Mysterious Husband

Mysterious Husband
SEBELUM KETERKEJUTAN HEBAT



Reygan yang tetap masih dalam niatnya, kini segera mengganti ‘arah, panggilannya, untuk menghubungi David.


‘’halo tuan muda, lama tak mendengar suara....’’,


seru sapa David,yang segera saja di potong oleh Reygan,‘’David aku tak ingin berbasa-basi, sekarang tolong kau siapkan saja, satu Jet pribadi untukku, dan setelahnya segera temui aku, di tempat kali pertama aku, menyuruhmu untuk pergi meninggalkan kota ini, dan kau malah membangkang’’.


Setelah mendengar jawab kesiapan, serta permintaan maaf berulang kali dari mulut pelayan pribadinya, Reygan segera menutup panggilannya, lalu bergegas membawa tubuhnya, menuju aparteman mewahnya ‘Green Giant BHT City, untuk mengambil semua keperluannya nanti ‘selama di Evershead.


Kemudian di dalam taxi, yang saat ini tengah memandu perjalananya, menuju aparteman mewahnya. Perlahan Reygan merogoh ransel punggung ‘di hadapannya, guna menyahut benda kotak di dalamnya,’mengapa perasaanku menjadi sedikit ragu, untuk meninggalkanmu Jennifer’,gumamnya.


Tas make up itu sengaja Reygan bawa, dengan niat awal hendak mengembalikan ke pemiliknya, dilain sisi dirinya juga ingin memberi tahu, mengenai status barunya kini ‘bersama Callista, guna memperjelas hubungan ‘pisah, antar mereka dahulu.


Tak butuh waktu lama, setelah ketersampaiannya di apartemant mewahnya, Reygan segera mengayuh kaki kekarnya, hingga berjalan cepat, menuju unitnya.


Hingga beberapa menit kemudian, setelah semua kebutuhannya, termasuk gold Egle ‘warisan Palmer, tersimpan rapi di balik punggung kekarnya.


Reygan bergegas memacu kakinya ‘kembali, menuju loby dasar, namun langkahnya segera tertahan ‘sejenak, ketika arahan dari Gadgetnya dengan cepat dirinya sahut dan jawab.


‘’tuan muda, seperti permintaan Anda, kini saya telah siap di depan loby’’,seru David.


‘’terimakasih David. tunggu sebentar, aku sedang menuju ke arahmu’’,sahut Reygan lalu mematikan panggilan.


Kemudian David yang kini telah bertemu dengan tuannya, segera memberi penghormatan,’’tuan muda, senang bertemu dengan Anda kembali’’,tersenyum.


‘’senang juga, bisa melihatmu kembali David’’,sahut Reygan.


Setelah beberapa percakapan ringan, David segera memandu tuannya, menuju kendaraannya.


Jeglek!


‘’silahkan tuan muda’’,seru David.


Setelah perkataan David, dengan segera Reygan, memasukan tubuhnya ke dalam ruangan sempit mobil Roll royce itu.


Sebenarnya, David sendiri berniat ingin mencegah kepergian tuan mudanya ‘ke Evershead city, yang dirasa tak perlu, jika harus seperti itu, karena yang David tahu, kepergian tuannya, hanyalah ingin menutupi jejak Reygan Adolf Hitler di pembantaian sadis kemarin.


Akan tetapi David segera mengurungkan niatnya, karena rasa patuhnya sebagai seorang pelayan pribadi keluarga Adolf.


David yang kini telah menduduki bangku di belakang kemudi, perlahan mulai menjalankan kendaraannya, setelah mendapat perintah dari tuannya.


Bersamaan dengan perjalanannya, Reygan tak sama sekali membuka mulutnya untuk bicara, dirinya hanya diam menunduk, sembari memegangi serta sesekali membolak-balikkan benda kotak di tangannya ‘milik Jennifer.


Puluhan menit berselang, terlihat Reygan yang kini telah berpindah posisi duduk ke salah satu jet pribadi milik Palmer, meninggalkan David yang sedari tadi terus memaku kan pandangannya, guna menunggu take off ‘pesawat.


Sebelum kepergian jet pribadinya, sesaat Reygan mengarahkan pandangannya ‘keluar, ke arah lingkaran jendela bulat ‘di sampingnya,’Callista, tunggu kepulangan ku, aku mungkin hanya akan pergi beberapa hari saja, untuk menyelesaikan ‘kekacauan, perasaan di hati ini’,gumamnya.


Callista yang kini tengah terduduk di sofa ‘ruang utama, kediamannya itu, sedari tadi selepas kepulangan, hingga kini, terus saja mendapatkan sederet lontaran pertanyaan dari Haiden serta Byron, mengenai kehancuran mobil BMW Nya.


‘’Callista, mengapa kau meninggalkan mobil itu di jalan begitu saja?’’.


‘’Callista, berhentilah menangis, dan coba jelaskan semua urutan kejadiannya kepada ayah’’.


Callista sendiri, sedari ‘pertanyaan awal, dirinya terus saja menunduk sembari memeluk erat ibunya.


Bersamaan dengan pelukannya, dirinya juga sesekali mencoba menjelaskan, jika kemalangan mengenai mobilnya, hanya karena ulah kecerobohan dirinya saja, karena memacu kendaraan itu, melebihi batas normal himbauan petunjuk jalan. Akan tetapi, Callista sengaja tak menjelaskan, sebab mengapa dirinya, hingga memacu cepat mobilnya, yang sebenarnya, karena ulah perkataan Reygan ‘di waktu itu.


Keluarga Byron sendiri hanya memiliki 2 unit mobil ‘BMW 520i dan 320i, untuk transportasi bisnis, maupun harian. Akan tetapi karena ulah ceroboh Callista ‘siang kemarin, hingga mengakibatkan keterpaksaan keluarga meraka, harus menerima, lalu menggunakan sisa unit kendaraan ‘secara berganti, di setiap keperluan.


Diketahui jika mobil yang hancur maupun, sebagian besar aset keluarga Byron saat ini, adalah hasil hutang dari keluarga ‘Ackerley, istri mendiang wylie.


Karena mendengar penjelasan yang sama ‘berulang kali, namun tak bisa di cerna di otaknya, hingga Haidan yang bernotabene ramah serta tak pernah meninggikan suara, kini dirinya memekik di hadapan Byron,kagley,dan mengarahkan emosinya kepada putrinya ‘Callista.‘’Jika kau ingin menjadi pembalap!, seharusnya bukan jalan raya Brackhamtom tempatnya!, alasanmu sungguh tak masuk di akal Callista!’’.


Setelah mendengar teriakan itu, kesedihan Calista semakin mendalam, hingga karena mulai merasa tertekan, dirinya segera mengangkat pelepasannya dari bangku duduknya, lalu berlari menaiki tangga, menuju kamarnya.


‘’Callista mau kemana kamu, bahkan ayah belum selesai bicara!’’,seru Haidan.


Bersama dengan berlalunya Callista barusan, sebenarnya Haidan hendak mengejar,guna menimpali kemarahannya kembali, namun ayahnya ‘Byron, segera menyahut tangannya, hingga menahan laju tubuhnya.


Kemudian Byron, memberi penjelasan kepada Haidan dan Kagley, selaku orang tua Callista, Jika mereka terutama Haidan tak perlu semarah itu kepada putri semata wayangnya ‘setelah kematian Wylie, karena Byron mencemaskan terganggunya psikis Callista saat ini.


Akan tetapi penjelasan Byron, sejenak tersela, bahkan mungkin terhenti, ketika suara bell ‘di rumah kediamannya, berbunyi nyaring.


Tingtong! Tingtong!


Setelah mendengar beberapa tuturan nasihat dari ayahnya, kini Haidan mulai mampu menyetabilkan emosional kembali, hingga dirinya perlahan berjalan menuju pintu utama, guna menyapa tamu di depan.


Jeglek! Ngiik!


Hingga setelah pintu terbuka,


Terlihat jelas di pandangan Haidan, kedua pria matang bersetelan jas mewah, tengah tersenyum kearahnya, lalu menyondongkan ‘sedikit, tubuhnya, guna memberi hormat.


Karena merasa tak pantas, Haidan sendiri segera mengarahkan ke dua tangannya, untuk menopang bahu ‘salah satu, pria di depannya,‘’tuan sekalian, ada apa ini?, mungkin kalian salah orang, jika harus merendah seperti ini kepada seorang pembisnis kecil seperti saya’’.


Mengarahkan sebelah tangannya, bermaksud ingin berjabat,‘’tuan Haidan, perkenalkan, saya Harley, manager keuangan dari Grand Tower Brackburry Center".


Melihat perlakuan ramah yang terlihat aneh menurutnya 'barusan, terlebih mendengar nama, serta jabatan tinggi pria di hadapannya, Haidan seakan menjadi patung batu, yang kokoh, untuk beberapa detik.


'apa?, mengapa?, apa yang sebenarnya terjadi saat ini, apa aku sudah mati barusan, karena penyakit jantungku, sehingga mimpi ini begitu nyata ku rasa',gumam Haidan bersamaan dengan mematung nya.