
Setelah mendengar perkataan dari mulut Calista, yang menurut mereka adalah baik, Byron, Haiden serta Kagley, seakan kompak menoleh ke arahnya, sembari memaku kan senyum bahagia.
‘Keluarga kita memang belum setegak, di masa jaya dahulu, namun entah kenapa ayah sangat bangga mendengar ucapanmu barusan Callista’,gumam Haidan bersama dengan arah pandangannya.
Keluarga Byron sendiri kini memang tengah hidup dalam masalah ekonomi yang menyebalkan, namun prinsip dasar serta hal-hal positif, yang mereka pegang teguh guna menjaga nama harum keluarga, sangatlah melekat di masing-masing anggotanya, tak terkecuali Callista.
Berbeda dengan beberapa anggota keluarga itu.
Harley sendiri serta stafnya, sangatlah terkejut hebat, ketika mendengar penolakan yang sangatlah tak mungkin, karena menurut sepengetahuannya, Byron tercatat, sebagai keluarga miskin, pendatang baru di kota Brackhamtom ini.
‘’nona Callista, saya mohon, terimalah hadiah dari tuan Direktur ini’’,seru Herley sembari berharap cemas ‘di hati.
‘’maaf tuan Harley, sekali lagi maafkan ketidak sopanan saya ini’’,sahut Callista sembari menunduk.
Mendengar perkataan yang Harley tahu, akan sangat terasa sulit untuk menggoyahkan pendirian Callista. Harley sendiri segera menjauhkan pelepasannya, lalu menjatuhkan lutut tepat di hadapan Callista,’’nona Callista saya mohon terimalah hadiah dari tuan Directur, bahkan saya akan tetap dalam posisi ini, dan jika di perlukan, saya akan menciumi kaki Anda, asalkan Anda mau menerima pemberian ke dua mobil itu’’.
Pemandangan itu terlihat begitu aneh di mata keluarga Byron, pasalnya mana mungkin, pemberi akan memohon kepada penerima, terlebih hingga ingin merendahkan diri seperti ucapan Harley barusan.
Callista sendiri, segera memegang, lalu mengangkat, kedua bahu Harley, bermaksud ingin membatu berdiri,’’tuan Harley, Anda tidak perlu menghinakan kehormatan Anda seperti ini di hadapan kami....’’
Akan tetapi, Harley segera memotong pembicaraan itu, sembari memberatkan dirinya, guna berkeinginan tetap pada posisi awalnya tadi,’’nona Callista saya mohon’’, lalu menyujudkan dirinya.
Melihat kejadian itu, Callista segera menjauhkan kakinya guna tak ingin merendahkan Harley lebih jauh,’’tuan Harley, Anda begitu sangat terhormat, jadi apakah Anda tidak sedikit saja, mempunyai rasa malu, hingga melakukan tindakan tercela seperti ini. Terlebih seharusnya ada tahu, jika saya hanyalah, seorang wanita biasa, yang jauh dari kata terhormat bahkan bersosial tinggi’’.
‘’Nona Callista saya sudah tidak memperdulikan lagi, mengenai strata sosial atau kemewahan apapun yang melekat terhadap saya saat ini, bahkan semua perintah Anda saat ini, termasuk untuk menghinakan saya lebih jauh lagi, maka dengan senang hati, akan saya lakukan, asalkan Anda mau menerima hadiah itu’’,sahut Harley.
Hingga setelah puluhan detik, bersama dengan tersungkurnya Harley, sembari melontarkan sederet perkataan memohon, kini Callista dengan terpaksa membalik pendiriannya tadi, hingga mau menerima pemberian kedua mobil mewah itu, dari sang Directur.
Hal itu dilakukan Callista, karena kelembutan hati yang dirinya miliki sedari dulu. Terlebih Callista juga merasa tak pantas, ketika melihat Harley yang bernotabene dari status terhormat itu, menyungkurkan tubuh, bahkan sampai kepala ‘di hadapannya.
Setelah mendengar Callista, bersedia menerima barang pemberian itu, Harley segera mengangkat tubuhnya, lalu menyodorkan beberapa lembar kertas tambahan, untuk Callista tanda tangani ‘kembali. Dan setelahnya Harley segera memandu nya, guna menemui ‘ke dua, mobil mewah di depan halaman.
Hingga beberapa puluh menit berlalu, dan dirasa telah menyelesaikan semua tugas khusus dari Reygan. Harley segera pamit undur diri, dan akan kembali berkunjung, ketika semua berkas-berkas dokument mengenai mobil mewah itu terselesaikan.
Kemudian beberapa menit berlalu, setelah kepergian Harley dan juga staffnya, kini perlahan Haidan menjalankan ‘pelan, secara berganti, kedua mesin bertenaga besar itu, menuju garasi di belakang rumahnya. Karena sebelumnya, mereka semua telah bersepakat, tidak akan menggunakan kendaraan mewah itu untuk keperluan pribadi ‘masing-masing.
Hingga setelah menutup rapat pintu Garasi itu, Haidan berjalan pelan ke arah keluarganya, lalu menghadapkan wajah, ke arah putrinya, yang terlihat masih menekuk wajahnya,’’Hey gadis cengeng, sekarang ayah tahu kenapa, putri cantik ayah, mendapatkan kontrak kerja sama itu, dengan sangat mudah’’, seru Haidan lalu tersenyum.
Masih dengan menekuk wajahnya, sembari mengalihkan pandangannya,’’apa maksud perkataan ayah barusan?’’,sahut Callista.
‘’apa benar seperti perkataan ayahmu sayang’’,seru Kagley.
‘’wah wah wah, Reygan pasti akan sangat kecewa, jika mendengar berita ini’’,timpal Byron.
Hahahaha! Hahaha!
Tawa canda mereka, guna menggoda Callista
Haidan sendiri berkata seperti itu, untuk mencairkan suasana 'terhadap putrinya, yang sedari tadi memanas ‘ulah lepas control emosionalnya tadi. Dan Kagley, serta Byron, hanya berusaha menghibur Callista, agar tidak bersedih kembali.
Akan tetapi, diluar perkiraan mereka, Callista sendiri segera menjauhkan dirinya, bersamaan dengan tawa goda mereka,’’aku tidak akan meninggalkan Reygan, bahkan demi semua benda bodoh itu’’.
Melihat kepergian Callista, mereka perlahan meredam hingga menghentikan tawa mereka, lalu Haidan sendiri berjalan cepat, guna menyusul putrinya,’’Callista tunggu!, maafkan ayah, ayah hanya bercanda mengenai perkataan tadi’’.
Hingga setelah mereka semua meminta maaf, kini Callista dengan semangat, mulai menceritakan hubungan kedekatanya bersama Reygan, yang belum lama ini telah terjalin. Dan bersamaan dengan penjelasan panjangnya itu, bahkan Callista sesekali, memalingkan wajah, hingga senyumannya, guna menutupi rona ‘merah muda, di pipinya.
Meninggalkan keceriaan di hati Callista, bersamaan dengan pembahasannya, mengenai kekasih barunya ’Reygan.
Dilain tempat, jauh dari dari keberadaan Callista saat ini, Reygan sendiri telah menginjakkan kakinya ‘kembali, di bumi Evershed. Dan terlihat seperti biasa, beberapa pria kekar ‘bersetelan jas rapi, dengan earpiece di telinga, serta senjata ‘glock, caliber kecil disela-sela pinggang mereka, telah menanti di dalam 'lingkup, aula bandara.
Selusinan lebih, pria itu perlahan menghampiri Reygan, dan seakan kompak, mereka perlahan membungkukkan sedikit badannya, guna memberi hormat, sembari berkata ramah,’’tuan muda’’.
Kemudian setelah beberapa menit dari kejadian itu, kini Reygan telah kembali memindah pelepasannya, di bangku belakang driver. Bersamaan dengan perjalanannya hendak menuju kediaman Palmer,‘’hey, apa kau tahu restaurant lezat, namun tak berminyak disini’’,seru Reygan.
‘’tuan muda, sebenarnya aku mengetahui restaurant yang Anda maksud, namun lokasinya cukup jauh, karena berletak di ujung kota sebelah barad’’,sahut Driver.
Mendengar lokasi keberadaan restaurant, yang juga sama dengan tujuan maksud ‘awal, kedatangannya ke kota ini, hingga Reygan segera menepuk pelan bahu pria kekar di depannya,’’menepilah sebentar ke bahu jalan’’.
Hingga setelah menepi di ikuti belasan mobil pengawalnya, kini puluhan orang penunggang kuda besi itu, segera menuruni, lalu sedikit berlari ke arah Reygan, bermaksud hendak me’ngechek kejadian.
Dan setelah Reygan menurunkan sekat ‘kaca, pembatas di sampainya, segera saja salah seorang pengawalnya, mendekat,‘’Tuan muda, ada yang bisa kami bantu?’’.
‘’aku memiliki sedikit urusan pribadi, jadi kalian pulanglah lebih dulu, namun kalian tak perlu cemas, aku akan menjelaskan kepada kakek setelahnya, untuk keperluan mendadak ku ini’’,sahut Reygan.
Urusan pribadinya itu adalah masalah dengan Jennifer, yang belum terselesaikan hingga detik ini. Dan Reygan berkeinginan untuk mengisi tenaga di Restauran itu, karena grand aloysius 'kediaman Jennifer, berlokasi tak jauh dari sana.