
"Dad,Kau bilang Aku bisa bersanding dengan Aarav. Kenapa dia malah mengacuhkan ku,bahkan setiap kali Perusahaan mu mengadakan rapat dia bahkan lebih memilih mengirimkan asistennya itu."Keluh Sofia.
"Kau tahu Dad,aku hanya ingin dia menjadi milikku aku tidak mau tahu kau harus membuatnya menjadi Milikku Dad."Kekeh Sofia.
Semenjak sang Ayah mengirimkan Sofia sebagai ganti dirinya di pertemuan bisnis itu,Sofia langsung Jatuh Hati melihat Ketampanan Aarav.Dia mulai Terobsesi untuk bisa menjadi pendamping Seorang Aarav Osmond.
"Sabarlah Sofia,Daddy akan berusaha lebih Keras lagi. "Ujar Albert Menenangkan.
"Kau selalu saja seperti itu."Sofia pergi dengan Kesal, masuk ke dalam Kamarnya dengan menggebrak kan Pintu Kamarnya.
Albert hanya menggeleng kan Kepala akan kelakuan Putri Semata Wayangnya itu.
Albert menghela nafas pendek." Ini Semua Salahku, Karena Aku terlalu sering memanjakannya dari dulu.andai Kau masih ada Jenny."Albert mengusap foto mendiang Istrinya,hingga tetesan bening terjatuh mengenai bingkai foto yang kini dipeluknya erat.
"Putri Kita tak bisa Aku kendalikan,dia selalu berambisi dan enggan menolak Kekalahan.Sifatnya Susah Sekali untuk ku rubah sejak dulu!"Albert mencurahkan Isi hatinya ,di hadapan foto mendiang jenny yang sudah jadi kebiasaannya.
"Pagi Kak Nayla!"Sapa Shilla dengan Sumringahnya.
Nayla menatap curiga ke arah Shilla."Apa Kau sedang merencanakan sesuatu Shilla?"Tanya Nayla dengan menyelidik,matanya memindai adiknya dari atas hingga bawah layaknya barcode.
"Apa Kak? Aku tidak tahu maksudmu Kak? "Tanya Shilla yang berpura pura tak paham arah pembicaraan Kakaknya.
"Sudahlah lupakan!"Nayla menyerah,Ia tahu sampai kapan pun dia tak akan menang jika beradu argumen dengan Shilla.
"Nathan,Tolong Kau urus dan carikan Aku Wedding Organizer terbaik disini.Aku ingin Nayla tidak harus ikut menyiapkan persiapan pernikahan kami,aku ingin memberinya kejutan."Ujar Aarav.
Nathan dibuat terkejut akan pernyataan Aarav tersebut.dia melongo dan menelan ludahnya yang terasa tersangkut di Kerongkongan.
"Kau akan menikah secepat ini Aar,Kau tega Sekali.aku saja bahkan belum menemukan tambatan hati hingga detik ini.Kau menyuruhku menyiapkan Pernikahan ala Negeri dongeng Impian Nayla Wanita mu,tapi Kau tak memikirkan Perasaanku.Aku ini lelaki lajang yang harus mengurusi pernikahan orang lain.Dasar bos kejam."gerutunya.
Jelas saja Nathan hanya berpura pura merajuk,Ia bisa saja mengerjakan Permintaan Aarav apapun itu.namun dibalik itu.Sebenarnya Nathan juga menyimpan rasa iri nya,dia juga ingin mendapatkan pendamping wanita baik baik seperti Nayla.
"Jangan berlebihan Nath,Aku yakin Kau pasti akan segera bertemu dengan wanita yang akan menjadi takdirmu."Ucap Aarav berusaha menghibur Nathan.
"Oke Dude,Aku akan mempersiapkan Semua nya.Kau hanya perlu terima beres saja! "Ucap Nathan dan berlalu dari ruangan Aarav.
Kakak,Apa semalam ada Vampir yang menggigit mu?"Tanya Shilla yang melihat tanda merah di leher Kakaknya .
"Tidak ada."Jawab Nayla masih belum mengerti Perkataan Shilla.
Shilla menyenggol bahu Nayla."Kau tak pandai berbohong Kak.Apa itu jejak nakal Vampir yang tak takut bawang putih?"bisik Shilla halus di telinga Nayla.
Nayla membeku,Wajahnya merah padam menahan malu karena melupakan Jejak merah di lehernya.dia bahkan tak menutupinya dengan Syal atau apapun Sejak Pagi.
Pantas saja sedari tadi para pembeli menahan tawa saat Nayla sibuk mengurusi para pembeli,mereka malah melihat-lihat tanda merah yang terpampang jelas di leher putihnya.
Dering Ponsel membuyarkan lamunan Nayla.
Aarav menelponnya,Nayla tersenyum bahagia.
"Lihatlah Sekarang Sang Vampir pembuat jejak menghubungimu.Iya kan,aku benar kan Kak?" Cibir Shilla.
Nayla mengacuhkan Celotehan adiknya itu.Shilla berteriak di telinga Nayla,yang sedang berbicara dengan Aarav.Kakak Kau Vampir yang nakal."Teriak Shilla.
Nayla tertegun dia melotot kan matanya."Shilla hentikan.Kau pergi sana,Jangan mengganggu Kakak dulu."Ujarnya.
"Baik baik,Aku pergi."Shilla pergi dengan senang, setelah puas mengucapkan kalimat yang sama sebanyak 5 kali hingga Aarav yang menjadi lawan bicara Nayla di telpon mendengar jelas dan menahan tawanya.
Aarav diam diam membayangkan wajah malu Nayla, yang selalu menggemaskan dalam Keadaan apapun.
Nayla menghembuskan nafas lelahnya.Dia ini suka sekali mengejek ku.ini gara gara kau Aarav ,Aku jadi Kena bully Adikku sendiri.
Dasar Mesum,Jangan menggodaku lagi Aarav.
"Pipi Nayla memanas dan merah layaknya tomat masak,Karena Ucapan Aarav yang begitu panas di telinganya.
"Apa Kau Sibuk Mrs Osmond?"Tanya Aarav.Nayla dibuat tersipu dengan panggilan yang disematkan Aarav padanya.
"Aarav hentikan,Aku malu."Cicit Nayla.
Aarav terkekeh geli."Kau harus terbiasa dengan panggilan itu nanti,Aku tutup dulu telponnya aku akan mendatangimu ke toko."Ujarnya.
"Untuk apa kau kemari? "Tanya Nayla dengan Curiga.
Aarav menyeringai di balik handphone."Tentu saja untuk mengigit mu,Aamku ini vampir yang akan selalu mengigit mu mulai saat ini."panggilan berakhir.
"Dasar mesum!"rutuk Nayla.
Aarav akhirnya sampai di toko kue Nayla,dirinya masuk dan mengajak Nayla pergi.
Shilla,Kakak tinggal dulu yah.Pamit keduanya pada adiknya itu.
Aarav dan Nayla kini di dalam mobil mereka,menuju tempat yang masih dirahasiakan Aarav.
Mobil berhenti tepat disebuah Boutique mewah dan luas.Nayla berdecak kagum dengan puluhan baju yang sudah terlihat dari luar gedung,Karena dinding kaca transparan yang menonjolkan Keindahan baju baju itu.
"Turunlah,Kau harus memilih Gaunmu Sendiri! "Ucap Aarav dengan membuma seat bells nya sendiri dan juga seat bells Nayla.
"Jangan terdiam seperti itu atau akan menggigit mu sekarang juga... ucap Aarav yang langsung membuat nayla keluar dari lamunan..
nayla dan Aarav berjalan beriringan memasuki Boutique.Pelayan yang bertugas di sana langsung mendekati Nayla dan mengantarnya ke arah puluhan baju pengantin yang berjejer rapi terpasang di patung patung.Nayla masih mencerna semua ini dalam pikiran nya,antara nyata atau aku sedang bermimpi. dia lantas menepuk pipinya dan memekik,ini benar benar nyata."Pikirnya.
Pelayan yang memperhatikannya sedari tadi,ikut menahan tawanya melihat Kekonyolan Nayla.Nayla tersenyum kikuk ke arah pelayan,Ia kembali menfokuskan matanya ke arah baju dan melihatnya satu persatu.
Aarav memilih duduk,dirinya sudah meminta tuxedo sesuai ukurannya dan dia kini hanya duduk menanti Nayla yang sedang memilih Gaun.
Aarav menghubungi Nathan."Tolong siapkan juga Undangan dan daftar tamu ku nath.Selesai kan itu semua dalam dua minggu."Aarav mengakhiri panggilan.
Aarav lalu menelpon Shilla.
"Hai Shill,
Bisa Kau bantu Kakakmu Untuk Acara Pernikahannya dengan mencatatkan daftar tamu Kakakmu nanti. Shilla melongo dibalik telepon.Kau Serius Kak?" Seru Shilla.
"Kakak Serius Shilla,dalam Dua Minggu ini Kakak akan menikahi Kak Nayla."Ujarnya.
Shilla tersenyum."Baiklah Komandan,tugas diterima. Siap laksanakan."Sahutnya.
Layaknya prajurit yang menerima titah,Shilla bersemangat membantu mengurus Pernikahan Kakak tercintanya.
Kenapa Kau tidak memberitahuku sebelumnya,bahkan Kak Nayla juga tak mengatakan apapun.kalian jahat sekali! "rengek Shilla
"Jangan berlebihan Shill,Nayla juga baru Kakak beritahu tadi.Kakak sengaja melakukan itu,hitung hitung Surprise untuk kalian."Seru Aarav.
Keduanya tertawa bersama.
"Kakak matikan dulu yah,nanti akan Kakak hubungi lagi jika sudah selesai.%Aarav menutup panggilannya pada Shilla.
.....