
Saat ini, kedua pria besar itu, telah berhasil, meletakkan secara paksa, pelepasan Reygan, menghadap bangku manager Restaurant, 'bersebelahan, dengan Ellena, yang telah terlebih dahulu menempati 'ruangan.
Jacob sendiri, memerintahkan 'dua, pria besar, untuk membawa Reygan tadi, karena mendapat keluhan 'khusus, dari beberapa customer VIP.
Pasalnya, Para pelanggan VIP 'di dekat meja Reygan, merasa terganggu, serta menyayangkan pelayanan, yang dinilai sangat buruk, sebab ulah keributan Ellena, dan juga Reygan tadi.
Sesaat setelah terduduk'nya Reygan.
Jacob, yang di ketahui adalah nama manager di tempat ini, segera menjauhkan pelepasannya dari bangku, bermaksud berdiri, lalu memekik keras sembari sesekali menunjuk ke arah Reygan,"Dasar kau pria bodoh tak tahu diri!, kau kira dirimu itu siapa haa!?, hingga bisa seenaknya saja, pergi setelah membuat kekacauan di tempat ini!".
"Apa masalahmu, dasar bodoh!",sahut kesal Reygan sembari mengerutkan dahi.
Duar!,
Suara Jacob, menggebrak meja 'di hadapannya, setelah mendengar perkataan Reygan 'barusan. "Bajingan kau!, keparat busuk!, berani sekali mengarahkan wajah sombong ke arahku!".
Dengan nada tinggi, Jacob segera menimpali kekesalannya, guna menerangkan, semua maksud, sebab dan kenapa, hingga Reygan terduduk, bersama amukannya 'saat ini.
Ellena sendiri, semenjak kedatangan Reygan, dirinya hanya terdiam sembari menunduk 'pasrah, mendengar semua amukan Jacob. Dan karena rasa ketakutannya itu, Ellena bahkan tak berani, membuka suaranya, walau hanya sedikit, ataupun terlebih hingga mengangkat dagunya.
Ketakutan Ellena, adalah hal yang sangat wajar, Pasalnya dirinya paham betul, jika masalah ini adalah serius, karena menyangkut karier serta hidup barunya 'di kota Evershead.
Setelah amukannya, Sejenak Jacob mengalihkan pandangan 'ke arah Ellena, lalu menyahut 300 dolar 'di dalam dompetnya, "Dan kau Ellena!, ambil uang ini!", sembari menghempaskan kertas berharga itu, ke arah muka 'Ellena.
Klepak!
Bersamaan dengan kegiatan penghinaan dari Jacob, Ellena segera menyetarakan pandangan 'ke arah managernya, sembari mengarahkan mata sembabnya,"Tuan Jacob, apa ini?. Anda tidak sedang, ingin memberhentikan saya bukan?".
"Kau di pecat!. Sekarang segera tinggalkan ruangan ini, jika perlu kembalilah ke kota kumuh, yang kau sebut Brackhamtom itu, dan sekalian ajak suami bodohmu ini", sahut Jacob, tanpa basa-basi.
Jacob, berkata seperti itu, sebab Ellena sendiri, yang mengeklaim guna mengakui, jika Reygan adalah suaminya. Dan Ellena mengatakan hal semacam itu, karena 'diawal, dirinya berpikiran, jika keributan, sebab masalah rumah tangga, mungkin masalah ini akan ber'dispensasi.
Mengabaikan pengklaiman wanita disampingnya, Reygan segera menjauhkan 'sedikit, kursi duduknya, lalu memungut selebaran uang, yang kini tengah tercecer, hingga di bawah kaki Ellena.
Berpikiran simple, serta mempunyai sifat kesederhanaan, adalah prinsip dasar, ajaran Nixon 'ayahnya, untuk Reygan pegang, untuk di alokasikan di kehidupannya.
Hingga karena sifat low profile, yang Reygan pegang sampai detik ini. Tercermin jelas di pandangan serta pikiran 'khususnya, Jacob sendiri sang manager, jika Reygan terlihat seperti layaknya pendatang 'baru, yang hendak mencari pekerjaan, atau semacamnya di Evershead.
Itu semua karena style berbusana Reygan, yang hanya berpakaian formal 'sederhana, tanpa aksesoris mewah, terlebih Ransel di balik punggungnya, Hingga jelas saja, semua orang waras, akan membenarkan pandangan mata serta opini Jacob.
Terlebih di ketahui, jika Evershead city sendiri, adalah kota super mewah, serta pusat tujuan, para orang berdolar banyak.
Hingga karena merasa sedih, mendengar perkataan hina, yang lebih banyak di arahkan, untuk merendahkan Reygan, Ellena segera menggenggam lembut pergelangan 'tangan, Reygan, guna menghentikan kegiatan penghinaan itu,''Rey, kamu tidak perlu seperti ini", seru lirih Ellena.
Setelahnya, Ellena segera menyahut uang di tangan Reygan, lalu melempar ke arah muka Jacob,"Bahkan suamiku lebih berguna daripada dirimu. Dan mengenai pemecatan, aku sama sekali tidak perduli".
Setelah perkataannya, Ellena segera memandu pria dalam genggaman tangannya, untuk pergi menjauhi ruangan, bahkan tempat itu.
Sebenarnya, dipikiran Reygan tadi, setelah memungut uang itu, dirinya hendak, melempar 'kembali, ke arah wajah Jacob, dan setelahnya, hendak memberi tahu, siapa jati dirinya, yang Reygan sendiri sudah tak memperdulikannya lagi, mengenai identitasnya, jika di ketahui Ellena.
Akan tetapi, setelah di dalam lift, guna melanjutkan perjalanan, Reygan segera mengurungkan niatnya, mengenai pemberitahuan identitas.
Bahkan karena, seakan terhanyut dalam suasana kebersamaan itu 'kembali, Reygan juga membiarkan kegiatan 'tangan, wanita di sampingnya, yang sedari tadi terus saja menggenggam 'erat, pergelangan tangannya.
Alasan Ellena, melakukan hal berani semacam itu, hingga mengorbankan karier, serta kelayakan hidup 'di kota ini adalah.
Karena sepengetahuan Ellena, jika Reygan 'mantan suaminya itu, telah banyak mengalami penderitaan, di dalam kehidupannya, terlebih dirinya juga teringat, mengenai semua perlakuan buruknya dulu 'sewaktu menjadi pasangannya.
Sebab itu, hati Ellena seakan sakit, ketika mendengar hinaan 'kejam, bersajak merendahkan ke arah Reygan, hingga dirinya segera mengabaikan semua sifat ketamakannya, dan lebih memilih, untuk, mengutamakan perasaan cintanya, terhadap Reygan.
Beberapa menit kemudian, kini langkah sepasang muda-mudi itu sejenak terhenti, ketika telah sampai di bahu jalan.
Perlahan Ellena, melepaskan kegiatan tangannya, lalu sejenak mengarahkan mata sembab, sembari tersenyum tulus,"Rey, maafkan aku, karena ulahku, hingga melibatkan kamu di sana, dan mungkin kamu memang benar, jika kita tidak akan bisa bersama lagi, walaupun entah kenapa hatiku terasa sakit ketika mengatakan hal ini". Lalu membalik tubuhnya.
Akan tetapi, langkah Ellena sejenak terhenti, lalu perlahan 'posisi, berdirinya tak setegak tadi, dengan tubuh sedikit mengejang, bersamaan dengan jatuhnya butiran air dari matanya, ketika perkataan indah, membelai lembut, ke dua gendang telinganya.
"6 bulan, 3 hari di danau kenangan. Pria itu selalu menunggu kedatangan gadisnya, guna menagih janji, yang pernah terbuat antara mereka berdua di masa lampau. Akan tetapi 2232 jam menunggunya, pria itu bahkan tak pernah mendapati janji dari gadisnya.
Hingga karena rasa sayang serta kecewa di hati pria malang itu, semakin 'bercampur, dalam, akhirnya sang pria mengalah, dan segera mengabaikan semua luka kesedihannya, walaupun dirinya tahu, akan sangat terasa sakit, menusuk hatinya. Dan di setiap harinya, jika pria itu, menemui wanitanya tengah bersedih, dia selalu membuang kesedihannya, lalu mengganti dengan senyum. Semuanya dilakukan sang pria dengan tulus, dan hanya bermaksud, ingin mendapatkan senyum serta tawa lepas, dari wajah 'murung, yang cantik itu, tetap terus terjaga", seru penjelasan Reygan, di dalam tundukkannya.
Setelah perkataan pria di belakangnya terselesaikan, Ellena tak dapat menahan rasa sesal di dalam hatinya lagi, hingga dengan cepat, dirinya membalik tubuhnya, lalu merangkul sangat erat tubuh kekar itu, di dalam tangisannya.
Bersama dengan pelukan itu, kini terlihat 3 mobil Hummer H2, tengah melesat, kearah ujung barat kota Evershead,
"Baik tuan Palmer, kami tengah dalam perjalanan, ke Restauran world Banner", sahut salah seorang pria kekar 'penumpang, menggunakan earpeace nya.
Dan terlihat, beberapa pria kekar lainnya, tengah merakit senjata serbu laras panjangnya.
Hingga beberapa menit berselang, kini belasan senjata SSV1, serta SSV4 sharpshooter 'telah, terbenahi, dengan teleskop, hingga peredam menempel sempurna, guna menjatuhkan hewan, secara senyap, tanpa perlawanan.