
Saat ini tengah tersisa satu domba jantan lagi, di dalam sebuah bidikan mata Reygan.
Dengan setelah mengarahkan titik ‘fokus, target di bagian leher domba, Reygan segera mendalamkan telunjuknya, sembari tersenyum miring.
Cuss! Pyar! Depp! Ceklek!
Muntahan peluru 6 inc itu, segera melejit cepat, hingga menembus kaca serta kerongkongan target.
Bersama dengan teriakan panik ke dua wanita muda, di hadapan mayat domba itu, perlahan Reygan menggeser haluan targetnya, hingga tepat ke arah dahi salah seorang domba betina.
‘sekarang giliran mu jalng’,gumam Reygan, sembari membenahi posisi popor senjata.
Akan tetapi, beberapa detik berselang tepat setelah gumamnya tadi, kini Reygan segera menurunkan ujung laras senjatanya, lalu menarik cepat tuas pengokang dua kali, guna mengosongkan peluru, hingga melipat plat penyangga serta membongkar, kemudian menata rapi kembali semua pazzle besi itu, ke koper semula.
17.10, tetesan air dari pekatnya awan hitam, mulai berjatuhan, hingga menjamak lembut setiap daratan kota, diiringi hembusan angin manja bertiup pelan mengisi sudut ruang bising di kota Evershead.
Kemudian setelah kegiatan melucuti senjata laras panjang L1154-nya terselesaikan, perlahan Reygan mengangkat tubuhnya bermaksud berdiri setegak mungkin, lalu membusungkan dada sembari memaku kan sejenak pandangan, ke arah hewan domba, yang beradius 1 mil jauh di depan matanya.
Bersamaan dengan kegiatannya saat ini, Reygan segera memandu sebelah ‘telapak, tangannya ke arah saku dalam jas, guna merogoh untuk mengambil Gadget nya.
‘’David, aku ingin kau kembali ke Evershead saat ini juga, lalu pergi serta pimpin beberapa orangmu menuju apartemen Grand Aloysius, dan setelahnya ambil semua mayat hasil buruanku barusan, kemudian leburkan tubuh hewan itu ke dalam cairan timah besi panas’’.
Perburuan telah berakhir, dan hanya butuh waktu kurang dari 10 menit, bagi serigala terkuat seperti Reygan, untuk melakukan hal semacam itu.
Kini semua tubuh dari bagian L-1154 itu, telah tersusun rapi dan tertutup rapat di dalam sebuah koper silver, tergenggam erat oleh sebuah tangan kekar milik Reygan.
Bersama dengan rintik guyuran hujan, sepasang kaki kekar milik Reygan, perlahan terayun tenang, melangkah tegap melewati beberapa pintu serta jalanan pengap sebuah lorong, lalu terhenti masuk ke dalam kotak almari lift.
Di dalam ruangan sempit, di sela aktifitas kerja sebuah mesin berkatrol.
’ayah, maafkan aku, jika aku harus menjadi seperti binatang lapar kembali. aku tak bisa membiarkan kemalanganmu dulu, terus menjadi sebuah beban luka penyesalan di hatiku. Karena hanya kamu ayah satu-satunya orang yang aku miliki dulu, dan selalu paling ingin aku jaga’, gumam Reygan sembari menenggelamkan dagu, diiringi bercak bening air di mata merahnya.
Karena telah mendapat kartu akses khusus sebelumnya, sebenarnya Reygan bisa saja menghentikan laju perjalanan lift di besment tempat La Voiture-nya terkurung saat ini.
Akan tetapi sifat didikan, serta banyak nasehat positif dari Nixon ayahnya dulu, berhasil memandu pemberhentian tubuh Reygan di loby terlebih dulu, guna mengembalikan kartu akses milik salah seorang pegawai, yang sempat dirinya pinjam, atau lebih tepatnya dirinya ancam sebelumnya.
Ding!
Sesaat setelah pintu lift terbuka ‘pelan, secara horizontal.
Sepasang bola mata berwarna biru awan, tengah terpaku memandangi wajah Reygan, kemudian perlahan mulai terlihat sayu diiringi kedip haru, serta alunan bibir tipis yang semakin melengkung jatuh kebawah di setiap sudut sisinya.
kini tubuh Reygan telah terhenti di meja C S, guna mengembalikan benda pinjaman tadi, lalu tanpa menambah ucapan setelah terselesaikan kegiatannya, Reygan segera memacu langkah kakinya menuju luar loby, guna memutar menuju besment bawah, karena tak ingin menemui pemilik mata indah itu lagi.
Akan tetapi maksud serta niatnya harus terputus atau mungkin batal, ketika pemilik mata indah segera menyahut lembut tangan Reygan.
‘’Rey apa benar ini kamu, maaf jika aku terlihat seperti wanita tak bermoral, hingga wajahmu seakan merasa jijik ketika mengarah ke padaku saat ini’’.
Reygan membalik tubuhnya, namun mengalihkan pandangan ke sudut ruangan berbeda,’’ Ellena, apa busana formal Restauran itu telah berganti, hingga dirimu memakai busana lebih terbuka seperti ini’’.
‘’Reygan bukankah kamu tahu aku sudah tak bekerja lagi di sana, dan semenjak kejadian itu, hari ini aku telah mendapat pekerjaan baru, di sebuah Bar, demi kelangsungan hidupku di sini’’,sahut Ellena, sembari menjatuhkan dagu.
Busana Ellena terbilang begitu seksi menggairahkan, karena gaun simple itu, berukuran panjang tidak lebih dari 1 meter, serta teramat ketat, hingga memungkinkan sang pemakai, akan mengekspose jelas semua aset indah pemberian hawa.
Ellena sendiri mengenakan dress putih tak bertali di masing-masing bahu, melingkari erat menutup setengah kedua benda kenyal, dan terjatuh rapat di atas sepasang paha mulusnya.
Mengabaikan pikiran permintaannya kemarin kepada Jacob, Reygan segera membalik tubuhnya guna hendak meninggalkan kemolekan surga di depan matanya.
Akan tetapi langkahnya segera terhenti sejenak, ketika suara sumbang terdengar, hingga mendatangkan seorang pelaku, mendekat di samping tubuh Reygan.
‘’hey tuan jangan coba-coba dekati gadisku’’,sahut pria itu.
‘’Tyson, siapa yang kau sebut gadismu, aku hanya bekerja di tempatmu dan tak lebih dari itu’’,sahut ambil Ellena, sembari berjalan mendekat ke sumber suara.
Sedikit menoleh ke samping, guna sejenak mengamati wajah Ellena,’bukankah aku telah memberimu 5 juta dolar di waktu itu, dan kau menjadikan ini sebuah alasan’,gumam Reygan sembari tersenyum miring. Lalu sejenak mengalihkan pandangan sinis ke arah pria asing,‘’hey bodoh, ambillah gadismu, aku bahkan tak menginginkannya lagi’’, lalu melenggang pergi.
‘’hey apa maksud perkataan mu!, apa kau tengah menantangku bajingan!, hey kenapa kau pergi!, apa kau takut!, haahahaha pergilah!, jika tidak aku akan membunuhmu, dan satu lagi jangan ganggu gadisku!, mengerti!’’.
Sederetan suara sumbang berkumandang di balik punggung langkah kepergian Reygan.
Ellena sendiri, hanya terdiam sembari memaku kan pandangan sedih serta heran ke arah kepergian Reygan. ‘ Rey, aku tak bermaksud membuat diriku terlihat hina, namun semua ini, aku lakukan, hanya karena faktor kebutuhan hidup di kota ini yang tak murah, tapi sebenarnya jika tadi kamu melarang, aku pasti akan menurutinya’.
Dan sifat Heran Ellena sendiri, diakibatkan ulah indra pandangan serta penciumannya, mengenai barang branded dan harum parfum mahal, yang jarang, namun pernah dirinya hirup, sewaktu di pusat perbelanjaan mewah Evershead city.
Hingga setelah bayangan Reygan tak terpantul lagi, di kedua lensa matanya, Ellena segera membalik tubuhnya sembari sesekali menepis tangan nakal ‘Tyson, yang sesekali hendak menyahut bahu mulusnya.
Ellena di temani pria kurus yang di ketahui adalah managernya, telah mengayuh kaki, menuju unit ruangan miliknya, di apartemen ini.
Sesampainya Reygan di dalam mobil Buggati mewahnya, entah kenapa sifat buas seekor serigala, yang harusnya telah hilang ketika berhasil membunuh kawanan domba tadi, kini kembali muncul dengan sedikit dorongan iblis jantan, hingga keterdiamannya di bangku kemudi, hanya sedang memikirkan cara untuk dapat melenyapkan seekor makhluk yang di sebut manusi tolol.