
Aarav kini tengah duduk di karpet bulu dan dihadapkan meja berukuran sedang,Aarav menelisik seisi ruangan, ia melihat dua kamar dapur mini dan ruang tamu yang serbaguna.
Karena tak ada ruangan lain lagi,Aarav menebak jika terkadang disini jugalah mereka makan dan menonton Tv karena ruangan ini terlihat multifungsi.
Aarav cukup terkesima,melihat tatanan furniture yang colour soft ciri khas wanita Sekali.
"Kenapa rasanya nyaman sekali berada disini!'' gumam Aarav.
"Tuan,Silahkan Minumlah!''.Ucap Nayla Sembari memberikan minuman yang ia buat tadi.
Aarav berdehem menghilangkan rasa gugup, yang menyelimuti dirinya secara tiba tiba.
''Terima kasih! "Ucapnya datar.
Aarav tampak tak berbicara terlalu,banyak ia hanya duduk.entahlah, baru kali ini Aarav merasa kehilangan keberanian,untuk mengejek atau merendahkan Deseorang dengan sikap Arogan yang selalu ditunjukkan.
"Apa yang Kalian bicarakan Kak?" Shilla muncul setelah mengganti baju.
"Tidak ada !" Jawab Nayla.
''Benarkah?"Tanya Shilla heran.
Biasanya kan dia tidak berhenti mengoceh sama sekali,Sungguh pandai bersandiwara!"Umpat Shilla.
"Tapi dia tetap cocok dengan Kakak menurutku,bukan hal buruk jika dia yang menjadi Kakak ipar ku !" Pikirnya dalam menimang,akan rencana mendekatkan Nayla,dan Aarav Kakak barunya.
Aarav melirik jam tangannya, yang melingkari
manis di pergelangan tangannya.
"Sepertinya aku harus segera pulang! " Ucap Aarav.
"Hah,Kau bahkan belum lama disini Kak Aarav. Kenapa harus cepat cepat pulang!"gerutu Shilla.
'Aku masih ada urusan Shill,Lain waktu aku akan kembali kesini !. Ucap Aarav dengan mengelus puncak Kepala Shilla.
Nayla menjadi penyimak dan pendengar setia, ia bahkan bingung mendengarkan Percakapan Keduanya.
Dahinya berkerut,matanya tak lepas dari keduanya,banyak Spekulasi bermunculan di Kepalanya saat ini.namun, Nayla tetap diam memperhatikan.
"Nona aku pulang dulu,Terima kasih kopinya!" Ucap Aarav.
Nayla hanya mengangguk,tersenyum tipis.
Nayla juga shilla mengantar Aarav, Aarav keluar rumah di iringi Kedua wanita berbeda usia itu.Aarav masuk ke dalam mobilnya,dia melajukan kendaraannya meninggalkan Kedua teman barunya.
Sepanjang perjalanan ke kantor, Aarav tak henti hentinya tersenyum hingga dia tiba di pelataran kantor.Aarav keluar mobil dengan bersiul,ia melemparkan kunci mobilnya pada penjaga seperti biasanya.
Aarav berlalu menuju ruang kerjanya.Semua Karyawan yang mendengar Siulan dan Senyum yang tercetak di wajah bos yang workaholic ini semakin menambah kadar Ketampanannya.dirinya menjadi pusat perhatian seluruh penjuru kantor,Pasalnya ekspresi gelap, ,garang dan tegasnya mengular entah kemana.
hingga membuat beberapa pasang mata dibuat tercengang oleh aroma perubahan drastis atasan mereka itu.
Aarav sampai di ruangannya, , ,ia duduk dan mulai mempelajari isi file yang akan dibahas dalam rapat kali ini...
dirinya akan mengadakan rapat dengan divisi keuangan tentang masalah proyek barunya. . .
serta pembangunan taman hiburan yang sedang berlangsung dibawah pimpinan OSMOND'S CENTER ...
di ruangan rapat nathan memperhatikan seluruh gerak gerik sahabatnya sedari dia masuk dan memulai meeting...
nathan tampak terkejut dengan sikap Aarav yang banyak senyum dan berbicara dengan lembut tidak tampak arogan dan syarat akan perintah namun tetap tegas tak terbantah. ..
rapat berakhir... Aarav terlihat keluar lebih dulu... nathan bergegas menyusul langkah bosnya itu...
Aar.... tunggu aku....?? "seru nathan ia bahkan setengah berlari kecil untuk mengejar langkah bosnya itu...
Aarav tak menghentikan langkahnya sedikitpun... nathan juga semakin menambah langkahan kakinya nya.... agar bisa mencapai Aarav
tepat di pintu ruang kerjanya Aarav berhenti... lalu masuk dan menutupnya.
heh dia ini mengabaikan aku ".. dasar bos gila " ....umpat nathan.
nathan melongo melihat pintu yang tertutup dengan sempurna...
ada apa dengannya tersenyum sepanjang hari...
dia juga jadi tuli,,, seperti bukan dirinya saja biasanya ia bahkan tak bisa tertawa lebih dari lima menit.
. "aneh sekali " gumamnya kemudian .....
shilla sudah menceritakan semua tentang awal pertemuan dirinya dan kakak barunya yang bertemu lagi di toko hingga berakhir menjadi tamu dirumahnya ...
nayla akhirnya tahu dan berfikiran jika Aarav memang lah pria yang baik....
baiklah aku tak akan mengganggu hubungan mereka aku akan memberikan restu... "seru nayla dalam hati.
nayla tanpa bertanya apapun menarik kesimpulan sendiri jika Aarav adalah kekasih adiknya....
Aarav tengah berbaring di ranjang king size miliknya, ,matanya memandangi langit kamar... matanya menerawang jauh ...
seketika bayangan nayla yang tersenyum memenuhi otaknya,,,
Aarav tersenyum memikirkan nayla bahkan hampir seharian sepulang dirinya dari rumah nayla... Aarav tak henti memikirkan gadis itu..
matanya indah sekali tapi tersimpan luka terbalut kenangan di dalamnya .
sifat lembutnya , , , cara berbicaranya, , bibir mungilnya, semua terpancar jelas "..dia benar benar membuat ku gila seharian ini...
Aku bahkan ingin sekali mencicipi bibir chery nya itu "gumam Aarav.....
baru kali ini Aarav merasa tertarik dan terpesona dengan wanita,, yang belum lama ini dia temui...
ia bahkan sempat membayangkan dirinya dan nayla berpelukan mesra.... Aarav membuka matanya lebar seketika ia mengumpat .
shitt . . ." aku jadi berpikiran yang tidak tidak.... " umpat Aarav
dirinya tersadar sedari tadi yang ia peluk adalah guling yang menemani tidurnya bukan nayla seperti dalam khayalan nya....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. jangan lupa klik like kometar nya diisi ya... boleh juga kasih bintang 5 nya... bantu vote juga ya 😘
sebelumnya terima kasih...
see you next chapter ...
*happy reading*....