
Beberapa penjelasan simple Reygan lainnya, namun tetap menutupi maksud awal, akhirnya puluhan pria kekar itu, mengembalikan pelepasannya, ke dalam bangku duduk kendaraan masing-masing, lalu ‘bergantian, menjauhi mobil yang Reygan tumpangi ‘sedari tadi.
Hingga puluhan menit kemudian setelah kepergian para pengawalnya, Saat ini, mobil yang Reygan tumpangi telah menapakan roda bulatnya di halaman ‘parkir, luar Restaurant.
Sebelum membuka pintu, guna menuruni kendaraan, sejenak Reygan menepuk pundak Drivernya,"aku tak butuh di temani, jadi jangan menunggu".
Akan tetapi setelah sepenurunan tuannya 'barusan.Pria kekar, yang di ketahui adalah Drivernya itu, segera membuka pintu, lalu berlari sedikit tergesa ke arah Reygan. ‘’tuan muda, tunggu sebentar".
"Ada apa lagi, apa kau tuli hingga tak mendengar perintahku?",sahut Reygan.
Sembari menunduk, hingga merapatkan kedua kaki, pria kekar itu, melanjutkan maksud niatnya, dengan sedikit cemas 'di hati," ampun tuan muda, sebenarnya aku sangat mengagumi sosok kepribadian Anda, yang menurutku, sangatlah mirip, seperti tuan Nixon dahulu’’.
‘’lalu apa, maksud dari perkataanmu barusan?’’, sahut Reygan sembari menyatukan ke dua alisnya.
‘’tuan muda, maaf sebelumnya, jika anda berkenan, apakah tubuh rendahan saya ini, boleh mendekap anda, mungkin hanya sebagai tanda penghormatan, karena aku...’’.
Akan tetapi, perkataan driver itu, segera terhenti, ketika Reygan merangkul tubuhnya.
‘’dasar pria bodoh, walau kau hanya pengawal, namun aku telah meng’anggap kalian semua, sebagai bagian dari keluarga adolf’’, seru Reygan, sembari menepuk-nepuk punggung lawan bicara.
Hingga beberapa detik berselang, kini pelukan 'kekeluargaan, itu telah berakhir, dan mengembalikan para pelaku nya, ke posisi masing-masing kembali.
Selepas pelukan, kini pria kekar itu, telah menaruh pelepasannya 'kembali, di belakang kokpit kendali mobilnya.
'Maaf tuan muda, karena aku telah membohongi dirimu,gumam driver.
Lalu setelah gumamnya, driver itu perlahan menyalakan, hingga memacu mobilnya, guna pergi menjauh dari tempat itu.
Saat ini, BMW hitam itu, menjauh, Bersamaan dengan pandangan Reygan,’’ dasar pria yang aneh, apa mungkin benar perkataan kakek, jika aku mewarisi sifat ayah. Aissh!, sudahlah, semakin aku mengingat ayah, maka semakin ingin aku membunuh wanita, yang berjuluk ibu bodoh itu’’.
Mengabaikan pikiran aneh di hatinya, kemudian Reygan segera membalik, lalu berjalan ke arah meja pelayanan customer, guna memesan tempat.
Dan setelahnya, kini terlihat Reygan telah berhasil memesan, dan tengah menduduki, salah satu bangku, di sekitar meja bulat pesanannya tadi. Serta memposisikan Ransel miliknya, yang diketahui berisikan Gold Eagle, dan beberapa benda penting lainnya, termasuk tas makeup Jennifer, di bangku kosong ‘lain, dekatnya.
Untuk sekedar di ketahui, Restauran World Benner sendiri, begitu luas,tinggi dan mewah, serta memiliki beberapa tingkatan lantai guna menampung kepadatan para tamunya.
Tempat ini juga berhasil menyedot perhatian masyarakat lokal, maupun asing. Hal itu dikarenakan tema disain, futuristik berpadu gemericik air terjun serta danau 'buatan, berbentuk sedikit oval, mendorong kesan mewah, namun tetap asri 'di pandangan, hingga memiliki nilai plus, dan daya tarik luar biasa.
Terlebih title bintang 5 melekat pada ujung bangunan, hingga tak bisa di pungkiri, semua hal menakjubkan semacam itu, di Restaurant ini, akan menjadikan, sebuah kesombongan besar, di hati masing-masing customer, selepas berkunjung.
Tak berselang lama setelah keterdudukan Reygan, Bersama dengan kegiatannya, yang sampai saat ini, masih mengoperasikan gadget, seorang pelayan wanita, telah berdiri di hadapannya, guna melakukan tugas pekerjaan.
‘’tuan, maaf ini buku panduan pesanan menu, di Restauran kami’’ seru pelayang ‘wanita, sembari menyodorkan menu book.
Akan tetapi, setelah perkataannya, bukanlah jawaban yang terdengar, melainkan suara tangis 'samar, dari mulut, seorang pelayan wanita itu.
'Sialan, perutku tak akan kenyang, mendengar suara tangisan ini',gumam Reygan.
Hingga setelah gumamnya, terlebih karena rasa penasaran 'di hatinya, Reygan segera menyudahi kegiatan gadgetnya, dengan menaruh, benda tipis itu, di saku celananya, lalu mengarahkan pandangan ke arah pelayan,"nona, kau ini kenapa?, apa pertanyaan dariku terlalu sulit bagimu, hingga kau menangis seperti itu?".
Tanpa membalas perkataan pria di depannya, perlahan pelayan wanita itu, menanggalkan topi 'kerjanya, sembari mengarahkan wajah sendunya ke arah Reygan.
‘Ellena,gumam Reygan, ."Apa, kenapa kau di kota ini".
"Rey, sebenarnya, ingin rasanya, mendekat, lalu memeluk tubuhmu kembali, karena di setiap tangisanku seperti ini 'dulu, hanya kamu yang mampu menghiburku, bahkan aku masih ingat jelas, senyum serta tawa tulus darimu, di setiap kemarahanku dulu. Akan tetapi, kini aku sadar, hingga sangat menyesal, karena bahagia itu, telah menjadi sebuah kenangan untukku",sahut Ellena, dalam tangisnya.
Sembari membuang wajahnya ke arah bawah,"Ellena, air matamu terlalu berharga, terlebih hanya untuk menangisi diriku. aku yakin, suatu hari nanti, kau akan mendapat pria impianmu",seru Reygan.
Dan setelah perkataannya, Reygan segera mengangkat pelepasannya, guna hendak, mengakhiri pertemuan, namum niat serta langkahnya 'sejenak, tertahan, ketika Ellena, menyahut, lalu menggenggam tangan kekar itu.
‘’Rey, jika bukan kamu pria itu, aku lebih baik mati dalam kesendirian seperti ini. Karena kini aku hidup sebatangkara, meninggalkan semua keluargaku, termasuk dia’’,sahut lirih Ellena.
Tak ingin mendengarkan penjelasan, yang menurutnya hanyalah akan membuang waktu, Reygan segera menepis kegiatan tangan Ellena, lalu dengan cepat menyahut Ranselnya,"Ellena, maafkan aku, karena sekarang, semuanya telah berakhir".
Setelah perkataannya, Reygan segera mengayuh kedua kaki kekarnya ke arah depan.
Bersamaan dengan kepergian Reygan.
‘’Reygan!, maafkan aku!, apa kamu benar-benar telah melupakan semuanya!, masa indah, kebersamaan kita dulu!. Bahkan kamu selalu mengatakan!, jika aku wanita terindah untukmu!, serta aku satu-satunya dihidupmu!, apa kamu telah melupakannya Reygan!".
Sederet penjelasan Ellena, dengan nada tinggi, berharap Reygan menghentikan langkah kakinya.
Reygan, yang sudah tak memperdulikan lagi, keberadaan Ellena, dirinya tetap mengayuh langkahnya, hingga ke arah lift, guna melanjutkan niatnya, untuk menjauhi wanita itu.
''Aisshhh!, keparat, mengapa wanita bodoh itu berada di kota ini",seru Reygan, lalu menghantam dinding 'di sampingnya.
Ratusan detik berselang, setelah pintu lift terbuka 'di lantai dasar, dua pria besar, berpakaian safari hitam, segera menahan arah laju Reygan.
"Tolong, segera ikut kami ke ruangan manager", seru 'salah seorang, pria itu.
"Ada apa ini?",sahut Reygan.
Kedua pria besar itu, segera memegang erat masing-masing lengan Reygan, lalu membimbing perjalanan, ke tujuan mereka.
jika saja tubuh Reygan berkeadaan fit 'seperti biasa, dan sedang tidak seperti saat ini, karena letih setelah perjalanan panjang, terlebih menahan rasa lapar 'ulah Ellena tadi. Maka bisa di pastikan, tenaga kedua pria besar itu, tidaklah sebanding dengan tubuh penuh otot yang Reygan miliki.