Mysterious Husband

Mysterious Husband
BERTEMU ELLENA KEMBALI



Di sore itu, Reygan yang telah selesai membersihkan diri, dan juga telah memenuhi kebutuhan protein harian’ di dalam tubuhnya, kini dirinya segera mengenakan pakaian informal nya, di selingi hati penuh akan kebahagiaan.


Alasan kebahagiaannya sendiri, karena kunjungannya’ di sore ini, adalah danau kenangan itu kembali.


Reygan berhasil menyulap stelan jas tadi, menjadi kaos polos dengan celana jeans panjang dan sepatu kets hitam, lalu setelah terselesaikan persiapan itu, Saat ini dirinya segera menaiki kedua kaki kekarnya’ bergegas pergi, berjalan, serta mengarahkan tujuan langkahnya, ke danau favoritnya’ di seluruh Brackhamtom.


Tak butuh waktu lama, dan hanya beberapa menit saja, untuk Reygan sampai di tempat favoritnya tersebut, pasalnya Apartemant yang dirinya sewa sangat dekat dengan danau itu.


Kemudian, sesampainya Reygan di tempat itu, sejenak dirinya mematung kan tubuh sembari memejamkan matanya, guna meresapi setiap terpaan’ angin sejuk, yang kini berdatangan, silih berganti memukul lembut tubuhnya.


Setelah di rasa puas di hatinya, kini perlahan Reygan membuka matanya, dan perlahan berjalan mendekat ke arah bibir danau,sembari mengarahkan mata ke sekelilingnya, guna melihat pemandangan, yang kini nampak tak jauh berbeda dengan keadaan tempo dulu.


Akan tetapi kegiatan itu, perlahan mengenangkan kembali’ akan suatu kisah lampau, yang terukir indah bersama istrinya.


Sesampainya di tepian danau itu, sejenak Reygan memaku kan pandangan ke air di danau itu,sembari menarik nafas dalam,’’haah!, pemandangan ini begitu indah, entah kenapa, namun danau ini selalu berhasil menentramkan hatiku selain, Ellena’’.


Setelah tak sengaja melafaskan nama istrinya, Reygan segera menyeka wajahnya, lalu menjatuhkan pelepasannya, ke rerumputan di bawah pijakannya.


‘’ahhh!, kenapa pikiran ku ini, hingga selalu mengingat nama itu’’,seru Reygan sembari tersenyum, dan sejenak mengalihkan pandangan ke bawah.


Setelah itu, pandangan mata Reygan’ kini kembali teralihkan habis, kearah air di depannya, namun beberapa menit kegiatan itu, justru memacu lamunannya kian mendalam terhadap Ellena kembali melekat di ingatannya,


’’Ellena, jujur sampai sekarangpun’ mungkin aku tak akan mampu melupakan tentangmu, bahkan jika dirimu tahu, semua kegiatan menggemaskan mu di danau ini, selalu tersimpan rapi di memori ingatanku’’,seru lirih Reygan.


Penghayatan mengenai Ellena itu, sejenak menghilang dari otaknya, ketika dirinya teringat akan tujuan utamanya’ berada di kota ini sekarang,’’ibuku masih hidup, apakah aku harus menemuinya sekarang. Tunggu... tunggu sebentar, namun jika informasi Burton benar, dan terlebih sikap kesal kakek jika membahas mengenai itu. Mungkin memang benar ibuku bukanlah wanita baik’ seperti perkataan ayah dulu, lalu kenapa ayah mengarang cerita, untuk menutupi kejadian sebenarnya’’.


Serangkaian racauan pertanyaan Reygan.


Setelah beberapa menit memikirkan permasalahan itu, kini Reygan mulai tak memperdulikan keberadaan ibunya lagi. Sembari mengepalkan kedua tangannya di atas tanah,’kau wanita bodoh ibu, mengapa kau dengan kejam’ membuang ku’,gumam kesal Reygan.


Emosinya kian meninggi ketika teringat perkataan Burton dan kakeknya, jika ibunya telah tega meninggalkan Nixon’ ayahnya, hanya demi dolar, yang pria bajingan pilihan' ibunya itu, miliki’.


Akan tetapi, di sela kekesalannya itu, tiba-tiba saja’ suara manis, dengan tarikan nafas tersedat-sendat’ terdengar memanggil lembut, ‘’Reygan!”,Teriak Ellena seraya berlari tertatih mendekati pria di depan matanya.


Sontak Reygan mengalihkan pandangannya ke sumber suara‘’Ellena..!’’, seru Reygan, lalu mengarahkan pandangan ke danau lagi.


Ellena yang kini telah mendekat, sembari air mata kesedihan dan bahagia yang bercampur,dirinya segera menyapa lembut pria di bawahnya,’’sayang aku senang melihatmu kembali’’,lalu memegang bahu Reygan.


Akan tetapi Reygan, menepis tangan halus Ellena’perlahan, dengan tanpa mengubah arah pandangan’ terlebih menyahut perkataannya.


Setelah melihat kejadian itu, kini Ellena perlahan, menjatuhkan pelepasannya’ mengambil posisi duduk, di samping Reygan, dan sesekali memandang wajah manis pria di sampingnya.’’Rey aku tahu, jika tangan kotor ini, sudah tak layak menyentuhmu kembali. namun Kau tahu Rey, wanita ini, selalu bersedih ketika Pangerang nya pergi di waktu itu’’,seru Ellena.


Hingga waktu beberapa menit kebersamaan itu’ terbuang sia-sia, tanpa ada satu patah kata pun’ terucap keluar,dari mulut mereka.


Kemudian, disela tertunduk nya, Ellena berucap lirih,


‘’Jika bukan kamu aku tak mampu menjalani hidup, dan jika kamu bersedih segera ke danau, maka akan ada aku disitu bersamamu dan menghiburmu selamanya, aku mencintaimu Reygan, selalu mencintaimu’’.


Setelah melafaskan nada indah itu, suara tangis’ pecah dari bibir tipis Ellena.


Sembari memaku kan pandangan ke arah danau, sejenak hati Reygan tersentuh, ketika nada indah itu menyeruak masuk ke gendang telinganya, dan dirinya secara diam-diam’ meresapi setiap kata manis itu, hingga tanpa sadar, Kini air mata yang tak pernah istrinya tahu sebelumnya, mulai terlihat keluar dari sumbernya, hingga perlahan menetes pelan membasahi rumput di bawah, melalui pipinya.


Perlahan rasa sesak di dada Reygan’ kian sangat terasa,’’Ellena, kenapa kamu masih mengingat perkataan itu?’’, sahut Reygan, lalu menundukkan kepalanya.


Di sela Tundukan nya itu, tiba-tiba saja, kedua tangan halus itu melingkar ke tubuhnya’ dari belakang, sembari nada terisak wanita itu berkata lirih,‘’Re...rey a..aku sangat mencintaimu’’.


Reygan tak berkata apapun,namun dirinya membalas pelukan itu dengan lembut, sembari membelai rambut ikal kecoklatan milik Ellena.


Bersamaan ketika Pelukan itu, tangis kesedihan Ellena kini menjadi, senyum kebahagiaan, ‘’Rey, jika satu nyawaku hendak kau minta, maka aku akan bersenang hati memberikannya untukmu, asalkan kamu tetap mencintaiku’’.


Regan perlahan menengadahkan kepalanya,‘’Ellena jika kamu berkata seperti itu, maka aku juga akan melakukan hal yang serupa untukmu’’,sembari mendekap erat tubuh Ellena.


Perlahan Ellena sendiri mendekatkan bibirnya ke telinga Reygan, lalu berbisik pelan ke sana,‘’sayang, aku tak ingin kehilangan dirimu lagi’’,tersenyum menggoda.


Reygan melakukan kegiatan serupa, berbisik pelan’’Ellena, maafkan aku, membuat dirimu menangis’’.


Kemudian, Reygan perlahan menjauhkan sedikit tubuh nya, sembari memegang kedua bahu wanita di depannya, lalu menimpali perkataannya,‘’Ellena, mengenai hubungan ini, apa kamu mau memulainya kembali, bersamaku?’’.


‘’Aku mau Rey!’’,sahut elena tanpa jeda waktu.


Terlihat tawa kebahagiaan meriasi wajah cantik Ellena di senja itu, ketika dengan sengaja pria idamannya itu, menggelitik seluruh tubuhnya,’’sayang hentikan, atau aku akan mencium bibirmu sekarang’’.


Kini tanpa mereka sadari, kejadian kebahagiaan’lampau, di danau ini kembali terulang.


Mereka menghabiskan waktu indah itu dengan senda gurau, tawa dan candaan, hingga hilangnya sang surya dari muka langit. Lalu sedikit kecupan mesra beberapa menit’guna mengobati rasa kerinduan di hati masing-masing.


Akan tetapi sebelum kepergian Reygan guna menyudahi waktu kebersamaan ini, Ellena segera menarik tubuh pria itu, lalu memeluknya erat,’’sayang, aku benar-benar tak ingin kehilangan dirimu lagi’’.


‘’Ellena ini hanya sebentar, aku khawatir wanita sinting’ Esseley akan memakan dirimu hidup-hidup, jika mendapati kebersamaan kita. lagi pula ini hanya perpisahan sesaat Ellena, dan bukanya aku sudah memberi tahu dirimu, tempat singgah sementara ku, sehingga kita dapat bertemu kembali di danau ini’ di sore harinya.’’, sahut Reygan sembari mengelus kepala Ellena..


Akan tetapi, Ellena yang terus bersikeras’ tak ingin berpisah secepat ini, hingga akhirnya Reygan membiarkan Ellena, untuk mengikuti, serta memberi tumpangan singgah di apartemant sederhananya.