
Keterdiaman Haidan adalah suatu hal yang wajar, pasalnya pria matang ‘bersetelan jas, yang ‘setelah, diketahuinya ‘barusan, merupakan manager keuangan di perusahaan GTBC itu, kini tengah berdiri di hadapannya, terlebih hingga memberikan penghormatan serta bertutur sangat ramah.
Hingga karena keterdiaman pria di hadapannya, Harley segera menyahut pelan tangan Haidan, guna memandu ‘sejenak, kegiatan berjabat tangan, lalu menimpali perkataannya ‘kembali,’’tuan Haidan, senang bertemu dengan Anda, dan maaf sebelumnya, jika kedatangan kami sekarang, mungkin mengganggu waktu kenyamanan Anda, namun kami hanya mendapatkan perintah khusus dari tuan Directur......’’.
Haidan yang kini telah tersadarkan dari lamunannya, tiba-tiba saja terkejut, ketika mengetahui kedatangan mereka, adalah perintah khusus dari Directur, hingga Haiden segera menyela perkataan Harley, sembari mengarahkan wajah sendu,‘’tuan Harley, apakah kedatangan Anda hanya ingin menyampaikan putusnya kontrak kerja sama?. Jika benar seperti itu, kami keluarga Byron meminta permohonan maaf sebesar-besarnya, serta kami berbesar hati guna menerima kebijakan perusahaan Anda, dan kami berjanji tak akan mengulangi keburukan serupa di kesempatan ‘tender, berikutnya’’.
Mendengar perkataan Haidan barusan, Harley sejenak tersenyum, sembari menepuk pelan ‘sebelah, bahu Haidan,’’ tuan Haidan, sayangnya tanggapan Anda mengenai kedatangan kami, adalah salah besar, dan bagaimana jika kita sambung pembicaraan ini di dalam saja, serta tolong, kami ingin bertemu langsung dengan nona Callista, putri anda’’.
Kemudian setelah mendengar jawaban itu, hati Haidan menjadi sedikit lega, namun tidak di pikirannya, yang kini mulai meraba, hingga mengira sendiri, mengenai maksud sebenarnya kedatangan mereka.
Dan tak butuh waktu lama, Haidan yang telah meng'kesampingkan pikirannya tadi, kini segera saja memandu para tamu, menuju sofa duduk di ruangan utama ‘kediamannya.
‘’tuan tuan, silahkan duduk. Maaf saya tinggal sebentar, untuk memangil putri saya Callista’’,seru Haidan, lalu menjauh.
Akan tetapi, sebelum Haidan sempat menginjakan kaki ke anak tangga ’pertamanya, dirinya sempat berpikir ulang mengenai maksud hatinya memanggil putrinya,’aduh sialan aku terlupa, aku begitu paham akan sifat putriku, dan aku yakin, Callista tidak akan mendengarkan ucapanku nanti’,gumam Haidan, lalu membalik tubuhnya.
Callista sendiri memanglah memiliki watak kekanak-kanakan ‘benar seperti perkataan Reygan, pasalnya jika Callista tengah bersedih hati, dirinya akan langsung menyendiri, bahkan terparahnya, dirinya akan mengabaikan perkataan,penjelasan atau serupa lainnya, hingga dapat normal kembali, setelah suasana di dalam hatinya, benar-benar telah pulih.
Mengingat setelah kemarahannya tadi, bahkan Haidan tak punya muka jika harus merayu putrinya untuk menemui tamu penting itu.
Hingga karena masalah itu, Haidan memandu tubuhnya, lalu menghentikannya, di hadapan Kagley ‘istrinya,’’Kagley, bisakah kamu merayu Callista untuk menemui tamu penting di depan’’.
Melihat gesture aneh, terlebih penyampaian tutur kata, yang seakan tak berjeda ‘dari suaminya, Kagley segera menjauhkan pelepasannya, dari bangku duduk, lalu perlahan meletakkan kedua telapak tangannya, hingga menempel ke masing-masing pipi Haidan,‘’sayang tenangkan dirimu, sebenarnya ada apa ini?. Bahkan aku tak mengerti, kenapa tiba-tiba saja kamu menyuruhku untuk membujuk Callista. Lantas siapa tamu yang kamu bilang penting itu, hingga kulihat wajahmu sedikit gusar seperti ini’’.
Bersamaan dengan kegiatan Kagley, yang berkeinginan menenangkan hati 'suaminya, Haidan sendiri, mencoba menjelaskan ‘secara singkat, semua kejadian aneh tadi ‘suwaktu di depan pintu, kepada istri dan juga ayahnya.
Hingga setelah mendengar penjelasan singkat, yang Kagley sendiri, masih belum begitu paham akan maksud kedatangan manager itu,’’baik, tenanglah sayang, aku akan coba membujuk Callista, agar mau keluar dari kamarnya, seperti permintaanmu, untuk menemui kedua orang itu’’.
Selepas perkataannya, Kagley segera mengayuh kakinya, menuju kamar putrinya, Kemudian sesampainya dirinya di depan pintu ‘kamar, Kagley sedikit membujuk guna merayu, hingga karena kelembutan dalam penyampaiannya bertutur kata, akhirnya gadis cantik itu, kini mau mendengar, dan membuka pintu kamarnya, lalu mengikuti langkah kaki ibunya, untuk menemui tamu ‘di bawah.
Beberapa menit kemudian, saat ini Callista di temani orang tua, dan juga kakeknya, datang menemui 'ke dua, tamu tersebut, namun baru saja mereka muncul dari baik tabir pembatas ‘dinding, kedua tamu tersebut segera menjauhkan diri dari bangku duduknya, hingga mendekat guna menyambut.
Setelah mendekat, Harley dan juga staffnya, segera melakukan penghormatan serupa seperti awal kedatangannya 'tadi, lalu memperkenalkan diri, dan juga jabatannya di perusahaan itu.
‘’nona, maaf mungkin waktu saya sangat terbatas, mengingat masih ada pekerjaan di kantor yang harus saya tangani, jadi bagaimana jika langsung ke maksud pokok, tujuan saya datang kemari’’,seru Herley.
Ketersadaran Callista, kini telah membawa tubuh mereka menempati bangku duduk berhadapan dengan kedua tamu itu.
Hingga setelah terduduk, sang Staff, segera mengambil lembaran dokument dari koper, yang di bawanya sedari tadi, lalu memberikannya ‘kepada Harley. Dan setelahnya, Harley sendiri, perlahan menyodorkan benda tipis itu ke arah Callista,‘’nona Callista, tolong tanda tangan di sini’’,sembari mengarahkan.
Sejenak Callista, melirik berkas, guna membacanya,‘’apa ini?, bukankah ini mengenai proyek yang akan aku jalankan esok?, lalu kenapa nominal itu menjadi berlipat ganda sekarang?’’, menyatukan kedua alisnya.
‘’nona aku juga tak mengerti, namun semua ini, adalah perintah resmi dari tuan Directur. Setelah Anda menandatangani berkas ini, maka sebagian uang ini, akan kami urus cepat, untuk menjadi hak penuh Anda, sebagai bonus awal antar kerja sama’’.
Masih dengan raut muka kebingungan seperti di awal tadi, perlahan Callista mulai melakukan perjalanan pena di tangannya, guna mengisi beberapa Draf bernamakan dirinya.
Tepat setelah terselesaikan, kegiatan tangan Callista, Harley segera menimpali kembali perkataannya, sembari menyodorkan ‘dua, kunci mobil,’’nona Callista, untuk kelancaran antar kedua perusahaan, tolong terimalah’’.
‘’tuan Harley, apa lagi ini?, apa ini juga dari tuan Directur?. Sebenarnya siapa beliau, hingga seperti malaikat penolong bagiku’’,sahut Callista sembari mengerutkan dahi.
Sebenarnya Herley, ingin berkata terus terang, karena apa salahnya mengatakan kebenaran jika hal itu adalah sebuah kebaikan, namun hatinya segera melawan untuk berkata ‘jangan, karier serta nasibmu akan buruk jika kau melakukannya Harley.
Pasalnya, Harley mengingat point-point penting permintaan tuan muda di panggilan pagi tadi. ‘Tolong bagaimanapun juga sembunyikan identitas ku, karena ‘nanti, ada waktu yang tepat, untuk aku menjelaskannya sendiri, dan ingat jangan harap kau bisa meletakkan kakimu kembali, di perusahaanku, jika keluarga Byron menolak semua pemberian dariku’, titah Reygan.
Hingga karena suara perintah dari Reygan, yang seakan terus menerus, berdenging di telinganya, Harley segera menuruti perintah di hatinya ‘barusan,’’nona Callista, maafkan saya, namun di pertanyaan Anda yang barusan, saya tak memiliki kewenangan khusus, untuk menjelaskannya. Sekali lagi maafkan keterbatasan informasi yang dapat saya sampaikan barusan’’.
Mendengar penjelasan yang bertolak belakang dengan apa yang diharapkan, oleh ‘hati, Callista, dirinya perlahan menata lembaran dokument tadi, lalu menyodorkan, guna mengembalikan serta mengikuti proses selanjutnya, sembari tersenyum,‘’Baik, tak mengapa tuan Harley, aku sangat berterimakasih untuk dana pencairan di awal ini, walaupun aku sendiri masih merasa bingung, dan sama sekali tak paham, akan perubahan peraturan perusahaan Anda’’.
Dan baru saja pria di hadapannya, menerima benda tipis ‘pemberiannya, Callista segera menimpali perkataannya, sembari menyodorkan kembali ‘kedua, kunci mobil pemberian ‘tadi,‘’namun untuk yang satu ini, maafkan saya tuan, jika saya secara pribadi menolak pemberian ini. Dan tolong sampaikan kepada tuan Direktur, saya hanyalah gadis pekerja, yang sederhana, Jadi barang ini, amat sangat terlalu mahal, bagi keluarga kami, khususnya saya sendiri’’.
Callista paham betul, jika benda kecil berbentuk sedikit oval tersebut, bukanlah kunci dari mobil sembarangan, di ketahui dari lambang ‘logo, serta desain mewahnya.
Hal itu memanglah benar, Reygan sendiri sengaja membeli kedua mobil Lamborghini veneno roodster, serta BMW 740 Li opulence, untuk mengganti kendaraan kekasihnya, yang telah hancur ‘ulah perkataannya, di waktu itu.