
Sebelum perkataan kesal Kimberli ‘terlontar kembali, Reygan segera menyahut, lalu menarik dengan lembut ‘tangan mulus wanita itu,’’Kimberly, sudahlah, wanita secantik dirimu, harusnya tak menanggapi, pria gila seperti dirinya’’.
Kimberly sendiri hanya terdiam, lalu mengikuti arahan dan langkah kaki Reygan, serta mengabaikan sederet hinaan pria di belakangnya, yang sebenarnya bukan di arahkan untuknya.
Akan tetapi dari beberapa hinaan kejam tadi, kini Kimberly segera menghentikan langkahnya kembali, ketika mulut Darold berkata.‘’Brackburry tower miliknya!, kau juga sudah mulai gila Kimberly!, hingga sangat percaya dengan omong kosongnya, bahkan dia hanya pria tuna wisma, yang berharap belas kasihan dari semua orang, hahaha!’’,seru Darold.
Mendengar perkataan itu, Kimberly segera membalik tubuhnya kembali,guna membela Reygan, namun sebelum mulutnya berucap, sontak saja niatnya ‘terhentikan, ketika tangan pria kekar, menarik lembut pinggangnya, lalu perlahan memandu tubuhnya, hingga terduduk di dalam mobil.
Kimberly sendiri, sedari pinggang rampingnya tersentuh tangan kekar itu, entah mengapa perasaannya menjadi berbunga, hingga sesekali tersenyum manis di sepanjang perjalanan, hingga menempati bangku duduk di belakang kemudi.
Sesat setelah terduduk, sejenak Reygan menundukkan wajahnya, sembari menyembunyikan mata yang mulai berkaca,’’ Kimberly apa kamu bisa mengantarku pulang, namun sebelum itu aku ingin membeli beberapa wine untuk stock’’.
Tanpa pikir panjang Kimberly segera menyetujui kedua permintaan itu, lalu menyalakan hingga menjalankan kuda besinya ‘menjauh dari kediaman Darold, dan mengarahkannya seperti apa keinginan pria di sampingnya tadi.
Kemudian Beberapa puluh menit berlalu, kini Lambo spyder itu terlihat perlahan memarkirkan badan ’di halaman parkir, tujuan akhir mereka.
‘’Kimberly terimakasih tumpangannya’’,seru Reygan sembari membuka pintu mobil.
Akan tetapi sejenak kegiatan Reygan terhenti, ketika tangan mulus wanita di sampingnya, terjatuh lembut di sebelah paha, lalu mengelusnya.’’Tuan muda, bukannya kurang sopan, jika Anda membiarkan seorang wanita lemah seperti saya, untuk pulang selarut ini, dan lagi aku hanya seorang diri’’.
Reygan perlahan menepis tangan itu, sembari menutup pintu.‘’Baiklah, mari sekarang jalankan mobilmu, hingga sampai ke rumahmu, dan setelah itu aku bisa menaiki taxi, untuk kembali ke sini’’.
Mendengar penjelasan berbeda maksud, kini Kimberly menurunkan pandangannya, hingga menunduk dalam,’’tuan muda, silahkan jika Anda ingin beristirahat, lagi pula masih ada kegiatan melelahkan di kantor ‘esok harinya’’.
Saat ini Reygan benar-benar menuruni tubuh kuda besi itu, sembari menenteng bawaan yang di belinya tadi, namun sebelum kembali menutup pintu ‘sejenak Reygan membungkukkan badannya,’’Kimberly, aku membeli banyak wine jika kau mau. Wajahmu sangat jelek terlihat jika bersedih seperti itu’’,tersenyum kecil, lalu membalik tubuh dan berjalan pelan.
Setelah perkataan itu, dengan cepat Kimberly menuruni mobilnya, lalu sedikit berlari kecil, guna menyusul ketertinggalan langkahnya, dengan pria di depannya,’’tunggu aku tuan muda!’’.
Ketika selesai menyeru, kini sejenak langkah kaki Kimberly terhenti, karena pria dalam panggilannya, sejenak menoleh lalu sedikit mengarahkan senyum,’Pria itu sangat dingin, namun entah kenapa, aku menyukai semua tentang nya, meski jika dirinya bukan Tuan adolf hitler’ gumam Kimberly sembari terus tersenyum di hati kecilnya.
Beberapa menit setelah nya, kini mereka tengah terduduk berhadapan, di tengahi meja kaca berukuran sedang, yang dimana berbaris rapi enam belas wine Chateau lafite di atasnya,’pembelian Reygan barusan.
Entah kenapa, mungkin karena perasaan yang kini sedang buruk, sebab mendapat kejelasan mengenai pernikahan Ellena yang benar adanya, terlebih dengan selingkuhannya di waktu lalu ‘di hotel silver, hingga terlihat Reygan menenggak botol wine itu, selayaknya air mineral.
Akan tetapi berbeda dengan Reygan, Kimberly sendiri menggunakan cara feminim untuk menikmati malamnya bersama alkhohol minuman ini, dirinya dengan tenang menuangkan air wine ke gelas, lalu perlahan meminumnya, sembari sesekali mengarahkan pandangan ke arah wajah pria di hadapannya.
Sebenarnya Kimberly, sedikit canggung dan memilih untuk diam, disela kegiatan itu berlangsung,’ pria ini benar-benar hilang akal, menghabiskan 500 ribu dolar hanya untuk membeli semua wine mahal ini. bicara apa kau Kimberly, tentu saja nominal seperti itu hanya receh parkir untuk seorang sekelas tuan Reygan adolf hitler’,gumam Kimberly.
Lamunannya kimberly yang sedari tadi terus memandang wajah impian di depannya segera terhenti, ketika pria yang tengah dirinya khayalkan barusan ‘mulai membuka suaranya. Sembari menundukkan pandangannya, dan menyimpan senyum di hatinya,’’Tuan muda, apa Anda setega itu terhadap saya, hingga mengusir saya selarut ini’’.
’’Baiklah, mungkin jika kamu lelah, pakai saja Ranjang Ku, dan aku biar aku menggunakan sofa ini saja’’,sahut Reygan, lalu menunjuk ke arah kamarnya.
Kimberly mengarahkan senyum termanisnya,‘’terimakasih tuan muda’’, lalu menimpali dengan gumamnya,’sebenarnya aku mengharapkan agar kita bisa seranjang malam ini’.
Setelah gumamnya barusan, Kimberley segera memindah pelepasannya, hingga sedekat mungkin dengan Reygan, lalu perlahan tangan lembutnya menyahut botol di genggaman tangan Reygan,’’ tuan malam ini mungkin aku akan terus terjaga hingga pagi, jadi biar aku temani segala kegiatan serta keinginan anda’’.
Kemudian beberapa jam terlalui, ulah paksaan Kimberly yang terus saja menuangkan minuman untuk Reygan, hingga akhirnya Tubuh kekar itu, terkalahkan.
Melihat kejadian itu, Kimberly segera menaruh botol di tangannya, dan perlahan memandu kepala pria disampingnya, agar terjatuh di pangkuannya,’tuan maafkan aku, namun akan lebih puas jika aku melihat Anda dari posisi seperti ini’gumamnya sembari tersenyum tulus.
Hingga tanpa sadar, ketika semakin hanyut dalam pandangan kekagumannya, Kimberly perlahan melengkungkan tubuhnya, lalu mengecup pelan bibir Reygan berulangkali.
Akan tetapi, bersamaan dengan kegiatan itu, Reygan dengan sedikit ketersadarannya, menekan lembut tengkuk kepala Kimberly, guna memperpanjang durasi dan memperdalam kegiatan menyenangkan tersebut.
Emmhh emmhh!
Bersamaan dengan kegiatan menyenangkan itu, tiba-tiba saja terdengar suara dering berulangkali dari suara gadget, hingga karena terganggu ’tanpa menghentikan kegiatannya bersama Kimberly, perlahan tangan Reygan mulai meraba ke atas meja guna menyahut sumber suara, lalu sedikit melirik ke arah layar, dan segera menjawabnya.
Sejenak Reygan menghentikan kegiatannya guna menjawab panggilan, namun sebelum dirinya berkata, lawan mainnya segera memulainya kembali, hingga Reygan tak bisa berkata apapun, kecuali suara khas yang di hasilkan dari kegiatan itu.
Ellena belum mengetahui, tentang rahasia pernikahannya, yang kini telah di ketahui oleh mantan suaminya, merasa kesal, ketika terdengar jelas di telinganya, hasil suara khas ‘ulah kegiatan menyenangkan.‘’Rey jawab aku, sedang apa kau sekarang?, dan suara apa yang aku dengar ini?.
Akan tetapi, sebelum Ellena menimpali perkataannya kembali, niatnya segera terhenti, ketika terdengar suara wanita ‘menjawab panggilannya, ‘’Lebih baik kau pergi Ellena, dan urus saja Darold suamimu. Mulai sekarang Reygan adalah milikku’’.
‘’Apa kau Kimberly, halo! halo!’’,seru meninggi Ellena. Karena suara khas wanita yang sangat begitu Ellena kenal, hingga dirinya meyakini jika itu pasti dirinya.
Mendengar penjelasan dari Kimberly tadi, kini Ellena perlahan memejamkan matanya, sembari 'pikirannya, mulai meng imaginasikan bebas, kegiatan apa saja yang telah di lakukan Reygan, bersama Kimberly di balik pintu 'depannya, hingga tanpa sadar ‘perlahan, air dari matanya mulai mengaliri pipinya.
Perlahan Ellena menguatkan hatinya kembali, untuk mendekatkan benda tipis itu ke arah mulutnya,’’Rey, maafkan aku, jika aku masih mencintai mu, sampai saat ini’’.
Perkataan Ellena itu mengakhiri panggilannya,