilnya.
"Kakak,Aku takut! "Wajah Shilla sudah basah,penuh dengan air mata yang sedari mengalir karena rasa takutnya."Kakak,Kau dimana Kak?.Aku benar benar takut."Lirih Shilla
Dia mencoba meraih handphone miliknya dan men dial kontak Nayla.namun,masih sama tidak aktif. seperti Sejak Kepergiannya dari acara out dor siang tadi.
"Kenapa masih tidak aktif?"Shilla semakin menghawatirkan Nayla, yang entah kini berada dimana.Shilla sedikit teralihkan dari rasa takutnya dengan petir,dia men dial kontak Aarav.
Panggilan terhubung.
Shilla yang sudah dilanda kepanikan tanpa berniat menyapa Aarav,Langsung mengeluarkan Kegelisahannya.
"Kakak,Kak Nayla belum juga kembali dan handphone nya juga masih tidak bisa Aku hubungi.Kakak aku takut terjadi sesuatu dengannya,dia mungkin cemburu.tapi mematikan handphone,bukanlah kebiasaannya".Rengek Shilla yang kini berbicara dengan Suara yang bergetar.
Aarav tertegun akan penuturan Shilla,memang benar Nayla tak pernah mematikan handphone nya dengan Sengaja.Kini Aarav lah yang mulai cemas memikirkan Nayla,dan Keadaan Cuaca yang buruk.Membuat dirinya teringat Ucapan Nayla ,jika Shilla sangatlah takut dengan Petir.
"Kakak?''Shilla Kembali bersuara,Setelah dia tidak mendapat Jawaban apapun dari Aarav.
"Kakak,Kau masih di sana kan?"Shilla Kembali bersua.
"Aku masih disini Shill,Kau Sendirian kan di rumah? Tanya Aarav.
Shilla menjawab Iya,Sekilas dia kembali menanyakan Nayla.
"Kau Tenang Saja Shill,Aku akan mencari nya.Tetaplah di rumah,Kakak akan mengirim Seseorang Ke rumah untuk menemanimu".Tanpa menunggu jawaban Shilla,Aarav mengakhiri Panggilannya.dia menghubungi Seseorang.
Kini Aarav sedang berada di dalam mobilnya.dia mengendarai nya dengan laju sedang.Setelah berhasil melacak posisi Nayla dari handphone nya.
Aarav berniat menyusul Nayla di sekitar air terjun, karena terakhir GPS handphone Nayla tertera di sana.
hujan yang masih lebat,membuat Aarav Kesulitan karena di beberapa titik mengalami kemacetan.Ia menekan klakson nya keras keras,dan memukul stir mobil berulang kali.
Nathan melajukan kendaraannya ke alamat,yang di Share oleh Aarav.dia menambah laju Kecepatan karena jalan yang di lalui Cukup Lenggang,dia sampai di depan flat sederhana.Nathan mengambil payung yang tersedia di dalam jok belakang.Nathan Kemudian turun dan melangkah ke rumah yang diminta Aarav.
Nathan mengetuk pintu rumah dan Seseorang membuka kan pintu.Pintu terbuka,Keduanya saling melotot kan matanya bersamaan.
"Kau."Ucap Keduanya berbarengan.
"Mau apa kau kemari pria gila?"Ketus Shilla.
Tadinya Ia pikir Nayla yang pulang atau Aarav yang datang,Itulah Mengapa Ia terburu buru membukakan pintu.
Dirinya menyelonong masuk dan mengabaikan Celotehan Shilla yang menurutnya tak akan ada habisnya.
Shilla mengernyitkan dahinya."Kau berani sekali masuk ke rumahku tanpa ijin."Ujar Shilla dengan berkacak pinggang,Ia menatap tajam ke arah Nathan.
"Kau ini buta yah Nona,Kau lihat di luar sedang hujan deras dan aku jauh jauh kesini untuk menemanimu.Jangan besar Kepala terlebih dulu,Aku tidak tahu jika yang Aarav bicarakan tadi adalah Kau- Jika tahu,aku enggan kemari."Seru Nathan.
Shilla mengingat sejenak ucapan Aarav tadi,Ketika di telepon."Huh,Jadi Kak Aarav mengirimkan Pria gila ini".gumamnya.
"Heh kau tidak pernah di ajari sopan santun yah,aku ini tamu.Tolong buatkan aku minuman,aku haus."Ucap Nathan.
Shilla mendengus kasar."Kau ini tamu tak diundang,menyusahkan saja.Mana ada,tamu yang sudah duduk dan masuk tanpa dipersilahkan.Kau yang tak tahu sopan santun."Ejek Shilla.
"Terserah Kau Saja,Aku hanya menuruti bos yang juga Sahabatku ku itu.Sekarang Cepatlah,buatkan aku Kopi atau Kau Ku tinggal sendirian."Titah Nathan.
Shilla dengan setengah hati,membuatkan minuman yang di minta Nathan dan Kini dia melangkah ke depan memberikan minuman yang dia buat untuk Nathan.
Hari mulai Petang dan Malam hampir larut dan belum ada kabar apapun dari Kedua Kakaknya itu.Shilla mencoba menghubungi Aarav namun tak tersambung.
Aarav sudah hampir sampai di lokasi Nayla,namun Karena terjebak Kemacetan.Ia jadi Kesulitan dan sinyal handphone juga ikut menghilang.hari hampir mendekati malam,namun hujan tak kunjung mereda sedikitpun..
Duarr.
Bunyi petir yang menggelegar membuat Shilla berjengit Kaget dari duduknya,dia berhamburan ke arah Nathan dan berteriak memanggil Kakaknya.tanpa ragu dia memeluk Nathan Seolah Nathan adalah Nayla.
Nathan yang juga Kaget dengan Shilla yang mendekatinya,Seketika membiarkan Shilla yang langsung memeluknya.
Nathan hendak memprotes Shilla,namun Ia urungkan karena mengingat ucapan Aarav.jika dia harus menemani Seseorang yang takut petir.
Nathan menahan tawanya."Dia ini aneh sekali,garang dan galak tapi takut dengan suara petir. Macan garang ini,lucu sekali jika sedang Ketakutan seperti ini.
Shilla tersadar dan mengingat jika yang di peluknya bukanlah Nayla kakaknya,tapi Pria gila itu! "Shilla mendongakkan kepalanya,Kau berani nya mencari kesempatan dalam kesempitan."Seru Shilla dengan Kesalnya.dia memukul dada Nathan berulang kali dan memakinya.
"Dasar mesum,Dasar pria gila.Dasar menyebalkan!".
Nathan meraih kedua tangan Shilla dan mengunci pergerakan tangannya.Shilla diam dan tak berkutik Sedikitpun.
Nathan menatap Shilla dengan tajam."Kau dengar ini baik baik gadis bodoh,Kau yang memelukku dengan bar bar dan kau yang mendekatiku.Jadi,buang jauh jauh kalimat mu tadi.Aku tidak mesum seperti apa yang ada dalam otakmu itu,Nathan menjentikkan Jarinya di kening Shilla.
Shilla memekik kesakitan,dia mengerucutkan bibirnya dan berteriak."Lepaskan aku!"Seketika itu Nathan melepaskan Cekalan nya,Shilla Kembali ke tempatnya Semula.
Nayla masih duduk ditempat nya bersama pengunjung lainnya."Ini hampir malam,Apa hujan nya tak bisa mereda Sebentar Saja.Rasanya aku ingin pulang secepat mungkin ." Tutur Nayla.
"Aarav apa kau tidak mengkhawatirkan aku?"Lirih Nayla dalam hati.
Aarav berhasil keluar dari Kemacetan yang di lalui nya,Kini dia menuju area air terjun.namun,Petugas di sana tak mengijinkan mobil Aarav masuk area karena Cuaca yang buruk,terpaksa Aarav memarkirkan mobilnya jauh dari tempat Parkir yang Seharusnya
Setelah beradu mulut dengan sang petugas,Aarav kini berjalan menggunakan payung dan baterai yang terpasang di dahinya.Aarav mulai menelusuri area air terjun karena hari semakin gelap.Minimnya Cahaya Sekitar,mulai membuat Kabur Pandangannya."Nayla Sayang,Semoga kau baik baik saja.! "gumam Aarav dalam hati.
Aarav memasuki Pos yang ada di sana dan mengecek setiap pengunjung nya satu persatu.dia berharap dapat menemukan Nayla secepatnya.
Aarav menyelusuri semua pos hingga sekarang dirinya berada di pos yang terakhir namun dia juga tak menemukan nayla.
Aarav menunduk kepala,Petugas yang ikut membantunya.Kini sudah kembali ke tempat nya masing masing setelah menunjukkan titik titik pos yang di cari Aarav.
Aarav terduduk lemas karena tak berhasil menemukan Nayla.Suara langkah Kaki,yang terdengar di telinganya tak membuatnya mengangkat Kepala.Hingga rangkulan tangan Seseorang melingkari tubuhnya, membuat Aarav berbalik arah dan menatap sang Pemilik tangan yang memeluknya dari belakang.
.....
Jangan lupa like komen juga boleh yah... biar akunya makin semangat lanjutin cerita ini
bintang 5 nya diisi juga yah gratis kok. 😁 bantu vote yah semuanya.
Terima Ksih sudah mau membaca cerita ini