Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
menyatakan perasaan



ini sudah lebih baik sepertinya aku sudah bisa berjalan kembali Shilla, kau bisa pulang ke Mansion Aarav karena aku bisa mengurus semuanya sendiri.


lagipula kau juga sudah satu minggu merawat ku , aku tidak enak jika terus menerus merepotkan mu ucap Nathan.


apa kau yakin bisa melakukan semuanya sendiri ? tanya Shilla dengan merapikan meja makan Nathan.


aku yakin Shilla kau bisa pergi dengan tenang.


kakiku sudah bisa aku gerakan seperti biasa, lihatlah! .


Nathan berjalan dengan perlahan dia memutar langkahnya ke depan meja counter lalu kembali lagi dengan berjalan ke arah Shilla.


Nathan mengernyitkan dahi saat melihat Shilla tertawa hingga membuat dirinya tidak mengerti.


hei apa yang kau tertawa kan ? apa ada yang lucu? tanya Nathan dengan meneliti dirinya sendiri.


tidak... aku hanya menertawakan cara jalan mu saja seru Shilla.


memangnya aku jalan dengan bagaimana?


harusnya tadi aku merekam mu kau seperti seorang model yang berjalan di cat walk dan apa kau tahu? cara jalanmu jadi sedikit aneh ucap Shilla dengan terkekeh.


jadi cara berjalan ku aneh, begitu maksudmu hm? Nathan maju melangkah mendekati Shilla dengan tatapan yang membuat Shilla salah tingkah.


Shilla memundurkan langkahnya perlahan dan Nathan semakin mendekat ,jangan mendekat Nathan atau kau akan-


akan apa hm , Nathan memegangi tubuh Shilla hingga Shilla tidak bisa lagi berkutik sedikitpun.


Nathan apa yang kau lakukan jangan memandangku seperti itu ucap Shilla.


ting tong....


suara bel membuat Shilla menggigit lengan Nathan yang masih memegangi bahunya, Nathan memekik kesakitan reflek dia melepaskan pegangannya pada Shilla .


astaga kebiasaan menggigitnya masih saja bersemayam dalam diri gadis menyebalkan ini rutuk Nathan dalam hati.


shilla membuka pintunya matanya membulat sempurna melihat Darren berkunjung ke rumah Nathan sepagi ini.


Darren sedang apa kau disini? tanya Shilla dengan bingung.


aku kemari untuk mengajakmu jalan jalan tadi aku ke mansion kak Aarav, namun dia bilang jika kau sedang merawat Nathan .


jadi aku kemari dan kak Aarav memintaku untuk mengecek keadaan Nathan ucap Darren.


oh begitu baik lah kau boleh masuk aku akan memanggilkan Nathan terlebih dulu -


aku disini Shill kau buatkan saja minuman untuk nya , ucap Nathan dengan menatap tajam mata Darren.


Darren ikut menatap tajam mata Nathan keduanya seolah sedang terlibat baku hantam lewat tatapan mata.


kalian masih berdiri saja apa kaki kalian tidak pegal terus menerus berdiri seperti itu celoteh Shilla.


aku akan memeriksa keadaanmu Nath, Kak Aarav yang memintanya ? jadi aku harap kau bisa sedikit mengerti ucap Darren.


Nathan hanya mengangguk dia merubah posisinya menjadi duduk ,Darren memeriksa kaki Nathan dan dia memastikan jika kaki Nathan memang sudah membaik.


Shilla bagaimana apa kau menerima tawaranku? tanya Darren.


Shilla mengiyakan ucapan Darren.


Nathan karena kau sudah sembuh aku akan kembali ke Mansion Kak Aarav seru Shilla.


apa aku perlu mengantarkan mu pulang? tanya Nathan.


Darren dan Shilla berlalu dari rumah Nathan, Nathan mengepalkan tangannya melihat kepergian mereka berdua.


Darren menghentikan kendaraannya di pinggir pantai dia sudah menyiapkan rencana ini sejak kemarin.


Darren kenapa kau membawa ku kemari? dan tempat ini, untuk apa kau melakukan semua ini seru Shilla dengan bingung .


apa kau suka semua hiasan ini, aku sengaja menyiapkan semuanya untukmu ucap Nathan.


tikar yang tergelar di tepian pantai beserta sepaket bunga dan boneka yang tergeletak di sana ,hiasan payung yang sengaja diletakan di sisi tikar. terdapat tenda yang di sengaja terpasang di jadikan atap, untuk menambah kesan romantis alunan musik yang dimainkan terdengar merdu di telinga yang mendengarnya.


Darren menggenggam erat lengan Shilla dia membawa Shilla ke tenda itu ,sesampainya di tenda Darren berlutut di hadapan Shilla .


apa kau mau menjadi kekasih ku nona Arshilla lail ? tanya Darren sembari menyerahkan bunga serta bonekanya di hadapan Shilla .


Darren apa yang kau lakukan ,bangun lah semua orang melihat ke arah kita ucap Shilla dengan melihat suasana pantai yang begitu ramai dan kini keduanya menjadi tontonan di sana.


Nathan ternyata mengikuti keduanya ke pantai diam diam Nathan menyusul Darren dan Shilla saat mereka pergi dari rumah Nathan tadi.


Nathan menatap nanar pemandangan di depannya Nathan meninggalkan Shilla dan Darren, di berlalu begitu saja dari pantai tanpa menunggu jawaban yang akan Shilla ucapkn pada Darren.


Shilla membantu Darren berdiri dari posisinya, darren ini tidak semua tidak benar seharusnya kau tidak melakukan ini, maaf aku tidak bisa menerima perasaanmu Darren.


apa kau tidak bisa memberi ku kesempatan Shilla, sekali ini saja? aku -


Shilla menggeleng keras , aku sudah mencintai orang lain dan aku hanya bisa mencintainya maafkan aku Darren, aku benar benar tidak bisa menerima semua ini.


Shilla pergi dari tenda itu dia melangkah keluar area pantai menyetop taxi dan segera kembali ke Mansion.


di dalam taxi Shilla merenungkan semuanya, di saat yang hampir bersaman Darren dan Nathan menyatakan perasaan mereka.


meski Shilla menolak Darren dia juga belum mengiyakan pernyataan Nathan.


astaga aku benar benar tidak mengerti Shilla menggigit bibir bawahnya dan memijat pelipisnya.


Shilla sampai di mansion dia memberikan beberapa lembar uang pada supir taxi sesuai argo yang yang tertera di sana.


Shilla melangkah masuk ke dalam Mansion Kak Aarav selamat pagi ucap Shilla setelah menyapa kakak nya Shilla naik ke kamarnya dengan berlari kecil.


ada apa dengannya? aku bahkan baru akan menjawab sapaannya tadi seru Aarav dengan kembali membaca buku miliknya, Nayla menghampiri Aarav dengan kopi dan kudapan untuk suaminya.


kenapa dahi mu mengerut seperti itu , ini masih pagi kau sudah cemberut saja ucap Nayla.


aku hanya memikirkan Shilla saja ! dia tadi pulang ke rumah dan menyapaku , namun aku belum menyahuti dia sudah melenggang pergi begitu saja ke kamarnya seru Aarav.


biarkan saja ! mungkin dia masih mengantuk atau kelelahan saja , kau bisa menemuinya dan berbicara malam nanti sepulang kita berbelanja ucap Nayla.


memangnya kapan aku mengajakmu? aku lupa? aku rasa aku tidak mengajakmu kemanapun? ucap Aarav yang berusaha menggoda Nayla.


Aarav kau ini menyebalkan sekali, Nayla mencebik kan bibirnya Aarav dengan jahil menyentil hidung mancung Nayla.


astaga ayo ! kita harus segera berbelanja seru Nayla dengan merengek bahkan Nayla menarik narik kemeja yang di kenakan Aarav saat ini.


astaga Nayla kau ini iya iya kita akan berbelanja sudah lah ayo , jangan merengek seperti itu seru Aarav dengan mencium pipi Aarav.


Nayla menghentikan rengekannya detik itu juga dia tersenyum lebar, Aarav dan Nayla pergi ke mobil mereka ingin berbelanja.


Aarav mengemudi dengan sesekali memperhatikan istrinya ini untuk pertama kalinya Nayla memintanya dengan sangat antusias untuk berbelanja .


see you ❤