Mysterious Husband

Mysterious Husband
KEMUNCULAN KELUARGA PENOLONGNYA



Sejenak Regan menengadahkan kepalanya, lalu memaksa otaknya untuk mengingat, hingga ingatan itu kini mengukil banyak kisah masa lampau nya 'kembali terkenang.


Di kenangan itu, keluarga byron adalah satu satunya keluarga, yang dulu menolong ayah serta dirinya, saat ekonomi mereka tengah sangat susah, Bahkan semenjak Nixon terkena PHK masal ’dari pabrik tempatnya bekerja, untuk keperluan makan pun mereka sangatlah miris ‘di waktu itu.


Hingga, entah mengapa keluarga itu dengan tulus memberinya tempat tinggal sederhana, yang kebetulan tidak jauh dari rumah mereka ‘secara gratis, dan juga memberi ayahnya pekerjaan serupa ‘di perusahaan mereka, bahkan mereka juga membiayai serta memfasilitasi kuliahnya ’sampai selesai.


Ingatan Reygan juga masih merekam jelas, mengenai Callista. Seorang wanita cantik ‘anak pertama dari tuan Haiden byron, yang kebetulan satu kuliah dengannya dulu.


Di waktu lampau itu, Reygan sempat menaruh hati kepada Callista, namun beberapa pikiran mengenai kebaikan keluarga Byron ’selalu terlintas, hingga dengan segera dirinya menyimpan keinginannya ‘di dalam hati, bahkan berusaha keras menghilangkan perasaan itu, karena Reygan sadar betul akan status sosialnya.


Akan tetapi, di masa ini, wanita yang sempat di kagumi Reygan’dulu. Kini telah datang kembali, serta mengajukan permohonan ‘kerja sama tender, terhadap perusahaannya.


Lamunan panjang itu akhirnya segera tersadarkan, ketika berulang kali Kimberli mengguncang tubuh kekar itu’ menggunakan kedua tangan mungilnya, sembari berucap kata’’tuan muda’’.


Sesaat setelah ketersadaran Reygan,‘’Kimberly, terima saja jika dia menginginkan kerja sama itu’’,seru tegas Reygan.


Mendengar keputusan yang tak masuk akal, sejenak Kimberly menyatukan kedua alisnya pertanda kebingungan,‘’Tuan muda, maaf sebelumnya, namun anda bahkan belum melihat orang serta presentasi kemampuannya, mengapa Anda mudah saja telah menyetujui nya’ tuan’’.


Reygan menjauhkan ‘pelepasannya, dari sofa itu, lalu berjalan pelan ke arah pintu keluar,‘’Sudahlah kimberly!, jangan banyak bertanya, tolong segera kamu temui dan berikan kontrak kerja sama untuk dirinya. Aku ada di ruangan ku jika nanti kau mencari ku, dan tolong jangan sebut namaku di depan tamu itu, kamu harus ingat yang satu ini’’.


Kimberly mengangguk pelan,’’baik tuan’’,sahut Kimberly lalu menyatukan kedua alisnya setelah kepergian Reygan.’ada apa dengan tuan muda, apa jangan-jangan tamu itu?. Ahh!, aku rasa tidak mungkin, bukanya Byron, keluarga rendahan sekarang’,gumamnya.


Kemudian setelahnya, Kimberly segera mengayuh kaki jenjangnya ’mengarah ruang tunggu khusus tamu perusahaan.


Sesampainya Kimberly di tempat tujuan, arah matanya segera melihat wanita muda, berparas cantik ‘mengenakan pakaian kantor formal, mulai berdiri, sembari mengarahkan senyum,‘’Selamat siang nona Kimberly’’.


Sejenak Kimberly tak merespon, dan sedikit mengamati wanita di depannya,’apa mungkin tuan muda mengenalnya, hemm jika bukan karena perkataan tuan muda barusan, mungkin aku sudah mengusirnya, kini,’gumamnya.


Sebenarnya Kimberly sendiri ‘merasa tersaingi, hingga begitu membenci wanita yang baru kali pertama, dirinya temui ini.


Akan tetapi, dikarenakan mendapat arahan langsung dari Reygan tadi, Hingga Kimberly segera ‘mengatur gestur serta mimik wajahnya menjadi ceria, guna berpura-pura menyambut ramah wanita di depannya.


Setelah itu Kimberly langsung saja menerima, kesepakatan kerja sama itu, sebelum partner bisnisnya, mengutarakan keinginannya.


Mendengar perkataan itu, Spontan Callista mengerutkan dahi di wajahnya, ‘’nona Kimberly benarkah perkataan Anda ini?. Bahkan saya belum membuka laptop guna memprensetasikan kemampuan saya ‘kepada anda?’’.


Kimberly yang sebenarnya juga heran di dalam hatinya, kini dirinya mencoba meyakinkan lawan bicaranya kembali.‘’Benar nona Callista, itu karena pimpinan saya sendiri ‘selaku directur di perusahaan ini, yang meminta, agar tender dari anda, untuk segera di setujui’’.


Setelah mendengarkan penjelasan yang tak masuk akal itu ‘untuk kali kedua. Callista sendiri, sebenarnya hendak melompat karena perasaan bahagia di dalam hatinya kini, namun dirinya segera tersadar, lalu tersenyum lebar, guna menutupi luapan emosionalnya ‘barusan.


Karena permintaan lawan bicaranya itu, hingga sejenak Kimberly mengarahkan pandangan sinis nya,‘’Maaf nona tuan saya sedang sibuk, dan mungkin lain waktu saja. Sekarang mari segera ikuti saya, untuk proses penanda tanganan’’,lalu berbalik arah dan berjalan pelan ‘mendahului lawan bicaranya.


‘Kenapa dengan sikap nona Kimberly barusan?. Entahlah, yang jelas, setelah kepulangan ku nanti, pasti semua keluargaku akan sangat senang, mendengar berita gembira ini’,gumam Callista, lalu mengikuti langkah kaki wanita di depannya.


Saat ini ‘Kimberly dan juga Callista menyimpan tanda tanya besar di atas kepalanya ‘masing-masing, mengenai keputusan sang tuan Directur, hingga Callista sendiri , berpikiran, hendak menunggu moment yang tepat, guna bertemu lalu mengucapkan rasa terimakasihnya ‘secara langsung, kepada directur misterius itu.


Beberapa puluh menit berlalu, setelah perjalanan ke dua wanita cantik itu tadi, kini Callista sendiri tengah berada di dalam BMW nya, lalu perlahan menyalakan mesin, hingga memacu dengan stabil ‘menjauhi perusahaan itu.


Bersamaan dengan perjalanannya, ternampak raut wajah Callista semakin berseri, karena tanda tangan kontrak yang sangat mudah dirinya dapat tadi.


’’dengan kerja sama ini, aku harap keluarga Byron, bisa berkehidupan seperti dulu lagi’’.


Akan tetapi tiba-tiba saja raut wajahnya menjadi murung, setelah terlintas kembali ‘di pikirannya, seorang pria tampan, yang sempat dirinya tinggal begitu saja, karena permasalahan pelik keluarganya.


‘’pria tampan itu, Apa mungkin, dirinya masih tinggal di kota ini’’.


Puluhan menit perjalanan itu, kini Terlihat BMW 520i tengah memarkirkan tubuh hitam metalic nya, dan tak berselang lama, perlahan sepasang kaki jenjang yang mulus ‘milik seorang wanita, menuruni tubuh Bmw itu, lalu berjalan sedikit tergesa, hingga memasuki pintu utama gedung kecil ‘di depannya.


Saat ini Callista tengah mendorong pintu kaca di depannya, lalu memekik keras, sembari berjalan’ menuju bangku duduknya,’’aku berhasil mendapatkan kontrak kerja sama itu’’.


Ruangan kantor yang saat itu, terisi penuh oleh semua keluarga Byron. Seakan kompak mereka segera mengarahkan pandangan ke arah teriakan barusan.


‘’Callista apa benar ucapanmu?’’.


‘’Apa dirimu tengah bercanda Callista?’’.


Sahut tak percaya beberapa anggota keluarga Byron.


Setelah Callista menempati bangku duduknya, dirinya segera menyodorkan kertas mewah kerja sama tadi, ke arah Byron, sang kakek.’’Kakek aku menjamin perkataan ku barusan, aku yakin setelah ini keluarga kita, akan kembali berjaya seperti dulu’’,lalu tersenyum.


Byron segera menerima kertas pemberian itu, lalu sejenak membaca guna menge check keasliannya.‘’Callista, apakah ini kertas kerjasama asli. Dan maafkan kakek sebelumnya, apakah kamu tidak sedang ingin membahagiakan kami dengan membuat sendiri kertas semacam ini, lalu menyuruh orang untuk menandatanganinya bukan?’’.


Kejadian yang kini dialami semua keluarga itu adalah sebuah kewajaran.


Pasalnya, kontrak kerja sama yang bersumber dari perusahaan ternama serta terbesar di seluruh Brackhamtom itu, telah dengan mudah memilih, hingga mempercayai mega proyek besarnya, kepada perusahaan kecil milik keluarga Byron.