
Menitan waktu berjalan sudah, kini kesimpulan di dalam sebuah pikiran buruknya telah rampung terselesaikan, hingga kemudian iblis jantan itu segera memandu tangan kekar milik Reygan, untuk segera menyahut, lalu membuka sebuah kotak silver berbentuk persegi berisikan perkakas mematikan.
’walau kau hanya masa laluku, namun aku masih menghargai seorang keparat bernama Darold, yang telah meletakkan hati kotornya untuk mencitamu, hingga merebut dirimu dari ku Ellena’,gumam Reygan sembari tersenyum miring
Saat ini baja pipih yang runcing dengan belasan ujung bergerigi menempati sebelah mata sisinya, telah terlepas dari sabuk serta sarung wadahnya, hingga keluar dari koper dan mulai terjamah lembut di dalam sebuah genggaman serta belaian sepasang tangan pemburu.
‘menurutku seekor wanita akan terlihat lacur, jika menempatkan tinggi sebuah nilai dolar di atas kepribadian bodohnya’,gumam singkat Reygan, sembari mengeluarkan tubuh dari kendaraan.
Sesaat setelah sepenurunan, kini dengan gesit kedua tangan kekar milik Reygan, segera menaruh belati itu, ke dalam sela-sela samping pinggang, lalu merapikan kembali busana mewahnya guna menyamarkan, untuk menutupi niat buruk hasil pemikirannya tadi.
Terlihat Langkah sepasang kaki kekar telah berjalan tenang, menjauhi body hitam kendaraannya, dan terus terkayuh stabil menuju mulut besment hingga mulai menghentikan perjalanan singkatnya tadi, setelah menempatkan dada bidang serta wajah bengisnya menghadap sombong ke arah muka meja panjang bersekat kaca bening bertuliskan Customer Service di bagian masing-masing slot pusat dasar pelayanan di Apartemen Grand Aloysius 2.
17.30 Guyuran hujan lebat dari pekat hitamnya sebuah langit, diiringi dengan beberapa kerlipan cahaya terang sesaat, hingga menghasilkan sebuah bunyi gahar dentuman petir, seakan mengerti benak hati maksud kebengisan yang dulu jauh tersimpan rapat di dalam sifat buas seseorang pria kekar pembunuh, kini telah datang menyeruak kembali ke atas permukaan kotor, seiring masalah pelik penderitaannya kali ini.
Bertepatan setelah ketersampaian Reygan dengan mengarahkan tatapan mata dinginnya, ke semua wajah wanita CS.
Melihat wajah seram itu kembali datang, terlebih mereka telah mengetahui siapa jati diri pria di hadapannya saat ini, hingga dengan sangat ramah salah seorang wanita CS, segera menggerakkan bibir mungil, hingga tangan halusnya diiringi gestur anggun nan sopan gemulai, menyapa lembut kehadiran seorang Reygan adolf,
‘’selamat datang kembali tuan Reygan. Mungkin ada hal yang bisa kami bantu kembali?’’,seru sapa manis Jessica.
Dengan tak mengubah raut muka serta tatapan dinginnya, perlahan Reygan menjatuhkan pandangan fokus ke arah wajah dari sumber suara, ‘’aku tak ingin berbasa-basi lagi, tolong periksa daftar para penghuni melalui komputer di depanmu, dan carikan aku seseorang bernamakan Ellena frislly, apakah dia penyewa atau bukan?’’.
Setelah mendengar perkataan tegas, serta melihat raut muka tak ramah dari pria di hadapannya, Jessica dan bahkan di bantu ke empat rekan wanitanya, segera menuruti permintaan atau perintah itu. Dan setelahnya hingga beberapa menit berlalu, kini wajah cantik serta bibir mungil itu mulai terangkat kembali, guna memandang pria di hadapannya, sembari melontarkan sebuah senyuman hangat.
’’tuan Reygan, maaf wanita yang Anda maksud, tidak tercantum di daftar penghuni Apartemen Grand Aloysius 2 ini. Mungkin ada hal yang bisa kami bantu kembali tuan?’’.
‘kau memang manusia bodoh Ellena, bahkan kali ini kau hendak menjual tubuhmu kembali, dengan pria jelek sepertinya. Aku bahkan sangat menyesali perbuatanku dulu, karena dengan bodohnya telah menaruh hati kecil serta kepercayaan besar untukmu, hingga sempat membuat perjanjian konyol kepada Tuhan, untuk selalu menjaga senyum di raut wajahmu agar tetap terlihat indah’,gumam kesal Reygan, sembari mengepalkan kedua tangan.
Mendengar jawaban itu, kini Reygan telah menambah asumsi di hati serta pikirannya, jika Mantan istrinya benar adanya, adalah sebuah makhluk hina penggila harta yang sangat nyata.
Tak ingin menambah perkataannya kembali, Reygan segera membalik tubuhnya, guna melanjutkan susunan niat buruk di awal, namun sebelum hendak berlalu pergi, langkahnya seakan tertahan, kemudian memposisikan tubuh, hingga wajah menghadap CS lain, ketika suara ramah penjelasan terlontar kembali dari ‘wanita, di samping Jessica.
Dan beberapa menit berselang, setelah Reygan mendapatkan kartu akses, info, serta kebenaran di dalam tatanan argument CS tadi, kini sepasang kaki kekar itu telah terhenti kembali di dalam sebuah ruangan almari kedap suara berkatrol ganda, guna menunggu niat perjalanan selanjutnya.
Ding!
Suara pintu lift terbuka di lantai 5,
Dengan cepat sepasang kaki milik Reygan mulai melangkah, hingga menggulung rata seluruh jalanan permadani mewah di bawah pijakannya.
Hingga beberapa menit berselang, Saat ini tubuh kekar itu telah berdiri tegak di depan pintu tujuan, sembari menggenggam erat sebuah kartu akses khusus di sebelah tangannya.
Akan tetapi sebelum Reygan hendak menempelkan kartu akses di atas sensor gagang pintu itu, guna membuka senyap unit hunian kamar, kegiatannya sejenak tersela ketika kedua makhluk tak berwujud, berbahan api dan cahaya, mulai berbisik samar saling berargumen berlawanan maksud, guna menuntun dan melarang niat buruk Reygan.
Lalu Hanya butuh beberapa detik saja, tutur kata santun dari makhluk suci berbahan dasar cahaya itu, kini telah mampu sedikit meluluhkan serta menjinakkan, hingga menyudahi keinginan buas yang Reygan hendak lakukan.
Dan di dalam dekap sunyi keterdiamannya, kini pikiran kalut serta tanggapan opini buruk, mengenai niat buasnya tadi, perlahan mulai pudar, kemudian kaki-kaki kekarnya telah tertuntun untuk pergi menjauh, hingga membenamkan tubuh di dalam ruangan sempit nan mewah sebuah Monster gahar La Voiture miliknya.
Wuurrr! Wurrr! Wurrrr!
Suara raungan mesin Turbo charged W-16 berkekuatan 1500 horse power, kini terdengar menggema memenuhi seluruh sudut ruang basement.
Sembari menepak-nepak tepian lingkar stir kendali kemudi,‘‘huuuuh’’, hembusan nafas panjang lalu bergumam dalam benaknya. ‘mengapa aku sebodoh tadi, hingga ingin membunuh pria jelek yang tak sengaja di beri nyawa oleh Tuhan. Bahkan masalah Ellena bukan lagi menjadi urusanku kini’,gumam Reygan di sela kekesalannya.
Karena campur tangan Reygan, kini Tubuh hitam metalik nan mahal Buggati itu, perlahan mulai terlihat mengeluari sangkar basement, lalu melaju pelan ke arah halaman, namun terhentikan secara mendadak tepat ketika sang penumpang tanpa sengaja mengarahkan matanya hingga jelas ke arah anjing birahi di muka halaman loby.
Terlihat di pandangan Reygan seorang pria kurus yang di lihatnya tadi, kini tengah berjalan bersama Ellena, mengeluari loby menuju tubuh sebuah mobil sport ferrari F12 Berlinetta di halaman depan. Namun sebelum membiarkan masuk tubuh indah sang wanita, tangan seekor anjing jantan itu sendiri, seakan tak berhenti melakukan kegiatan rusuhnya, guna menggerayangi dan hendak ingin menyentuh paksa bagian fatal milik lawan di sampingnya, hingga mulai memacu mobilnya, ketika telah puas meremas nakal sepasang benda bulat nan sekal pelepasan milik Ellena.
’’lacur keparat!. Aku akan menuruti pikiran terpujiku tadi, setelah kepala pria tolol itu, terpisah dari tubuhnya’’, seru Reygan dari balik kaca kendaraannya.