Mysterious Husband

Mysterious Husband
KEKACAUAN DI OTAKNYA



Disela kesedihannya Reygan berkata lirih,‘’entah kenapa,semua curahan hati mu kini mampu aku rasakan Ellena,’’sejenak menyeka wajahnya,sembari mengingat kenangan indahnya bersama Ellena,’’maafkan aku Ellena, namun mungkin semua ini jalan terbaik. ya perpisahan ini adalah sebuah keputusan terbaik untuk kita’’,seru Reygan dengan tegas karena hatinya tak bisa begitu saja memaafkan perbuatan hina istrinya di kala itu.


Beberapa menit kemudian, Reygan kini terlihat, tengah menyudahi kesedihannya, dengan melipat secarik kertas itu, lalu berjalan pelan ke arah kamar,’Ellena maafkan diriku, mungkin kini aku telah membenarkan semua pertanyaan serta jawabanmu di kertas ini’, dan semoga saja dirimu’ dapat temukan bahagia mu lagi, meski tak harus bersamaku’, gumam Reygan sembari meletakkan secarik kertas itu di bawah kasur ranjangnya.


Di sela kegiatan Reygan saat ini,’’ahh!, kenapa ini, apakah semakin parah lukaku, hingga seperih ini’’, lalu menaikkan sedikit bajunya, guna mengecheck.


Hingga sekarang mulai tersadar Reygan, akan luka di perutnya, yang kini terlihat jelas di pandangan matanya, terdapat sebuah cairan merah segar’ tengah menetes perlahan, membasahi perut sixpeack nya.


Sembari sedikit meringis kesakitan,‘’Sialan!, pecahan peluru ini, sedikit menyusahkan ku’’,seru Reygan.


Sejenak Reygan memegang, lalu merasakan lubang di bagian perut kotaknya, saat tersentuh oleh jari jari tangannya, sembari menahan keluar cairan itu, Reygan melangkahkan kakinya, berjalan pelan menuju wastafel apartement sederhana itu.


Kemudian sesampainya Reygan di tempat itu, dirinya segera menyahut sebuah pisau dapur di samping tubuhnya, lalu mengarah muka tampannya ke arah cermin.


Dan disela kegiatan itu, Reygan menyempatkan diri, mengarahkan sebelah tangannya, untuk meraih kain bersih, lalu menyumpal paksa mulutnya, dan Perlahan dirinya mulai menghujamkan, ujung lancip benda itu’ kearah lukanya, guna mencongkel keluar’ sebutir benda mematikan’ bekas pakai itu.’’aigggggghhh!!!’’, seru tertahan Reygan


Kain itu berhasil meredam teriakan Reygan, hingga kegiatan itu terselesaikan, setelah dirinya membasuh bekas lukanya, menggunakan air, dari botol wine, yang kini tengah terpegang kuat oleh tangannya.


Di sela kegiatannya menikmati sebum bung wine, ‘dasar hewan bodoh sialan, dan sekarang kalian telah merasakan akibatnya bukan’,tersenyum miring,Lalu kembali menuang ujung botol di mulutnya. ’namun untuk apa, aku memikirkan semua hewan itu, bahkan mungkin kini mereka tengah asyik menari bersama iblis di neraka’,gumam Reygan di sela tawa dalam hatinya.


Tak butuh waktu lama dari kegiatannya, Karena penat dalam jiwa dan juga raganya, kini Reygan telah tertidur di bangku duduknya’ sendirian di ruangan minimalis itu’ tanpa sosok siapapun, untuk menemani terlebih menenangkan hatinya.


Hingga waktu berjalan sangat cepat, dan terlihat di pagi hari ini,segala hal yang telah dirinya perkirakan di malam tadi, kini telah benar terjadi, ketika Reygan dengan sengaja menyalakan tv tabung 21inc fasilitas apartemant sederhananya.


Tersenyum miring,‘’Hewan itu sangat merepotkan, dan aku sudah menduganya, jika semua itu’ pasti akan heboh di pagi ini’’,seru Reygan.


Pandangan Reygan kini menatap layar minimalis di depannya, terlihat jelas berita lokal, tengah menyiarkan tentang pembunuhan sadis, pasalnya ratusan kepala hewan buruan itu, kini tergeletak bebas’berserakan memenuhi halaman gudang tua itu.


Di sela kegiatan Reygan saat ini, dirinya berfikiran hendak menghubungi David, namun belum genap otaknya memerintah, kini tiba tiba saja, suara dering nyaring dari gadgetnya, mulai terdengar, hingga mendahului keinginannya tadi.


Kemudian dengan segera Reygan menyahut benda tipis itu, yang memang sedari tadi tergeletak di meja’ depan matanya, lalu dirinya mengangkat panggilan, yang di ketahui sebelumnya, dari Callista.


Akan tetapi, sebelum Reygan membuka bicara, wanita itu terlebih dulu menyapanya dengan penuh perhatian,’’Rey bagai mana keadaanmu sekarang?, apa sudah baikan?. Emm! Rey, apa boleh aku datang menemui mu sekarang, dan apa kamu tahu, bahkan aku telah bersusah payah membuat sup daging kesukaanmu dulu. Jadi mungkin kamu bisa mengerti maksudku.


Serangkaian perkataan Callista kini, tengah membuat Reygan bingung untuk menjawabnya, hingga dirinya sendiri hanya terdiam di sela kegiatannya.


Callista menimpali dialognya kembali, karena di rasa lawan panggilannya, terdiam,‘’hallo! Rey!, apa kamu masih di sana?, cepetan sini kirim lokasi keberadaan mu, selagi sup ini masih hangat?’’.


Pasalnya luka Reygan itu’ belumlah kering, hingga gerak tubuh kesakitan nya tak mungkin dapat tersamar dari pandangan mata Callista nanti. Dan lagi dirinya yang selalu, enggan membawa tubuhnya untuk berkunjung ke rumah sakit, hingga memaksa lukanya kini semakin lama kepulihan nya.


Beberapa detik itu,Karena seperti tertuntut untuk menjawabnya’hingga otak nya semakin tak singkron,’’keadaanku baik Calista, bahkan tadi malam pun’ aku bisa berjalan santai’ mengitari kota brackhamtom. Jadi bagaimana jika lain waktu saja, karena aku berada di luar sekarang, namun aku berjanji, kita akan membuat bersama sup daging itu kembali. Maaf ya Callista hingga merepotkan dirimu seperti ini’.


Callista tanpa basa-basi lagi, setelah perkataan pria itu selesai,‘’Rey!, bukanya kamu bilang, jika dirimu tengah demam dan tak enak badan semalaman?’’,seru tanya Callista.


Reygan yang telah menyadari kesalahan dari perkataannya tadi, kini dirinya tak mampu lagi mengelak ataupun menjelaskan, lalu sedikit memutar otaknya yang masih kacau itu, secepat mungkin guna mencari alternatif lain untuk menjawab,’’Callista aku sedang ada urusan penting hari ini, mungkin lain waktu aku bisa menjelaskannya. jadi aku mohon, dirimu jangan berfikiran buruk tentangku, dan juga terimakasih untuk hidangan lezat kesukaanku itu, namun sangat di sayangkan, hari ini aku tak bisa mencicipinya. Callista, aku akan menghubungimu lagi, ketika semua urusanku telah terselesaikan, jadi sampai jumpa’’, lalu segera mematikan panggilan itu.


Setelah panggilan itu tertutup Reygan segera, melempar gadgetnya ke sofa, lalu mengacak rambut di kepalanya sembari meracau hebat,’’Ahh sial!, kenapa dengan mulutku ini!, lalu bagai mana aku menjelaskannya nanti!, apa aku harus menerangkan kejadian sesungguhnya!, ah tentu saja tidak, itu tidak boleh terjadi.


Reygan segera menyudahi racauan nya, lalu menyahut kembali gadgetnya guna menghubungi David, pelayan setianya. Dan tak butuh waktu lama menunggu, untuk panggilannya terhubung. ‘’Hallo David, kau melihat semua siaran lokal keparat di pagi hari ini?, mereka kini tengah menayangkan berita hewan itu. Jadi mungkin esok dan beberapa hari aku akan kembali ke Eversshead, untuk sejenak menenangkan pikiranku, dan dirimu tetaplah di kota ini, aku harap kau mengerti maksudku’’, seru Reygan lalu kembali mematikan panggilannya.


Masalah itu bukanlah hal yang serius bagi keluarga adolf, bahkan berita itu akan segera hilang, begitu mereka mengetahui, jika keluarga berdominan itu, di balik layarnya.


Dan Reygan sendiri memutuskan untuk pergi sebentar dari kota ini, guna menutupi identitasnya, terlebih dirinya tak mau jika keluarga Byron tahu tentang tindak kejahatannya di malam itu.


Kemudian di sela lamunan penyesalannya akan perkataan, yang mungkin melukai hati wanita yang selalu baik terhadapnya itu. Kini Reygan perlahan menyudahi kegiatannya, lalu berjalan ke arah bathroom guna membilas tubuhnya, dan juga melilit rapat, menggunakan perban’ luka di perutnya.


Karena di pikiran Reygan saat ini, dirinya hendak meminta maaf, secara langsung kepada wanita itu’ setelah ini.


Setelah menyelesaikan semua kegiatan itu, kini terlihat Reygan tengah terduduk manis di bangku taxi, menikmati perjalanannya, sembari memandu driver, mengarahkan tujuannya’ ke rumah Keluarga Byron.


Hal itu memang wajar’ jika Reygan mengarahkan drivernya, pasalnya rumah keluarga Byron itu, di daerah terpencil, jauh dari hiruk pikuk ramainya, suasana perkotaan Brackhamtom.


Sesaat setelah keturunannya dari kendaraan yang dirinya tumpangi tadi, Reygan segera mendapat sambutan bahagia, hingga pelukan hangat dari tuan Byron, ketika beliau dengan segera berlari menuju gerbang, meninggalkan kegiatannya’ menyirami tanaman di halaman depan rumahnya.


Di sela pelukannya,‘’Reygan, aku senang bertemu kembali, denganmu’’, seru bahagia Byron, sembari menepuk pelan punggung pria dalam rangkulannya, lalu menambahkan gumamnya’Rey andai saja dirimu mau tinggal di rumah ini, mungkin perasaanku tak akan terus berduka seperti ini, setelah kematian wylie’.


Reygan sendiri membalas kegiatan Byron dengan tulus,’’aku juga senang melihat wajah anda, secerah ini tuan Byron’’.


Beberapa menit setelah rangkulan dan sedikit berbincang hangat, kini terlihat Reygan berjalan pelan, sesuai arahan tuan Byron. Jika Callista, tengah terduduk menyendiri sedari pagi tadi, di taman bunga belakang’ halaman rumah ini.


Kemudian langkah dan pandangan Reygan terhenti sejenak, sembari menatap haru ke arah punggung seorang wanita cantik, dari depan pintu kayu, jalan utama’memasuki taman itu, ’Callista, maafkan aku, karena diriku tadi, hingga dirimu bersedih seperti ini. Aku tahu jika dirimu, sebenarnya hanya perduli dan berniat baik kepadaku’, gumam Reygan.