
Terlihat Sang surya, perlahan mulai meredup, pertanda waktu siang hendak mengakhiri jatah harian nya, dan bersamaan itu juga, 3 mobil Hummer H2 ‘suruhan Palmer, kini tengah memelankan lajunya, hingga menempatkan tubuh garangnya ‘di halaman restaurant.
Puluhan menit yang lalu, sesaat sebelum kedatang Hummer H2 ‘suruhan Palmer.
Didalam dekap peluk kehangatan itu, sejenak Reygan berpikir ‘ulang, mengenai ucapan lembutnya tadi, namun seiring waktu berjalan, kini suara ‘mendayu, tangis sedih dari mulut Ellena, seakan mampu menggoyahkan rasa benci,kecewa,amarah, menjadi sebuah perasaan emosional kerinduan terhadap Ellena semakin dalam.
‘Ellena, harusnya aku telah membencimu kini, namun entah kenapa, di dalam pelukanmu ini, aku merasakan bahagiaku ‘dulu, terulang kembali’,gumam Reygan, lalu perlahan karena ragu, Reygan mulai membalas pelukan itu, sembari mengelus rambut kecoklatan yang dirinya sangat kenali sebelumnya.
Sejenak Reygan, menghela nafas ‘dalam, lalu melanjutkan gumamnya kembali ‘di sela kegiatan tangannya,’ Tuhan, aku bersyukur, karena harum rambut, tubuh indah, serta belaian lembut tangan wanita ini, dapat aku rasakan kembali, karena aku sungguh teramat merindukan hal ini sebelumnya, namun mengapa Tuhan?, mengapa semuanya datang terlambat, ketika Callista mampu menggantikan posisinya’,gumam Reygan bersama dengan tetesan air, yang kini, perlahan jatuh dari matanya.
Kegiatan mereka seakan terasa hikmat, hingga mengabaikan ramainya lalu lalang, aktifitas di sekitar.
Beberapa menit keterdiaman mereka, kini perlahan Ellena, sedikit menjauhkan tubuhnya, guna mengakhiri kegiatannya,’’Rey, aku sangat bahagia kini, bahkan jika ini hanya sesaat, dan kemudian aku harus menukar, seluruh waktu kebersamaan ini, dengan berkurangnya 10 tahun umurku, maka aku tidak akan pernah merasa terugikan, karena aku sangat mencintaimu Reygan. Akan tetapi keterlambatan, kesadaranku kini, mengakibatkan kamu bukan lagi menjadi suamiku, dan jujur aku sangat menyesal, walau mungkin sesalku tak akan mengubah keteguhan benci serta amarah di dalam hatimu, namun aku sangat berharap, untuk ini saja, dan mungkin terakhir kalinya, aku ingin.....’’.
Emmhhh! Emmhh!
Hingga sebelum perkataannya ‘tuntas, dengan cepat wajah sendu itu, segera mendekat ke arah ‘muka, lawan bicaranya, lalu menjamah lembut, setiap tepi, batas bibir milik Reygan.
Karena begitu cepat gerak wajah Ellena, hingga di awal, kecupan lembut itu, sejenak Reygan, mematungkan tubuh ‘seakan terasa beku.
Setelah mampu tersadar,’mengapa tubuh serta hatiku saling bertolak seperti ini’,gumam Reygan ‘di sela kecupan.
Tubuh Reygan menentang, kontak fisik terlebih kecupan dari Ellena, namun berbanding terbalik, untuk benda kecil yang disebut hati itu.
Pasalnya benda kecil nan rapuh, yang Reygan miliki itu, merasakan kedamaian, serta kenyamanan ‘penuh, sebab ulah kegiatan Ellena ‘kini.
Beberapa detik kegiatan bibir lawannya berlangsung, kini perlahan Reygan mengarahkan kedua tangannya, guna mendekap tubuh ramping milik Ellena, lalu membalas ‘kegiatan, hingga memperdalam ‘kecupan itu.
Hingga setelah, hati kecil mereka terpuaskan, kini perlahan Ellena membalik tubuhnya ‘kembali, sembari menunduk dan terlarut di dalam tangis penyesalannya.
‘’Tunggu Ellena, bolehkah aku memberimu tawaran makan siang, untuk menebus kesalahanku tadi ‘di dalam Restaurant’’.
Bersama dengan tangisan di posisi memunggungi lawan bicaranya, Ellena segera menyeka wajahnya, lalu menoleh, sembari mengarahkan senyum ’paksa,‘’tak perlu pria tampan, oh iya, terimakasih untuk kebersamaan ini, walaupun hanya sebentar, namun aku merasakan kebahagiaan di dalam hatiku.
Setelah perkataannya, Ellena segera membalik tubuhnya, lalu perlahan berjalan menjauh, guna melanjutkan langkah keinginannya, untuk pulang ke ‘unit, apartemennya. ‘maafkan aku Reygan, telah mengabaikan ajakanmu ‘barusan. Sebenarnya aku hanya takut, jika terus bersamamu nanti, namun tak bisa memiliki dirimu ‘seperti dulu, maka akan semakin sulit, untukku melupakan sosok suami terbaikku’,gumamnya.
Bersama dengan langkah berlalu Ellena, perlahan Reygan menjatuhkan pandangannya, namun sesekali mengarahkan wajah sendu ke arah depan,’aku tak tahu harus mengambil sikap seperti apa, mengenai perasaanku kali ini terhadapmu Ellena. Yang jelas wajah lugu di awal perjumpaan kita dahulu, kini seakan mulai ‘kembali, menghalangi pikiran serta penglihatanku’,gumam Reygan.
Kegiatan mata Reygan tak teralihkan, bahkan ketika, wanita itu memasuki badan taxi ‘pesanannya.
Sesaat sebelum kendaraan benar-benar menjauh pergi, sejenak Ellena menengok ke arah belakang, sembari mengarahkan senyum di dalam kesedihannya.
Hingga setelah, badan taxi, yang di ketahui berisikan Ellena itu tak terlihat lagi dari pandangannya, dengan langkah tak semangat, Reygan mulai mengayuh kaki menyusuri pematang jalan ‘trotoar, dan mengarahkan tujuannya ke Aparteman Grand Aloysius.
Grand Aloysius sendiri, bertempat ‘di belakang, tak begitu jauh ‘selisih beberapa blok, dari Restaurant World Banner, dan karena sepengetahuannya itu, hingga Reygan hanya menggunakan jasa kaki kekar miliknya, untuk mengantar tujuan tubuhnya kali ini.
Dan bersamaan dengan kepergian sepasang kekasih itu, kini belasan pria kekar bersenjata serbu ‘full otomatis, perlahan menuruni kendaraan masing-masing ‘secara bergantian, lalu berjalan sedikit tergesa ke arah pintu ‘utama, Restauran.
Hingga setelah memasuki ‘ruangan, lantai dasar, mereka segera meng’kokang tuas senjata ‘secara bersahutan,
Treettt! Treettt!
Suara muntahan laras SS-3 V4 ke langit-langit,
lalu dua pria diantara anggota itu, segera memisahkan barisan, dengan menghentikan langkah, dan salah seorang, segera memekik keras ‘ke segala arah,’’tiga menit dari sekarang!, adalah waktu dispensasi kami, untuk nyawa kalian!’’.
Dan setelah perkataan ancaman berkumandang, tak berselang lama, puluhan pasang kaki pelanggan ‘di lantai dasar, segera memulai start, dari pijakan awal ‘masing-masing, lalu seakan kompak mengarahkan finis nya ke arah pintu keluar.
Saat ini belasan pria seram lainnya tengah memasuki lift ‘karyawan, guna mengosongkan setiap ruangan, dan membiarkan yang bukan termasuk target, untuk tetap melihat hari esok.
Perintah menyeramkan itu terjadi, karena kemurkaan hebat Palmer, ketika mendengar ‘melalui alat penyadap, sederet perkataan kotor dari seseorang, yang mengarah, dan menyerang cucunya ‘Reygan,
Hingga karena itu, Palmer segera memberikan misi 'khusus, untuk belasan robot pengawalnya, agar mengeksekusi 'mati, sang sumber suara 'sumbang, bahkan termasuk 'semua, pegawai di Restauran World Banner.
Dan untuk mengenai benda kecil berbentuk persegi, berwarna hitam, yang di ketahui adalah penyadap suara itu.
Sebenarnya, sang Driverlah pelakunya, karena dia dengan sengaja merekatkan di bagian 'bawah, ransel milik Reygan, bersamaan dengan pelukan kekeluargaan itu.
Akan tetapi, perbuatan berani semacam itu, bukan semata-mata karena keinginannya sendiri, melainkan, perintah khusus arahan Palmer Adolf.
Sedikit Flasback.
Sebenarnya, bersamaan dengan perjalanannya, hendak mengantar Reygan ke Restauran, jam 'khusus, di pergelangan tangan sang Driver, menyalakan warna merah 'di tepian bawah, dan hal itu menandakan adanya sebuah perintah, berkode 'siaga, mengarah untuknya 'saja.
Dan setelah mendapat sinyal itu, sang Driver segera menekan tombol kecil di Earpeace nya, guna menyalakan kembali, untuk mendapat kejelasan informasi selanjutnya.
'aku ingin, penjagaan untuk cucuku Reygan, sekarang gunakan alat penyadap itu untuknya. Dan aku tak mau tahu, kau harus berhasil', perintah mutlak Palmer melalui Earpeace.
Hingga karena perintah Palmer tersebut, sang Driver segera memutar otaknya, untuk melancarkan tugas di pagi tadi.