
Klan black wolf adalah mafia penguasa di Evershead city.
Tak beberapa lama, setelah keterdudukan mereka di meja tamu kedai itu, terdengar suara tua bernada ramah, menyapa‘’selamat sore tuan serta nyonya’’, sembari berjalan mendekat.
Penjual tua itu menyambut hangat mereka, menambahkan senyum senjanya disela menyodorkan buku menu kearah mereka,’’Tuan, nyonya’ mari silahkan, semua makanan di daftar menu kami, saya jamin sangat enak dan lezat’’.
Beberapa detik membolak balik ‘selebaran kertas tebal itu, kini Reygan dan Jennifer telah menjatuhkan pilihannya, dan mulai memesankan beberapa menu andalan di kedai ini.
Kemudian Tak selang waktu yang lama, setelah kepergian kakek itu, guna memasak makanan mereka. Kini tanpa mereka dan kakek itu sadari sebelumnya, segerombolan pria menyeramkan, membawa tongkat besi dan sebuah pedang, berjalan tergesa mendatangi kedai itu, lalu memukul keras’ dengan sengaja kaca pedati di tempat itu.
Pyarr...!
Setelah bunyi pecahan terdengar,
‘’Hey orang tua bodoh!, mengapa kau dengan sengaja menunggak’ memberi upeti!, bahkan aku dengar kau tak membayarnya selama 2 bulan ini!, jika kau tak sanggup membayar maka pergilah dari Evershead dan cari bumi lain untuk tempat singgah kedai kotormu’’.
Mendengar pekikan kemarahan itu, Jennifer segera merangkul kembali pria di sebelahnya,’’sayangku, mari tinggalkan tempat ini sekarang, dan cari tempat lain saja’’,seru pelan.
Reygan sendiri yang tengah melihat orang seram itu, sesaat setelah teriakannya. kini sejenak dirinya mengalihkan pandangannya, ke arah wanita di samping duduknya, ketika Jennifer merekat sangat erat ke tubuhnya,’’Jen, kita disini saja dan tak perlu kemana-mana, lagi pula kita telah memesan makanan di sini, tenang saja aku akan menjagamu’’,sahut lirih Reygan,lalu tersenyum guna menenangkan, sembari membelai lembut rambut Jennifer.
Kakek tua itu sendiri, segera menunjukkan gesture tubuh dan raut muka ketakutannya, setelah pekikan itu, lalu dirinya perlahan berjalan ke depan kedainya, guna menjemput sumber suara kemarahan itu,‘’aaa...aku bahkan belum menjual daganganku tuan Bret?, dan jika kau merusaknya seperti ini bagaimana aku memberimu uang, bahkan dua bulan ini, aku menghidupi cucuku’ setelah kematian anak lelakiku’’, sahut pria senja itu, sembari meneteskan air matanya.
Mendapat penjelasan seperti itu’ dari pria tua di depannya, Bret segera melingkarkan penuh bola matanya, sembari bertalak pinggang,‘’kau jangan menguji kesabaran ku bodoh!, bahkan aku tak perduli akan cerita sedih mu, yang itu bukanlah urusanku. Sekarang cepat keluarkan semua uangmu, atau pergilah dari tempat ini!’’,seru pekik Bret,lalu mendorong jatuh pria tua di depannya.
Setelah terjatuhnya kakek tua itu, serta dirasa akan membuang waktu jika terus berbincang, terlebih tujuan sebenarnya Bret ketempat ini, hanyalah untuk membeli beberapa wanita lalu mencobanya, dan kemudian pulang kembali ke kota Evershed.
’’ Hey kalian!, lekas geledah saku kakek bodoh ini, lalu ambil juga semua uang di kotak kasir itu’’, seru perintah Bret sembari mengarahkan tangannya.
Setelah perintah itu, dengan cepat semua anak buahnya menggeledah tempat itu, lalu kembali dan menyerahkan hasil rampasannya ke tangan Bret.
‘’Hanya uang receh seperti ini!?’’, Seru tanya Bret.
Disela kegiatan itu, sang kakek malang ini, segera merayap ke depan, hingga memegang kaki kedua kaki Bret,‘’tolong tuan, tolong jangan ambil semua uang di kedai ini, tolong sisakan sedikit untuk cucuku’’,seru pinta pria senja, di sela tangisannya.
Disela tersungkur dan ke pergian tuan Bret dari kedainya, kakek itu memekik’ mohon dalam tangisnya,’’Tuan Bret, kasihanilah aku, sisakan sedikit saja uang itu, untuk membayar biaya rumah sakit cucuku, aku mohon’’,lalu menundukkan kepalanya.
Akan tetapi, sesaat setelah mereka hendak berlalu dari pintu utama kedai itu, tiba-tiba langkah mereka’ segera terhenti, ketika Reygan mencengkeram pundak pria itu,‘’tuan!, bahkan anjing pun masih mempunyai hati nurani?’’,seru Reygan, lalu menengadahkan kepalanya.
Setelah cengkraman dan perkataan hina terlontar, Bret segera mengalihkan pandangan matanya,lalu membalikan tubuhnya sembari menepis tangan pria itu. Sejenak Bret terdiam sembari melirik seluruh tubuh pria didepannya,guna mengamati status sosialnya dari penampilan,’cihhh,hanya pria miskin, pahlawan kesiangan’,gumamnya.
Cuh!
Bret meludah di samping kaki pria di depannya, lalu menyambung gumaman nya dengan memekik keras,‘’bicara apa kau bajingan!, siapa namamu, berani sekali mulut sampah mu berkata seperti itu kepadaku’’,bertalak pinggang sembari melotot kan matanya.
Jennifer yang ketakutan saat itu, segera berlari mendekat, lalu menyela perdebatan Reygan,dengan memeluk lengan nya kembali,‘’Sayang sudahlah, mari kita pergi dan jangan buat masalah di tempat ini, aku mohon’’,seru pinta Jennifer, sembari mengarahkan wajah sendunya ke arah Reygan.
Bret sejenak mengalihkan pandangannya, ke arah wanita cantik itu. Kemudian disela pandangannya’ otaknya segera berpikir kotor. ‘’wanita muda itu, boleh juga kawan, apa aku boleh mencobanya sebentar?, untuk menebus perkataan kotormu’ kepadaku barusan’’.
Hal yang wajar’ jika otak mesum Bret mulai aktif. Pasalnya, selain berparas cantik dan berkulit bersih, jennifer sendiri kini hanya mengenakan dress putih ketat tanpa lengan, jatuh di bawah betis nya. hingga mana mungkin ada, kaum Adam yang normal, mampu menahan konak nya’ jika melihat tubuh indah itu.
Sebenarnya Jennifer berpakaian menantang seperti ini, hanya untuk Reygan di kamar hotel tadi, berharap kejadian semalam terulang kembali, namun naas, kini bukan Reygan yang tergoda’ melainkan pria lain yang ingin berjimak ria dengannya.
Saat ini, Pandangan dan cara pikir kotor Bret, mengenai kecantikan Jennifer, telah terikuti, oleh seluruh anak buah di belakangnya.
Entah kenapa namun perasaan Reygan mulai hancur ketika mendengar perkataan Bret barusan, namun sebelum Reygan hendak berkata, Jennifer terlebih dulu menyela perkataan nya,‘’ jangan macam-macam, bajingan!, keluarga Alger akan membunuh kalian setelah ini!’’,Seru Jennifer, sembari menyembunyikan tubuh di balik tubuh kekar Reygan.
Sejenak Bret terdiam, lalu segera tertawa ketika mendengar perkataan Jennifer,’’Hahahahaha...!, Alger katanya?’’,sembari, sejenak mengalihkan pandangan ke arah anak buah di belakangnya,‘’ tuan ku Zouch banner!, ber juluk Eyes of death, dan aku sendiri Bret yarrow!. Apa kau tahu siapa diriku sebenarnya haa!?’’, sejenak memandang remeh.
Bret segera menimpali perkataannya kembali,‘’orang memanggilku tangan kematian, dan perlu kau tahu’wahai nona cantik. Aku sendiri pun, akan sangat mudah untuk menghabisi semua keluarga Alger yang kau banggakan barusan, bahkan jika perlu, malam ini juga’ kau akan aku kirimkan semua jasat keluargamu itu’’,bertalak pinggang.
Hahaha....hahaha!
tawa hina Bret, lalu di ikuti’ semua anak buahnya.
Reygan segera menyela tawa mereka, sembari bersedekap dan mengarahkan tatapan marah ke arah Bret,‘’Hey bajingan!, coba saja jika kau bisa menyentuh wanita ini atau pun keluarganya. bahkan kau hanya pria bodoh yang lemah’ tanpa adanya anak buah, dan senjata pedang yang kau pegang itu’’.