Mysterious Husband

Mysterious Husband
KEBENGISAN ADOLF HITLER



Disaat itu, Waktu sangat larut , bersuasana tampak sunyi dan hening.


Reygan yang sadar, akan langkah kaki mendekat dengan cepat ke arahnya, dengan refleks cepat, hingga dirinya berhasil mengelak ‘ke samping, namun sebagai gantinya, pisau itu menyayat sedikit lebar ‘di bahunya.


Srettt!


‘’Ahhh keparat!’’,seru Reygan.


Reygan mulai meraih tangan pelakunya, lalu memelintir pergelangan, guna melemahkan, kemudian menyahut pisau, dan segera menghujamkan benda tajam itu, hingga beberapa kali ‘ke arah perut lawannya.


Slub! Slub! Slub!


‘’mati kau!’’,seru Reygan.


Setelah 3x kegiatan kejamnya, Reygan sendiri hanya memandangi kepergian pria jahat, bersama mobil taxi yang dirinya tumpangi tadi.


Ketika Mobil taxi itu, tak terlihat lagi’ dari pelupuk matanya, perlahan Reygan membalik tubuhnya, lalu berjalan pelan, sembari menutupi sobekan di bahunya ‘menggunakan sebelah telapak tangannya.


Beberapa menit setelahnya, kini Reygan terlihat tengah memasuki unit kamar apartemant mewahnya. Karena ruangan yang gelap, perlahan tangannya mulai meraba, hingga menekan tombol, yang mana, menyala terangkan 'cahaya, lampu cristal gantung, di ruang tengah itu.


Jennifer yang saat itu, menyengajakan dirinya, untuk tidur di sofa ruangan tengah, sembari menunggu kepulangan kekasihnya itu pun, sontak terbangun ketika cahaya terang lampu, seakan menembus kelopak matanya.


‘’Sayang, apa kamu sudah kembali?’’,seru Jennifer.


Setelah perkataannya. Jennifer segera mendudukkan pelepasannya sejenak, lalu berdiri dan berjalan sedikit terhuyung, mendekat ke arah tombol lampu, guna menemui pelakunya.


Hingga setelah melewati pembatas kaca besar, kini jelas terlihat di pandangan Jennifer, sebuah cairan merah segar, tengah mengalir dari bahu Reygan.‘’Sayang!, sebenarnya ada apa ini!, bukankah itu sebuah darah!?’’.


Karena panik, Jennifer segera berjalan mendekat, sembari memaksakan mata sipit nya, untuk membuka selebar mungkin,’’sayang kenapa kamu hanya diam, ada apa ini sebenarnya?’’.


Melihat gesture kecemasan ‘tengah berteman, dengan wanita di hadapannya, Reygan segera mengarahkan senyum’nya, sembari mengelus lembut kepala Jennifer,‘’Sayang, aku tak mengapa, ini hanya luka kecil, jadi kamu tak usah sepanik itu, dan lebih baik tidurlah, aku akan mengobatinya sendiri ’’.


Akan tetapi, sebelum kepergian ‘pria di hadapannya, Jennifer segera memeluk tubuh kekar itu,‘’Sayang, bagaimana aku tak panik, dan mana mungkin aku bisa tidur tenang, jika kondisimu seperti ini’’.


Setelah perkataannya, perlahan Jennifer menyudahi kegiatannya, lalu memandu tubuh kekar Reygan ke arah sofa, dan menaruhnya di sana.


‘’sayang, berbaringlah, dan aku akan mengambil perlengkapan p3k’’.


Beberapa menit ‘sekembalinya Jennifer, sembari membawa beberapa perlengkapan pengobatan,’’sayang, sekarang lepaslah bajumu’’,lalu menjatuhkan pelepasannya ‘di sofa, samping Reygan.


Saat ini, Jennifer tengah memulai kegiatannya ‘mengobati luka Reygan, dengan perlahan, diselingi tangis kekhawatiran, dalam setiap pergerakan tangannya.


‘Jennifer sebesar itukah cintamu pada diriku’,gumam Reygan sembari mengarahkan pandangan, di sela kegiatan Jennifer.


Beberapa menit berlalu, karena terlalu penat tengah di rasa Reygan, hingga kini rasa sakit ’sebab luka tadi, tak mampu menghalangi tubuh, serta pikirannya, untuk sejenak beristirahat. Bersamaan dengan ketertiduran pria ‘yang kini tengah di obati nya, Jennifer ‘masih saja, meneruskan kegiatan tangannya.


Hingga setelah keterselesaian nya, perlahan Jennifer mengecup pipi, lalu mengelus kepala ‘ kekasihnya. ’tidurlah yang lelap sayang, aku sangat mencintaimu Reygan’,gumamnya.


Saat ini ‘secara perlahan, sisa air asin di pipi Jennifer mulai menghilang ‘terseka angin, dan perasaan cemas ‘di hatinya, telah sedikit mereda, ketika melihat pria di hadapannya ‘tertidur dengan sangat pulas nya.


‘walau kamu bukanlah, dari keluarga Adolf, hal itu tak akan merubah perasaan hatiku, yang akan selalu mencintaimu, Reygan’, gumam Jennifer, bersamaan dengan kegiatannya ‘menyelimuti tubuh pria, di depannya.


Dilain tempat ‘masih di Brackhamtom city. Selang beberapa jam’ setelah kejadian ‘penyerangan Reygan, tadi.


Duarrrrrr!!!!


Terdengar suara keras ‘sebab benturan, di jalan raya Brackhamtom city utara.


Ternampak sebuah mobil Hammer H2, tengah menabrakkan bagian depan tubuh garangnya ‘dengan sengaja, ke arah ‘samping body, mobil lain, hingga mengakibatkan ‘terhenti dari keduanya.


Tak berselang lama, setelah kejadian ‘faktor ketersengajaan, tersebut. Kini satu unit mobil ‘Rolls royce, juga terlihat tengah mendekat ‘ke arah insident.


Saat ini beberapa pria seram bersetelan jas rapi, mulai menuruni, tubuh hammer dan Roll royce ‘secara bergantian, lalu mereka segera mengarahkan kaki, ke arah mobil ‘yang dengan sengaja mereka celakai tadi.


Sesampainya mereka, tanpa belas kasih, seakan tak memanusiawikan manusia, dua pria seram di antaranya, segera menyahut lalu menarik paksa ‘pria malang, dari dalam kendaraannya, guna mengeluarkan.


Setelahnya, mereka segera menyeret, sembari memberikan beberapa pukulan dan tendangan keras, hingga sejenak menyudahi, ketika telah melempar buruannya, ke hadapan pemimpin mereka .


Bersamaan dengan tersungkurnya ‘buruan itu.‘’Bakar anjing ini hidup - hidup!’’, seru David dengan nada tinggi.


Mendengar perintah terucap jelas dari mulut pemimpinnya, kini kedua pria seram tadi, yang seperti tak memiliki perasaan, layaknya robot pembunuh, secara kompak menganggukkan kepala, sembari menyahut ‘dengan nada tegas,‘’Baik tuan, segera kami lakukan’’.


‘’Tuan ampuni nyawa ku, apa salahku hingga kalian memperlakukan diriku seperti ini?’’,seru target.


Sejenak David, mengalihkan pandangannya, ke arah perut ‘target, Lalu mengantongi ke dua tangannya, sembari tersenyum kecut,‘’Berani sekali mulut kotormu, meminta belas kasih kepadaku, setelah perbuatanmu tadi, di loby luar apartemant itu. Kau tahu tengah berurusan dengan siapa dirimu sekarang?’’.


Karena sangat familyar dengan wajah David, hingga target itu, kini mulai mengerti akan maksud perataan tadi,‘’aa...ammpun tuan, aku hanya pesuruh’’.


Bersamaan dengan ketakutan target itu, kini kedua pria seram tadi, telah kembali ‘menghadap David, sembari menenteng sepasang jerigen besar berisikan bensin ’di masing-masing, tangan mereka,‘’Tuan David, kami menunggu perintah Anda’’.


Melihat Jerigen besar di tangan pria seram, pertanda keseriusan dan bukanlah main-main perkataan David ‘di awal tadi, hingga target itu segera merangkak mendekat, lalu bersujud sembari mengecup ‘berulang kali, alas kaki David,‘’ ampun tuan, aku anak buah Razor, dan beliaulah yang memberikan perintah, agar aku membunuh pria itu’’.


David sejenak terdiam, karena sangat mengenal nama itu, yang hanya se ekor tikus kecil, bila di bandingkan dengannya, di pikirannya kini berkata,‘mengapa bajingan itu ingin membunuh tuan muda?’. Karena rasa penasaran David, perlahan dirinya memegang lalu mencengkeram kepala target itu,‘’Aku ingin tahu lebih jauh lagi’’.


‘’ampuni aku tuan, bahkan aku tak mengetahui apapun lagi, selain hanya tugas untuk membunuh pria itu ‘tadi. Jadi lepaskan aku tuan, aku berjanji tak akan mengulangi perbuatanku’’, sahut target.


Mendengar tak ada informasi berlanjut dari jawaban target itu, kini tanpan berbasa-basi lagi, David segera menghantamkan 'sebelah, lututnya ke arah wajah target, sembari memekik keras,‘’bajingan, beraninya kau memohon. Bakar anjing ini!’’.


Di ketahui, jika anggota gangster itu hanya menyamar sebagai driver taxi, demi keberhasilan tugas memburu hewan incarannya, dengan mengintai Reygan, sedari awal keberangkatan ‘menemui Keluarga Byron tadi, lalu menunggu lama di area sekitar guna mengamati situasi, hingga menepatkan waktu kedatangannya sebagai driver taxi palsu, ketika Reygan hendak membutuhkan jasa hantaran.


Hingga setelah seru perintah dari David terdengar di telinga semua anak buahnya, kini keenam pria kekar itu, segera menyeret lalu mengikat kuat hewan itu ‘di tiang lampu jalan. Dan ‘beberapa di antara mereka, segera menumpahkan seluruh air ‘bahan bakar mobil itu, ke seluruh tubuh targetnya.


Setelah kegiatan itu, David segera menyahut benda kecil ‘pemantik api, dari saku celananya, lalu dengan senyum kecut meriasi wajahnya, David membuka tutup, guna menyalakan,’’semoga tuhan, tak menghidupkan mu kembali’’, sembari melempar ke arah target.


hingga setelah kegiatan David barusan, api kecil tadi, kini berubah menjadi kobaran berhawa panas, di iringi 'geliatan, penderitaan.