
Sejenak Calista terdiam, lalu mengarahkan pandangan ke semua orang’di ruangan,‘’aku bersumpah untuk hidupku!, jika berita yang kusampaikan ini, adalah sebuah kebenaran, lalu apa gunanya untukku, hingga memalsukan kontrak kerja sama itu. Sebenarnya itu semua berkat tuan directur.
Kemudian, Callista menjelaskan kegiatannya tadi ‘di perusahaan Grend tower Brackburry, kepada semua anggota keluarganya.
Mendengar penjelasan yang tak masuk akal, Wylie segera memutar sedikit bangku duduknya ‘ke arah Callista, sembari menatap serius.‘’apa kau mengenal sang direktur itu?, jika tidak, maka aku sedikit curiga, mengapa dirimu begitu sangat mudahnya, mendapat kontrak kerja bernilai fantastis seperti ini?".
"benar juga pendapat wylie".
"iya, masuk akal".
sahut timpal beberapa anggota keluarga, guna membenarkan argument wylie.
‘’aku juga tak mengerti, hingga mengapa directur itu, terlalu berlebihan membantuku’,sahut Callista, lalu menundukkan kepala.
Mendengar serangkaian perkataan, yang memojokkan Callista, Byron segera berdiri.
"sudah-sudah, aku yakin Callista berkata benar, bahkan aku tahu jika cucu perempuanku ini, adalah gadis yang baik, jadi tak mungkin dirinya berkata bohong".
Hingga setelah perkataan Byron barusan, kini candaan serta godaan terdengar bersahutan, mengarah ke Callista.
"mungkin tuan Directur, menaruh hati kepadamu Callista".
"benar, karena aku dengar jika, pemiliknya kini adalah seorang pemuda tampan dari keluarga kaya dari Evershead city".
hahahaha!
Gelak tawa bahagia memenuhi seisi ruangan rapat itu.
Hingga pembicaraan keluarga besar itu tetap berjalan, dengan serangkaian candaan menggoda, dari masing-masing orang ‘seisi ruangan, yang di arahkan kepada Callista, lalu pembahasan berakhir, ketika beberapa anggota keluarga bersepakat, hendak berkunjung ke perusahaan tersebut, guna memastikan kebenarannya.
Beberapa jam telah terlalui begitu saja, hingga di lain tempat ‘di sebuah perusahaan, terlihat Reygan tengah berjalan ‘sedikit tergesa, ke arah bahu jalan, guna mengunjungi kediaman Darold foster. Akan tetapi, bersamaan dengan kegiatan menunggunya, tiba-tiba saja ‘sebuah unit lambo spyder, berwarna pink terang ‘menghentikan laju roda, hingga mematikan mesinnya, tepat di hadapan Reygan.
Perlahan Kimberly menuruni mobil mewahnya, lalu berjalan ke arah Reygan, sembari mengarahkan senyum termanisnya.‘’Tuan muda, apakah Anda membutuhkan tumpangan’’.
‘’Tidak Kimberly, aku terbiasa menggunakan jasa taxi di setiap kepergian ku, jadi terimakasih tawaran baikmu’’,sahut Reygan sembari membalas senyum.
‘Ada apa dengan pria ini, dirinya bahkan memiliki status sosial yang tinggi, namun cara berpakaiannya begitu simple, bahkan lusuh menurutku, dan lagi bagaimana pria ini tak memiliki kendaraan atau semacamnya’, gumam Kimberly, sembari tersenyum guna menyamarkan.
Kimberly belum mengetahui akan Bugatti la voiture Reygan, jika saja Reygan mengendarainya di Backhamtom, sudah bisa di pastikan seluruh pandangan mata menatap tajam ke arahnya, Pasalnya supercar itu ‘high class, serta tidak sembarangan orang mampu membelinya, bahkan satu spionnya saja ‘sudah lebih dari cukup, untuk membeli lambo serupa ‘milik Kimberly. Dan untuk tolak ukur ‘di Evershed city saja, Monster gahar milik Reygan, cukup ampuh menjadikan warga kota berdecak penuh kekaguman, apa lagi hanya sekelas kota Brackhamtom, yang bermasyarakat ‘jauh, tak sebanding.
Sembari menyahut lembut tangan pria di depannya, guna memandu memasuki mobilnya.’’Tuan muda, jika tujuan Anda, saat ini adalah kediaman Darold foster, lebih baik mari saya antar saja’’,seru Kimberly.
‘bagaimana wanita ini tahu isi kepalaku’,gumam Reygan, sembari tersenyum kecil.’’kimberly, aku tak ingin merepotkan dirimu’’.
Kemudian selang beberapa puluh menit perjalanan itu, kini Kimberly telah menghentikan tubuh lambo nya, tepat di depan gerbang kediaman Darold foster.
‘’Terimakasih tumpangannya, aku sangat berterimakasih, untuk semua kebaikanmu’’,seru Reygan.
Akan tetapi belum sempat Reygan hendak membuka pintu mobil, Kimberly segera menyahut kembali ‘tangan kekar itu,’’Tuan, sebaiknya aku menemani Anda sampai dalam. Bukanya menolong akan lebih baik hingga tuntas dan bukan setengah-setengah seperti ini’’,tersenyum manis.
Melihat serta mendengar ketulusan tercermin di diri wanita di sampingnya, Reygan sendiri, segera menerima kembali permintaan Kimberly.
Kimberly berkata hingga bertingkah laku seperti itu, karena dirinya mengetahui betul, setelah melihat busana Reygan ‘yang kini di pakainya, bisa di pastikan pria ini tak akan di ijinkan memasuki rumah, bahkan kemungkinan terbesarnya akan langsung diusir paksa.
Sebenarnya Kimberly juga memiliki niat lain dari kebaikannya itu, dilain dirinya ingin ‘secara langsung, melihat kemalangan menimpa rivalnya’Ellena. Kimberly juga ingin mendapatkan simpati, serta perhatian khusus dari Reygan.
Setelah menerima permintaan Kimberly tadi, saat ini Reygan tengah terduduk di bangku nyaman sebuah paviliun ruang tunggu khusus tamu, bersama wanita cantik di sebelahnya.
Beberapa menit berselang , terlihat seorang pria muda ‘yang dimaksud, tengah berjalan ‘sedikit tergesa, mendatangi tempat duduk Reygan. Dan setelah kedatangan Darold, dirinya hanya sepintas melirik ke arah Reygan, lalu menghabiskan semua pandangan ke arah Kimberly.‘’aku kira siapa, ternyata kamu Kimberly, kamu masih tetap secantik dulu, bahkan kini kau terlihat semakin menggoda’’.
Sebenarnya Darold masih mengharapkan hubungan lebih terhadap Kimberly. Akan tetapi bersamaan dengan keinginan Darold, Kimberly selalu menolak serta berusaha menghindar.
‘’hentikan omong kosong mu!, bahkan jika bukan karena pria tampan di sampingku ini, aku tak akan sudi menginjakkan kaki di kediaman mu, terlebih melihat wajah bejatmu’’,sahut kesal Kimberly, sembari mengalihkan pandangan.
Karena perkataan pembanding itu, sesekali Darold mengalihkan pandangan ke arah Reygan,’’apa dia kekasihmu Kimberly!?. Hahahaha,’’selera mu, mulai menurun sayangku. Hahaha’’.
Kimberly segera merapatkan duduknya, guna menyahut lengan, dan menyandarkan kepala di bahu Reygan.’’Jika pria tampan ini benar kekasihku, lantas apa masalahmu!’’.
‘’Kimberly, kauu!’’,sahut Drold, sembari mengeratkan gigi.
Belum habis keterkejutan Darold, Reygan segera menyela,sembari membiarkan kegiatan Kimberly.‘’Aku kesini untuk menemui Ellena. Apa dia istrimu?’’.
‘’Hey bodoh, urusan apa kau dengan istriku’’.
Sesaat setelah mendengar perkataan singkat mengenai kebenaran berita itu, Reygan segera mengangkat pelepasannya, bersama Kimberly, yang sedari tadi terlihat nyaman, dan seakan tak ingin melepas rangkulannya.’’Terimakasih untuk waktu anda, sekarang aku akan pergi’’,lalu berjalan menjauh.
Sejenak Darold berdiam diri,’sepertinya wajah kekasih Kimberly itu, aku pernah melihatnya. Tapi dimana dan kapan?. Ah sudahlah tak penting’, serangkaian pertanyaan di hatinya.
Kemudian setelahnya, Darold segera membalik tubuhnya kearah perjalanan Reygan dan juga Kimberly, lalu memekik keras.‘’hey pria aneh!, perbincangan kita bahkan belum selesai dan kau pergi begitu saja!, dasar orang tak tahu aturan!, dan kau Kimberly!, dasar gadis bodoh!, menolak ku, lalu hanya memilih pria miskin seperti dia!’’.
Kimberly sendiri merasa kesal dan tak terima, ketika perkataan ‘pria miskin terdengar, di arahkan untuk Reygan. Dengan sengaja Kimberly melepas rangkulannya, lalu membalik tubuhnya, sembari memekik ke arah Darold.
‘’miskin katamu!, bahkan grand tower brackburry miliknya, Dasar bodoh!’’