Mysterious Husband

Mysterious Husband
JAWABAN TERSULIT



Toktoktoktok!


’siapa malam-malam, mengetuk pintu dengan nada seperti itu?’,gumamnya


Hingga karena itu Reygan segera menghentikan sejenak kegiatannya, dengan menaruh sebum bung wine itu ‘di atas meja, lalu berjalan guna menghampiri sumber suara.


Ketika pintu terbuka, kini wajah cantik Callista segera terlihat lagi di hadapannya.


Sembari memasang raut cemas, penuh ketakutan,’’sayang, orang itu kembali, sekarang dia membawa banyak temannya untuk membunuh kita’’,seru Callista.


Perlahan Reygan merangkul tubuh indah di depannya,’’Callista, tanangkan dirimu, sekarang mari kita masuk terlebih dahulu, lalu ceritakan di dalam saja’’.


Karena rasa panik kini tengah tersandang di hati serta pikiran Callista, hingga segera ‘dirinya, melepaskan pelukan itu,‘’Sayang, tidak ada waktu untuk membahas ini di dalam, aku sedang tidak bercanda sekarang’’.


Bersamaan dengan rasa paniknya, Callista segera menerangkan semua kejadian yang dialaminya, selepas keluar dari Lift ‘lantai loby, jika dirinya tak sengaja melihat ‘Drake, pria seram yang mengarahkan ujung pistol, ke dahinya siang tadi itu, kini tengah berada di luar halaman ‘bersama lusinan temannya.


Hingga karena itu, Callista sendiri beropini, jika pria seram itu, kini tengah mencari guna membunuh mereka, karena sepengetahuan Callista, Reygan tadi berkata bohong ‘demi keselamatan mereka.


Reygan yang kini telah paham, akibat penjelasan panjang dari Calista barusan, dirinya segera memandu Callista untuk masuk, sembari tersenyum di hati,’’Sayang, itu kabar buruk, sebaiknya cepatlah masuk ke dalam, demi keselamatan nyawa kita’’.


Reygan sengaja tak memberitahu kejadian sebenarnya, karena dirinya takut, jika identitasnya terbongkar ‘saat ini.


Bersamaan dengan perjalanan mereka, Reygan sendiri, sebenarnya nampak ingin tertawa, ketika arah pandangannya, yang sesekali melihat raut kecemasan di wajah kekasihnya.


Kemudian setelah Callista terduduk di sofa, Reygan segera berlalu, hingga kembali bersama dengan air mineral di tangannya.


‘’Sayang minumlah, agar perasaanmu lebih tenang’’, seru Reygan sembari menyodorkan bawaannya.


Callista segera menerima ‘pemberian itu, hingga perlahan meminumnya.‘’Rey, maaf, jika aku menyusahkan mu, karena mungkin malam ini, aku akan menginap disini’’.


‘’sayang, aku senang dengan kehadiran dirimu, dan tak sama sekali mempunyai pikiran, merasa direpotkan atau semacamnya, bahkan jika mau, kamu boleh selamanya tinggal di sini’’,sahut Reygan sembari tersenyum.


Ulah perkataan Reygan barusan, sidikit banyak kini telah mampu menghilangkan rasa cemas di hati Callista, hingga karena itu Callista sendiri terdiam, sembari tak mengalihkan pandangan, dari raut wajah pria tampan 'di depannya,’Rey, apa arti perkataan mu barusan, apa kamu menginginkan pernikahan denganku saat ini’,gumamnya.


Melihat wanita didepannya hanya terdiam, sembari tersenyum, Reygan perlahan mengarahkan pelepasannya guna duduk di samping ‘Callista, lalu mengarahkan pandangannya’’hey gadis manja, apa aku, yang menjadikanmu melamun, hahaha’’.


Setelah mendengar perkataan Reygan barusan, Callista segera merangkul erat tubuh kekar di sampingnya,’’jika memang benar, kamu mau apa pria besar. Rey aku sangat mencintaimu’’.


Bersama dengan pelukan hangat itu, perlahan Reygan membelai rambut Calista, sembari tersenyum ‘tulus,’’sayang, sebenarnya hal apa, yang menjadikanmu sebahagia itu, hingga tersenyum-senyum kulihat sedari tadi’’.


‘’aku terlalu bahagia Rey, karena status hubungan kita’’,sahut Callista.


Callista menyahut seperti itu, karena dirinya belum memiliki keberanian, terlebih dirinya mempunyai pikiran terlalu cepat, jika harus melangkah lebih jauh lagi, untuk saat ini.


Puluhan menit waktu berjalan, hingga kemesraan itu telah berakhir, ketik Callista mengistirahatkan tubuhnya di ranjang kamar, serta Reygan sendiri menikmati kegiatan meminumnya kembali, sembari menghisap cerutu kesukaannya.


Bersamaan dengan kegiatannya, pikiran Reygan kini mulai mengingat kembali, mengenai kecemasan kekasihnya tadi,’sialan kenapa mereka menemui ku, hingga kemari’,gumamnya.


Selepas gumamnya Reygan segera mematikan rokoknya, lalu berjalan keluar unit ke arah tepi dinding, guna menge’chek, sebab kecemasan ‘kekasihnya tadi.


Melihat belasan mobil mewah, yang tak mungkin berkepemilikan penghuni aparteman tempat tinggalnya, Reygan segera memacu langkahnya kembali, hingga menuju loby dasar.


Kemudian karena terlihat di pandangan Drake, pria ‘Reygan, yang di tunggunya, kini tengah berjalan ‘mengeluari pintu loby, hingga dengan segera Drake membuang cerutunya , lalu membuka pintu mobilnya, dan berjalan mendekati, sembari tersenyum.


Reygan segera menghentikan langkahnya, ketika terlihat di pandangannya, pria yang menemuinya ‘siang tadi, kini tengah berjalan ‘mendekat, ke arahnya.


Setelah hormatnya, bahkan Drake tak berani mengangkat wajahnya, terlebih menyetarakan arah pandangan,‘’ampun tuan muda, aku tak bermaksud mengganggu waktu Anda, namun ini semua karena perintah tuan Zouch’’.


‘’lalu mengapa hanya kau, yang menemui ku saat ini?, dan dimana tuanmu?’’,seru Reygan.


Karena hari telah berganti, beberapa jam kedepan, hingga hal yang wajar, jika semua anggotanya, termasuk Bret dan Zouch, kini tengah tertidur pulas, bersandar bangku duduk mobil mewahnya.


Akan tetapi, lain dengan Drake, yang mendapat arahan khusus dari Zouch, untuk tetap terjaga, dan baru boleh tertidur, ketika masalah ini telah terselesaikan, untuk menebus kesalaahannya ‘siang tadi, mengenai membiarkan Reygan berlalu ‘sebelum Zouch sempat meminta maaf.


‘’tuan muda, tunggu sebentar, dan aku akan membangunkan tuan Zouch, untuk menemui Anda’’,sahut Drake.


‘’tak perlu, aku bisa melakukannya sendiri, baiknya antar aku menuju mobil Zouch’’,seru Reygan.


Setelah perintah itu, Drake dengan segera berjalan memandu Reygan hingga mendekat ke arah pintu duduk Zouch.


Karena kaca ‘gelap, tertutup di pintu mobil Zouch, dan hanya terbuka di bagian atas mobil guna sirkulasi udara ‘di dalam ruangan, hingga Reygan segera mengetuk berulang kali.


Beberapa ketukan ‘ulah kegiatan Reygan, kini Zouch yang telah terbangun dari tidurnya segera memekik keras, ’’bajingan, berani sekali mengganggu tidurku’’, lalu menurunkan kaca pintu.


Pandangan Zouch kini melihat pria kekar berpakaian informal sederhana, bersama Drake di belakangnya, tengah berdiri sembari memandanginya.


‘’apakah Anda tuan Reygan?’’.


Karena ini, kali pertama Zouch melihat wajah asing pria di sampingnya, hingga Zouch berkata seperti barusan.


‘’jika benar mengapa?, dan jika bukan kenapa?’’,seru Reygan.


Mendengar jawaban dingin, serta melihat Drake yang ternampak begitu sopan di belakang pria itu, hingga Zouh segera menuruni kendaraan, dan menjatuhkan lututnya,’’tuan muda adolf, maafkan kesalahanku siang tadi, aku menyesal, mempunyai driver bodoh itu. Tapi tuan tenang saja, aku akan mengulitinya hidup hidup setelah ini, untuk Anda’’.


Mengalihkan pandangannya ke samping, lalu tersenyum kecut, sembari mengantongi kedua telapak tangannya,‘’ kesalahan itu, sebenarnya bukanlah ulah driver mu, dan bukan juga ulah kekasihku. Namun kesalahan itu sebab ulah tangan Tuhan’’.


Mengarahkan pandangan ke arah pria di hadapannya, lalu menimpali ucapannya,’’ Lantas bagaimana, jika aku menyalahkan Tuhan untuk kejadian siang tadi?’’,sahut Reygan.


Mendengar jawaban itu Zouch mulai terdiam, sembari menunundukkan kepalanya.


‘’kenapa kau hanya terdiam, apa kau ingin menguliti Tuhan hidup-hidup untukku sekarang?’’,seru Reygan.


Perlahan Zouch mengangkat wajahnya, sebari menekuk dahinya,‘’tuan muda mana mungkin aku melakukan hal itu’’.


Sejenak Reygan mendengus, sembari bersedekap,‘’Jika itu jawabanmu, maka masalah kita sudah selesai, dan aku minta untukmu serta seluruh anggotamu, agar tak pernah memanggilku dengan panggilan formal itu lagi di kota ini. Apa aku bisa mendengar jawaban bisa dari mulutmu, dan jaminan dari kepalamu’’


‘’baik tuan, aku bisa menjaminnya’’,sahut Zouch.


Setelah mendengar perkataan itu, Reygan segera membalik tubuhnya, lalu berjalan menjauh.


Kemudian beberapa menit setelah Reygan memasuki pintu loby Aparteman Alfretstone, kini Zouch, mulai mengangkat lututnya, hingga berdiri, lalu memerintah Drake, untuk membangunkan seluruh anggotanya, guna bergegas pergi ‘dari tempat ini.


Sesampainya Reygan di lantai tujuan unitnya, baru saja pintu lift terbuka, kini wajah cantik Callista segera saja terlihat ‘tepat, di hadapannya, hingga karena terkejut Reygan seakan menjadi patung batu untuk beberapa detik,’apa ini, mengapa Callista ada di sisni’.


Sebenarnya, Callista sendiri, mulai terbangun, ketika mendengar suara pintu tertutup ’ulah kegiatan Reygan, namun beberapa menit berselang, hingga rasa cemas melanda hatinya ‘kembali, terlebih pikiran buruk megenai kepergian Reygan, yang begitu lama, hingga dirinya segera menyusul, guna memastikan.


Akan tetapi, langkah Callista segera terhenti ‘hanya sampai tepian dinding berkaca, di depan pintu unite, sembari memaku kan pandangan ke arah Reygan ‘di halaman luar loby apartemant.


Hingga karena hal itu, kini semua kejadian aneh mengenai Reygan ‘di halaman luar loby, telah terekam jelas di pandangan ‘Callista, sedari awal.