
Disela tangisan kesedihannya, Ellena segera, menyahut, lalu menggenggam kembali ke dua tangan kekar itu,’’Re...rey, maafkan aku, aku tak mampu melawan ke inginan keluargaku’’,sahut Lirih Ellena.
Reygan sendiri membiarkan kegiatan wanita itu, namun dirinya hanya terdiam, sembari menundukkan pandangannya.
Bersamaan dengan keterdiaman pria di depannya, Ellena sejenak melepas genggaman tangannya, lalu berjalan memutari meja, hingga menjatuhkan pelepasan dan menyandarkan kepalanya’ di bahu Reygan,’’Rey, aku benar-benar minta maaf, aku mohon maafkan aku?’’,seru lirih.
Akan tetapi perkataan serta tindakan itu seakan di abaikan Reygan.
Beberapa menit waktu berlalu, setelah keterdiaman di pembicaraan masing-masing, perlahan Ellena menyeka air di pipinya, lalu menggenggam kembali’ kedua tangan Reygan, sembari menundukkan kepalanya.’’ Rey, kamu tahu, waktu itu’ setelah kepergian pangeran tampan’ dari istana, tuan putrinya menangis sedih, dan sempat ingin mengakhiri hidupnya, dengan menenggelamkan tubuhnya di danau kenangan itu. Tuan putri itu hanya berharap’ agar suatu hari nanti, pangerannya mengetahui, jika putri cantik itu, tak mampu hidup di dunia ini, tanpa adanya kasih sayang tulus, dari pangerannya.
Mendengarkan perkataan seperti itu, Reygan segera mengarahkan wajahnya ke wanita di sampingnya,’’Ellena’ apa benar, hingga seperti itu’’, Reygan sejenak menyela perkataannya, dengan menyahut dan mendekap erat tubuh wanita di sampingnya,’’maafkan aku Ellena, aku tak bermaksud menyakiti perasaanmu’’.
Perkataan yang barusan di ucapkan Ellena, adalah sebuah ketulusan’ di hati kecilnya, karena sebenarnya, jauh dari pikirannya dulu, jika pernikahannya bersama Darold adalah sebuah kesalahan terbesarnya.
Pasalnya kasih sayang Darold hanyalah sesaat, serta dirinya lebih mementingkan bisnis, daripada kebahagiaan Ellena, namun berbeda dengan Reygan, yang sedari dulu lebih mementingkan kebahagiaan Ellena dari pada kepentingan pribadinya’ apapun itu.
Hingga, Ellena dengan sengaja tak menjelaskan kejadiannya secara penuh, dan juga dirinya tak menginginkan, jika pernikahannya dengan Darold’ di ketahui Reygan.
Bersamaan dengan pelukan lembut Reygan,’’sayang aku akan meninggalkan semua keluargaku, serta lebih memilih hidup bersamamu’ walaupun, meski harus hidup berkecukupan. Itu karena aku tak ingin kehilangan dirimu lagi Rey, dan kita bisa memulai semuanya’ dari awal. Sayang, kamu setuju bukan?’’,seru penjelasan Ellena.
‘’Aku mencintaimu Ellena’’sahut Reygan.
Perkataan Reygan barusan, seakan telah melupakan kehadiran wanita cantik lainnya, bernama Jennifer di kota Evershead.
Setelah ungkapan perasaan tulus Reygan terhadap wanita di pelukannya, perlahan wanita itu memundurkan sedikit kepalanya, lalu mengarahkan kecupan mesra ke arah bibir.
Emmhhh!
Akan tetapi tak berselang lama, kegiatan menyenangkan itu’ segera terhentikan, ketika suara ketukan pintu terdengar di telinga mereka.
Tokk..tokk..tokk!.
Suara ketukan pelan terdengar di pintu utama, hingga Reygan sendiri menyela kesenangannya, lalu berjalan’ mengarahkan kaki ke sumber suara.
Dengan raut muka tertekuk Reygan membuka lebar pintunya.
Ceklek!
Setelah terbuka lebar tabir pemisah itu, kini terlihat di pandangan Reygan, seorang wanita berparas cantik, yang di tolong nya tadi, kini tengah berada di depan matanya, mengarahkan senyum sembari membelakangkan kedua tangannya.
Bersamaan setelah itu,‘’Tuan muda, terimakasih untuk kejadian tadi, jika saja tidak ada Anda’ di sana, mungkin kemalangan hebat tengah menimpaku saat ini’’,seru manja Bella
‘’oh! tak mengapa nona, tak usah berlebihan memujiku, karena aku hanya sedikit membantu saja’’, sahut Reygan, sembari menggaruk belakang kepalanya.
Sejenak Bella mengarahkan kedua tangan, guna memberi benda, yang sedari awal di sembunyikan nya,‘’Tuan, maaf menganggu waktu anda, aku hanya ingin memberikan wine ini untuk anda, sebagai tanda ungkapan terimakasih saya’’, sembari sedikit melirik ke arah dalam ruangan.
Setelah Reygan mengambil pemberian itu, kini Bella segera berpamitan dari hadapannya, berjalan pelan, guna menjauh sembari melenggak-lenggokkan manja kedua pantat bulatnya, dan berharap pria incarannya, akan melihat lalu timbul keinginan untuk menggodanya di kemudian hari.
Harapan Bella, sedikit terkabulkan, karena benar mata lelaki Reygan, melihat dengan jelas ayunan sempurna kedua benda itu, namun beberapa detik berselang, pandangan segera dialihkan, ketika terdengar suara’ kecemburuan wanita, dari balik punggungnya,‘’Ehemmm!, ehemmm!’’,seru daham Ellena.
Setelah suara daham itu terdengar, Reygan segera menutup pintu itu kembali, namun, sesaat pintu mulai tertutup, dirinya segera terkejut, ketika kedua tangan mulus dan lembut’ perlahan menggerayangi, sembari memainkan bagian prianya,’’ahh!, Ellena, apa ka..?’’.
Akan tetapi Ellena segera menyela perkataan Reygan,’’Sayang, sudah diam, dan nikmati saja, aku mencintaimu Reygan’’,sahut manja Ellena.
Kemudian, tanpa mengakhiri kegiatan tangannya, Ellena sedikit berjalan memutar, hingga berhadapan, lalu dengan cepat ******* bibir’ lawan bicaranya.
Emmhhh!, emhhhh!
Bersamaan itu, perlahan Reygan meletakkan kedua wine pemberian tadi di bawah, tanpa mengganggu kedua kegiatan menyenangkan itu.
Karena tak ingin kalah dari Ellena, kini tangan nakal Reygan mulai mengarah, hingga terbenam di dalam segitiga milik Ellena, lalu sedikit menyelinap bebas, dan perlahan memasukan jari tengah’ ke sela-sela’ benda menggemaskan itu.
Bertepatan, setelah kegiatan akhir’ jari nakal itu,‘’aaa..aaahhhh!’’,seru desah Ellena.
Beberapa menit berselang, kini hasrat mereka mulai meninggi, tanpa berkata di mulai dari Ellena, lalu saling bantu, guna melucuti busana masing-masing.
Akan tetapi di sela jongkoknya, karena melepas bawahan lawan, dengan sengaja Ellena ******* ’gemas, guna membasahi, lalu dengan cepat memandu benda tumpul itu, agar menjebol gawangnya sendiri.
Ellena sendiri, melakukan hal menyenangkan itu dengan sangat liar, hingga dirinya seakan lupa, jika suaminya kini bukanlah Reygan lagi’ melainkan Darold,
Rasa penasaran Ellena, mengenai lima juta dollar,klan black wolf, chateau lafite, bahkan kecemburuannya tadi, kini tak terpikirkan lagi, dan bahkan telah terlupakan total, ketika rasa nikmat telah menjalar di sekujur tubuhnya.
Malam yang telah berlalu, hingga berganti pagi.
Di ruangan unit Reygan sendiri, cahaya matahari pagi belumlah masuk menembus kaca jendela kamarnya.
Pasalnya kegiatan menyenangkan itu, kini hanya berpindah tempat, dan masih berlanjut ke ronde berikutnya.
Akan tetapi, kegiatan liar itu, sejenak terhenti, ketika suara deringan gadget berbunyi nyaring, dari dalam tas’ milik Ellena,’’Sayang, mungkin pinggulku harus beristirahat sebentar’’,seru goda Ellena.
Diposisi tengah menduduki benda tumpul, kini Ellena segera menggapai gadget dari dalam tasnya, melihat sebentar ke arah layar, lalu segera mengnonatifkan suara, dan mengembalikan masing-masing benda’ ke tempat awal.
Diketahui, jika panggilan tadi adalah Darold suami resmi nya' saat ini, hingga perasaan kalut mulai mengganggu pikiran dan juga hati Ellena.
Kemudian, setelah menaruh benda tadi, kembali ke tempat awal, kini Ellena benar-benar hendak, menyudahi kesenangannya.
"Rey aku harus pulang dulu’’,mengerucutkan bibir tipisnya.