Mysterious Husband

Mysterious Husband
TIDAK PERDULI



Sebenarnya Reygan tak ingin, bahkan tak sudi untuk membuka suara, guna menanyakan hal seperti tadi, kepada sekumpulan makhluk vulgar yang tolol di sekelilingnya saat ini. Akan tetapi karena tak ingin membuang waktu guna menuruti bisikan kuat Iblis di hatinya, terlebih tempat kotor ini begitu asing terjamah oleh kedua matanya, hingga tadi Reygan sedikit mengalah, serta mengesampingkan opini buruknya mengenai kebodohan nyata yang mereka lakukan secara sadar.


Tak lama setelah itu, kini salah seorang wanita, berbusana minim, segera menutup perjalanan Reygan, dengan menaruh tubuh perfect kenyalnya, hingga tak berjarak, lalu mengarahkan jari-jari tangannya untuk menyentuh dan membelai lembut, dagu, bahu, lalu merayap turun ke arah dada lawan bicaranya, ‘’Tuan tampan, mengapa Anda menanyakan nama wanita, yang jelas-jelas tak ada di tempat ini?, dan bukankah tubuh kami cukup indah, untuk memuaskan segala fantasi gilamu tuan?’’, sembari bergesture manja serta aturan nafas yang menggoda.


‘entah kenapa, namun sekarang aku lebih ingin membenamkan pisau belati atau peluru 6 inc ke dalam liang bawah kalian semua’,gumam Reygan, sembari tersenyum miring.


wanita lainnya perlahan merekat juga, ke tubuh Reygan, lalu menimpali perkataan rekannya, sembari menggenggam lembut sebelah tangan lawan bicara,‘’Tuan tampan, Anda pasti memiiki 1000 dolar cash di dompet Anda sekarang bukan?. Jika benar jadi mari ikut saya, lalu aku akan menunjukkan, dimana letak bagian indahan di tubuhku itu’’, lalu meletakkan bibir tipisnya, hingga menempel di daun telinga lawan bicaranya, sembari berbisik pelan,’’ tanpa adanya kain penutup lagi. Secara private’’.


Karena rasa risih dan jijik, Reygan segera menepis kegiatan mereka, lalu menjauhkan sedikit tubuhnya, sembari merogoh saku dalam jas,’’ maaf nona nona, aku memiliki 3000 dolar cash saat ini, dan aku akan memberikan uang ini kepada siapa saja di antara kalian, yang mengetahui serta mau menunjukkan keberadaan wanita, yang aku maksud tadi’’,seru Reygan, sembari memajang sombong tumpukan kertas berharga di tangannya.


Sebab ulah the power of money, terlebih salah satu sifat buruk yaitu tamak yang dimiliki Hawa, telah terwaris pasti hingga tertanam permanen di otak kotor ratusan, jutaan, bahkan mungkin miliaran garis keturunannya, yang sempat lahir, tinggal, besar dan mati di bumi tuhan.


Hingga saat ini terlihat salah seorang wanita cantik khas asia, berpakaian vulgar lingerie pink bunny rabbit, berambut hitam pekat panjang lurus terurai jatuh sepinggul, perlahan berjalan mendekat ke arah Reygan, lalu menggenggam tangan kekar itu, sembari mengarahkan wajah dan tersenyum manis,’’ tuan, aku tahu dimana keberadaan wanita yang Anda maksud, dan aku tidak bohong, jadi mari aku antar’’.


Kemudian selepas perkataan tadi, karena tak memiliki pilihan lain, hingga Reygan hanya mengandalkan insting rasa kepercayaan, dengan membiarkan sebelah tangannya, tertuntun rapat berjalan pelan di balik punggung wanita cantik itu.


Dan belasan menit kemudian, setelah menyusuri sebuah lorong yang minim akan cahaya terang, lalu membuka hingga melewati beberapa pintu kaca berpenjagaan khusus, seperti di depan mulut BAR tadi.


Kini laju langkah serta tubuh perjalanan itu telah terhenti, menghadap dekat, ke arah sebuah pintu ganda, yang di jaga rapat oleh dua pria kekar bersenjata semi otomatis Glock 20.


Membulatkan kedua mata, sembari bertalak pinggang ke arah tundukan dagu pria-pria kekar penjaga di depannya,‘’minggir kalian!, aku ingin menemui tuan Tyson!’’,seru pekik wanita itu.


Sembari menutup telinga,‘Raungan gahar dari mulut wanita ini, mungkin sangat cocok bila dipasang sebagai pengganti knalpot di La Voiture ku’,gumam Reygan.


Dan setelah gumamnya, Reygan segera merogoh saku dalam jasnya, lalu berjalan sedikit maju, dan berhenti tepat di samping depan wanita itu, sembari mengacungkan setumpuk uang, tanpa melihat lawan bicaranya,’’Nona garang, cukup sampai di sini saja. Terimakasih dan ambil semua uang ini, lalu pergilah menjauh’’.


Sejenak ke dua pria itu, mengangkat sedikit dagunya, guna melirik ke arah Reygan lalu setelahnya menggeser tubuh masing-masing, hingga melonggarkan penjagaan, dan membuat jalan baru di atas permadani menuju pintu ganda.


Mengabaikan sifat aneh kedua penjaga di depan matanya, wanita berpakaian minim itu, segera berjalan sedikit memutar, hingga berdiri tepat di hadapan Reygan, lalu menyahut uang sembari menghitung dengan gesture manja.


Setelah puluhan detik dengan keterdiaman.


‘’Apa nominal itu kurang dari perjanjian sebelumnya nona?, jika tidak maka cepat pergilah’’,seru Reygan sembari mengalihkan wajah ke sudut lain ruangan.


Dengan senyuman, wanita itu segera menyahut tangan Reygan, lalu membalik dan mengembalikan sepertiga dari tumpukan kertas berharga tadi, ’’tuan tampan, aku hanya mengambil dari jasa hantaran ku saja, dan jika Anda ingin memberikan 2000 dolar tersisa ini kepadaku, maka Anda harus menikmati tubuhku 2 kali main. Sangat adil bukan?’’, tersenyum manja lalu pergi menjauh.


Bersama dengan beberapa detik setelah berlalunya wanita itu, perlahan Reygan menoleh ke arah samping, lalu sedikit meninggikan nada,‘’hey!, siapa namamu nona!?’’.


Selepas teriakan, wanita itu segera menghentikan laju kakinya, lalu membalik tubuh ke arah sumber suara,‘’aku Akira tuan!, Anda bisa memanggilku dengan sebutan itu!’’, lalu tersenyum, dan melanjutkan niat kepergiannya kembali.


Menghiraukan seekor wanita cantik yang terbalut indah dengan pakaian lebih sopan dari busana bikini pantai itu.


Kini Reygan segera berjalan ke depan, sembari memasukan setumpuk uang, ke dalam saku jasnya kembali, lalu sejenak menghentikan langkah niatnya, tepat di tengah-tengah ke dua penjaga.


‘’apa kalian tak ingin menghalangi niat buruk yang akan aku lakukan terhadap bos kalian setelah ini?’’,seru Reygan.


Karena tak ada sahutan, terlebih dagu dari masing-masing pria penjaga itu semakin dalam terbenam, hingga Reygan segera mengayuh cepat niatnya, dengan membuka pintu, lalu membelah jalanan di dalam secara senyap.


Terlihat di pandangan Reygan, terdapat empat ruangan berdinding terpisah, berpintukan kaca-kaca ganda, di tengahi aula kecil berisikan satu set sofa nyaman lengkap dengan TV LED 50 inc, serta tungku api bercerobong vertikal.


Puluhan langkah setelah sepasang kaki-kaki kekar milik pemburu, telah menjamah bebas lantai ruangan, perlahan pisau belati itu mulai keluar dari sela-sela pinggang, ketika sang anjing melolong dengan naffssu hina, yang mana terdengar jijik di gendang telinga pemburu.


Dengan kesal, namun tetap dalam situasi tenang, Reygan segera mempercepat langkahnya, guna menjemput sumber suara hina itu. Hingga setelah menentukan keberadaan sang target, perlahan tangan pemburu menggeser sebagian pintu, agar sedikit terbuka, lalu menyelinap masuk, sembari membenarkan bisikan iblis jantan, disela tunduk langkah senyap kegiatannya.