Mysterious Husband

Mysterious Husband
PERPISAHAN



Mentari memulai kegiatannya kembali.


 


Di pagi hari ini’ Reygan mengawali hari’ lebih awal, dari Jennifer kembali, dengan tanpa aba-aba dirinya perlahan melirik kan penuh bola matanya, lalu memalingkan wajahnya ke samping, hingga dalam pandangannya kini, nampak jelas wajah cantik natural ’ tengah tertidur, memiringkan badan sembari memeluknya.


 


Ketika itu juga, Reygan perlahan mendalamkan arah matanya, menatap wajah cantik di depannya sembari tersenyum manis, hingga perasaan takut kehilangan Jennifer menjadi teramat besar, mulai muncul kini secara otodidak di hatinya. 


Reygan berharap cemas dihatinya, memohon agar waktu berhenti berputar sekarang, sehingga pandangan kebahagiaan ini, tak akan pernah berakhir.


 


Kemudian di sela pandangan Reygan, kini nampak wajah cantik itu mulai mengkerlipkan serta perlahan membuka katup matanya, dan mengarahkan kedua bola mata indah itu sembari tersenyum , lalu mengecupkan bibir tipisnya secara berulang ke kening dan bibir,


hingga menjadikan, Reygan saat ini ‘ berangsur tersadar dari lamunan kebahagiannya, dan dengan spontan berkata lembut,


’’aku mencintaimu Jennifer, dan aku mengharapkan, hal yang sama pada dirimu’’,memeluk lembut Jennifer.


 


Jennifer tersenyum manis lalu mengeratkan pelukannya,’’ aku lebih mencintai dirimu dari pada hidupku’’,sahut lembut Jennifer.


Reygan sendiri membalas pelukan hangatnya itu,‘’ maafkan aku sayang, hingga membuatmu cemas dan menunggu semalaman’’, lalu mengecup kening jennifer.


 


Perkataan Reygan mengingatkan Jennifer akan kejadian semalam’ kembali di pikirinnya, dengan cepat Jennifer melepas pelukan dan berkata,‘’Sayang!, bagaimana keadaanmu sekarang?’’.


Kecemasan berlebih Jennifer terhadap Reygan, yang sampai saat ini, masih tersimpan rapi dalam perasaannya.


Reygan kembali menyahut tubuh indah itu ‘’Aku tak mengapa, kau lihat aku bisa tersenyum bersamamu saat ini’’,sahut lembut Reygan sembari tersenyum tulus. 


 


Perbincangan mereka kini tersela,ketika dering suara gadget Reygan berbunyi nyaring, hingga dengan segera menghancurkan waktu romantisme itu, memaksa Reygan melepas pelukannya yang tadinya penuh kebahagiaan itu, lalu berkata pelan,


‘’sayang, gadgetku berada tak jauh darimu, aku bisa memintamu untuk mengambilnya untukku?’’,tanya lembut Reygan lalu mencubit pelan pipi Jennifer.


Jennifer menganggukan kepalanya, seraya tersenyum manja dan mengecup beberapa kali’ bibir Reygan’ lalu melangkahkan kaki, menuju sumber suara.


 


Akan tetapi, setelah Jennifer memalingkan wajahnya kembali ke arah Reygan, dirinya menekuk wajahnya dan juga mengerucutkan bibirnya,‘’Rey!, siapa wanita ini!?’’,  menunjukkan layar di phonsel,  "sepagi ini, sudah menghubunginmu!?’’,tanya kesal Jennifer. 


 


Suasana hangat tadi, kini menjadi sedingin es, ketika panggilan dari Callista terlihat di layar gadget Reygan.


 


Reygan yang melihat nama Callista dari keluarga Byron, sejenak mengkesampingkan kesenangannya,‘’Berikan dulu gadget itu sayang’  akan, aku jelaskan setelah pangilan ini’’,sahut Reygan sembari mengelus pelan bahu Jennifer bermaksud menenanagkan.


 


Tak butuh waktu lama, Jennifer sontak saja, mengarahkan tangan Reygan untuk menerima pemberiannya, lalu memberikan Gadget itu secara kasar ke tangan Reygan sembari berkata,’’ambil ini untukmu’’,sahut kesal Jennifer, lalu bersedekap tangan dan mengerucutkan bibir kembali.


 


Setelah Reygan menerima gadget itu, sejenak pandangan matanya memperhatikan gesture dan raut muka Jennifer.


Kemudian dengan segera Reygan,melempar gadget di tangannya ke sofa, dan mengabaikan panggilan itu, lalu menyahut dan menarik pelan badan indah jennifer mengarahnya, hingga terjatuh bersama’ di sofa itu kembali.


Dalam pikiran Reygan saat ini’ mungkin Callista hanya sekedar bertanya atau semacamnya, aku akan meminta maaf esok harinya, mudah saja kan’.


 


Tanpa jeda waktu, segera Reygan menyahut pertanyaan itu dengan lembut,‘’tentu saja, dan sangat mencintaimu’’,lalu menggesek berkali hidung. 


Jennifer membalas kegiatan itu ‘’lalu’ jika aku menginginkan pernikahan, pendapatmu seperti apa?’’, tanya manja Jennifer, melempar senyum kecil. 


Reygan terdiam sejenak, lalu mendalamkan tatapan matanya ke arah bola mata cerah berwarna sedikit kebiruan di depannya itu, seraya tersenyum manis.


 


Akan tetapi dering suara gadget itu ‘mengganggunya kembali, hingga Reygan merasa kesal di buatnya, dengan mengabaikan sebentar pertanyaan Jennifer tadi,


kini dirinya yang masih tertindih Jennifer, menyahut sumber bunyi di atas kepalanya, melihat sebentar kearah layar, lalu  menerima panggilan itu.


‘’Hallo Callista! aku tengah sibuk, maafkan aku!’’,seru Reygan dengan kesal.


 


Seruan itu’ tidak mendapat respons tanggap dari Callista, hanya suara tangisan dan sirine jelas bergemerisik di gadgetnya, lalu Reygan menimpali kembali perkataannya,‘’Hallo Callista, kau tak apa?, kudengar, banyak suara tangisan di sana?”,tanya cemas Reygan seraya menyatukan kedua alisnya pertanda kebingungan.


 


Kemudin setelah pertanyaan itu Callista memberi penjelasannya sembari tangis tersedan-sedannya yang tak mungkin dirinya tutupi. dirinya memberi sedikit kabar sedih, namun tak memberitahu kematian ini, lalu memberi wejangan lokasi keberadaannya saat ini.


Mendengar perkataan itu , sontak saja Reygan tertegun dan membisu sejenak seraya menurunkan Jennifer dari tubuhnya lalu terduduk, dan berkata guna memastikannya,‘’ka...kaau tidak bercanda tentang ini bukan!?’’.


 


Mendengar kepastian dan tak mungkin Calista berkata bohong tentang ini,‘’ok,ok, tenang Callista, aku segera menemuimu’’,sahut menengkan Reygan.


 


Reygan kembali memalingkan wajahnya ke arah Jennifer,dan terlihat wajah cantik itu kini, kembali menekuk mimik mukanya seperti tadi, lalu berkata,‘’sayang, maafkan aku kali ini aku harus pergi, karena sesuatu hal yang buruk menimpa saudaranya’’,pinta lembut Reygan.


Tanpa jeda waktu dari perkataan tadi, Jennifer berkata,‘’ Lantas kenapa harus kamu!, bisakah orang lain atau pria lain, yang menanganinya’’,sahut kesal Jennifer seraya mentalak pinggangnya.


 


Mendengar perkataan itu Reygan hanya melirik wajah wanita di depannya, sembari memberi senyuman miring, lalu segera mengangkat pelepasannya, guna pergi menjauh, mengabaikan puluhan perkataan Jennifer dan juga penampilannya saat ini.


Akan tetapi Reygan memberhentikan sejenak kegiatan langkahnya, saat tengah membuka pintu keluar, dengan cepat membalik badannya, mengarahkan pandangan mata ke arah Jennifer,sesaat setelah kata terakhir Jennifer terlontar,


 


pandangan sendu ke arah Reygan Jennifer berkata‘’Jika kau pergi sekarang menemuinya!, aku akan pergi jauh dari hidupmu selamanya!, sekarang juga!?’’,nada meninggi tak stabil sembari menangis sedih.


 


Pikiran Reygan saat ini, hanya penuh ingatan kebaikan keluarga Byron di masa lampau,


lalu sekali lagi Reygan tak memperdulikan Jennifer, berbalik arah seraya mengeluarkan dirinya dari tempat itu, dan menutup pintu dengan keras,


Darrrr!


dan berkata,‘’Aku tak perduli!’’,seru Reygan lalu berjalan menjauh.


 


Suara bantingan pintu itu, sontak saja menerkejutkan Jennifer, dirinya tak mengalihkan pandangan matanya dari pintu didepannya, seraya mematungkan tubuhnya,


namun perlahan tubuhnya sedikit mengejang, dan air matanya kian deras jatuh membasahi pipinya, rasa sesak di dada nya kian terasa, hingga dirinya memegang rasa sakit itu menggunakan kedua tangannya,


lalu menjatuh dudukan dirinya di lantai, sembari tertunduk membayangkan kebahagiannya bersama Reygan.


 


Kemudian setelah cukup waktu guna menenangkan dirinya, masih dengan tangis Jennifer segera mengemasi semua barangnya, tekatnya kini membulat seketika, untuk meninggalkan Reygan, dan pergi kembali ke Evershead city’ pagi ini juga, serta akan melupakan semua kenangan manis bersamanya.