Mysterious Husband

Mysterious Husband
DATANG TIBA TIBA 3



Bret yang paham maksud perkataan Reygan barusan, Sejenak mengamati pria di depannya kembali,‘’Bicara apa kau, keparat!’’,seru Bret seraya mendengus kesal.


Sebenarnya Bret, tak berani jika harus menghadapi pria di depannya seorang diri, hal itu nampak wajar, pasalnya selain kalah dalam ukuran tinggi badan, lawannya kali ini’ juga bertubuh kekar dan kencang’ nampak terlihat jelas dari balik kaos polos yang di kenakan.


Bret menunjukan jari ke arah Jennifer, lalu menimpali perkataannya kembali,bermaksud menyamarkan atau menolak tantangan Reygan.‘’Hey bajingan, Jika kau serahkan gadismu, aku anggap kita tak mempunyai masalah lagi, serta kakek bodoh ini, aku bebaskan pajak 2 bulan, di bawah jaminan ku, dan satu lagi kawan. Atas nama tuanku’ aku berjanji, akan mengembalikan wanita muda itu, di pagi hari esoknya. Bagaimana?’’,lalu mengayunkan sebelah alisnya.


Hahahaha.....hahahaha!


Tawa Bret dan semua anak buahnya, kali ini semakin nyaring terdengar.


Sebenarnya suara keributan itu telah jelas terdengar, bahkan sedari tadi, hingga ke telinga semua makhluk hidup di sekitar nya, termasuk orang yang berlalu lalang.


Akan tetapi dikarenakan mereka tahu, siapa di balik keributan itu, yang tak lain adalah Bret Yaroow klan black wolf, akhirnya mereka menunda bahkan tak berani, untuk sekedar mendekat terlebih membantu kakek itu.


Bret Yarrow adalah salah satu mafia paling terkenal di Evershead, dirinya sendiri di takuti karena terkenal akan kekejaman’ menyiksa terlebih dulu sebelum membunuh lawannya, bahkan karena begitu tersohor namanya di kota ini, hingga sebagian orang di seluruh Evershead menjuluki dirinya’ tangan iblis.


Reygan yang kini, telah memuncak emosinya, terlebih mendengar perkataan pelecehan terhadap Jennifer,’jika kau sentuh, sedikit saja, wanita di belakangku ini, maka sumpit ini aku jamin menembus kerongkongan mu!’,gumamnya, sembari menyahut satu sumpit dari atas meja, lalu mengeratkan gigi.


Reygan kini mengabaikan pikiran di otaknya, hingga tak memperdulikan mengenai siapa Bret Yaroow, atau berikut title di balik nama besar itu. Dirinya juga sebenarnya tahu’ jika membunuh Bret, maka hidupnya juga pasti akan berakhir, sebab 1 lusin anak buah Bret, tidak mungkin akan tinggal diam saja.


Disela Reygan menyahut sebatang sumpit itu, tawa Bret sedikit terhenti,’’Hey bajingan busuk!, apa yang hendak kau lakukan dengan benda itu!, jika kau....’’.


Akan tetapi sebelum Bret menyelesaikan dialognya


Bukkk!


Perkataannya segera tersela, ketika kepalan tangan kekar mengarah ke wajahnya.


Disela kejadian itu, Tiba tiba saja seorang pria, mengenakan jas rapi menghantam mulut Bret, lalu dengan sigap mengacungkan pistol eagle silver’tepat kearah dahinya.


Bret yang tersungkur, serta terlihat kini darah segar mulai keluar dari hidung dan mulutnya’sebab pukulan keras itu,‘’Ahhhh....!!!!!, berani nya keparat!!’’,lalu mendongakkan kepalanya, guna melihat wajah pelakunya.


Akan tetapi ketika telah mengetahui siapa pelakunya, dirinya menarik matanya selebar mungkin, guna memastikan pandangannya kembali. ‘’Ka..kau!,bukanya David lewis!?’’,seru tanya Benni terbata, sembari menunjuk ke arah David.


Ketika nama harum David terucap dari mulut Bret, disaat itu juga satu lusin anak buahnya segera membuang tongkat besi dan pedang di tangannya,hinga menundukkan kepala, dan tak berani melakukan gerakan apapun lagi, termasuk untuk menolong pemimpinnya’ yang kini masih tersungkur.


Sesaat setelah namanya berkumandang,di tempat itu,‘’ kau cari mati Bret!, berani sekali mulut kotormu menggertak tuan mudaku!’’,seru David dengan ujung laras senjata masih menempel di dahi Bret.


Tanpa berani menggeser ujung laras, terlebih menggerakkan tubuh,‘’Se..sau...saudaraku kenapa kau membantu pria menyedihkan ini,kau akan dapat masalah ketika Zouch adik dari tuan Burton mendengar ini’’,sahut terbata Bret, karena ketakutannya.


David yang saat ini juga, sudah tidak perduli lagi’ akan nyawa pria di depannya itu,’’aku telah berbaik hati, karena sudah membiarkan dirimu melihat wajahku’terlebih dulu’ di hadapan mayat, yang hendak aku bunuh saat ini’’,senyum miring lalu segera menekan’kedalam pelatuk senjata nya.


Daarrr!


Suara muntahan peluru itu terdengar nyaring di telinga Bret, yang saat ini masih sanggup bernafas lega, namun dirinya tak mampu berkata lagi, walau hanya sepatah saja.


Bret mengarahkan mata ketakutannya memandang seorang pria yang barusan menyelamatkan nyawanya, bersamaan itu juga, megalirlah deras’ air seni dari sumbernya, hingga membasahi celananya.


Mendengar penjelasan Reygan, David sendiri segera menurunkan, mengunci kail, dan menyimpan benda mematikan itu, di balik saku jasnya kembali, lalu perlahan mengarahkan pandangan, sembari membungkukkan tubuh guna memberi penghormatan,’’maaf tuan muda’’,sahut David lalu menundukkan kepala.


Masih dengan mimik muka ketakutan, disela tersungkurnya,,‘’tuu... tuan muda,apa yang David bicarakan?’’,seru tanya lirih Bret,sembari mendongak guna memfokuskan pandangan ke arah Reygan.


David mendengar samar pertanyaan itu,lalu sejenak mengarahkan wajah kesalnya ke arah Bret,‘’ biar sedikit aku beri penjelasan, dasar bodoh!. Pria yang kau singgung tadi, adalah Reygan adolf hitler. sedangkan Zouch dirinya hanya termasuk pelayan di keluarga Adolf. Lantas seekor tikus sepertimu, berani sekali menyinggung salah satu keluarga adolf’’,sahut kesal David.


Setelah mendengar penjelasan singkat David, yang bernotabene pelayan keluarga adolf. Kini Bret beserta anak buahnya, segera memacu lututnya, guna mendekat kearah Reygan, lalu membentur-benturkan dahinya ke tanah,hingga cairan merah terlihat keluar dari dahi mereka masing-masing.


Disela kegiatan mereka, ‘’ tuan adolf kami memang bodoh’’.


’’tuan adolf kami tak mengetahuinya’’.


’’tuan adolf, ampuni nyawa kami’’.


Sederet kata-kata dan tindakan permohonan mengarah Ke telinga Reygan saat itu juga. Mereka semua berharap cemas di hati masing-masing.


Kejadian heboh itu, perlahan memancing berkumpulnya orang di sekitar, namun mereka tak berani mendekat dan hanya melihat dari sebelah jalan, acara penghinaan diri Bret serta anak buahnya itu.


Sebenarnya Reygan, teramat sangat kesal, ketika Jennifer di ganggu tadi, dan sejenak ingin merobek mulut kotor Bret, namun setelah di pikirkan kembali, kini dirinya lebih mementingkan kakek tua itu, yang memang jauh lebih merasakan sakit di hatinya, terlebih terrugikan secara materi, sebab ulah tindakan Bret,‘’ kenapa kau meminta maaf kepadaku!, segeralah minta permohonan maaf kepada kakek itu, dan jika beliau memaafkan kalian, mungkin aku akan mengampuni nyawa kalian hari ini’’, mengarahkan pandangan ke pria tua sembari memasukkan kedua telapak tangan di saku celananya.


Mendengar penawaran Reygan,sejenak mereka menghentikan kegiatannya, disela lutut masih menjadi tumpuan tubuhnya, lalu mereka semua termasuk Bret mulai tersenyum di hati kecilnya’seakan kompak, karena perkataan itu, layaknya angin segar di kehidupannya kembali.


Kemudian Bret dan anak buahnya, menyahut kompak berulang kali,‘’terima kasih tuan muda!’’,seru mereka semua.


Reygan segera menyudahi kegiatan mereka, dan kini mereka segera memacu lututnya kembali mendekat ke arah kakek itu, lalu melakukan tindakan yang sama ke arahnya.


Akan tetapi baru beberapa detik kegiatan Bret dan anak buahnya, kakek itu sendiri, segera menopang bahu Bret, guna menghentikan kegiatan penghinaan diri mereka semua,‘’tuan tuan sudahlah!, mengapa kalian menghinakan diri anda di hadapan saya’’,seru kakek tua.


Bret sendiri, kembali bersujud di kaki kakek tersebut,’’ saya akan tetap melakukan kegiatan ini, sampai anda memaafkan diriku’’,sahut permohonan Bret, disela kegiatan anak buahnya.


Saat ini Bret serta satu lusin anak buahnya, telah berdiri tegak kembali, ketika kakek itu memekik keras,‘’saya telah memaafkan anda semua tuan tuan!, aku mohon hentikan tindakan kalian ini!’’,seru pria tua.


Kakek itu menundukkan kepalanya di depan Bret,sesaat setelah berdirinya,’’tuan Bret, jika anda berkenan. Bolehkah aku meminta tengang waktu 2 hari saja’ agar diriku menjual kembali dagangan tersisa di kedai ku ini, sebelum anda hendak menghancurkannya. Maafkan aku, namun diriku tengah membutuhkan banyak uang’ untuk membiayai tunggakan cucuku’ di rumah sakit’’.


Mendengarkan perkataan itu, Bret segera merogoh semua saku nya, lalu mengembalikan semua uang, serta menambahi dengan uang pribadinya,‘’Kakek tua, karena anda telah berbaik hati mengampuni kami, terimalah semua uang ini, dan jangan kau menolaknya. lalu Mengenai Kedai ini, anda tak perlu cemas, bahkan mulai detik ini hingga seterusnya, kedai ini aku bebaskan dari uang keamanan dan juga berada di bawah perlindungan penuh diriku’’, seru penjelasan ramah Bret.


Sejenak memandang wajah Bret,‘’Te..terimakasih tuan Bret’’,sahut terbata kakek tua.


Setelah menerima uang serta penjelasan dari Bret, kini air mata bahagia kakek itu’ mulai berjatuhan, hingga mengaliri pipi kendurnya , dan jatuh ke tanah pijakannya. Kemudian dirinya perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Reygan, lalu berjalan tertatih mendekat ke arahnya, hingga hendak bersujud guna mengucapkan rasa terimakasihnya yang mendalam.


Akan tetapi ‘Reygan dengan cepat, menopang kedua bahu rapuhnya, guna menghentikan maksud kakek itu, lalu sejenak memeluk pria tua di depannya,’’anda tidak perlu merendahkan diri seperti itu di hadapanku kakek’’,tersenyum tulus, lalu berjalan ke arah David.


Reygan yang kini telah mendatangi David,‘’ tolong, kau urus masalah kakek itu, untuk menyelesaikan administrasi cucunya di rumah sakit, dan masukkan semua tagihannya ke padaku’’,pinta Reygan dengan nada berbisik, lalu menjauh.


David tersenyum bermaksud paham akan perkataan Reygan,’memang benar ucapan tuan Palmer, jika tuan Reyganku’ telah mewarisi penuh sifat tuan Nixon’,gumam David di sela berlalunya Reygan, sembari sedikit membungkukkan badan guna memberi penghormatan.