
Karena kecemasan di hati Callista semakin besar ‘sebab pandangannya tadi, dirinya segera berlari ke arah pria didepan, lalu memeluknya erat,‘’Rey, kamu tak mengapa?. aku khawatir terhadapmu?.apa kamu berkata berbohong lagi kepada mereka?. Kita harus tinggalkan tempat ini segera sayang’’.
Serangkaian perkataan cemas ‘Callista, sembari menjatuhkan kepala di dada bidang Reygan.
Calista berkata seperti itu, karena dirinya hanya melihat, dan bukan mendengar percakapan mereka, hingga dirinya beropini, tertunduk serta berlutut nya 'pria seram tadi, adalah hasil kebohongan Reygan kembali.
Setelah perkataan wanita di pelukannya selesai, kini hati Reygan sedikit lega, hingga perlahan Reygan mengusap lembut ‘kepala wanita itu,’’Sayang tak perlu secemas itu, kini aku jamin mereka tak akan mengusik kita lagi, karena kebodohan mereka sangat mempercayai perkataan ku tadi,hahaha’’.
‘Callista maafkan aku tak memberitahumu tentang sebenarnya diriku untuk saat ini’,gumam Reygan setelah perkataannya.
Sebenarnya Reygan sangat ingin sekali memberitahukan mengenai jati dirinya ‘kepada Callista, namun dirinya sedikit ragu, jika dirinya berbicara sekarang, apakah Callista akan mencintainya tulus seperti ini, atau sebaliknya ‘cinta akan harta dan bukan untuk kenyamanan hati.
Karena pada dasarnya, memang wanita adalah makhluk indah yang mempunyai minus ‘seperti itu, jika harta serta kekuasaan dunia lebih mereka prioritaskan dari perasaan hati ‘seorang keturunan adam, Reygan takut masa kelamnya akan terulang kembali di kehidupannya saat ini, Walaupun title tuan muda telah tersandang, namun Reygan tak menginginkan jenis cinta seperti itu.
Sebenarnya, Reygan sendiri mempunyai pikiran baik untuk seorang keturunan Hawa, mereka boleh saja memiliki sifat cinta dunia ‘dan hal itu adalah anggapan wajar bagi setiap makhluk.
Akan tetapi Reygan memberikan batasannya, hanya untuk kebutuhan semata, dan tidak jika harus sampai bermewah-mewahan.
Kemudian setelah menambah beberapa perbincangan lagi di dalam Lift, hingga Reygan berhasil meyakinkan serta menenangkan kekhawatiran di hati ‘Calista, kini Reygan segera memandu kekasihnya untuk kembali ke unit apartemant nya.
Saat ini Callista telah mengembalikan tubuh indahnya ‘di atas ranjang sederhana fasilitas apartemant, dan Reygan sendiri berpasrah hati, hingga menjadikan sofa utama, sebagai landasan tubuh kekarnya, untuk memandu semua mimpinya ‘malam ini.
Akan tetapi, beberapa jam berselang, Callista yang terbangun, dirinya dengan sengaja membangunkan tubuhnya, lalu mengayuh kakinya menuju ruangan utama, sembari menenteng selimut di sebelah tangannya.
Setibanya Callista di hadapan Reygan, sejenak dirinya memandangi wajah kekasihnya, lalu perlahan meluruskan kaki posisi tidur kekasihnya, yang terlihat di pandangannya tertekuk karena kedinginan.
‘’Rey, kamu satu-satunya pria baik, yang aku kenal seumur hidupku’’,seru lirih Callista sembari tersenyum, lalu menyelimuti.
Dan sebelum Callista menuju kamar, guna melanjutkan tidurnya kembali, dirinya menyempatkan waktu sejenak, untuk mengelus pelan kepala, lalu mengecup kening kekasihnya,’Rey jika bukan kamu, pria yang Tuhan jodohkan untukku nanti, mungkin saja kematian akan jauh lebih baik untukku, Karena aku berharap di kehidupan selanjutnya, aku bisa memiliki hatimu lebih awal, dari wanita manapun’,gumamnya.
Saat ini tubuh Callista telah terbaring di atas Ranjang, dan sebelum menutup matanya, guna melanjutkan tidurnya kembali, kini sejenak senyum tipis terlihat cerah ‘meriasi wajah cantiknya.’mungkin jika kamu mendengar ungkapan perasaanku tadi, kamu akan mengaggap semuanya hanyalah serangkaian perkataan dusta, atau hal konyol semacamnya, namun aku bersumpah Rey, jika semua itu adalah ulah kenyamanan di hatiku, saat bersamamu ‘sedari dulu, hingga kini. Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi Reygan’,gumam Callista.
Beberapa jam kemudian, setelah ungkapan kebenaran cinta Callista tadi, walau hanya bersemayam ‘rapat, di hatinya saja, saat ini Reygan yang telah terbangun mendahului kekasihnya.
Perlahan Reygan meluruskan tubuhnya penuh, lalu mengangkat badannya, hingga terduduk, sembari memicingkan matanya,‘hari ini sebenarnya adalah waktuku, untuk kembali ke Evershead, karena aku yakin jika pembantaian sadis itu, telah terjamah oleh tangan-tangan para petugas. Lantas apakah aku harus pergi sekarang, dan mengabaikan keberadaan Callista di tempat ini’,gumamnya.
‘’ah sial tidak mungkin Reygan’’,seru Reygan, lalu melanjutkan dengan gumamnya,’kau tidak boleh mengecewakan gadis manja itu kembali. Baiklah aku kan menunggu hingga kepergiannya, dan akan memikirkan alasan selanjutnya nanti’.
‘’bukannya ini selimutku untuk Callista, lalu mengapa ada disini’’,seru Reygan sembari menyahut benda itu.
Dan karena itu, dengan segera Reygan mengarahkan kaki menuju kamar, lalu setelahnya, perlahan membuka pintu, hingga mendapat jawaban dari pertanyaannya barusan.
Reygan berjalan mendekat, lalu menjatuhkan pelepasannya ‘di ranjang, tepat di samping badan kekasihnya.
Kegiatannya seakan seperti terhenti, karena setelahnya Reygan hanya menghabiskan waktu untuk berdiam diri, sembari memandangi wajah cantik ,yang kini tengah tertidur pulas ‘di depan matanya.
Beberapa menit berselang, Callista yang telah terbangun, segera mengangkat badannya, karena terkejut akan kehadiran Reygan di depan pandangannya 'selepas kali pertama membuka mata.
‘’Rey, apa yang kamu lakukan, kenapa senyummu nampak lucu?. Apa aku terlihat jelek ketika tertidur tadi?’’,seru Callista.
Sejenak Reygan memberikan senyum,’’sayang, kamu akan selalu terlihat cantik di mataku, meski usia akan mampu menuakan umurmu kelak’’, sembari membelai rambut ikal ‘sedikit bergelombang, milik kekasihnya.
Hingga setelah mendengar perkataan manis itu, perlahan Callista menunduk, lalu tersenyum sembari meneteskan beberapa butir air ‘kebahagiaan, dari matanya.
Melihat pemandangan itu, Reygan perlahan mengangkat dagu kakasihnya, bermaksud ingin menyetarakan pandangan mata,’’sayang, kenapa kamu menangis, apakah kamu tak bahagia bersamaku saat ini?’’.
Tanpa menjawab Callista segera saja merangkul, hingga mengeratkan kegiatannya,’aku sangat, sangat dan sangat bahagia Reygan’,gumamnya.
Sebenarnya sikap aneh Callista sedari tadi, sebab ulah hatinya, yang kini merasa bahagia ‘teramat amat besar, hingga laju lidah, serta mulutnya seakan terhenti, untuk bersuara, guna membalas perkataan manis itu.
Moments Romantis itu kini tengah berjalan, hingga mereka mengisi waktunya, dengan berbincang canda, menyanjung satu sama lain, hingga mengakhirinya menggunakan ciuman panjang.
Hati Reygan dan Callista sangat kompak, bahkan tak terkecuali Gadged mereka yang sedari malam, tak memiliki daya baterainya ‘sama sekali, hingga mati total, dan diantara masing-masing nya pun, belum menyadarinya.
Kemudian setelah membilas tubuh,lalu menggunakan busana yang sama, hingga melakukan breakfast, dan beberapa kegiatan lainya, kini ketersadaran Callista mengenai, ke tidak pulangannya, segera teringat kembali.
‘’sayang, sepertinya aku harus segera pulang, ini sudah terlalu siang, aku takut kakek akan mencemaskan ku, karena aku lupa untuk memberi kabar kepada orang rumah, mengenai menginapku disini, semalam’’, saru Callista lalu menyahut gadget dari 'dalam, tas kecil ‘di sampingnya.
‘’Sayang, maafkan aku, mungkin aku tak bisa mengantarkan kepulangan mu untuk saat ini, itu karena aku harus bekerja paruh waktu selepas ini’’,sahut Reygan.
Hingga puluh menit waktu berlalu, selepas kepergian Callista tadi, kini Gadget Reygan, yang telah terisi penuh, mulai di gunakannya 'kembali, untuk menghubungi seseorang ‘di kantor perusahaannya.
panggilan itu tak berlangsung lama, karena hanya perintah khusus dari Reygan, untuk orang kantor itu, serta berisikan maksud baik, di dalam semua pembahasannya.