Mysterious Husband

Mysterious Husband
BERBANDING TERBALIK DARI KEINGINAN



Setelah mematikan panggilan, Ellena perlahan membalik tubuhnya, lalu berjalan hingga melewati lorong, guna pergi menjauh dari tempat itu. Akan tetapi kini setiap langkah kaki Ellena, seakan semakin terasa berat, ketika mulai terresapi dan mulai mengerti akan arti kesetiaan Reygan dahulu ‘sewaktu menjadi suaminya.


Saat ini Langkah Ellena mulai memelan, dan terhenti, serta tubuhnya tak mampu setegak tadi lagi, hingga perlahan sedikit mengejang.’’Rey, aku tak ingin berpisah darimu’’,seru lirih Ellena, sembari tenggelam dalam tangis penyesalannya.


Sejenak Ellena menaruh tubuhnya bersandarkan dinding, dan perlahan mulai teringat kembali dalam ingatan masa lalunya, jika Reygan yang selalu mencemaskan Ellena dari pada dirinya sendiri, semua di kepala Reygan hanya tentang Ellena terlebih dahulu, namun sebaliknya, Ellena lebih mementingkan dirinya terlebih dulu, bahkan sangat membekas di ingatannya ketika sakitnya Reygan, dirinya tak pernah memperdulikannya, namun walau begitu tetap dengan sabar Reygan selalu menanggapi segala tingkah lakunya dengan senyum tulusnya. dan kini wajah Reygan nampak jelas di bayangannya.


Kenangan itu tinggal sebuah penyesalan di diri Ellena, moments kebersamaan itu, kini tak akan pernah terulang kembali dalam hidupnya. Tangisnya kian mendalam, rasa sesak di dadanya kini semakin dirinya rasakan, hingga perlahan terduduk lemas, sembari tertunduk dan menutupi wajah yang penuh dengan air mata, menggunakan kedua tangannya.


Sesaat setelah kepergian Ellena tadi, perasaan Reygan kini menjadi kalut, hingga tak menghiraukan Kimberly lagi. Reygan segera menyudahi kegiatannya, lalu beranjak dan berjalan sedikit terhuyung ‘menuju bathroom, untuk membilas tubuhnya menggunakan air dingin shower.


Akan tetapi, Kimberly yang kesal, karena merasakan kenikmatan yang tak terselesaikan, dirinya seakan hilang akal, dengan melucuti semua busananya, hingga tak terlihat seutas benang pun menutupi tubuh indahnya, lalu berjalan pelan menyusul Reygan menuju bathroom.


Sesampainya di sana ‘tanpa basa-basi, Kimberly segera menggesekkan berulang kali, bagian terlarangnya ke ekor itu,‘’Rey aku sedang ingin bercinta malam ini’’,seru lirih, lalu menurunkan bawahan lawan.


Kemudian tangan halus itu dengan cepat mengarahkan, dan Bluussss....!. akhirnya benda tumpul itu ‘menerobos gawang pertahanan nya.


Bersamaan dengan perjalanan terbenamnya,‘’Aa..aaaa..aahh’’,rintihan lembut Kimberly, sembari menggigit bibir bawah, dan sesekali mengalihkan lirikan mata ‘ke arah langit-langit.


Melihat ekspresi wajah seperti itu, hingga kini Reygan ‘dengan senang hati, mengikuti permainan, bahkan menambah kecepatan ayunan kegiatannya. Sebenarnya permainan menyenangkan itu bukanlah sepenuhnya karena niat, namun terdukung oleh adanya kesempatan, dan kondisi yang tepat.


Beberapa jam berlalu, setelah kegiatan itu,


Di pagi harinya, di ruangan Direktur, terlihat Reygan tengah terduduk, sembari mengarahkan pandangan ke jendela guna melihat aktifitas kota dari ketinggian, namun ketukan pintu ber irama segera menghentikan kegiatannya.


Reygan memutar duduk kursi kerjanya, hingga mengarah ke sumber suara,‘’Masuk!’’.


Setelah membuka pintu, Kimberly yang kini tak canggung lagi, mulai berjalan feminim, mendekat ke arah bangku Reygan, sembari meraba lembut bahu tegap pria di depannya,‘’Tuan, apakah malam nanti ada banyak waktu luang untukku?, aku ingin mengajakmu menikmati makan malam di luar’’.


Perlahan Reygan menepis kegiatan tangan halus itu,‘’Maafkan aku Kimberly, aku berharap kejadian semalam hanyalah salah paham, mungkin sebaiknya kita lupakan dan tak mengingatnya kembali, itu semua demi kenyamanan antara kita ‘saat bekerja’’.


Mendengar jawaban tak mengenakkan hati ‘keluar dari mulut pria yang kini dirinya cintai, Kimberly segera mendengus kesal, sembari membalik badannya, lalu pergi menjauh ‘tanpa sepatah katapun, keluar dari mulutnya.


Didalam ruangan kerjanya sendiri, Kimberly meracau hebat


‘’Pria itu!!, aku sangat ingat kamu begitu menikmati lekuk di setiap tubuhku, lalu kenapa sekarang kamu berkata seperti itu di depanku Reygan!?. Dan lagi aku rasa, kamu dengan sadar telah banyak memuntahkan berkali-kali cairan kehidupan itu ’di dalam, dan barusan kamu hendak melupakan begitu saja kejadian itu. Aku harap semoga, akan ada janin di sini, hingga kamu menjadi suamiku’’,sembari sesekali mengelus perut ratanya.


Kringgg!


Suara dering telephone kantor, di ruangan Reygan.


‘’Suruh mereka, agar menunggu sebentar’’.


Reygan dengan terburu menghubungi wakilnya,menyuruhnya untuk menghadap saat ini juga,


Tak butuh waktu lama setelah perintah Reygan, kini Kimberly telah menapakkan kakinya ‘kembali, di ruangan yang di bencinya ’beberapa menit belakangan.


‘’Ada apa tuan,memanggil saya’’,seru tanya Kimberly, sembari memaksakan senyum.


Perasaan Kimberly saat ini memang tengah kesal ‘di tunjukkan ke pada pria di depannya, namun apalah daya keluarganya, yang sangat jauh tak sebanding, bila berhadapan dengan adolf hitler ‘sang penguasa. ‘’Segera tuan muda!’’,lalu berbalik arah dan pergi.


Selang berapa menit, setelah kepergian wakilnya ‘dari ruangan, kini mulai terdengar gadget miliknya berbunyi, karena ulah benda tipis itu, hingga perlahan Reygan mengeluarkan benda persegi yang tengah berbunyi itu, dari saku jasnya, lalu segera menerima panggilan, setelah mengetahui jika panggilan itu dari kekasihnya. ‘’hallo sayang, ada apa, hingga sepagi ini kamu menghubungiku?’’.


‘’bukanya sebelumnya, aku pernah bilang, jika aku di Brackhamtom city, untuk mengurus keperluanku, mungkin aku akan kembali ke Evershead ‘minggu depan, untuk menemui mu sayang’’.


Karena terkejut, Reygan segera mengangkat pelepasannya dari bangku duduknya,hingga berdiri tegak, sembari menyatukan kedua alisnya,‘’Apa!, kamu sudah di bandara Brackhamtom city’’.


‘’maaf-maaf aku tak bermaksud meninggikan nada kepadamu Jennifer,jadi janganlah bersedih. Baiklah sayang tolong tunggu sebentar, mungkin 15 menit dari sekarang, aku sudah di sana’’, seru penjelasan Reygan, lalu mematikan panggilan.


Kemudian karena keterkejutan itu, dengan cepat Reygan menanggalkan jas mahalnya ‘di bangku duduknya, lalu berjalan sedikit tergesa, guna melanjutkan keinginannya.


Akan tetapi, tepat di loby utama kantor perusahaan, tiba-tiba langkah dan niatnya menemui kekasihnya segera terhenti sejenak, ketika gendang telinganya menangkap sebuah suara menyebut namanya.


‘’Reygan!’’.


Suara lantang itu terdengar jelas di telinga Reygan, hingga gerakan kepalanya merefleks cepat ‘ke arah sumber.


Hingga saat ini pandangan matanya sedikit termanjakan, ketika terlihat jelas wajah indah ‘seorang wanita muda, yang sangat dirinya kenal, kini tegah berjalan mendekat, sembari mengarahkan senyum manisnya.


Lamunan Reygan segera terhenti, namun tidak dengan kebahagiaannya, ketika wanita itu memeluk tubuhnya.


‘’aku senang, dapat bertemu dengan dirimu kembali Reygan, aku Callista apa kamu masih mengenalku?’’.


Karena berniat menggoda, perlahan Reygan melepas kegiatan wanita itu,’’Siapa Anda, bahkan aku belum pernah bertemu dengan Anda sebelumnya’’.


Mendengar jawaban itu, Callista segera menjaga jarak, sembari menundukkan pandangan, karena menutupi rona pucat ‘pertanda malu, di wajahnya‘’oh maaf tuan, mungkin aku salah orang, aku kira Anda Reygan, teman baikku. Kalau begitu permisi tuan’’.


Bersamaan setelah wanita di depannya ‘membalik tubuh indahnya,’’Hey gadis manja, mana mungkin aku lupa dengan wajah cantikmu’’,seru Reygan sembari tersenyum.


Mendengan perkataan itu, rona merah muda di wajahnya kini menjadi jelas terlihat, lalu dengan cepat membalik tubuhnya kembali dan memberi cubitan berulang kali ke arah pria di depannya,‘’Dasar kamu, pria besar, berani sekali hingga berpura-pura tak mengenaliku’’.


Kegiatan seru sepasang muda mudi itu sebenarnya sangat menggangu aktifitas pagi ‘di perusahaan ini, namun karena terlihat jelas wajah Reygan adalah pelakunya, hingga semua karyawan membiarkan dan tak berani menggangu, ataupun sekedar menegurnya.


Hingga beberapa menit berlalu, kini keseruan mereka segera terhenti, ketika Callista mengingat tujuan awalnya ‘datang ke tempat ini, lalu dengan segera dirinya menyudahi pertemuan itu, dan memberikan kartu namanya kepada Reygan, agar komunikasi mereka tetap terjalin setelah ini.


Akan tetapi, Callista menunda niatnya sejenak, dengan membalik tubuhnya kembali, hingga menghadap ke Reygan,’’Oh iya Rey, aku terlupa satu hal. Petang nanti akan ada pesta sederhana di kediamanku, aku bermaksud ingin memberi kejutan, untuk semua orang di sana, dengan kedatangan mu 'nanti. Jadi aku mohon, kamu harus datang Rey, kami semua merindukanmu’’.


Karena terburu-buru, belum sempat pria di depannya menyahut, Callista segera menambahi perkataannya, sembari berlalu pergi dan sesekali mengarahkan senyum, ’’aku akan mengirimkan lokasinya, setelah kamu menghubungiku’’.


Callista sendiri, berpikiran akan menunda cerita pertemuannya dengan Reygan di pagi ini ‘kepada keluarganya, karena dirinya ‘mempunyai ide, hendak memberi kejutan tambahan ‘di acaranya nanti.


Bersamaan dengan kepergian Callista, Reygan hanya memaku kan pandangan, hingga wanita itu, tak terlihat lagi di pelupuk matanya, namun setelah kegiatan itu, kini dirinya segera tersadar dan mulai mengingat kembali akan niat serta janjinya di awal, untuk menemui Jennifer.