
Meninggalkan sejenak suasana mewah daratan perkotaan, kini bersamaan dengan laju La Voiture milik Reygan, di jalanan barat Evershead city.
David bersama beberapa pria kekar bersenjata serbu laras panjang, tengah melakukan perjalanan, guna memenuhi serta mematuhi perintah arahan tuan mudanya, menggunakan jalur udara, menumpang badan gahar Helikopter Bell AH-1Z Viper, hingga posisinya kini terletak di ketinggian 3500 m di atas permukaan air laut.
Bell AH-1Z Viper sendiri, adalah salah satu dari ratusan armada perang milik keluarga Adolf Hitler, heli ini adalah versi modern untuk AH-1 Cobra, Yang dilengkapi dengan senjata-senjata dan perangkat survival paling maju sedunia.
Bahkan Bell AH-1Z Viper adalah satu-satunya helikopter dengan kemampuan rudal udara yang terintegrasi sepenuhnya. Karena memiliki meriam 3 laras berukuran 20 mm dengan 750 butir peluru, serta membawa rudal anti tank AGM 114, dan rudal anti kapal AGM 114F, hingga selongsong AIM, 9 rudal yang mampu terlontar lepas ke udara, berhulu ledak ganda berukuran jumbo 70 mm.
Mengenai David membawa peralatan perang semacam ini, dikarenakan.
Sebenarnya, selepas kepergian Reygan meninggalkan Brackhamtom city hari lalu, mengunakan pesawat jet pribadi itu. David segera mengerahkan ratusan anak buahnya, yang berada di markas pusat, Brackhamtom island paling barat, untuk segera melepaskan beberapa armada terbang dengan mengisi penuh slot peluru baik kaliber berukuran monster, maupun rudal berhulu ledak istimewa, pada masing-masing burung besi berbaling itu, guna mencari keberadaan Razor, untuk memenuhi perintah tuan besarnya.
Dan David sendiri, menggunakan Helikopter Bell AH-1Z Viper, memandu beberapa pria di dalam, serta puluhan jalur darat, yang menumpang tubuh baja Hummer H-2 bersenjata serbu di masing-masing anggota, untuk mengintimidasi, semua para petugas serta pusat berita yang telah berani menyebar hingga ke dalam jaringan internet, agar mereka mau dan harus meralat bahkan menutup rapat-rapat tragedi pemenggalan masal tempo itu.
Puluhan menit berlalu, saat ini tubuh La Voiture itu, telah kembali terparkir di samping muka sebuah loby BAR besar nan mewah, yang diketahui adalah pusat segala hal negatif di Evershead city paling utara.
Asmodeus BAR adalah tepat perkumpulan para golongan atas, dimana tempat ini adalah poros kesenangan dunia bagi kaum adam untuk melampiaskan hasrat keduniawiannya, jika mempunyai dolar yang tak berseri.
Tempat ini menyediakan puluhan,ratusan,mungkin jutaan jenis minuman termahal hingga terlangka di dunia, dan mempunyai daya pikat dengan adanya para gadis-gadis hina bertubuh teramat sangat indah, berseleksikan khusus selayak model viktoria secret untuk dapat menjadi wanita striptis bahkan pemuas naffssuu birahi para hidung belang berdolar banyak.
Meninggalkan pembahasan mengenai keindahan serta kesucian wanita, yang harusnya wajib untuk dijaga sempurna namun kenyataanya nihil.
Kini langkah Reygan telah terhenti, tepat sebelum memasuki mulut pintu utama, guna mengejar ketertinggalan hewan buruannya, hal itu di karenakan ulah kegitan beberapa pria berbadan kekar, yang terus saja menghalangi hingga mencengkeram kuat bahu, lalu mendorong mundur tubuh Reygan.
Buugg!
Dorongan kuat ulah salah seorang penjaga Bar.
‘’maaf tuan!, aku tak perduli kau berasal dari keluarga mana di Everhead ini, yang jelas peraturan tetaplah peraturan. Dan Jika kau ingin kembali ke tempat ini lagi, maka tunggulah nanti, karena tempat ini, belum di buka. apa anda mengerti?’’.
Menjauhkan sedikit jarak, lalu membenahi busana jas mewahnya,’mulut sombong dari gorila ini sungguh bau’,gumam Reygan, ’’cihhh, aku tak ada urusan denganmu bodoh’’, lalu berjalan maju.
Bersama dengan perjalanan Reygan, kini, tangan penuh otot dari salah seorang penjaga tadi, segera menarik jas Reygan, sembari berkata lantang di dalam cengkraman kegiatannya,"bukan urusanku katamu!, kau ini siapa hingga berani sekali berkata kasar kepada kami haa!?. Kami adalah para penjaga dari klan dark wolf, dan Asmodeus BAR ini adalah milik tuan kami Zouch banner".
Sifat rendah hati, sopan, serta ramah, saat ini tak terpegang erat lagi, di dalam sebuah buku petunjuk arah panduan hidup bagi Reygan.
Bug!,
Suara ulah kegiatan tangan Reygan,
Sepersekian detik dari pukulannya, kini sebelah tangannya, segera menyahut pisau belati dari sela-sela pinggang, lalu menghujam cepat ke arah leher penjaga lain, kemudian mencabut, hingga melakukan hal serupa, kepada pria kekar lainnya lagi.
Cluup! Cluup!
Suara ulah benda runcing di tangan Reygan.
Setelah melumpuhkan dua ekor domba jantan, perlahan Reygan membenahi busana jasnya kembali, lalu memandu kaki kekarnya untuk sedikit berjalan kedepan, guna mendekati domba terakhir.
"Kau ingin tahu siap namaku, dan dari mana ras keluargaku?. Aku Reygan adolf hitler, anak dari Nixon adolf, dan cucu dari Palmer adolf".
Hingga selepas perkataannya, Reygan segera menyelipkan belatinya kembali, lalu perlahan memandu sepasang kaki-kaki kekarnya, untuk berjalan tenang, memasuki mulut pintu sebuah BAR, dan meninggalkan dua pria malang tak bernyawa serta 1 pria kekar, yang sampai kini masih menunduk hormat di belakang punggung langkah kepergiannya.
Beberapa menit berselang, bersama dengan langkah perjalanannya, Saat ini pandangan Reygan terfokus, tepat di aula dalam, inti pusat acara BAR Armodeus,
Terlihat di pandangan mata Reygan, Puluhan panggung berbentuk lingkaran sedang, berjarak radius 2 meter dari masing-masing, yang di tengahi satu tiang besi menjulang vertikal, serta lampu putih tanam di atas, yang menyorot redup ke arah bawah.
Dan tepat di tengah-tengah tempat itu, terdapat satu lagi panggung striptis pusat, berbetuk globe bulat utuh, yang berdesain layaknya sangkar burung besar, dengan puluhan bangku duduk tertata rapi yang melingkar.
Hingga setelah melewati ujung aula, lalu menyibak tirai besar di hadapannya,
Terlihat puluhan kaum keturunan Hawa tengah berlalu lalang, hingga membelah tiap-tiap sudut ruang, dengan busana yang sangat minim dan hina.
"Tuan apakah anda staff baru atau pelanggan terhormat di tempat ini?", seru sapa salah seorang lacur, sembari meraba dada bidang Reygan.
Dengan busana satu set stelan jas mewah, jam Rolex, aroma parfum mahal, serta anugrah wajah rupawan, tentu saja seorang Reygan Adolf , akan menjadi pusat perhatian, bagi banyak kaum hawa di sekitar, baik wanita normal, terlebih Bich sekalipun, bahkan walau kini sedikit bercak darah, tengah menempel samar di jas hitam miliknya.
"Maaf aku tengah mencari keberadaan seseorang di sini, dan apakah kau tahu wanita bernama Ellena frislly?. Mungkin wanita itu, baru saja melewati ruangan ini bersama pria kurus di sampingnya",sahut Reygan.
Kumpulan wanita liar, yang mengerumuni tubuh Reygan saat ini, memanglah terlihat indah dan teramat elok di pandangan mata, namun kesempurnaan anugrah maha karya itu, telah tertutup sifat kotornya, hingga buruk dan tak menarik lagi bagi seorang Reygan Adolf.