Mysterious Husband

Mysterious Husband
TIDAK INGIN MENYESAL 3



Entah karena keluguannya, atau karena terlalu besar rasa cintanya, hingga Callista meng’anggap jawaban Reygan adalah benar, hingga tak merasa curiga ‘sama sekali, terhadap gestur serta raut muka pria itu 'barusan. Sembari tak menurunkan tangan ‘dari pipi pria di hadapannya,‘’Sayang lihat aku. Apa aku terlihat begitu memikirkannya?’’.


‘’lalu bagaimana dengan keluargamu, jika mengetahui nasib mobil itu sekarang’’,sahut Reygan lalu tertunduk.


Karena tak ingin kekasihnya mencemaskan nya secara berlebihan, Callista segera melakukan kegiatan memasaknya kembali,‘’aku bisa meniru kebiasaan mu, dengan menggunakan jasa taxi. jadi sudah hentikan semua ocehan mu ‘pria tampan, lalu segera selesaikan kegiatan ini, karena aku sudah sangat lapar saat ini’’,tersenyum.


Akan tetapi, sebab pembahasan mengenai mobil, kini sedikit banyak, hati Callista mulai terasa kecemasannya,’perkataan Reygan mungkin ada benarnya, lalu bagaimana ‘aku setelah ini, ketika di rumah nanti, dan jawaban apa yang harus aku katakan, jika kepulangan ku tak menggunakan mobil itu’, gumaman nya.


Bersamaan dengan aktifitas sepasang kekasih di dalam unit apartemant itu, kini belasan mobil mewah telah memarkirkan badan mahalnya, di depan halaman ‘secara rapi. Akan tetapi setelah keberhentian, nampaknya tubuh mobil itu tak mengeluarkan penumpangnya ‘sama sekali,.


Hal itu karena seru perintah Bret, atas komando Zouch.


Didalam mobil.


‘’Bret apa kau yakin, jika tuan muda tinggal di tempat sekumuh ini?’’,seru tanya Zouch.


‘’tuan Zouch, apartemant alfredstone hanya ini, dan satu-satunya di Brackhamtom, jadi aku sangat yakin, jika tuan muda menempati salah satu unitnya’’, sahut penjelasan Bret.


Perbincangan mereka ‘berlanjut, dan setelah Zouch yakin akan penjelasan Bret, kini dirinya segera memerintahkan ‘semua anak buahnya, untuk terus berdiam diri ‘di dalam kendaraan saja, guna menunggu kemunculan ‘Reygan.


Keputusan itu ‘diambil Zouch, sebab ketidak pantasannya, hingga dirinya rela meluangkan semua waktu ‘padatnya, hanya agar dapat bertemu, lalu meminta permohonan maaf ‘kepada Reygan.


Beberapa jam berlalu, hingga sang surya mulai membenamkan tubuh elok nya, terlihat belasan mobil mewah itu, masih tetap pada posisi awal kedatangannya.


Dan karena terlalu lama menunggu, hingga rasa bosan mulai dirasakan pria kekar ‘bersetelan jas, di depan Zouch. Kini pria itu ‘yang diketahui adalah Driver, perlahan menoleh ke belakang,‘’ tuan Zouch, apakah kita harus tetap menunggu di mobil ini?. Dan jika benar, harus sampai kapan tuan?’’.


Sebenarnya perkataan itu terkesan sopan, namun sayangnya ‘di saat yang kurang tepat, hingga Zouch segera menepak ‘berulang kali, kepala Drivernya,


Plak! Plak! Plak!


‘’sampai kepalamu tubuh menjadi dua!, dasar bajingan!. Apa perlu kupecahkan kepalamu terlebih dahulu dengan senjata ini, agar kau tak menanyakan hal menyebalkan seperti itu ‘kepadaku!’’,sahut kesal Zouch 'disela kegiatannya.


Bret yang melihat kejadian itu, segera memegang kedua bahu Zouch, guna menenangkan,’’tuan Zouch, sudah tenangkan diri Anda.


‘’apa kau tidak mengerti bret!, dengan siapa kita tengah berurusan sekarang!’’,sahut Zouch sembari mengacak rambutnya.


Bersamaan dengan kekacauan di dalam mobil Zouch. Di dalam unit apartemant sendiri, kini sepasang kekasih itu tengah terduduk di bangku ‘meja makan, menghadap ke arah mangkuk dan lopak, yang terlihat sudah tak berisi lagi.


Setelah menahan begitu lama tanda tanya besar di dalam kepalanya ‘mengenai status sebenarnya Reygan, kini Callista mulai memberanikan diri, guna meng'amplikasikannya ‘dalam bentuk sebuah kalimat, karena dirasa suasana yang telah memungkinkan. ‘’pria besar, apa aku boleh bertanya, mengenai statusmu dan tas make up itu?’’.


Mendengar pertanyaan itu, otak Reygaan seakan beku, hingga nampak jelas raut wajah kebingungannya ‘di hadapan Callista, saat ini,’’Callista, apa kamu ingin sebotol wine, biar aku ambilkan di almari pendingin?’’.


Karena kejadian itu, perlahan Reygan menjauhkan tubuh dari bangku duduknya, guna berjalan mendekat, ‘ke arah kekasihnya,‘’sayang, kemana arah bicaramu barusan?’’,sembari membelai lembut rambut Callista.


Callista segera menepis kegiatan Reygan, sembari mendengus kesal,‘’jika kamu menjawab pertanyaanku secara acak, maka aku juga bisa melakukannya’’, Lalu mengeluarkan diri dari bangkunya, sembari menimpali perkataannya kembali, ‘’sayang, baiknya aku pulang’’.


Perlahan Reygan memegang kedua bahu mulus kekasihnya, lalu dengan pelan menekan kebawah, guna mengarahkan keinginannya,‘’sayang dengarkan aku, kenapa kamu berubah, menjadi gadis pemarah seperti ini, duduklah sejenak dan aku akan menceritakan semuanya kepadamu’’.


‘Callista, maafkan aku, mungkin aku akan sedikit bercerita bohong kepadamu, karena aku tahu, hatimu akan terluka jika mendengar kisah sebenarnya, mengenai perjalanan cintaku’,gumam Reygan sembari tersenyum, bersamaan dengan pandangannya.


Kemudian Reygan menyahut bangku, lalu menarik, hingga memindah, menghadap Callista, dan menjatuhkan pelepasannya.


Reygan bercerita mengenai istrinya ‘Ellena, dan juga seluruh keluarga bodoh itu, dengan sangat panjang, lalu melanjutkan cerita dengan sedikit kebohongannya.


Sembari menundukkan ‘dalam, kepalanya,‘’setelah bercerai, bahkan aku belum pernah jatuh cinta lagi ‘terhadap wanita manapun, selain kamu, lalu mengenai tas make up, benda itu milik Elena, yang sengaja aku simpan, dan aku pandangi, untuk mengobati kerinduanku terhadapnya ‘dahulu.’’,seru lirih Reygan.


Reygan sengaja menutupi hubungannya dengan Jennifer, yang kini statusnya masih dipertanyakan, terlebih dirinya engan menceritakan hubungan terlarangnya, besama Kymberly ‘di tempat ini.


Hingga setelah mendengar penjelasan itu, kini raut wajah Callista menjadi sendu, perlahan dirinya merangkul tubuh kekar dihadapannya,’’sayang maafkan aku. Sebenarnya aku tak bermaksud mengingatkan kembali kesedihan ini’’.


Karena akting Reygan, seakan seperti aktor hollywood, hingga hati Callista terhanyut, dengan suasana kesedihan itu.


Beberapa menit berlalu, masih dalam dekap peluk kekasihnya, Reygan perlahan menjauhkan pelepasannya, guna berdiri ‘diikuti Callista.‘’Callista, apa kamu membenciku sekarang, setelah penjelasan ku barusan?’’.


‘’tak akan pernah Reygan’’,sahut lirih Callista.


Beberapa jam setelah itu, kini Reygan mengantar kepergian kekasihnya, namun hanya sapai lift, karena permintaan Callista sendiri.


Terlihat perlahan Callista memeluk hingga mengecup bibir Reygan sejenak, lalu memasukan tubuh indahnya, kedalam almari berkatrol ganda tersebut,‘’hey pria tampan, aku akan menemui dirimu besok pagi, jadi sampai jumpa esok’’, lalu menekan tombol ‘di lift, untuk melanjutkan perjalanannya.


Reygan mengarahkan senyum bahagia ke arah Cllista ‘bersamaan dengan pintu lift yang hendak menutup.


Dan setelah tertutupnya pintu lift, Reygan perlahan menghentikan kegiatannya, sembari membalik badan, lalu berjalan pelan ‘ke arah unitnya,’apa benar aku dan Callista sudah menjadi sepasang kekasih?. Kau memang gila Reygan, bahkan belum genap dua hari, setelah kepergian jennifer, dan dirimu sudah bersama wanita lain’, gumamnya.


Saat ini Reygan telah kembali di ruangan sempit, unit apartemannya, mengarahkan laju kakinya ke arah almari pendingin, guna menyahut sebotol wine, sembari membuka tutup,’’Entahlah, apa yang kau lakukan Reygan’’,lalu menenggaknya.


Setelah itu Reygan, menjalankan kedua kakinya kembali ‘ke arah sofa, sembari menenteng wine di sebelah tangannya, hingga keterdudukannya di sofa,’apa aku harus berterus terang?. Tidak, tidak, aku takut Callista akan membenciku ‘seumur hidupnya, ketika perbuatanku di ketahui nya nanti’,gumamnya, lalu menuang kembali ‘wine ke dalam mulutnya.


Tak berselang lama, dari kegiatan meminumnya, kini terdengar, suara ketukan pintu bernada cepat 'menghujani pintu utama unitnya.