Mysterious Husband

Mysterious Husband
PEMICU KEBINGISAN LEBIH BESAR



Malam ini, kepulan asap tebal, bersamaan dengan suara teriakan keras ‘meminta pertolongan, terdengar jelas ‘berkumandang, di jalan raya brackhamtom city ‘utara. Hingga kejadian itu mulai memancing mobil patroli, yang tengah bertugas, datang mendekat ‘ke area lokasi.


Kemudiaan petugas tadi, sejenak memelankan laju, hingga menghentikan mobilnya, karena melihat kobaran api ‘yang menyala dengan tak wajar, berada di jangkauan pandangan mata mereka.


‘’bajingan!, siapa pelakunya?’’, seru salah serang petugas, sembari membuka pintu mobil dinasnya.


Kini petugas tadi, mulai berjalan pelan, guna menemui sekerumunan orang, di sekitar kepulan api itu, sembari mengarahkan ujung laras ‘pistolnya, ke depan, dan Kegiatan itu, diikuti rekan kerja ‘petugas satunya lagi, guna meng backup.


Maksud dan tujuan kedua petugas itu sama, yakni hendak mengintrogasi ‘mengenai kejadian keji itu, lalu akan menembak mati di tempat, jika sekerumunan orang tadi, tidak menunjukkan sifat kooperatifnya.


Akan tetapi setelah kedua petugas itu tiba di kerumunan tersebut, wajah pertama yang mereka lihat, adalah David lewis, yang juga tengah menatapkan tajam mereka, hingga karena hal itu, kini kedua petugas tadi segera membalik badannya, lalu segera memacu kedua langkah guna berlari ke arah mobil kerjanya.


Setelah mereka menjatuhkan pelepasan ke arah bangku duduk mobil dinasnya, salah satu dari petugas, segera menginjak dengan keras gas di mobilnya, guna pergi menjauh secepat mungkin dari lokasi kejadian, hingga bersama dengan perjalanannya, mulut mereka mulai berani mengucap dan saling bertanya satu sama lain.


Maksud inti pembahasan mereka kini hanya satu, mereka tak ingin berurusan dengan keluarga Adolf, hingga bersepakat ‘memaksa pandangan mata mereka tadi, mengenai kobaran api itu, hanyalah sebuah mimpi, dan bukanlah kenyataan.


Sebelum kedatangan kedua petugas itu ‘di tempat kejadian perkara. Di sebuah rumah, tak begitu jauh dari’ Brackhamtom city utara.


Sesaat’ setelah Reygan tengah tertidur pulas, bersama dengan rangkulan tangan halus Jennifer ‘di sebelahnya.


Saat ini, dering keras suara gadget milik Wylie, mulai berhasil mengganggu aktifitas ‘tidur nyenyaknya. Dan bersamaan dengan suara nyaring itu, masih dengan separuh nyawanya, perlahan Wylie segera mengarahkan sebelah tangannya, ke arah meja ‘di sampingnya,’’sialan, siapa orang gila, hingg larut malam seperti ini, menghubungiku’’.


Setelah tergapai benda menyebalkan itu, Wylie segera mengarahkan layar ke arah matanya, lalu perlahan mengangkat badannya, guna duduk, ketika nama Allen ‘istrinya, terpampang di layar phonsel.


Wylie segera menggeser layar dan menjawab panggilan itu,‘’ada apa say...’’,


Akan tetapi, seru sapa Wylie, segera tersela, dengan teriakan keras Allen,‘’Tolong aku Wylie!, aku takut!’’,


tutttt!


Sahut ketakutan Allen, mengakhiri panggilan.


Karena kecemasan tengah dirasa ‘di hati Wylie, hingga dirinya mengabaikan suara panggilan yang telah berakhir itu.‘’Hallo!, hallo!, sayang!, Allen!’’,seru Wylie.


‘’ada apa ‘ini sebenarnya?’’seru Wylie.


Sepengetahuan Wylie, malam ini, adalah sift kerja istrinya ‘di silver Hotel hingga esok siang.


Bersama dengan hilangnya rasa katuk Wylie ‘ulah panggilan tadi, kini dirinya mulai melakukan panggilan balik ‘beberapa kali, namun semua kegiatannya, tak payah membuahkan hasilnya.


Sehingga dirasa tak mungkin lagi mengulang kegiatan yang sama, kini wylie segera memutar otaknya, untuk melacak keberadaan gadget Allen, yang sebelumnya, telah terkonec khusus ‘di gadget modern miliknya.


Dan setelah Wylie menemukan lokasi keberadaan gadget milik Allen, dirinya segera menjauhkan tubuh dari ranjang empuknya, berjalan menuruni tangga ‘menuju ruang utama, guna menyahut kunci mobil, lalu melanjutkan perjalanan ke arah halaman.


Saat ini Wylie telah menjalankan mobil BMW 520i ‘milik Callista, mengeluari gerbang utama rumah,’entah mengapa perasaan tak enak tengah kurasakan sekarang. Semoga saja tak ada hal buruk menimpamu Allen’,gumamnya.


Beberapa menit berselang, setelah keberangkatan Wylie tadi, tiba-tiba saja terdengar suara benturan keras di telinganya, dan karena hal itu laju kencang mobil BMWnya, sejenak memelan,’’suara itu?, sepertinya tengah ada kecelakaan di ujung jalan ini’’.


Karena hanya ingin memastikan terlebih memang hanya jalan itu ‘satu-satunya, jalur lintasan, hingga dengan sengaja Wylie lebih memelankan lajunya roda empatnya, ketika tengah melewati perepatan ‘jalan raya Brackhamtom city utara.


Bersamaan dengan berjalan pelan mobilnya, Wylie dengan sengaja melirikan penuh kedua bola matanya ‘ke arah laka antas itu.’’kenapa dengan orang-orang itu, kenapa seperti ada kejanggalan tersirat di baliknya".


Terlihat di pandangan Wylie, beberapa orang berbadan tegap ‘bersetelan jas rapi, tengah berjalan mendekat ke arah mobil taxi.


Seakan tak memperdulikan sama sekali kegiatan mereka setelahnya, wylie segera mengalihkan pandangannya ke depan kembali, guna meanjutkan niat awalnya,’’itu semua bukan urusanku’’.


Setelah perkataannya, Wylie segera memacu mobilnya kembali, hingga melesat dengan kecepatan di atas anjuran peraturan papan bulat ‘di bahu jalan.


Sebenarnya Wylie adalah orang yang sangat taat akan peraturan lalu lintas, namun karena kecemasannya terhadap Allen ‘semakin besar, hingga dirinya mengabaikan keselamatan mengemudinya.


Fokus di pikiran Wylie saat ini, penuh tentang Allen ‘istrinya.


BMW 520i bersama Wylie didalamnya, kini tengah mengarah ke jalan gelap ‘karena keluar dari jalur lintas perkotaan, menuju tempat sepi yang rimbun akan pepohonan besar.


Lokasi GPS di gadget Wylie, mengarah ‘ke sebuah, gudang terbengkalai, di Brackhamtom city utara.


Karena bulu kuduknya mulai berdiri, ketika melihat gudang tua di depan matanya itu, hingga Wylie, hanya memarkirkan ‘tubuh BMWnya, agak jauh dari lokasi map.‘’sialan kenapa lokasi ini begitu mengerikan, apa benar ini lokasinya’’.


Beberapa puluh detik beralu, bersamaan dengan keterpakuan pandangan Wylie ke arah gudang tua, yang minim akan cahaya itu, kini Nyali Wylie sejenak menciut,’’Wylie, ayolah kamu pria pemberani’’.


Setelah berulangkali menyemangati dirinya terlebih karena rasa cemas yang belumlah hilang ‘mengenai kejadian via telephone tadi, hingga perlahan Wylie memberanikan diri ‘menuruni kendaraannya.


Dengan meng'kesampingkan rasa takut, berbekal lampu penerangan ‘di Gadgetnya, Wylie mulai menyusuri jalan setapak, guna melanjutkan niatnya.


Akan tetapi, di tengah perjalanannya, sejenak langkahnya terhenti, ketika pendengaran di telinganya menangkap ’samar, suara tawa dari balik tabir ‘kayu kokoh, gudang itu.


Bersamaan dengan keberhentian langkahnya,‘’Allen, apa itu dia?, namun kenapa Allen di tempat menyeramkan seperti ini’’,seru tanya Wylie.


Untuk memastikan kebenaran panduan lokasi di Gadget, serta suara samar yang di dengarnya barusan, Wylie segera melanjutkan niatnya kembali, namun kini dirinya menambah kecepatan laju dari langkah awalnya, sembari menepis semak lebat menggunakan sebelah tangannya,’ Tuhan kenapa perasaanku menjadi tak nyaman sepeti ini’,gumamnya.


Kini Wylie segera mempercepat kedua laju kakinya, hingga berlari kencang, ketika mendengar ‘jelas, suara wanita tengah meminta pertolongan, dan sesekali memanggil namanya.‘’Bajingan!, itu suara Allen, semoga perasaanku salah’’.


Suara teriakan yang seakan mengguncang hati serta perasaan emosionalnya itu pun, kini semakin terdengar jelas ketika Wylie tengah sampai di pagar depan.


Ketika telah sampai depan pintu utama, dengan banyak iblis berteman dengan pikirannya 'saat ini, hingga Wylie segera melayangkan satu kali tendangan keras, ke arah pintu ‘menggunakan sebelah kakinya.


Dubrakkkk!


‘’bajingan!’’,pekik Wylie.


Setelah pintu gudang terbuka lebar ‘ulah kegiatannya tadi, kini sejenak tubuh wylie segera mematung, sembari mengangakan lebar mulutnya,’apa?,apa?, apa ini semuanya benar, kenapa aku harus melihat kejadian seperti ini’,gumam Wylie, sembari memaku kan pandangan ke arah depan.


Bersamaan dengan kegiatan mematung nya, kini mata wylie segera memerah, hingga perlahan mulai meneteskan air dari sana,’’sialan!, apa ini nyata?’’.


Perasaan di hati wylie sendiri ‘berharap, agar arah pandangan matanya saat ini, adalah sebuah kebohongan saja, serta meyakinkan dirinya, jika ini adalah bunga dari tidurnya.


Akan tetapi setelah Wylie, menampar berulangkali wajahnya, kini dirinya meyakini jika kejadian di depan matanya itu adalah nyata.


Semua rasa emosional negatif, yang kini tersandang di hati wylie, adalah sebuah kewajaran, karena di dalam pandangan nya, kini tengah terlihat puluhan pria bertato tanpa mengenakan busana, dengan Allen ‘istrinya, berada di sana.


Allen sendiri adalah wanita muda berparas cantik, namun mempunyai kepribadian yang teramat hina.


Bahkan Allen tak pernah mencintai suaminya ‘wylie, lagi karena telah jatuh miskin, hingga beberapa tahun belakangan, dirinya sering menjajakan keindahan ‘aset, tubuhnya, kepada semua orang berdollar banyak.


Hal itu, Allen lakukan, hanya demi memenuhi semua kebutuhan mewahnya, yang tak mungkin dapat Wylie penuhi, walau Allen harus menangis darah memintanya.


Akan tetapi, beberapa hari belakangan ini, Allen telah tersadar dari kebodohannya dulu, lalu perlahan mulai menerima keadaan failed suaminya kembali, hingga mencintai suaminya ‘seperti awal pertemuannya dulu.


Perubahan drastisnya itu, bukanlah karena tak ada konsumen atau semacamnya ‘yang menyewa jasa kegiatan menyenangkannya, namun karena ulah perkataan ‘bernada dingin, dari pria muda, yang dirinya temui ‘hari lalu, di Silver hotel.


Perkataan itu, seolah menegur keras, semua perbuatan hinanya, hingga di saat itu juga ‘hatinya, mulai menyadari kembali ‘keberadaan Wylie, cinta tulusnya dulu.


Bersamaan dengan pandangan Wylie beberapa detik ini, kini aliran darahnya segera mendidih, hingga seakan keluar dari ubun-ubunnnya, dan otaknya sendiri tak bisa lagi mencerna ‘akan rasa takut.


Dengan mengarahkan wajah merah ‘pertanda kesal, ke sekerumpulan pria di depannya, Wylie berjalan mendekat,sembari memekik keras,‘’kalian semua adalah bajingan!, aku akan membunuh kalian semua!’’.


Karena teriakan itu, kini semua mata tengah mengarah ke wajah Wylie, hingga beberapa diantaranya, perlahan memisahkan dari kerumunan guna menemui.


‘’bajingan!, siapa dan mau apa kau kemari?, dasar pria kurus!’’.


‘’apa kau ingin mendapat jatah juga, baiklah namun tunggu setelah kami’’.


Hahahaha!


Sambutan tak meng’enakkan serta tawa jahat di arahkan untuk Wylie.


Tawa mereka segera terhenti, ketika Wylie memekik,‘’aku suaminya, dan aku akan membunuh kalian sekarang juga!’’.


Setelah perkataannya, Wylie segera melayangkan kepalan tinju tak bertenaga nya, ke arah wajah 'salah satu, pria kekar di depannya.


Buukk!


Akan tetapi kegiatannya tak membuahkan hasil yang di inginkannya. Pasalnya pria kekar itu hanya mengeluarkan sedikit darah dari lubang hidung, dan berdirinya ‘tak oleng sedikitpun.


‘’pukulan mu seperti gadis perawan saja, hahaha’’


Bersama dengan tawa, kini beberapa pria seram yang tadi menghampiri Wylie segera berbalik lalu berlalu, guna mendekat ke arah semua rekannya, tanpa meng’anggap keberadaan Wylie lagi.


Melihat berlalunya mereka, yang seakan tak memperdulikan keberadaannya lagi, dengan segera Wylie memalingkan kepalanya, ke kanan dan kiri, bermaksud mencari benda keras di sekitarnya.


Hingga setelah membuahkan hasil dari pencariannya tadi.


Saat ini Wylie bersama sebuah balok kayu di tangannya, segera mendekat kembali, lalu menghantamkan benda tumpul itu ‘berulang kali, ke tengkuk kepala ‘pria kekar tadi, hingga terjatuh lemas.


Buuk! Buuk! Buuk!.


‘’mati kau keparat’’,seru Wylie, disela kegiatannya.


Karena kebodohan Wylie, atau semacamnya, yang jelas kegiatan kecerobohannya itu segera terhenti, ketika beberapa pria kekar di dekatnya, dengan segera merebut balok kayu, lalu membalik keadaan.


Tindakan kebodohan Wylie barusan, kini telah menyulut api kemarahan semua pria kekar di ruangan itu. Hingga tanpa belas kasih lagi, mereka segera menghadiahkan ratusan bogem mentah ke arah Wylie.


Bukk! Buuk! Bukk!


Suara Pukulan serta tendangan keras, terlihat tengah menghujani seluruh tubuh Wylie ’tanpa henti, walau sampai Wylie tergeletak lemas dan tak berdaya.


Bersamaan dengan kegiatan sadis yang menimpanya, dengan tangis yang tersamar ‘ulah kegiatan sadis itu, Wylie bersusah payah mengarahkan pandangannya ke arah Allen ‘istrinya.


Hingga setelah pandangannya berhasil menatatap kemalangan Allen,’ Allen, maafkan aku, tak bisa menjagamu, mungkin jika ini pertemuan terakhir kita, aku sudah bahagia, karena telah mendapat cinta serta perhatianmu kembali, walau hanya beberapa hari ini’,gumamnya.


Akan tetapi semua kemelut di hati Wylie, segera terhentikan, ketika penglihatannya perlahan mulai menutup, di iringi hembusan nafas terakhirnya.


Saat ini puluhan pria kekar, perlahan telah membubarkan diri ‘bergantian, dari tubuh Wylie, lalu mengarahkan laju kaki ke arah Allen kembali, guna menuntaskan keinginan buruk, yang belum terselesaikan tadi.


Hingga bersama dengan kegiatan menyenangkan itu, kini tangis serta duka mendalam, tengah Allen rasakan, setelah melihat serta mengetahui jika Wylie tak akan mungkin terbangun lagi' dari tidur panjangnya.