Mysterious Husband

Mysterious Husband
KEMBALI KE KOTA KELAHIRAN



Udara kepedihan Reygan dulu mulai tercium kembali, sembari menengadahkan kepala guna meresapi masa lalunya, di sela kaki menuruni beberapa anak tangga di jet pribadinya.


Akan tetapi lamunan itu segera tersela, bahkan terhenti total, ketika David mendatanginya,‘’tuan muda, mari silahkan, mobil jemputan anda, berada di depan’’,mengarahkan tangan, lalu memandu Reygan menuju tempat yang di maksud Palmer.


Kini belasan mobil mengawal Reygan menerobos lalu lintas Brackhamtom city, arahan palmer sebelumnya, untuk segera menuju perusahaan yang telah di belinya, sebagai hadiah ke dua Reygan.


Dan tak butuh waktu lama, untuk pasukan kuda besi itu sampai ke lokasi tujuannya, karena memang lokasinya sendiri berada di pusat kota Brackhamtom’ tak jauh dari bandar udara itu.


Kini rombongan mobil pelayan Adolf, beriringan rapi memasuki gedung pencakar langit itu, lalu memelankan laju rodanya, hingga berhenti kompak, ketika menaruh tubuh kendaraan’tepat di depan loby utama,‘’tuan muda, kita telah di tujuan, arahan kakek anda’’,seru lembut driver, sembari menoleh kebelakang.


Tak butuh waktu lama, setelah keberhentian rombongan itu, David segera, menjauhkan pelepasannya, guna menuruni kendaraannya, lalu berjalan sedikit tergesa.


Je..glek!


Suara pintu mobil rolls royce terbuka’’,silahkan tuan muda!,’’seru David.


‘’Terimakasih David’’,sahut Reygan, sembari menuruni kuda besi mewah itu.


Kemudian, kini terlihat Reygan tengah berjalan memasuki pintu kaca otomatis gedung perusahaan miliknya, dengan panduan david serta beberapa pria berdasi lainnya guna mengawal di samping kiri kanannya.


Disela perjalanan rombongan Reygan, hendak menuju ke ruangan Directur, Terlihat jelas di pandangan Reygan, seorang wanita muda serta beberapa orang di belakangnya, tengah berlari kecil seperti tergesa’ mendekat, lalu wanita itu menyapa ramah seraya menyondongkan sedikit tubuhnya, tanda hormat. ‘’Tuan muda, perkenalkan nama saya kimberly lawrence, wakil anda di sini’’,seru sapa sembari tersenyum manis.


Reygan yang telah berhenti’ulah rombongan wanita itu, dirinya sejenak membalas senyum, sembari memperhatikan perkataan serta sambutan hangat mereka,‘’senang bertemu anda nona Kimberly’’.


Karena perintah Tuan palmer sebelumnya, dengan segera Kimberly mengantar Reygan mengelilingi semua sudut perusahaan ini, guna memperkenalkan semua pegawainya, dan setelah puluhan menit kegiatan itu,’’Tuan muda, mari saya antar ke ruangan anda’’,seru kimberly seraya mengarahkan tangannya kembali, guna memandu.


Kimberly sendiri, adalah wanita karier berparas cantik’ berambut ikal mengembang berwarna pirang keemasan, serta mempunyai tubuh sangat profesional’ padat kenyal, selayak model foto shoot’ majalah dewasa, bahkan sedikit lebih indah dari Ellena, dan dirinya juga berasal dari keluarga Lawrence yang sangat terpandang di Brackamtom city.


Reygan mengikuti langkah demi langkah alunan kaki jenjang itu, hingga setelah terhenti langkahnya,‘’kalian tolong tunggu di sini!’’, sembari mengalihkan pandangan ke beberapa pria di belakangnya.


Reygan hanya mengijinkan david dan Kimberly untuk memasuki ruangannya, meninggalkan ke empat pria bersenjata di pintu depan.


Saat ini Reygan telah menaruh pelepasannya, di tempat duduk Directur' dengan David yang terlihat berdiri tegak di sampingnya,’’Silahkan duduk nona Kim’’,seru perintah ramah Reygan.


Sesaat setelah, Kimberly menaruh pelepasannya’ menghadap Reygan,‘’tuan muda, saya merasa sangat bahagia serta begitu berbangga diri, karena pertemuan secara langsung dengan anda, yang bernotabenekan’ salah satu Keluarga paling terpandang di Evershead’’,sahut sanjung Kimberly.


‘’Kau terlalu berlebihan memujiku nona Kimberly’’, tersenyum lembut.


Kemudian di sela Reygan menge check dokument, Kimberly sendiri, segera meprensentasikan perusahaan ini, yang menurutnya memiliki outlier baik di pasar dunia, serta mempunyai omset tak kurang dari lima miliar dolar dalam setahunnya saja.


Kimberly mengetahui semua tata sistematis pengelolaan perusahaan ini’ dikarenakan, memang perusahaan ini adalah aset berharga milik keluarga lawrence, namun itu dulu, sebelum terpaksa di lelang beberapa tahun lalu, dan kini berpindah tangan ke keluarga Adolf.


Diketahui kejadian disayangkan itu, Karena kegemaran keluarga Lawrence berjudi, serta mempertaruhkan nominal fantastis di setiap permainannya, hingga perlahan menyedot kekayaan mereka secara bertahap.


Sesaat setelah penjelasan Kimberly berakhir, Reygan segera memberikan kertas yang telah dirinya tanda tangani sebelumnya, sembari membuka senyum,‘’baiklah nona Kimberly!,mohon kerjasamanya’’.


‘’Baik tuan muda, mungkin jika anda memerlukan apapun, mengenai perusahaan ini maupun secara pribadi, saya akan dengan senang hati, membantu anda tuan’’,sahut sedikit goda Kimberly.


Setelah itu, Reygan segera berpamitan’berjabat tangan, dan akan menemui Kymberly kembali esok harinya, Lalu setelahnya, kembali terdengar beberapa sanjungan berantai Kimberly ke arah Reygan, di sela perpisahan mereka.


Beberapa menit setelah sanjungan manis Kimberly, Saat ini Reygan benar-benar telah memindah pelepasannya dari Perusahaan itu , dengan menaruh santai di bangku belakang mobil Roll royce kembali, sembari menunggu tujuan selanjutnya’ arahan kakeknya.


Tak butuh waktu lama dari perjalananya tadi, kini Terlihat Rombongan kuda besi’pengawal Reygan, tengah mengarahkan badannya’ menuju halaman loby apartemant mewah di Brackhamtom city bagian barad, lalu semua rombongan mobil itu terhenti rapi berbaris, dan perlahan menurunkan para penunggangnya.


‘apa ini, apa ini apartemant termewah di kota ini, mengapa mereka memberhentikan tujuan di sini’,gumam Reygan di sela itu.


Akan tetapi , setelah rombongan itu berjalan hingga Loby dalam, guna memastikan keamanan tuan mudanya, Reygan sendiri segera membalik tubuhnya mengarah ke semua pria seram di belakangnya’hingga menghentikan langkah mereka semua, termasuk David di sampingnya,‘’tolong tinggalkan aku sendiri dan kembalilah ke Evershead!’’,seru tegas Reygan.


Terlihat setelah permintaan mengejutkan itu terdengar, satu lusin pria seram itu, hanya menunduk dan tak berani mengambil sikap, namun berbeda dengan David, dirinya justru mulai memberanikan diri.


Pasalnya David merasa tak enak hati terhadap tuan Palmer, terlebih mana mungkin seorang pelayan pribadi seperti dirinya, mengabaikan keselamatan tuannya.


Perlahan David berjalan sedikit, guna menghadap di depan Reygan, sembari menundukkan kepala serta pandangannya,‘’tuan!, tetapi kakek anda sendiri, yang telah memerintah kami, untuk menjaga anda selama di Brackhamtom, bahkan nyawa kamipun adalah jaminan keselamatan anda, lalu jika anda mengambil keputusan seperti itu, bagaimana penjelasan kami nantinya terhadap tuan besar’’.


Mendengar penjelasan David yang begitu setia terhadap keluarga Adolf, Kemudian, Reygan sedikit memberi penjelas singkat kepada pengawalnya, jika dirinya membutuhkan waktu beberapa hari ini’ seorang diri saja di kota ini, guna menyelesaikan urusan di kehidupan dimasa lalunya, serta menenangkan pengawalnya termasuk David, jika dirinya sendiri, yang akan membicarakan tentang keputusan sepihak ini’ mengenai perintah pemulangan semua pengawalnya, kepada kakeknya nanti.


Beberapa menit penjelasan Reygan, akhirnya tertampung dan perlahan di mengerti oleh masing-masing mereka termasuk David seorang pelayan pribadinya, dan kini dirasa sudah mendapatkan, penjelasan dan juga perintah dari Tuan mudanya, segera mereka, memberi penghormatan untuk Reygan, guna memenuhi permintaannya.


Tepat setelah penghormatan itu selesai, Reygan segera memegang ke dua bahu pelayan di depannya,sembari tersenyum,‘’David terimakasih bantuan mu, untuk sore lalu, di Eversbur’’,lalu menepuk bahu David beberapa kali.


Kini rombongan mobil berisikan pria seram pembantai sadis itu, telah menjauhkan tubuhnya dari keberadaan tuannya, dan bersamaan itu, terlihat juga, Reygan tengah memandangi berlalunya serombongan mobil pengawalnya tadi, hingga benar benar menghilang dari pelupuk matanya.


Setelah itu, Reygan, segera mengarahkan kaki kekarnya, untuk menjauh dari apartement mewah itu, berjalan pelan menuju bahu jalanan kota, bermaksud memesan taxi.