
Keesokan paginya Aarav hendak berangkat menuju kantor. ia telah bersiap dengan setelan jas bercorak navy yang membalut tubuh kekarnya.
ia selesai memyantap sarapannya. ia bangkit dan keluar mansion ,melangkah masuk ke dalam mobil.
Aarav melajukan kendaraannya di jalanan yang masih sedikit sepi karena hari masih sangat pagi.
entahlah sejak bangun tidur Aarav merasa aneh, ia ingin sekali menemui gadis yang ada ditoko kue, yang kemarin malam ia datangi dengan sahabatnya Nathan.
''Ada apa denganku?
Kenapa aku malah melajukan mobilku ke toko kue ini" .
''Shitt!"
Rasanya aku benar benar sudah gila! ".
"Mau bagaimana lagi?
sudah terlanjur sampai ditempat ini. sudahlah aku masuk saja! ".Aarav turun dari mobil.
ia mengambil langkah lebar ke dalam toko. Aarav mengernyit heran, melihat wanita yang ada di depan meja counter.
"Kemana gadis yang kemarin itu?'' lirihnya dengan matanya mencari cari gadis yang ingin ia lihat wajahnya.
Shilla memperhatikan lelaki yang baru saja memasuki toko.
"Sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya?".Shilla mengingat ingat kapan ia pernah bertemu dengan lelaki ini.
Aarav masih melihat kesana kemari, mengedarkan pandangan ia mendekati gadis cilik yang ada didepannya.
"Maaf nona, Apa ada pelayan lain di toko ini?"
Maksudku perempuan yang kemarin aku temui bukanlah dirimu,yang ada dimeja ini.
Shilla mendapatkan ingatannya,yang tadi ia cari.
"Kau, -
Tuan yang waktu itu menabrak ku, kapan hari itu kan?'' Tanya Shilla memastikan.
Aarav sejenak memperhatikan wajah Shilla.. "Ah iya benar, dia gadis yang waktu itu, Tapi Kenapa dia ada di sini?" gumamnya dalam hati.
"Apa kau bekerja disini gadis kecil?" Tanya Aarav.
"iya Tuan,ehh tidak juga.aku bukan pelayan disini,Aku adik dari pemilik di toko ini.
Aku hanya membantu kakakku saja!"Saut Shilla.
"Apa bedanya bekerja atau membantu?" Sungut Aarav.
"Kau ingin mencari kue atau mencari seseorang?"Tanya Shilla dengan terkekeh geli.
Shilla senang sekali bisa bertemu bisa bertemu lagi dengan lelaki yang sempat ingin ia kenalkan dan di anggap cocok untuk kakaknya itu.
''Ahh,tidak jadi.Kalau begitu Aku pergi saja!".Aarav hendak melangkahkan kakinya, tapi didetik yang sama Nayla muncul dengan tiba tiba.
"Shill!'' .Teriak Nayla.
Shilla mengernyit heran.
"Ada Apa Kak? " Tanya Shilla.
Shill Aku merasa, -
Belum sempat Nayla melanjutkan ucapannya, ia terlebih dahulu tumbang.tubuhnya hampir saja menyentuh lantai,Aarav yang melihat Nayla yang sudah kehilangan keseimbangannya segera menangkap tubuhnya.
Shilla mendapat serangan panik.
'Kakak kau kenapa?"Rengek shilla.
"Kenapa bisa sampai seperti ini?
Bangunlah kak!"Shilla menepuk nepuk pipi sang kakak.
"Bagaimana ini?"Ucap Shilla Kebingungan.
"Gadis Kecil Kau tenang saja,Aku akan membawanya ke dokter! "saut Aarav menenangkan.
"Benarkah?Tuan kau baik sekali!
Terima kasih banyak tuan!"Ucap Shilla.
"Simpan dulu Ucapan terima kasihmu !".
Baiklah gadis kecil,aku akan membawanya kedalam mobil.Aarav menggendong tubuh ramping Nayla dan memasukkannya kedalam kursi penumpang .
Shilla mengekori dibelakangnya,membantu membukakan pintu mobil.
Tuan tunggu duluaku akan menutup tokonya sebentar ya!"Ucap shilla.
"Cepatlah,Jangan lamban !"Seru Aarav.
"Astaga!
Tuan Kau ini,tidak sabaran sekali.
Tunggulah, aku hanya sebentar !" Rutuk Shilla.
"Dia aneh sekali, yang sakit kakakku.
dia yang khawatir melebihi Aku.Aku jadi kesal dengannya,tapi dia sudah mau menolong Kakak! ".
"Sudahlah, aku pusing memikirkannya.
Shilla merasa sangat ketakutan,baru kali ini Nayla tampak tak berdaya dimatanya.
Biasanya Nayla selalu nampak ceria dan kuat dimata Shilla.
Mobil Aarav terhenti didepan halaman rumah sakit.
Aarav memarkir mobilnya asal,ia bergegas turun dan memutari mobil hendak menggendong Bayla.
"Kau turunlah,Berikan kunci ini pada penjaga itu".Perintah Aarav pada Shilla.
"Baik Tuan!" Ucap Shilla.
Aarav melangkah kedalam Rumah Sakit, ia tak segan menambah kecepatan langkahnya.
"Tolong panggilkan Dokter Secepatnya!" Perintah Aarav pada petugas yang ada di loby Rumah Sakit.
"Cepatlah! ".bentaknya kemudian.
''Ba, -
Baik Tuan! "Petugas itu bergidik ngeri dan berlalu segera memanggilkan Dokter.
Aarav membawa Nayla yang masih dalam gendongannya, menuju ruang pemeriksaan.Sesampainya, Aarav menjatuhkan tubuh Nayla di ranjang dengan hati hati.yang ditunggu Aarav akhirnya muncul kepermukaan,Dokter paruh baya yang masih tampak segar di usianya yang tak lagi muda.
Aline tiba, ia segera melakukan pemeriksaan.
Aline adalah Dokter Pribadi Keluarga Aarav sekaligus juga Kerabat dekat Aarav.
Shilla masuk dan berjalan ke arah ruang pemeriksaan, dimana Kakaknya terbaring. terlihat Aarav sedang berbincang dengan Dokter yang menangani Nayla.
"Dia hanya kelelahan Aar dan asam lambungnya naik!.
Tolong ingatkan gadis ini,untuk menjaga pola makannya! ".Jelas Aline.
"Aku permisi dulu,Segera panggil Aku. Kau tahu dimana harus mencari ku, Jika ada apa apa!" Imbuh Aline.
"Hmm,Terima kasih aunty!".Ucap Aarav.
Shilla masuk kedalam ruangan dan sempat mencuri dengar,percakapan sang Dokter dengan lelaki yang membawa kakaknya ketempat ini.
Shilla melewati Aarav,mendekat ke arah ranjang tempat sang kakak berbaring ia menarik kursi dan duduk di samping Nayla.
Nayla sendiri masih dalam pengaruh obat, ia tampak pucat tapi sudah tidak sepucat ketika di toko tadi.
"Apa yang Aku takutkan selama ini terjadi! " Rengek Shilla dengan menahan butiran bening, yang hampir menetes kapan saja.
"Kakak,Bangunlah!"Pinta Shilla.
Akhirnya dia menumpahkan semua air matanya, ia sudah tak sanggup lagi menahannya.
Aarav hanya diam memperhatikan.
sudah cukup lama Shilla menangis,hingga berhenti ketika Aarav menegurnya.
Kau sudah puas menangis atau belum? "Sarkas Aarav.
Shilla melirik kesal dan mengerucutkan bibirnya.
Kau itu,Tak bisakah bersikap santai sedikit tuan!".
"Kakakku sedang Sakit, Wajar saja jika aku sedih dan menangis!"Timpal Shilla.
"Siapa juga yang melarang mu menangis!.
Aku hanya menegur mu, Kau menangis begitu keras.Telingaku saja sampai sakit mendengarnya.Dasar gadis bodoh!."
"Sekarang biarkan Kakakmu istirahat dan jangan ganggu dia dengan tangisan cempreng mu itu!".Timpal Aarav.
"Kenapa aku tak berfikir kesana sedari tadi? Aku terlalu terbawa emosi,benar kata Tuan ini.Kakak harus istirahat! " Pikir Shilla.
"Baiklah!.
Aku akan membiarkannya istirahat."
"Sekarang,bolehkan Aku Ucapkan rasa Terima Kasih padamu tuan! " Ucap Shilla.
"hmm, Aku terima Ucapan Terima Kasihmu itu gadis kecil! ".Aarav hendak keluar ruangan, tapi sebelum itu ia berpesan pada Shilla .
"Hei gadis kecil,Kau bisa memarahinya saat dia bangun nanti!"Ucap Aarav, ia kemudian keluar dari ruangan.
Shilla tampak berfikir.
"Benar sekali,Aku harus memarahi mu nanti Kak, setelah ini akan Aku pastikan Kau selalu makan tepat waktu".
"Bangunlah segera Kak!.
Aku tak sabar ingin menghukum mu nanti, yang susah sekali diatur jika menyangkut masalah makan! " geram Shilla.
Shilla keluar dari ruangan,ia mengedarkan pandangannya.
"Dimana tuan yang tadi,aku bahkan belum tau namanya?".
Shilla menjatuhkan bokongnya di kursi depan ruang kamar rawat Nayla.
"Sudahlah,nanti saja aku cari tau.Aku lelah sekali!".gumamnya kemudian.
...
Jangan lupa like ,komen dan Vote.