Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
perubahan mood



Aarav hentikan.... !


ini sangat sakit , kau merusak tatanan rambutku... kau tidak bisa mengikat rambutku dengan benar .


mengikat rambutku saja kau tidak bisa.... dasar payah! umpat nayla .


astaga nayla... aku mana bisa mengikat rambut wanita , aku bahkan tidak pernah memegang ikat rambut wanita , ini kali pertamanya aku memegang benda itu "seru Aarav " .


kau memang payah.... seandainya bayi kita perempuan dan nanti dia ingin kau yang mengepang atau menguncir rambutnya bagaimana? ..


kau harus berlatih menguncir rambutku dulu, sebelum kau berhasil menguncir nya dengan rapi dan benar aku akan menghukum mu "seru nayla " .


tatapannya begitu tajam hingga Aarav bergidik ngeri, dia berlatih dengan sangat hati hati dan pelan agar rambut istrinya tetap rapi, nayla selalu saja memiliki kejutan. permintaan nya itu selalu di luar dugaan. ",gumam Aarav dalam hati " .


semoga kali ini aku menguncir rambutnya dengan benar . ..baby kau pasti melihat daddy dari dalam sana kan, tolong bantu daddy sayang, buat mommy merasa senang dengan hasil kunciran rambutnya.


jadilah partner yang baik untuk daddy mu ini "Aarav kembali berdialog dengan baby yang ada di dalam perut nayla " . namun semua itu dia lontarkan dalam hati.


nayla mematut dirinya di cermin nayla melihat hasil tangan Aarav yang sudah menguncir rambutnya dengan benar dan sesuai dengan apa yang nayla mau.


nayla tersenyum dia memberikan kecupan singkat untuk Aarav di kedua pipinya.


Aarav ikut tersenyum.... usahanya berhasil.


ini rapi sekali aku menyukai ....hm Aarav aku lapar ! .


lapar. ..? ....Aarav membeo.


nayla mengiyakan bukankah kita baru saja makan siang setengah jam yang lalu... seru Aarav.


lalu ? ....nayla bertanya dengan muka masam yang sudah terpatri di wajahnya.


umh... iya tidak apa apa.... aku hanya berpikir kau bertambah gemuk nanti, nafsu makan mu berubah sekali bukan semenjak di sini kau jadi suka sekali makan -


jadi kau malu jika aku terlihat gendut? kau tidak mencintai ku lagi kalau aku bertubuh lebar dan jelek. iya kan ? kau pasti berpikiran seperti itu! ....sudah mengaku saja, kau memang keterlaluan.


nayla menangis ...


Aarav tertegun di tempatnya astaga istrinya seunik ini, aku bahkan belum melanjutkan ucapan ku tapi dia sudah menarik kesimpulan sendiri , menyebalkan sekali.


nayla bangkit dan dia melangkah ke arah balkon dia memandangi hujan yang lagi lagi menyambangi kota paris.


Aarav menepuk dahi nya.. kau memang bodoh Aarav , kau melupakan fakta jika wanita itu mahluk sensitive bukan, apalagi jika mengenai berat badan dan nayla saat ini tengah mengandung, dia mudah sekali berubah mood nya dalam hitungan jam.


Aarav menghampiri nayla... dia ikut berdiri disebelah nayla .


maafkan aku nayla ....aku tidak serius dengan ucapan ku.


sudah lah lupakan... aku mengantuk aku akan tidur saja... nayla berbalik dia berbaring dan meraih selimutnya dia dengan mudahnya tertidur pulas.


Aarav membuang kasar napasnya dia memandangi nayla sejenak, nafas nayla mulai teratur Aarav menebak jika nayla benar benar tidur dirinya memutuskan untuk ikut terlelap, tidak ada yang bisa di lakukan siang ini hujan dan ini hari terakhir mereka di sini.


setelah beberapa jam terlelap nayla membuka matanya, nayla merasa kan sesuatu menindih perutnya.


Aarav meletakan tangannya di perut nayla dia masih terpejam nayla dengan hati hati memindahkan tangannya, maafkan aku Aarav aku tidak tahu dengan diriku sendiri kau pasti bingung menghadapi ku yang seperti ini kan? nayla meraba wajah tampan Aarav, nayla menyentil hidung mancung suaminya itu .


Aarav membuka satu matanya, kau terbangun "suara nya serak khas bangun tidur.


nayla mengangguk.. Aarav mengangkat kepalanya dari bantal dan berpindah ke pangkuan nayla .


maafkan aku yah aku tidak bermaksud membahas berat badan -


sudah lah lupakan.... ucap nayla dia dengan lembut mengusap rambut Aarav yang berantakan merapikan nya dengan tangan.


kau ini selalu saja memotong ucapan ku aku belum menyelesaikan ucapan ku.


nayla terkekeh... Aarav turut tersenyum melihat nya.


Aarav bangkit dia beranjak dari pangkuan nayla, nayla mengerutkan dahinya kau mau kemana? ..


sebentar. .. aku akan kembali dalam 15 menit ucap nya Aarav berlalu ke dapur.


sesuai ucapan nya tadi Aarav kembali dan membawa nampan berisi makanan.


sayang makan lah. ...


Aarav aku -


makan lah... atau kau mau aku suapi ? hm..


nayla mengangguk dengan antusias.


Aarav terkekeh melihat tingkah nayla mereka makan dengan saling menyuapi nayla menenggak habis susu strawberry yang di buatkan Aarav.


*siang itu mereka habiskan dengan melakukan hal hal kecil bersama di dalam hotel.


~mansion pov


Astaga.... membosankan sekali.... aku tidak punya kegiatan apapun semenjak toko kue kebakaran.


shilla merasa bosan sendirian di mansion karena Lea masih di kampusnya, shilla memutuskan untuk menemui nathan di kantor.


setibanya di kantor shilla menerobos masuk ke ruangan nathan , shilla mengerutkan dahi saat melihat wanita asing di ruang kerja nathan.


maaf ? kau siapa.... tanya shilla dengan tatapan bingung.


aku....hm, kekasih pemilik ruangan ini seru gadis itu . kekasih ku sedang meeting dia memintaku menunggu disini, lalu kau sendiri siapa?


hah... dasar gadis aneh ! dia tidak sopan sekali, datang seenaknya saja dan pergi tanpa mengucapkan apapun . "tukas chealse dia kembali duduk di kursi nathan" .


tak lama nathan kembali ke ruangannya dia mengajak chealse makan siang bersama di restauran milik Aarav yang menyediakan masakan jepang .dan chealse pemuja makanan khas negeri sakura itu.


nathan dan chealse menikmati menu ramen dan sushi yang di telah di pesan oleh chealse.


shilla yang juga ada di restauran Aarav melihat kemesraan nathan dan chealse makan berdua . sesekali terlihat chealse terkadang menyuapi nathan mereka tampak begitu serasi , entah mengapa shilla merasa kesal melihat kedekatan nathan dengan wanita yang mengaku sebagai kekasihnya itu.


shilla memutuskan untuk kembali ke mansion dia keluar dari restauran dengan muka masam, dan hati yang terasa nyeri seolah tercabik cabik.


elias antar kan aku kembali ke mansion "seru shilla".


baik nona ...."ucap elias " .


mereka melaju kembali ke mansion dan saat shilla sampai di mansion dia di kejutkan dengan adanya darren yang sudah berdiri di depan mansion .


darren...


darren menoleh saat shilla memanggilnya, kau sedang apa di sini? seru shilla .


menemui mu.. aku dengar dari Lea kau sendirian di mansion dan tadi di kampus aku bertemu dengan nya Lea akan pulang larut mungkin sampai makan malam karena dia ada tugas kelompok bersama teman temannya. "terang darren " .


shilla hanya ber oh ria dia mengajak darren masuk ke mansion .


shilla berusaha terlihat untuk baik baik saja di depan darren meski sebenarnya jauh dalam hatinya dia ingin menjerit dan menangis dalam kamarnya.


kau baik baik saja shilla? ...seru darren.


aku baik baik saja shilla mencoba tersenyum.


ah iya aku lupa.... aku membawakan chicken wings untukmu..."seru darren " .


dari mana kau tahu aku menyukai ini, shilla mendadak ceria dia meraih bungkusan itu dia segera melahap chicken wings kesukaannya bahkan kini mulutnya sibuk mengunyah.


bibi lindsay datang dan membawakan minuman untuk darren .


terima kasih bibi... ucap shilla dengan mulut yang menggembung.


.darren menyesap kopi yang tadi dibawakan bibi lindsay.


kau belum menjawab pertanyaan ku darren? seru shilla.


aku tahu dari kakakmu... kak Aarav.


kau menanyakan hal seperti itu pada kakak ku..! seru shilla seolah tak percaya.


tapi untuk apa kau melakukan semua ini... tanyanya lagi.


aku hanya ingin tahu semua tentang mu ...ucap darren dia memandang shilla dengan tatapan yang sangat dalam jelas sekali darren menatap shilla dengan cinta.


shilla merasa risih di tatap seperti itu.


ehm. ....suara seseorang memutuskan kontak mata shilla dan darren. nathan melipat tangannya di depan dada, dia menatap tajam ke arah darren tatapan ketidaksukaan terpancar jelas di wajahnya.


darren dan shilla menoleh bersama ke asal suara...


shilla mengerutkan dahinya melihat nathan dia mengucap nama nathan tanpa bersuara.


darren ikut menatap nathan namun dengan tatapan tanya dan bingung. ?


untuk apa kau kemari "saut shilla ".


sejak kapan aku harus memiliki alasan untuk datang kemari.... " seru nathan " .


nathan menghampiri shilla dia memberikan bungkusan makanan, ini untuk mu!


shilla mengabaikan bungkusan itu nathan meletakan bungkusan itu di meja dia ikut duduk di ruang tamu diantara shilla dan darren.


suasana nya menjadi canggung darren merasakannya terlebih sikap shilla yang acuh setelah kehadiran nathan.


darren memutuskan untuk memulai percakapan.


ehm shilla aku ingin mengajakmu jalan jalan apa kau mau...? seru darren.


shilla tidak akan kemanapun dia akan tetap di mansion "saut nathan " .


shilla memicingkan matanya, kau tidak berhak mengaturku pria gila... seenaknya saja kau memerintah... darren mengajakku dan aku juga mau jalan jalan bersamanya jadi jangan mencampuri urusanku.


aku bilang kau tidak akan kemanapun tanpa seijin ku.... "tegas nathan ".


kau pulanglah shilla tidak ku ijinkan untuk pergi,"timpal nathan " .


darren begitu enggan meninggalkan shilla namun dia tak ingin memperkeruh keadaan yang nampaknya sedang tidak baik baik saja, nathan dan shilla terlihat sedang kesal dan darren bisa merasakan itu, dia memilih pulang dan membatalkan niatnya .


shilla mungkin lain waktu saja kita jalan jalannya aku pamit dulu "seru darren " .


shilla mengiyakan dia mengantar darren hingga mobil nya hilang dari pandangan matanya.


shilla masuk kembali ke mansion dia mengabaikan nathan , shilla masuk ke dalam kamarnya.


nathan semakin di buat bingung akan tingkah aneh shilla hari ini .tidak biasanya shilla mengabaikan ku dan makanan yang di bawakan nathan bahkan tidak di sentuh sama sekali.


nathan memutuskan kembali ke rumahnya , dia teringat jika chealse masih ada di rumahnya.