Mysterious Husband

Mysterious Husband
TIDAK INGIN MENYESAL 2



Sore ini banyak penghuni mulai berdatangan untuk kembali ke masing-masing unitnya, dan juga diketahui fasilitas Lift di apartemant Alfredstone ‘hanya satu.


Bersamaan dengan beberapa detik ‘menunggunya, kini emosi Reygan mulai tak stabil, lalu karena itu ‘dengan sengaja, tangan kekarnya terus saja menekan tombol berulang kali, hingga memukul dan menendang tabir lift tersebut, sembari mengucapkan serangkaian perkata kasar ‘dari mulutnya.


Akan tetapi, Karena merasa tak nyaman oleh tatapan mata asing di sebelahnya, Reygan segera menghentikan kegiatannya, lalu sedikit menoleh ke arah pria ‘di sampingnya, ’’teruskan saja tatapan mata, yang tak mengenakkan itu, dan aku bisa jamin, kau akan merasakan kematian di hari ini juga’’.


Dan karena keseriusan terpancar dari raut wajah Reygan, hingga pria malang itu, segera membalikan badannya, lalu mengayuhkan kaki ‘sedikit tergesa, guna menjauh secepat mungkin.


Setelah kepergian pria malang itu, Reygan segera melayangkan tendangan kencang ‘menggunakan sebelah kakinya, ke arah pintu lift, sembari mendengus kesal.‘’aish, bisa gila jika terus seperti ini’’.


Dirasa akan membuang waktu, jika dirinya harus menunggu almari penyetor manusia di setiap lantai itu, terlebih arah sistem tengah mengarah ke bawah, hingga Reygan segera mencari alternatif lain, untuk mencapai lantai dasar.


Alternatif di pikiran Reygan, segera membimbing tubuhnya berdiri di depan pintu merah ‘darurat, dan ketika dirinya membuka pintu, terlihat ratusan hingga mungkin ribuan anak tangga melingkar, yang harus dirinya lalui, agar mencapai lantai dasar.


Karena begitu besar rasa penyesalannya terhadap Callista, hingga Reygan memaksakan dirinya, untuk melewati alternatif tersebut, agar menghemat waktu, pikirnya.


Seusai menuruni ratusan anak tangga ‘yang sedikit menguras tenaganya, kini Reygan telah berhasil menapakkan kakinya ‘di loby dasar, dan tak ingin membuang waktu karena tak dilihatnya ‘Callista, di ruangan loby itu, hingga Reygan segera memacu langkahnya ‘kembali, dengan berlari ke arah bahu jalan.


Sesampainya, Reygan segera mengalihkan pandangan ke kanan dan kirinya, namun kali ini dirinya harus benar-benar menyerah, karena di pandangannya hanya terlihat lalu lalang manusia di sekitar jalanan pada umumnya.


Karena hal itu, perlahan Reygan membalik tubuhnya, berjalan tak semangat ‘hendak menuju unitnya kembali,‘mungkin sudah terlambat untuk aku menjelaskan semuanya kepada Callista’,gumam Reygan.


Penat hingga peluh yang tercucur kini seakan sia-sia, karena tak ada hasil dari semua kegiatan Reygan barusan.


Sesampainya di ruangan unitnya, Reygan perlahan menutup kembali pintu yang sedari tadi ‘terbuka lebar, lalu berjalan lemas menuju sofa duduk ‘di ruangan utama. Akan tetapi langkahnya sejenak terhenti, ketika terdengar samar di gendang telinga‘ sebuah bunyi lantunan syair lagu ‘dari bali tabir, ruangan dapur, hingga Reygan segera berlari menuju sumber suara.


Di Ruangan dapur.


‘’Callista, kemana saja kamu?’’,seru Reygan sembari tersenyum.


Baru saja wanita dalam panggilan itu membalik tubuhnya, Reygan segera merangkul lalu mengecup bibirnya.


Emhh! Emhh!


Callista sendiri membalas kecupan itu, sembari mengarahkan tangan ‘menekan tombol kompor, guna menghentikan sejenak aktifitas memasaknya.


Beberapa detik setelah itu, perlahan Reygan menyudahi kegiatannya, dan tampak jelas di pandangannya, kini wanita di hadapannya tadi, terdiam seperti layaknya sebuah patung.


‘’kamu tak mengapa?’’,seru Reygan sembari memegang lembut kedua bahu lawan bicaranya.


Karena sentuhan itu, perlahan Callista tersadar dari lamunannya, rasa tak percaya kini berteman dengan hatinya.‘’aa...aku tak mengapa’’,sahut lirih sembari mengalihkan wajah guna menutupi senyumannya.


Kekecewaan di hati Calista sedari tadi, kini seakan runtuh ‘tak tersisa, ketika mendengar perkataan manis, terlebih perlakuan romantis 'Reygan, terhadapnya.


Callista membalas pelukan lembut dari pria di depannya, sembari tersenyum penuh kebahagiaan,‘’apa boleh aku memanggilmu sayang, Rey?’’.


Setelah perkataan itu, Reygan perlahan melepas pelukan, lalu sejenak membelai lembut ‘rambut kecoklatan, milik Callista.’’kedengarannya nama yang bagus, aku setuju sayang. Hey gadis manja, sekarang coba jelaskan, kemana saja kamu ‘sedari tadi?, hingga aku menjadi lelah karena mu’’.


Karena perasaan bahagia di dalam hatinya, hingga Callista menyahut tubuh kekar itu kembali,‘’sayang apa boleh aku terus memelukmu seperti ini’’.


Bersamaan dengan pelukan hangat, Callista mulai menerangkan sebab kepergiannya tadi, jika sebenarnya ‘memang terlintas, hingga sempat dirinya berpikiran untuk meninggalkan Reygan ’karena tas make up, yang ditemuinya ‘di kolong ranjang, tempat tidur itu.


Akan tetapi karena, perasaan yang tak akan bisa jauh, terlebih Reygan selalu mampu membuat nyaman hatinya, hingga Callista berpasrah diri, untuk menelan bulat-bulat ‘semua kepahitan serta kesedihan itu, dan berusaha tersenyum walau batinnya terus menolak.


Callista juga menjelaskan, jika dirinya hanya pergi keluar, namun tetap di lantai yang sama, guna mencari udara segar, untuk membasuh pikiran kalutnya tadi.


Mendengar semua penjelasan itu, Reygan sendiri segera mengeratkan pelukannya, karena terhanyut oleh kesedihan yang di derita Callista ‘sedari tadi.


Beberapa menit berselang kini nampaknya, kedua tangan milik Callista, telah mampu, untuk menyudahi kegiatannya,’’sayang karena ulah mu, hingga masakanku tersela panjang’’.


Sebenarnya, karena kebosanan ‘menunggu kedatangan Reygan, dan juga kebetulan stock sayur dan daging segar banyak di dalam almari pendingin, terlebih memasak adalah sebuah hobinya, hingga dengan sengaja, Callista ingin membuatkan makanan favorit ‘Reygan kembali.


‘’tak mengapa sayang, kamu melakukan keluhan dengan orang yang tepat, jadi duduklah dan biarkan aku membereskan semua kekacauan ini, untukmu’’,sahut Reygan lalu menyingkirkan pelan tubuh Callista.


Karena bertujuan ingin menggoda kekasih barunya ini, hingga Callista meletakkan tubuhnya ‘tepat di samping Reygan,‘’ sayang aku tak yakin dengan masakan mu, karena aku takut, kamu hanya akan menyuguhkan sebuah piring atau mangkuk kosong untukku ‘nanti, hahaha’’.


Mendengar candaan itu, Reygan sejenak menyudahi kegiatannya, lalu mengarahkan tubuh serta kedua tangannya, guna mengacak rambut Callista,’’apa kamu bilang, bahkan masakanku lebih lezat darimu’’.


Beberapa menit setelah candaan itu, kini terlihat mereka tengah berdiri di depan tungku api, sembari terselingi dengan tawa kebahagiaan dari masing-masing.


Janji Reygan untuk memasak bersama Callista, kini telah terpenuhi, terlebih dirinya senang ketika melihat senyum hingga tawa lepas menghiasi wajah cantik di sampingnya itu.


Akan tetapi, bersamaan dengan aktifitas itu, sejenak Reygan berdiam diri, ketika iblis di hatinya ‘kembali berbisik mengucapkan kata Jennifer, hingga di pikirannya kini mulai mengingat wajah cantik itu.


Melihat pria di sampingnya berdiam diri, Callista segera mengusap pipi ‘pria di sampingnya,’’sayang, kamu kenapa?, apa yang saat ini tengah kamu pikirkan?’’.


Lamunannya segera terhenti, lalu perlahan menatap wajah cantik 'wanita di sebelahnya,’’sayang aku tak mengapa, aku hanya memikirkan tentang kendaraanmu, yang kini telah hancur itu’’.


Reygan berkata dusta, guna menyamarkan pikirannya tadi.