Mysterious Husband

Mysterious Husband
BERSEBERANGAN MAKSUD DAN KEINGINAN



Sembari 'sesekali, mengarahkan wajah memelas, di sela duduk tertunduk,"Tuan Adolf, maafkan saya?,mungkin perkataan saya di pagi tadi, sangat menyinggung anda dan juga nyonya Ellena, namun kini aku sangat menyesal, serta aku mohon, beri aku kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, agar dapat mengabdikan 'sepenuhnya, diri saya terhadap anda tuan",seru Jacob.


Karena sebenarnya, Reygan bukanlah pembunuh berdarah dingin, dan tak seperti Palmer, atau ratusan lusin prajurit adolf 'lainnya, hingga kobaran api kemarahannya tadi, kini segera terpadamkan, ketika hati kecilnya, mulai 'sedikit, bergetar, guna turut andil merasakan kesedihan, serta ketakutan pria malangan di hadapannya itu.


Dan setelah perkataan menyesal dari mulut Jacob terlontar, Reygan perlahan berjalan, guna mendekat ke samping 'tubuh, Jacob, lalu memposisikan tubuhnya hingga berjongkok sembari 'sejenak, memegang sebelah bahu lawan bicaranya,"Aku tak menginginkan nyawamu, untuk aku ambil di hari ini, bahkan Tuhan pun mungkin sependapat dengan pemikiranku ini. Akan tetapi, sebenarnya aku jauh lebih merasa tersinggung, ketika tangan dan mulut kotormu tadi, melempar uang ke arah muka Ellena, hingga memecat kasar dirinya".


Sembari terus menundukkan kepalanya,"Tuan, aku benar-benar menyesal, dan mungkin jika ada suatu hal, yang dapat aku kerjakan, agar anda sudi memaafkan kesalahan saya tadi, maka saya akan segera melakukannya tuan", sahut Jacob.


"Aku tak ingin tahu, Ellena harus bekerja lagi di tempat ini besok",seru Reygan, lalu berdiri dan pergi menjauh.


Sejenak suasana menjadi hening, serta lusinan robot bersenjata itu hanya menundukkan kepalanya, sembari menutup mulutnya rapat-rapat, bersama dengan langkah kepergian Reygan.


Hingga setelah ratusan langkah kaki perjalanan Reygan, kini salah seorang pria kekar bersenjata itu, segera berjalan mendekat ke arah Jacob, sembari mengganti klip peluru di magazine 'SS-3 V4, nya,"lima menit dari sekarang, aku tak ingin tahu, Wanita yang tuanku bicarakan tadi, harus mendengar dan mau bekerja lagi di tempat ini".


Dirasa nyawanya tengah terancam, tanpa ingin membuang waktu yang sangat terbatas itu, Jacob segera menyahut Gadget dari saku celananya, lalu mengoperasikannya untuk menghubungi Ellena.


Akan tetapi beberapa kali panggilannya, seakan terabaikan, dan bahkan sempat di reject oleh sang penerima, namun karena ini bersifat keperluannya, hingga Jacob terus saja melakukan panggilan itu, sembari berharap, agar ada sedikit keajaiban, untuk Ellena mau memaafkan, lalu menerima panggilan darinya.


Tiga menit berlalu, saat ini terlihat jelas, peluh dingin mulai bercucuran membasahi wajah lusuh Jacob, di sela kegiatan tangannya, yang tengah sibuk mengoperasikan Gadget miliknya.


Ceklek!


Suara tarikan tuas 'mengokang, senjata, "Dua menit lagi, dan aku sedang tidak main main dengan perkataanku",seru pria kekar di hadapan Jacob.


Hingga puluhan detik berselang, setelah perkataan pria kekar itu terselesaikan, keajaiban mulai turun, menimpa Jacob, pasalnya Ellena kini telah 'mau, menerima panggilan 'telephone, darinya.


Tak ingin membuang waktu, yang kini hampir mencapai batas aturan 'permainan, hingga Jacob segera menjelaskan maksud keinginannya 'tadi, dengan sangat cepat, seolah tak berjeda di setiap katanya."Hallo nyonya Ellena, saya minta maaf , tolong jangan tutup panggilan ini, dengarkan saya sebentar saja nyonya. Saya mohon, saya mohon agar anda mau kembali bekerja di tempat ini besok, saya sangat memohon dan saya akan melakukan apapun untuk jawaban 'iya, dari anda, meski jika saya harus menjilati kotoran anda, maka saya akan lakukan asal anda......".


Bersamaan dengan seru permohonan Jacob di panggilannya, pria kekar itu segera, mengarahkan senjatanya, sembari tersenyum kecut,"Waktumu habis tuan Jacob".


Treeettttt!!


Rentetan suara muntahan peluru, dari ujung laras SS-3 V4, menembus dahi Jacob, hingga memotong pembicaraannya.


Sebenarnya, robot itu, mengadakan permainan, hingga membunuh hewan buruan itu, dikarenakan perintah 'langsung, dari palmer melalui earpeace. Terlebih karena perkataan emosi Reygan tadi 'sewaktu, di ruangan lantai atas, 'Reygan berkata, Jika 'selain manager itu, dirinya tak ingin ada pembunuhan lagi di tempat ini'.


Hingga tak ada masalah bukan, jika mengakhiri penderitaan Jacob di hari ini, pikir semua robot pembunuh itu.


Reygan sendiri, tak mengetahui, jika robot arahan Palmer itu, kini telah melenyapkan satu nyawa lagi.


Reygan sempat bertanya jawab, hingga memberikan jaminan 'keselamatan, kepada mereka, jika masih membutuhkan uang, dan ingin bekerja di Restauran 'ini, lagi, maka bekerjalah esok. Karena Reygan berjanji 'kepada mereka, kejadian menyeramkan ini, tak akan terulang kembali 'di tempat ini.


Akan tetapi Reygan memberi syarat, agar mereka tak memberi tahu, semua kejadian ini, ke siapapun di luar sana, termasuk ke 'salah seorang, pegawai 'baru, di restauran ini bernama Ellena.


Hingga mereka semua menyetujui, Kemudian beberapa menit berselang, kini langkah Reygan, telah memasuki pintu loby apartemant 'jennifer.


Sesaat dirinya memutar ranselnya 'sejenak, guna mengambil benda milik Jennifer, lalu berjalan mendekat ke arah meja CS.


"permisi nona",seru Reygan.


Lalu Reygan segera menimpali dengan sederet perkataan, guna menjelaskan maksud keinginan di hatinya.


Maksud dihatinya ialah hanya ingin menitipkan tas makeup mahal ini, agar di kembalikan, kepada pemiliknya Jennifer.


Akan tetapi, di perkataannya, Reygan sedikit berkata bohong, guna mengambil alih 'kepercayaan, di setiap argumennya.


Pasalnya, dirinya berkata, jika dirinya adalah rekan dari sang pemilik, namun saat ini rekannya itu, tengah tak dapat menerima panggilannya, dan mengenai tas make up milik rekannya, dirinya mendapati benda itu, karena tak sengaja tertinggal, di meja makan pusat perbelanjaan 'tadi pagi, selepas acara breakfast 'bersama.


Hingga setelah sederet pembicaraan panjang tersebut, Reygan segera membalik tubuhnya, guna melanjutkan perjalanan, menuju kediaman Palmer 'kakeknya.


Akan tetapi, belum sempat tangan kekar Reygan menarik gagang 'besi, pintu kaca, tubuhnya segera terhuyung lemas, hingga jatuh tergeletak di atas lantai ruangan.


Hal itu terjadi karena rasa pusing di kepala Reygan, yang sudah tak tertahankan lagi, ulah keterlambatan jam makannya, sedari 'di Brackhamtom, tadi. Terlebih juga karena luka di perutnya 'ulah pecahan peluru tempo lalu, yang di biarkan menganga 'tertutup oleh perban saja, tanpa adanya penanganan khusus, ataupun jahitan.


Saat ini, Beberapa jam telah berlalu, hingga sang surya telah selesai menunaikan tugas 'harian, mulianya.


Terlihat kedua kelopak mata milik Reygan, perlahan bergerak ke atas, lalu secara pelan, mulai berkedip-kedip, hingga terbuka lebar.


Setelah ketersadarannya, Reygan segera menjauhkan 'sebagian, tubuhnya dari ranjang tempat berbaringnya 'barusan, bermaksud memposisikan agar terduduk.


Sejenak Reygan mengarahkan laju kedua bola matanya, hingga memutari seluruh sudut ruangan kamar,'Dimana aku sekarang, mengapa tempat ini begitu asing bagiku',gumamnya, lalu mengarahkan pandangan ke arah tubuhnya, sembari mengarahkan 'sebelah, tangannya, untuk memegang perban 'baru, di perutnya, "ahhh!,keparat, kenapa perutku terasa sakit",seru Reygan.


Di penglihatan Reygan 'barusan, terlihat puluhan, bahkan ratusan dres 'mewah, wanita bermacam-macam warna, dari brand ternama, terpajang 'rapi, di dalam sebuah almari 'tingkat, besar, berbahan kaca, berbentuk persegi panjang, menutupi 'muka, salah satu tabir.


Serta belasan lusin, boneka lucu, tengah bertengger, menduduki almari kaca, berbentuk, dan berukuran serupa, namun terletak di lain 'muka, tabir.