
Setelah mobil Reygan memarkirkan tubuhnya di halaman luas itu, terlihat David berjalan mendatanginya, seraya memberi hormat dan berkata,’’Selamat datang tuan muda’’,sapa David ramah.
Reygan seakan mengabaikan sapaan itu, memunggungi David dan berkata’’tolong David, jangan ganggu aku dulu hari ini’’,pinta Reygan seraya melepas jas, kemeja beserta jam tangan mahal itu dan menaruh semuanya di kursi kemudi mobil.
David yang mendengar perkataan itu, kini dirinya tak berani lagi mengucapkan sepatah kata pun, dan hanya terdiam menundukkan pandangan’berdiri di belakang Reygan.
Disela kegiatannya,‘’David tolong, jika kakek menanyakan keberadaan ku nanti, bilang saja aku ada sedikit urusan’’,seru pinta Reygan.
’’Baik tuan’’, sahut ramah David, tanpa jeda waktu.
Kemudian Reygan melenggang bebas, berjalan menjauh meninggalkan David serta puluhan lusin pria bersenjata, pergi ‘menaiki taxi yang di pesan sebelumnya, dan mengarahkan tujuannya kini, ke sebuah bank di pusat kota.
Reygan sendiri mempunyai maksud, hendak memecah nominal uang di kartu hitam exclusive nya, guna mempermudah segala akses bertransaksi nya.
Disela perjalanan Reygan,’kenapa dengan tuan muda sekarang, aku lihat semalam dirinya nampak bahagia bersama wanita cantik di apartemant itu’,gumam David.
Sebenarnya David dan beberapa bawahannya, tetap mengawal Reygan di malam itu’ dari kejauhan, karena itu adalah tugasnya, terlebih perintah Palmer yang tak mungkin dirinya tolak.
Beberapa puluh menit perjalanannya itu, kini terlihat badan taxi itu berhenti, lalu menurunkan seseorang pria kekar dari dalamnya. Sesampainya Reygan di tempat itu, dirinya segera bergegas berjalan memasuki muka bangunan sebelum loby nya.
Akan tetapi di sela kegiatannya terlihat sambutan tak enak, degan segera menghentikan langkah serta keinginannya saat itu juga, ketika salah seorang security-nya berbadan tegap, menyapa sembari mengarahkan pandangan sinis terhadap dirinya’’, maaf Anda ini ingin kemana tuan ?’’,menutup jalan Reygan dengan badannya.
Petugas itu merasa sangat curiga, dikarenakan penampilan Reygan yang tak memenuhi persyaratan kunjungan perusahaan, berhubung tempat ini adalah pusat induk dari city bank, dan bernasabahkan semua para petinggi atau orang berdolar banyak’ di Evershead city.
Disela pandangan sinis petugas itu,’pertanyaan aneh, hendak kemana katanya, jika aku pergi ke sini, mana mungkin aku hendak memesan makanan’,gumam Reygan sembari menahan tawa dalam hatinya.
Hari ini memang setelah berhubungan intim itu, Reygan tak lalu membersihkan dirinya, ataupun sekedar mengganti pakaiannya, sedari semalam tadi, terlebih kini dirinya hanya mengenakan kaos putih, serta bawahan hitam polos bersepatu kulit tanpa aksesoris mewah melekat di tubuhnya.
Setelah gumamnya, Dirasa akan sangat lama jika menjelaskan secara berlebihan, Reygan langsung saja menyahut dompet dari saku belakang celananya, lalu menunjukkan serta menyodorkan kartu hitam exclusivenya.
Petugas itu sejenak melihat mastercard hitam vvip di tangan pria di depannya,’itu bukanya kartu langka, dan hanya segelintir orang dapat memilikinya’,gumamnya.
Setelah terdiam beberapa detik, kini petugas itu segera tersadar dari lamunan keterkejutannya, dan sontak saja dirinya menggeser tubuh menyamping, guna memberi jalan pria di depannya, lalu membungkukkan sedikit
badannya’’silahkan tuan, dan maafkan saya, hingga membuat anda, merasa tak nyaman hati, karena telah menyela perjalanan anda’’, mengarahkan tangannya ke depan bermaksud mempersilahkan masuk’ lawan bicaranya.
Setelah sambutan ramah itu terdengar di telinga Reygan, dirinya segera memasukan kembali master card nya di dalam dompet, lalu menaruh di saku belakang celananya kembali,’’tak mengapa, dan terimakasih’’, sahut Reygan di sela kegiatannya, lalu meneruskan perjalanannya kembali.
Tak butuh waktu lama setelah Reygan berada di dalam ruangan mewah dan serba canggih itu, kini dirinya segera menyahut kartas dari kotak mesin di sebelahnya, lalu berjalan santai’ ke arah bangku kosong guna menaruh pelepasannya, sembari menunggu suara mesin memanggil nomornya, untuk melanjutkan keinginan hatinya.
Sebenarnya jika Reygan mau, dia hanya berjalan saja, ke arah salah satu Pegawai teller bank di tempat itu, lalu menunjukkan mastercard vvip nya,maka dirinya akan langsung terlayani secara khusus, dan tak akan menunggu di bangku duduk itu, namun itu bukan gaya Reygan tentunya.
Akan tetapi tanggapan orang di dalam sendiri, seakan tak jauh berbeda dengan di luar tadi, seakan kompak ratusan pasang mata pegawai dan nasabah, kini mulai memandang hina dirinya.
‘’bukanya ini bank internasional, kenapa busana seperti itu, bisa memasuki tempat ini’’.
‘’siapa pria lusuh itu, apa dia hendak mencuri di sini’’.
Beberapa gunjingan bersajak hina mulai berkumandang, sembari melirikan tatapan hina ke arah Reygan.
Reygan sendiri memang tak melihat dan mendengar hinaan itu, pasalnya kini dirinya tengah asyik memainkan gadget di tangannya guna menyela kebosanan karena menunggu. namun kegiatan Reygan segera terhenti, ketika wanita cantik berkaki jenjang mendatangi bangku duduknya.
’’kenapa anda bisa memasuki tempat ini!?, apakah anda menyelinap masuk!?’’,tanya sinis Daisy, sembari menyedakapkan tangannya.
Mendengar kata tanya tanpa sapa bernada tinggi, sontak saja Reygan terkejut, sejenak dirinya menengok kan dirinya dengan mengelus dadanya sendiri berulang kali, lalu perlahan mengarahkan wajahnya ke sumber suara di sampingnya,’’maaf nona, aku masuk kesini melalui pintu utama, dan aku lihat ada banyak petugas di sana mengamati diriku tadi, jadi mana mungkin aku penyelinap sekarang’’,sahut Reygan, lalu tersenyum kecil.
Daisy yang tak percaya akan perkataannya itu,tanpa melepas sedakapnya segera berkata’’Lantas apa keperluan anda disini!?’’,seru meninggi Daisy
Di sela duduknya, sembari memasukan gadget ke saku celananya,‘’aku ingin membuat baru, sebuah mastercard classic’’,sahut ramah Reygan.
Sontak saja karena mendengar perkataan pria itu, hingga tawa Daisy tak tertahankan lagi,‘’hahahahaha!’’,tawa hina Daisy seraya menegadahkan kepala.
Reygan sendiri merasa keheranan saat ini, karena hanya tawa dari wanita di sampingnya setelah sahutan nya,’di kota ini memang banyak orang tak waras’,gumamnya, sembari menggelengkan kepala secara perlahan berulang kali. Kemudian dirinya segera memotong tawa itu,‘’kenapa dengan anda ini?, apa mungkin, ada yang salah dengan perkataan ku barusan?’’, sahut Reygan sembari menyatukan kedua alisnya.
Setelah mendengar samar hinaan itu, kini lusinan orang di tempat itu, mulai perlahan tersenyum miring, lalu mengikuti tawa hina wanita, yang merendahkan pria lusuh itu.
Daisy jhonson sendiri, wanita berparas cantik yang angkuh berotak harta, dan hanya menilai orang dari pandangannya saja, namun dirinya cukup terpandang di perusahaan bahkan kota ini, hingga wajar saja, jika para pegawai itu, tak berani mendekati terlebih ikut campur akan kegiatannya kini.
Beberapa puluh detik, kini Daisy berangsur’ meredam hingga menyudahi sejenak’tawa hinanya terhadap Reygan,‘’kau orang baru disini!, atau orang gila disini!,atau mungkin orang baru gila disini!, haa!?’’,seru Daisy.
Mengerutkan kening di sela tunduknya,‘kenapa sebenarnya wanita ini?, mengapa pertanyaanku di jawab acak olehnya?’, gumam tanya Reygan.