
Setibanya Callista di ujung lorong itu, dirinya menolehkan pandangan matanya ke kanan dan ke kiri, berharap melihat sosok pria, yang dirinya berkeyakinan jika itu Reygan, lalu dengan cepat Callista menyahut phonshel di dalam tas kecilnya, dan menghubungi Reygan guna memastikan kebenaran perasaannya.
Reygan sendiri mendengar Suara nyaring di Gadgetnya berdering, karena lupa untuk mengnonaktifkan tadi, dan juga melihat nama wanita yang dilihatnya tadi kini tengah berada di layarnya, hingga mengharuskan dirinya menerima panggilan itu.
Mengubah suaranya menjadi sumbang seperti orang sakit pada umumnya, ’’uhuk! uhuuk!, hallo Callista, ada apa lagi, aku harus istirahat malam ini’’.
‘’jangan, jangan jika kau datang kemari, justru aku tak akan beristirahat’’.
‘’sampai jumpa’’,Reygan lalu mematikan kali kedua panggilan Callista.
Serangkaian perkataan dusta, dirinya lancarkan kembali, demi kebaikan semua keluarga Byron di benak Reygan.
Reygan menyeka wajahnya lalu berkata, ‘‘maafkan aku Callista, tak sepantasnya aku membohongi dirimu sejauh ini, namun aku tak ingin membuat dirimu cemas karena tujuanku kini’’.
Kemudian Reygan yang hendak menaiki taxi untuk pulang kembali ke apartemant mewahnya,’’hey ini 500 dolar untukmu dan biarkan aku yang mengemudikan mobil ini, cepat bergeser lah!’’,seru perintah Reygan.
Reygan berkata seperti itu, ketika melihat jelas wajah David Lewis tengah memasuki mobil Rolls royce dan berlalu bersama mobil mewah itu.
Dengan segera Reygan menginjak gas di mobil itu dengan sangat keras tanpa memperdulikan dimana keberadaan Rem nya lagi, bermaksud tak membutuhkan Rem untuk mengemudikannya mengejar ketertinggalannya.
Pikiran Reygan saat ini, hanya tentang David, mengapa dia melawan perintahku, hingga datang kembali ke kota ini tanpa sepengetahuanku.
Beberapa menit insident kejar- kejaran, lebih tepatnya mengejar, karena mana mungkin sebuah toyota limo taxi menyaingi kecepatan Rolls royce dan sepasang lambo egoista.
Dengan menurunkan gigi di mobil sembari menginjak gas dan rem bersamaan, lalu menekuk tajam kendali kemudi secara balance, menggunakan kemampuan layaknya drive king, hingga saat ini Reygan berhasil memblokade tiga mobil itu sekaligus menggunakan badan taxi yang dirinya kendarai.
Reygan sendiri menunda diri, dan memilih terduduk manis di bangku kemudinya sembari menahan rapat kekaguman di hati, akan aksinya tadi, yang memang tak pernah di lakukan nya dan baru pertamakali ini.
Driver taxi itu memasang wajah ketakutannya,bukan karena kelihaian cara mengemudi Reygan ’’tuan tolong jangan mencari masalah, apa lagi terhadap orang-orang kaya itu’’, sembari memohon dan menyodorkan uang di tangannya, bermaksud untuk mengembalikan 500 dolar pemberian Reygan tadi.
Mengarahkan wajah lalu tersenyum kecil bermaksud menenangkan, ’’tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa, justru aku mencemaskan semua penumpang mobil itu’’, sahut Reygan seraya menunjuk ke arah 3mobil mewah di samping body mobil taxi.
Pria pria garang itu kini menuruni mobilnya satu persatu, dan salah satu pengawal David memekik keras, ’’hey bodoh!, minggir atau akan ku bunuh kau sekarang!?’’, sembari mengeluarkan pistol lalu berjalan mendekat, di ikuti ke lima rekannya.
Driver itu sendiri ketika melihat pria bersenjata menghampirinya, kini dengan segera, dirinya mengembalikan paksa semua uang pemberian Reygan lalu membuka seatbelt nya dan tergesa menuruni badan mobilnya.
Kemudian menyujudkan dirinya memohon ampun, ’’tuan ini bukan salahku, bukan aku yang mengemudikannya, ampuni nyawaku, aku memiliki keluarga yang harus aku hidupi, dan istriku tengah hamil besar’’, sembari tangis ketakutan.
Serangkaian curhatan driver itu, terlontar jelas di tempat itu.
Akan tetapi David yang tak bodoh berpikir cepat menghentikan langkah semua pengawalnya, memblokade lajunya menggunakan kedua tangannya, dipikirannya, berpikir mana mungkin ada sembarangan orang di kota ini berani menantang aku, selain....?,belum habis pikirannya David segera memekik keras, ‘’taruh senjata kalian!, kalian semua bodoh!, dasar bangsat!’’, lalu berjalan pelan menuju mobil itu.
Disela itu Reygan menuruni taxi itu berjalan pelan menemui David,’’kau bisa mengenaliku David, hebat juga dirimu, Lantas mengapa kau kembali kesini! dan tanpa sepengetahuanku!’’,seru teriak Reygan.
David segera merendahkan berdirinya tepat di depan Reygan, hingga menggunakan tumpuan lututnya, dan terlihat ke enam pria kekar tadi, kini mulai berjalan pelan menundukkan pandangan, lalu mengikuti kegiatan David.
Sejenak Reygan berjalan sedikit, guna menemui driver itu,’’hey terimakasih tumpangannya, ini ku kembalikan 500 dolar tadi, dan ini ku tambah 500 dolar lagi. Ku dengar istrimu tengah hamil, jaga dia baik-baik’’, tersenyum sembari memberikan uang itu bertahap.
Driver itu mengambil pemberian Reygan dengan tangan bergetar hebat‘’tuan apa ini?, sungguh uang sebanyak ini untukku?, apa ini tidak sebuah gurauan?,lalu menunduk dan menitihkan air mata bahagianya.
Reygan memeluk sejenak pria itu,’’sudah lekas pulanglah’’.
Membalas pelukan itu,sembari mengulang perkataan terimakasihnya,lalu segera meninggalkan tempat itu, dan menyimpan tanda tanya besar mengenai siapa sebenarnya pria baik hati itu?.
Kemudian Reygan menemui ke tujuh pengawalnya,’’mengapa kau kemari?”.
Sedikit meirik tak berani menatap penuh wajah pria di depannya secara penuh‘’Tuan tenangkan hatimu, tuan Palmer memerintahkan diriku untuk menjaga anda disini’’,sahut takut David.
‘’Aku tak butuh penjagaan mu!’’sahut Reygan tanpa jeda waktu, lalu menimpali perkataan nya kembali, ‘’sekarang segera lekas pergi tinggalkan kota ini, bawa semua anggota mu’’.
Setelah itu Reygan berlalu hendak memesan taxi, bertujuan ke Aprtemant mewahnya.
Kini David memberanikan dirinya menjelaskan tujuannya di sela hendak berlalunya Reygan,’’ tuan muda, kami mengerti akan masalah yang anda hadapi saat ini, semua di balik kematian saudara anda adalah Razor, pemimpin black bear, dan aku tahu markas mereka’’.
Reygan menyatukan kedua alisnya sembari mengarahkan pandangan ke arah tertunduk nya David,‘’apa penjelasan mu bisa aku pegang?’’.
‘’sangat bisa tuan muda’’,lalu David menjelaskan jika dirinya menunggu dari siang di rumah sakit itu, dan setelah sore, seterbangun nya Allen, dirinya baru mendapatkan semua penjelasan, mengenai semu ciri dan tato pria di gudang itu, hingga akhirnya David sendiri, menyimpulkan bahwa itu klan black bear.
Dalam benaknya david bergumam ’kebetulan atau memang faktor kesengajaan, mengapa driver taxi tempo lalu juga anggota black bear’.
Reygan mendengar penjelasan itu,’’ bangunlah, kali ini aku maafkan, pembangkangan mu ini, karena informasi penting yang kau ketahui, sekarang antarkan aku ke tempat yang kau ceritakan’’.
David membungkukkan sedikit badannya sembari berkata‘’Tuan ijinkan aku membantu menyelesaikan masalah anda’’.
Reygan hanya menganggukkan sekali kepalanya, bermaksud menyetujuinya, lalu berjalan pelan memasuki mobil Rolls royce.
Dengan segera beberapa pengawal David itu, membuka bagasi masing-masing di mobil itu, lalu mengambil dan merakit senjata di dalamnya, guna menuntaskan permasalahan tuan mudanya.
Saat ini FN P90 telah terbenahi, nampak gahar senjata semi otomatis itu ketika 50 butir peluru tertata rapi di atas pelepasan megazin.
'peluru full clip di dalam senjata ini, sebentar lagi akan segera mengosongkan tempat serta memanaskan ujung Laras nya', gumam mereka, seakan kompak.