Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
mengganggu saja



pagi menyambut. sayang apa shilla belum turun juga ?"ucap nayla dengan mengunyah roti dengan selai strawberry yang terlihat penuh di mulutnya ".


sayang jangan makan sambil berbicara kau ini seperti anak kecil saja ucap Aarav dengan menggelengkan kepalanya.


nayla hanya terkekeh dan mengangkat bahunya acuh.


sepertinya dia masih istirahat... biarkan saja mungkin dia kelelahan karena pesta semalam "ucap Aarav dengan meminum kopi buatan istrinya itu" .


*apa kau sudah selesai sayang? tanya Aarav..


sudah, memangnya kenapa ? seru nayla dengan bingung*.


ayo kita ke rumah sakit aku akan mengantar mu dulu sebelum ke kantor Aarav bangkit dan meraih jas yang dia letakan di kursi kosong sebelahnya.


rumah sakit? siapa yang sakit..... seru nayla dengan bingung.


tidak ada, aku akan mengantarmu ke sana . . "ucap Aarav ".


mengantarku..? ...aku tidak sakit untuk apa aku ke sana ! aku tidak mau...... "ucap nayla dengan memanyunkan bibirnya".


bibi lindsay tolong kau lihat shilla di kamarnya apa dia sudah bangun atau belum ? "ucap Aarav" .


baik tuan muda.... "ucap bibi lindsay" dia segera melangkah ke atas menuju kamar shilla.


sayang cepatlah.... Aarav meraih tangan nayla menuntunnya untuk bangun dan menggiringnya ke dalam mobil.


aku bilang tidak mau... kau ini suka sekali mengatur.... nayla memutar malas bola matanya.


ini demi baby kita, bukankah ini jadwal check up mu hm.... apa kau lupa? " seru Aarav dengan menaik turunkan alisnya".


astaga... nayla menepuk keningnya sambil berteriak hingga dia mengagetkan Aarav.


kau ini semakin hari semakin mirip shilla saja.... suka sekali berteriak seru Aarav dengan terkekeh lirih.


maaf... aku benar benar lupa... tunggu sebentar aku ingin mengambil sweater dulu "seru nayla " .dia hendak melangkah dan memutar tubuhnya namun Aarav mencegahnya.


biar aku saja... kau tunggu lah di mobil ..


baiklah... nayla kembali akan meneruskan langkahnya namun dia berbalik lagi, sayang ambilkan yang warna merah muda yah seru nayla dengan semangat.


Aarav mengangguk dia menaiki tangga dengan tergesa , dia jadi cerewet sekali.. "gumam Aarav "dia mengulum senyum akan tingkah istrinya yang semakin lucu dan menggemaskan.


nayla sudah duduk manis di mobil dia menyalakan musik dan mendengarkannya dengan seksama.


Aarav hendak turun dia berpapasan dengan bibi lindsay... ada apa bi? "tanya Aarav melihat raut bingung lindsay ".


nona shilla sepertinya belum bangun tuan muda dia tidak menyahut panggilan bibi sedari tadi "ucap lindsay".


iya sudah bi... aku akan memeriksanya dan melihat ke kamarnya, bibi boleh pergi "ucap Aarav ".


*shilla ....


sayang apa kau sudah bangun*...


Aarav mengetuk kamar shilla berkali kali dan berteriak membangunkannya .


shilla menggeliat dia terusik dengan suara gedoran pintu kamarnya.


shilla meraih handphone nya dia melihat jam yang tertera di layar handphone nya.


mata shilla membulat sempurna "astaga ini hampir jam 9 " ....


shilla ... suara Aarav masih terdengar di balik pintu.


kakak... shilla membuang selimut dan berlari membuka pintu .


pagi kak. ..ucap shilla dengan menunjukan deretan gigi putih miliknya.


Aarav tersenyum melihat shilla yang memang bisa di pastikan baru terbangun dari tidurnya.


pagi juga sayang.... segera lah mandi sana! kakak hanya membangunkan mu karena ini hampir siang dan kau belum sarapan , Aarav mengacak rambut shilla dengan gemas.


ah iya kak... maaf ya aku bangun kesiangan "seru shilla ".


tidak masalah... kakak tahu kau pasti kelelahan karena pesta semalam dan kau juga baru pulang dari rumah sakit jadi tidak usah panik begitu.


baiklah karena kau sudah bangun, kakak harus pergi kakak tinggal dulu ya shill kak nayla sudah menunggu kakak di mobil sejak tadi.


kami akan ke dokter untuk memeriksakan kandungan kakak mu "seru Aarav ".


baik lah kak..."jawab shilla" .


nayla sudah merasa kesal dengan tingkah suaminya itu, kenapa Aarav lama sekali nayla menggerutu di dalam mobil.


lihatlah sayang daddy mu itu lelet sekali mengambilkan mommy sweater saja lama sekali "ucap nayla yang tengah memegangi perutnya dan mengajaknya berkomunikasi ".


apakah letak sweater nya ada di luar kota hingga memerlukan waktu yang lama untuk mengambilnya "ucap nayla ketika Aarav memasuki mobil " .


Aarav hanya tersenyum dia enggan berdebat dengan nayla dan memilih diam dari pada ikut membalas ocehan istrinya itu.


nayla meraih sweater dan mengenakannya Aarav melajukan mobil mereka meninggalkan mansion.


sesampainya di rumah sakit Aarav dan nayla menemui dokter kandungan.


kandungan nya baik baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan "ucap sang dokter".


tuan kau harus sering memantau keadaan istrimu dia mungkin tidak mengalami gejala mual di awal kehamilan . namun lebih baik jangan membuatnya kelelahan , saya sarankan agar dia tidak menaiki tangga untuk sementara waktu agar mengurangi resiko yang tidak inginkan. ",timpal sang dokter" .


Aarav melajukan kendaraannya ke kantor dia membawa nayla ikut ke kantornya.


sayang aku akan rapat sebentar... kau bisa gunakan ruangan ini istirahatlah dulu di sini selagi menungguku "seru Aarav menunjukan ruangan pribadi di ruangannya ".


*Aarav membuat ruang khusus agar dirinya tak harus pulang saat kelelahan karena lembur, sebelum menikah Aarav lebih suka menginap di kantor dari pada harus pulang ke mansion ketika sudah larut , namun itu dulu jauh sebelum Aarav mengenal nayla .


tempatnya nyaman sekali ucap nayla ....Aarav mengecup puncak kepala istrinya.


kau manis sekali ucap nayla dengan terkekeh.


Aarav mengernyit... bukankah sudah dari dulu kau saja yang baru menyadarinya "ucap Aarav dengan memeluk nayla ".


aku merindukan saat saat seperti ini rasanya sudah lama sekali kita tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini " ucap Aarav " .


kau benar ....aku juga merindukan saat saat seperti ini "seru nayla " .


Aarav memutar tubuh nayla dengan perlahan, nayla mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu, Aarav tersenyum menatap dalam manik meneduhkan milik nayla .


Aarav mendekatkan wajahnya hidung keduanya saling bergesekan nayla memejamkan matanya Aarav mencium bibir istrinya dengan lembut.


Aarav apa kau sudah siap... teriakan nathan menghentikan kegiatan Aarav .


shitt umpat Aarav dengan kesal...


*apa? Aarav mengernyit heran.. bos mesum katamu ? mesum apa nya , aku hanya sedang merindukan istriku saja"ucap Aarav " .


Aarav ....apa kau mendengar ku "teriakan nathan kembali mengganggu pendengaran Aarav*" .


astaga nathan ini... Aarav pergi dengan menggerutu dan meninggalkan nayla yang tengah menahan tawanya.


ayo... semua anggota sudah menunggumu sejak tadi.


maaf jika mengganggu momen romantis kalian, kau pasti tengah bermesraan bersama istrimu itu "seru nathan ingin menggoda Aarav " .


sialan kau nath... kau belum menikah jadi kau tidak akan mengerti "ucap Aarav " .


kenapa kau tidak liburan saja dengan nayla jadi tidak akan ada yang mengganggu kalian "ucap nathan " .


Aarav tampak berfikir


sepertinya itu ide yang bagus aku akan membicarakannya dengan nayla nanti Aarav terlihat begitu bersemangat.


saran nathan mampu mengalihkan emosi yang tadi sempat menyelimuti Aarav karena nathan mengganggu kegiatannya.


Aarav dan nathan memasuki ruang meeting.


*malam harinya tepat pukul 7 Aarav dan nayla juga shilla terlihat menyantap makan malam mereka .


ponsel Aarav berdering tertera nama nathan di sana.


shilla ...nathan mengajakmu jalan jalan apa kau mau? "ucap Aarav" .


shilla yang tengah menyantap makan malamnya tersedak begitu mendengar ucapan Aarav .


sayang hati hati. ...ini minumlah "timpal nayla " .


terima kasih kak... seru shilla setelah menenggak air putih hingga tandas untuk melegakan tenggorokannya.


kakak tadi bilang apa ?seru shilla ingin memastikan.


nathan ingin mengajakmu jalan jalan tadi dia menelpon dan meminta kakak untuk menanyakannya padamu. "ucap Aarav " .


sayang , kakak Aarav sedang bertanya pada mu ? nayla menegur shilla yang tengah melamun.


ah iya...ba- baik lah kak katakan padanya aku mau.


Aarav dan nayla keduanya saling melempar senyum satu sama lain.


shilla tengah bersiap siap di kamarnya .


Aarav dan nayla juga ada di kamarnya , mereka terlihat sedang bermesraan dengan saling berpelukan Aarav sudah hampir mencium nayla namun lagi lagi kegiatannya terganggu.


tin.... tin... tin...


shitt ....nathan ini selalu saja datang di saat yang tidak tepat.


tin... tin... tin....


suara klakson nathan membuyarkan kemesraan suami istri yang sedang saling merindukan saat saat kebersamaan mereka itu.


kali ini nayla yang merasa kesal dia memilih membaringkan dirinya di kasur meraih selimut dan memejamkan matanya.


Aarav keluar dan menemui nathan di depan mansion.


hai dude... "sapa nathan ".


apa shilla sudah siap ? ...


aku di sini "suara shilla menyahuti pertanyaan nathan.


Aarav dan nathan menoleh ke asal suara, shilla terlihat sangat manis dengan dress bermotif bunga memiliki lengan panjang yang melekat dengan pas di tubuhnya.


jangan pulang terlalu larut... aku percayakan padamu dude kau pasti bisa menjaga shilla...


kalian bersenang senanglah... "ucap Aarav " .


nathan mengiyakan.


*aku pergi dulu kak....seru shilla.


hati hati sayang... kau juga nath...seru Aarav*


Aarav kembali masuk ke kamarnya setelah memastikan kepergian shilla dan nathan.


Aarav mendekati nayla yang sudah berbaring dengan selimut membalut tubuhnya Aarav tahu nayla belum tertidur dia hanya berpura tidur saja.


Aarav dengan jahil menarik selimut nya dan membuangnya ke sembarang arah nayla memekik saat Aarav menindih tubuhnya dengan tiba tiba.


Aarav menahan tubuhnya agar tidak mengenai perut istrinya itu.


kau ingin mengerjai ku kan hm... "ucap Aarav".


tidak... aku memang sudah mengantuk.. "jawab nayla ".


kau berbohong... jelas tadi hanya pura pura tidur, seru Aarav dengan jahil dia menahan dagu nayla agar tetap memandangnya.


Aarav lepaskan... seru nayla dengan suara manjanya hingga Aarav dengan gemas mencium hidung nayla.


Aarav hendak mencium bibir nayla lagi namun sebuah ketukan di pintu menghentikan aksinya.


astaga... apa lagi ini... Aarav bangkit dari kasur dan beranjak membuka pintu.


maaf tuan muda , ada tuan albert dia mencari tuan... seru bibi lindsay dengan menundukan kepala.


tuan albert... untuk apa dia kemari "gumam Aarav dalam hati " .


suruh dia menunggu sebentar bi aku akan turun sebentar lagi "ucap Aarav ".


ada apa "seru nayla " .


tuan albert datang kemari sayang dia menunggu ku di bawah "ucap Aarav ".


ada apa dia kemari? ..seru nayla.


entahlah itu juga yang ku pikirkan.. aku akan menemuinya dulu "ucap Aarav dia menekan tuas pintu,


nayla dengan rasa ingin tahunya tak bisa menahan diri.


aku ingin ikut dengan mu "seru nayla " .


Aarav mengangguk..


keduanya turun ke bawah menemui albert.