Mysterious Husband

Mysterious Husband
DATANG TIBA TIBA 1



Tujuan Reygan saat ini adalah Eversbur nort mountains.


Eversbur nort moutains sendiri terletak di pegunungan Evershead paling timur, daerah itu memang sangat terkenal akan udara sejuknya, dengan ratusan ribu bahkan jutaan pepohonan hijau sejauh pandangan mata, serta sangat minimnya kendaraan berlalu lalang di sana, menjadikan tempat ini nyaris tak ber polusi dan terlihat asri menenangkan hati, bagi setiap pengunjungnya.


Setelah taxi tumpangan Reygan, memasuki wilayah tujuan, sejenak dirinya menurunkan kaca di sebelah bahunya, guna meresapi udara segar disini, lalu mengalihkan pandangan ketakjubannya perlahan ke kanan dan kirinya secara berulang. ’tempat ini begitu tenang, dan bodohnya aku’ hingga baru mengetahui tempat seindah dan senyaman ini’,gumam ketakjuban, di sela kegiatannya.


Karena merasa nyaman bila, berada lebih lama di tempat ini pikirnya. kini Reygan memutuskan untuk tinggal sejenak di sini,‘’ tolong carikan hotel atau villa terdekat di sekitar sini saja’’,seru pinta Reygan ke arah Driver.


Beberapa menit berlalu, laju roda taxi itu, perlahan memelan dan berhenti, hingga menaruh tubuh kuningnya, di muka loby sebuah hotel,


’’tuan,hotel ini terdekat dari lokasi tadi,namun bila Anda tak menyukainya, mungkin kita bisa mencari tempat lain’ bagaimana pendapat anda?’’,seru tanya driver.


Reygan yang kini telah merasakan letih, terlebih seharian ini tubuhnya belum tersentuh air, bahkan setelah kesenangannya bersama Jennifer’semalam,’’ sudah tak mengapa, ini pun sangat bagus, dan kelihatannya juga nyaman’’,sahut Reygan sembari melirik dan membayar lebih drivernya.


Setelah kepergian taxi itu, kini Reygan berdiri, di depan loby‘’Adenville hotel?’’,seru baca Reygan,’sebentar?,sepertinya aku pernah membaca tulisan ini sebelumnya, namun dimana dan kapan?’,gumamnya dalam hati.


Kemudian rasa letih itu kini mampu mengalahkan dirinya, dan juga berhasil memandu langkah serta pikiranya, untuk segera melakukan reservasi di loby hotel tersebut.


Kemudian setelah beberapa menit berlalu, Saat’ reservasi telah terselesaikan, Reygan segera mempercepat langkah jalan kakinya kembali, hingga ke unit kamar pesanannya, dan ketika tubuh kekarnya telah memasuki unit itu. Kini rasa lelah di raganya’ tak tertahankan lagi, hingga memaksa pikirannya, untuk segera menjatuhkan seluruh tubuhnya ke ranjang nyaman itu.


Waktu yang terus bergulir cepat, hingga kini terlihat sudah Matahari hendak kembali pulang kepangkuan bumi, dan ternampak menua langit di sana saat ini’ setelah tidur pulas Reygan tadi.


Kring! kring!


Terdengar suara nada panggilan di gadget milik Reygan terus berdering keras berulangkali.


‘’perbuatan siapa itu, sedari tadi terus mengganggu telingaku. Apa dia tidak bisa meninggalkan pesan saja,hingga tak menggangu ku seperti ini, hari ini harusnya’ adalah acara otakku bersantai, hahh!’’, sederet seruan kesal Reygan.


Hingga pada akhirnya, suara dari benda tipis itu, berhasil memaksa Reygan, untuk menyegerakan serta menyudahi kegiatan di bathroom itu. Bahkan sisa air di tubuhnya nampak belumlah kering sempurna, serta hanya stelan handuk berbentuk baju dari hotel yang menutupi tubuh kekarnya, dirinya telah meninggalkan ruangan itu.


Reygan berjalan mendatangi sumber suara bising itu’ ulah benda tipisnya, kemudian menyahut, lalu sejenak memandangi nama di layarnya,‘’Jennifer,!?’’,seru Reygan, sembari menyatukan kedua alisnya, lalu melanjutkan kata dalam gumamnya,’aduh kenapa ini?, apa yang harus aku katakan kepadanya, jika aku mengangkat panggilannya ini’.


Jennifer, nama itu jelas terlihat di layar gadgetnya. Sedikit perasaan ragu di dadanya kini mulai muncul, karena kegiatan menyenangkan di malam itu terjadi begitu saja.


Akan tetapi, semakin lama Reygan berdiam diri, maka suara bising itu akan terus berbunyi nyaring. kemudian tanpa pikir jauh lebih panjang lagi, Reygan segera mengabaikan perasaan keraguannya tadi, dan segera ‘dengan cepat mengusap layar menggunakan ibu jarinya, guna menjawab panggilannya.


Belum sempat Reygan mengucapkan sepatah kata apapun,ketika usapan itu, tiba-tiba suara manja Jennifer terdengar mesra berkata,‘’hallo Sayang, aku ingin bertemu dengan dirimu sekarang’’.


Reygan yang bernotabene pria gantle itu, kini seakan tak bernyali, setelah mendengar ******* manja itu, sehingga tertegun untuk beberapa detik, lalu setelah tersadar,


‘’sayang?.......sekarang?......jennifer aku hanya’’,tanya Reygan


Reygan mengulang tanya Jennifer karena canggung di pangilan ini.


Perkataan rancu Reygan, segera tersela wanita dalam panggilannya,‘’sssttt!!. Sayang ku, dengarkan perkataan ku, bisa bukan, jika kita tak harus berbicara melalui telephone ini. Bahkan dirimu bisa, memeluk‘ kembali tubuhku dengan mesra sekarang’’,sahut goda Jennifer.


Mendengar perataan seperti itu, Reygan segera menyatukan ke dua alisnya‘’ jennifer, tunggu sebentar, aku bahkan tak mengerti, apa maksud pembicaraanmu barusan?’’,tanya heran Reygan.


Tok! Tok! Tok!


Disela ketukan itu, karena terkejut, tubuh Reygan sejenak mematung, sembari mengarahkan pandangan ke arah sumber suara,’perkataannya bukanlah sebuah gurauan semata, mungkin wanita itu benar-benar telah jadi gila, namun sebentar, bagaimana dirinya bisa mengetahui keberadaan ku sekarang’,gumam Reygan.


Beberapa detik itu, otaknya segera mencerna kembali, hingga Reygan kini teringat, akan persamaan nama adenville, di hotel ini dan showroom mobil mewah itu, lalu perlahan secara berangsur dirinya mulai paham, mengenai pertanyaan di hatinya tadi.


Tak lama setelah itu, dengan segera Reygan berjalan ke arah depan guna menghentikan suara bising ketukan pintu di unitnya.


Ceklek!


Setelah pintu itu terbuka, tanpa persiapan, kedua tangan halus itu segera melingkar di tubuh Reygan, sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang,‘’Sayang, aku rindu kepadamu, dan mengapa kamu pergi sepagi itu?, apa kamu marah terhadapku?’’,seru tanya manja Jennifer, lalu mendongak dan mengarahkan senyum manisnya.


Wajah cantik itu nampak dekat sekali dari mata Reygan saat ini, hingga bersamaan itu degub aneh di dadanya,mengunci tubuh serta mulutnya sejenak.


Dirasa lawan bicaranya hanya terdiam. tanpa melepaskan kegiatannya tadi,Jennifer segera menimpali perkataan manjanya kembali,‘’Rey apakah kedatanganku mengganggu dirimu sekarang, hingga seperti itu perlakuan mu sekarang kepadaku’’, lalu mengerucutkan bibirnya.


Reygan yang sadar akan sebuah tangan menjamah pelan bagian prianya, dirinya segera melepaskan pelukan itu,‘’tii...tidak, tidak sama sekali Jennifer. Maafkan aku, rencana ku setelah membilas tubuhku, aku akan mencari makanan di luar sana, apa mungkin dirimu hendak mengikuti ku?’’,sahut cemas Reygan sembari menggaruk rambut di kepalanya, yang sebenarnya tak gatal.


Melihat dan mendengar gesture pria di depannya itu, Jennifer sendiri berpikiran, mungkin Reygan gugup kali ini, benaknya berkata ‘bukanya dia bisa memesan makanan di hotel ini?’,gumamnya dalam hati, lalu dengan sengaja Jennifer mengecup pipi Reygan dan berkata,‘’ya aku mau Rey!’’, sembari melingkarkan kembali tangan di lengan Reygan.


‘’Jennifer tunggu sebentar,aku akan mengenakan pakaianku terlebih dulu’’,seru pinta Reygan sembari perlahan melepas rangkulan itu.


Kemudian dengan segera Reygan, mengarahkan tubuhnya, kembali ke ruangan bathroom, lalu mengenakan baju secepat yang dirinya mampu, bermaksud agar terhindar dari kesalahan di waktu lalu pikirnya.


Beberapa menit berlalu setelahnya.


Kini mereka berdua, tengah berjalan menyusuri bahu jalan Eversbur di sore itu, dan terlihat sesekali mengarahkan pandangan mata ke surya di langit senja redup yang indah itu.


Hingga semakin terlarut, membawa perasaan Reygan semakin bimbang, ketika sepasang bola mata biru yang menawan itu, berbinar menatap serta mengarahkan senyum manisnya.


Langkah demi langkah itu, Jennifer sendiri semakin memeluk erat lengan kekar pria di sampingnya,’’Rey, apa kamu bahagia bersamaku kini’’,seru tanya lembut.


Disela kegiatan langkahnya, setelah Reygan mendengar nada lembut itu, dirinya segera merasa menyesali perbuatannya,‘’Jen maafkan perbuatan diriku" semalam, sebenarnya aku.....’’.


Tanpa jeda waktu, Jennifer segera menyela perkataan itu,‘’tidak sayangku, perbuatan itu’ bukanlah sepenuhnya salahmu, namun salah kita, bahkan aku senang telah melakukan kegiatan itu bersama dirimu’ semalam. Dan jika aku harus berkata jujur, kamu adalah lelaki pertama, Reygan’’,tersenyum manis, lalu menjatuhkan kepala ke bahu pria di sampingnya.


Ketika mendengar perkataan itu, Reygan semakin menyesali perbuatannya, hingga membiarkan kegiatan mesra wanita itu’ di sela perjalanannya.


Beberapa menit mereka mengisi perjalanan dengan sedikit berbincang hangat, hingga semakin akrap dan perlahan Reygan tak canggung lagi akan semua perbuatannya.


Kemudian disela perbincangan itu, kini langkah mereka segera terhentikan’ulah Jennifer,bersikap manja’’Sayang, apa boleh kita makan di sini saja, karena aku lihat tempatnya sangat nyaman dan mungkin menunya juga lezat’’,seru pinta Jennifer, sembari menunjuk ke arah yang di maksud.


Sebenarnya kedai itu ternampak biasa saja, dan terlihat tak ada pengunjung sama sekali, terkecuali mereka sendiri, dan maksud jenifer memilih tempat ini adalah, agar dirinya bisa bebas bermesraan dengan Reygan.


Akan tetapi kedai ini sepi bukan karena menu makanannya yang tidak enak, melainkan palang kayu bertuliskan,’BLACK WOLF’,di atas nama kedai, serta bendera lambang klan itu, di sekitarnya, menandakan jika kedai ini mempunyai masalah serius dengan klan tersebut.