
Beberapa detik itu, Reygan segera menyudahi kegiatannya, lalu perlahan berjalan senyap ke arah kursi duduk wanita di depannya.
Kemudian Reygan dengan segera menaruh lembut pelepasannya, tepat di samping tubuh Callista, yang wanita itu’ sampai saat ini, dirinya belum mengetahui kehadiran, jika pria di dalam hatinya itu, kini telah terduduk, bersebelahan dengan dirinya.
Itu wajar, karena Callista duduk melengkung, sembari menutupi wajah cantiknya, terlebih sedari tadi, kakeknya selalu menemaninya di taman ini, hingga dirinya sendiri menerka di pikirannya, jika itu adalah kakeknya.
Reygan, perlahan membelai lembut berulangkali, rambut kecoklatan wanita di samping nya itu, tanpa berkata.
Di sela kegiatan itu, tanpa mengubah posisi awalnya,’’Kakek, sudah hentikan, aku bukan, anak kecil lagi’’, mendengus manja.
‘’Apa setua itu kah diriku, hingga kamu memanggilku dengan sebutan kakek?, hahaha’’,sahut Reygan sembari tetap membelai rambut indah itu.
Tanpa jeda waktu, bahkan di sela perkataan Reygan, Callista segera menegakkan tubuhnya, lalu mengarahkan penuh kepalanya ke arah wajah lawan bicaranya, hingga terlihat mata sembabnya, dengan air kesedihan yang juga masih terlihat tergenang di pipinya’’Rey ini benar dirimu?’’,sembari menyeka wajahnya.
Reygan memalingkan wajahnya, serta pandangan matanya, hingga mengarahkan lurus ke depan, sembari tersenyum,’’memang kau pikir, ada berapa ratus orang’ semirip diriku di hidupmu haa?,hahaha’’, sahut canda Reygan bermaksud menghibur.
Meniru cara duduk pria di sampingnya, lalu sejenak tersenyum gembira di hatinya,‘’kau jangan bersalah sangka ya?, tangis ku ini bukan karena dirimu Rey. Jadi tak usah memberikan opini berlebihan di hatimu, mengenai kegiatanku ini.
Callista terdiam sejenak, lalu sedikit berpikir keras guna, memperkuat argument nya, di sela senyuman Reygan,’’aku akan sedikit menjelaskan, sebab mengapa aku bersedih, sebenarnya aku tengah memikirkan nasib perusahaan keluargaku setelah ini. Pasalnya kau tahu Rey?, mungkin saja kini directur itu’ telah memutus kontrak perjanjian kerjasamanya, karena ketidak hadiran ku di pagi lusa, guna memenuhi rapat akhir, mengenai mega proyek besar itu’’.
Callista mencoba menyembunyikan perasaan bahagianya, setelah kedatangan Reygan, hingga dengan cepat memberikan perkataan, seadanya di kepalnya’ saat itu juga.
Reygan sendiri, sedari tadi tersenyum lucu, mendengar perkataan Callista, dan bergumam di sela penjelasan itu. ’sejak kapan perusahaanku memanggil kehadiranmu, untuk datang ke sana. bahkan aku sendiri telah memerintahkan wakilku guna menunda semua proyek itu, sampai dirimu benar benar tenang dan fokus kembali’.
Setelah bergumam nya Reygan, di iringi selesainya penjelasan panjang Callista,’’jadi maksudmu, kedatanganku kesini telah mengganggu acara kesedihanmu, dasar wanita manja’’, tersenyum sembari menghela nafas, lalu berdiri tegak,’’nampaknya lebih menyenangkan, berbicara dengan kakek mu’ daripada dengan wanita cengeng di sini’’,sahut goda Reygan.
Belum genap’ dua langkah, Reygan berjalan meninggalkan tempat itu, dengan lembut tangan halus itu, kini menyahut pergelangan tangannya, hingga menghentikan laju tubuhnya,’’Rey aku menyukai dirimu, maksudku lupakan saja’’, sahut Callista, lalu menjauhkan pelepasannya dari kursi itu,’’ehh, Rey, aku membuat hidangan kesukaanmu, mari segera ikuti aku’’,menarik lembut tangan Reygan guna menyamarkan ungkapan di hatinya tadi.
Disela perjalanan itu,mata Reygan terus menatap’wanita yang kini masih menyeret tangannya,’Callista aku tahu, maksud perkataan mu tadi, andai saja Jennifer belum mengisi ruang di kehidupanku kini, mungkin sebelum dirimu mengungkapan perasaanmu, mulutku akan terlebih dulu mengucapkan kata itu’,gumam Reygan sembari memandang haru punggung wanita di depannya.
Kemudian sesampainya mereka di meja makan itu, dengan segera Callista mempersilahkan Reygan,’’ hey pria tampan, sebaiknya kau segera duduk dan jangan memandangiku dengan senyum lucu mu, itu terlihat aneh bagiku’’, seru Callista, lalu segera membalikkan tubuhnya guna menutupi rona merah di pipinya,’’aku akan menghangatkan sup itu’ untukmu, tunggu sebentar oke!’’.
Reygan sendiri segera menaruh pelepasannya,sembari mengarahkan pandangan ke arah wanita, yang kini telah di depan kompor itu,’’Callista dimana semua keluargamu, sedari kedatanganku’ bahkan aku hanya melihat kakek mu saja’’.
Disela kegiatan Callista,’’mereka tengah pergi, sedari pagi tadi guna mengantar paman dan bibiku menempati apartemant barunya, karena sekarang pamanku mendapat pekerjaan di sekitar wilayah itu’’,sahut penjelasan.
Kini Callista sendiri, tengah mempersiapkan hidangan itu, dengan menata rapi di depan mata Reygan,’’sudah, taruh saja pelepasan mu di kursi itu, hanya seperti ini aku tak perlu bantuan mu pria besar’’,sembari sesekali melihat Reygan, di sela kegiatannya.
Menaruh kembali pelepasannya,‘’biara apa kau gadis lucu, aku hanya membenahi celanaku,dan bukan untuk membantumu,hahaha’’,sahut Reygan.
Sebenarnya memang Reygan ingin membantu kegiatan Callista, namun dirinya menyamarkan tindakannya,setelah perkataan itu.
‘’kau memang tidak berubah Reygan’’,tersenyum tulus, lalu melanjutkan dengan gumamnya,’kau masih sebaik dan setampan dahulu, jika saja kau tahu perasaan ini Reygan’.
Setelah persiapan itu terselesaikan, kini Callista dengan sengaja menggeser bangku duduknya, hingga mendekat ke arah Reygan, lalu dirinya membantu’ menuangkan sup hangat di mangkuk pria itu,’’hey aku bisa sendiri Callista, jangan berlebihan seperti ini’’,seru Reygan.
‘’jika kau melakukan sendiri, kegiatanmu akan mengotori meja ini Rey’’,sahut lembut Callista di sela kegiatannya.
Kemudian Reygan sendiri hanya terdiam melihat perhatian Callista selanjutnya, matanya menatap haru di sela kegiatannya, yang kini wanita itu tengah menyahut sebuah piring lebar, perlahan menaruh roti gandum di atasnya, lalu meletakkannya di depan matanya.
Disela pandangan itu,’mengapa aku mendapat kenyamanan ini, bukan di pernikahanku bersama Ellena, namun justru dari wanita ini’,gumam Reygan.
Sebenarnya cinta pertama Reygan adalah Callista,bahkan dirinya mengenal gadis cantik ini, jauh sebelum pertemuan dirinya berasama Ellena di danau itu. Wanita berparas cantik, berkulit putih berperawakan menarik dan berhati baik ini, yang dulu sempat menghilang beberapa tahun, karena permasalahan keluarganya di hari lalu, kini berhasil kembali mencuri hati Reygan kembali.
Setelah meletakkan piring itu,’’Rey, hey kamu kenapa?’’,seru Callista, sembari menggerak gerakkan telapak tangan di depan mata pria itu, guna menyadarkan pandangan kosongnya.
Dirasa tak mempan Callista segera memegang kedua bahu kekar pria di depannya, sembari mengguncangnya perlahan,’’Hey pria tampan, apa yang tengah kau pikirkan.
Reygan segera tersadar dari lamunannya,’’oh, maafkan aku Callista, pekerjaan bergaji besar sangat susah di dapatkan di kota ini, aku tengah memikirkan tentang itu’’, mengambil peralatan makannya,’’ kelihatannya hidangan ini enak sekali Callista’’, sahut Reygan menyamarkan.
Callista sendiri hanya mengarahkan senyum tulusnya ke arah wajah Reygan’ di sela kegiatannya.
’Rey, entah mengapa aku sangat mengagumi sosok dan kepribadianmu, aku tahu Tuhan telah berbaik hati kepadaku, hingga mengabulkan doaku’ agar di pertemukan kembali denganmu, namun mengapa setelah pertemuan ini, mulutku seakan susah mengungkapkan perasaan hati ini. Andai saja kau tahu, jika selama aku mengenal,lalu mengagumi sosok mu, sedari dulu aku tak pernah mencari pria manapun, itu semua hanya untuk menunggumu mengungkapkan perkataan cinta kepadaku, yang tak pernah ku dengar’, gumam Callista.
Perlahan meneteskan air di matanya kembali, sembari memegang dada kirinya, Callista melanjutkan kesedihan terpendamnya,’ Rey semakin lama aku mengabaikan perasaanku, bahkan hati ini semakin sakit’, hingga perlahan’ mendalamkan pandangannya.
Sejak beberapa bulan diwaktu lampau, ketika Reygan hadir di tengah keluarga besarnya, Sebenarnya Callista secara diam-diam selalu mengagumi sosok pria di sampingnya kini.
Dahulu, banyak hal yang dirinya tutupi dari perasaannya itu, namun kini dirinya tak ingin menghilangkan moment yang indah ini, dan hendak mengutarakan semua perasaan dihatinya itu ‘meski jika Reygan menolaknya.