
‘’Tuan Zouch saya benar-benar mohon ampun, karena kami melihat tuan muda telah meninggalkan tempat ini ‘dengan sedikit terburu, dan kami tidak berani walau hanya menegur, terlebih menghentikan langkah ataupun keinginannya’’,sahut Drake dalam tertunduk nya.
Mendengar penjelasan itu, Zouch segera memalingkan wajah ke arah Bret ‘tangan kanannya, sembari mengarahkan wajah kecemasannya,’’Bret apa kau tahu, dimana tempat tinggal tuan muda di Brackhamtom ini?, apa kita membuat masalah besar kali ini, hingga sebegitu enggan tuan muda menemui kita?", menundukkan wajah, menimpali perkataannya kembali‘’Aku bersumpah akan menguliti driver kita ‘hidup-hidup, jika tuan muda adolf murka terhadapku’’, lalu mengeratkan gigi.
Walaupun kesalahan terletak pada pengendara mobil BMW, namun dalam pikiran Zouch, akan tetap menyalahkan drivernya ‘yang sebenarnya tak bersalah, bahkan dirinya telah mempersiapkan hukuman kejam ‘budaya klan black wolf, agar semua anggotanya, berpikir ratusan kali jika mencari masalah dengan keluarga Adolf.
Di dalam duduknya Bret perlahan memegang kedua lutut Zouch, guna menenangkannya,’’ Tuan Zouch, tolong tenangkan hati Anda. Sebenarnya aku kurang yakin, namun apa salahnya jika kita coba, karena aku masih ingat betul, anggota kita bernama Benni pernah menyinggung tuan muda, dan untuk menebus kesalahannya, si keparat itu akhirnya membebaskan pajak secara khusus, di Aparteman Alfredstone. Jadi kesimpulan dari semua perkataan saya barusan, mungkin saja tuan muda adolf ‘bertempat tinggal di sana.
Mendengar penjelasan Bret, Zouch kembali tersenyum, lalu perlahan menaikkan kembali kepalanya,’’kau memang bisa di andalkan Bret’’.
Setelah itu, sejenak Zouch mengalihkan pandangannya ‘ke arah luar,’’cepat sekarang kita tinggalkan tempat ini, dan kau Drake, bawa beberapa anak buahmu, lalu amankan mobil tuan muda, dan jika beliau atau siapapun mengambil BMW itu, segera hubungi aku’’.
Zouch dan Bret ‘beserta lusinan anak buahnya, kini benar-benar pergi menjauh dari tempat ramai itu, meninggalkan ratusan bahkan ribuan pasang mata, yang sesekali melirik insident ‘sedari awal, namun tak berani mendekat, terlebih ingin mencampuri urusan. Dan hal itu wajar karena popularitas kekejaman Zouch serta klan nya ‘Black wolf, begitu tersohor bahkan melegenda, terlebih keluarga Benner, adalah salah satu pelayan terdekat keluarga Adof di Evershead.
Dilain tempat, bersamaan dengan kepergian Zouch dan puluhan anak buahnya, saat ini Reygan dan Callista telah sampai di tujuan akhir, lalu mereka perlahan menuruni badan Taxi ‘yang di tumpangi nya tadi.
Akan tetapi tak lama setelah kepergian taxi itu, entah kenapa Callista sendiri seakan ragu-ragu dengan niat awalnya, bahkan hendak mengurungkan kunjungan ‘di kediaman Reygan.
Reygan menyahut tangan halus wanita di sampingnya,‘’ayo Callista’’.
Sebenarnya, genggaman tangan kekar itu, menjadikan senyum di hatinya dan juga sedikit menutup lubang kepedihan di hatinya, namun entah kenapa perasaannya kini menjadi bersalah, hingga perlahan Callista melepaskan kegiatan itu, sembari menundukkan wajahnya,‘’Rey apa disini tempat tinggalmu?, apa aku tak mengapa mengikutimu' masuk kedalam?, lalu bagai mana dengan, emm aku dengar darimu, jika kamu sudah menikah?, dan apakah istrimu tinggal di sini, bersamamu?.....’’.
Bersamaan dengan penjelasan itu, Reygan mengarahkan wajahnya sembari tersenyum lucu, namun dirasa terlalu panjang, hingga Reygan memotong pembicaraan Callista,‘’Sudah diamlah, lihat dirimu Callista, kamu begitu berantakan seperti ini, namun lucunya mulut bawel mu, tetap saja tak berhenti mengoceh, hahaha’’.
Callista bahkan tak mengikuti tawa itu seperti biasanya, dan Ditengah tawa goda pria itu, Callista segera menyelanya,‘’Rey apa kamu bisa sedikit serius, menjawab pertanyaan dariku barusan, kenapa dengan.....’’,seru Calista.
Belum tuntas perkataan Callista, Reygan memotong perkataan tersebut, sembari berjongkok tepat di depan Calista, ‘’ssstttt!, pertanyaanmu begitu banyak Callista, jika saja aku menjawab semuanya, mungkin kita akan terus berdiri seharian penuh di sini. Jadi sekarang apa kamu butuh tumpangan, jika benar, maka naiklah ke punggungku kembali ‘seperti tadi, dan aku akan menjawab semua lembar soal pertanyaan darimu ‘nanti, setelah kita sampai, hahaha’’.
Mendengar samar penjelasan terakhir pria di depannya, Callista segera mengarahkan wajah, sembari menyimpan senyum lebar di dalam hatinya,‘’Rey, bisa kamu ulang ‘perkataan terakhirmu tadi, aku ingin mendengarnya kembali?’’.
Tanpa pikir panjang setelah perkataan wanita di hadapannya terselesaikan, Reygan segera mengangkat tubuh langsing itu’ menggunakan kedua tangannya, guna membawanya,’’sudah diamlah, aku akan menculik mu, lalu mengobati luka memar di lutut mu’’.
Sepanjang perjalanan menuju unit ruangan, terlihat Reygan bahkan tak menurunkan beban wanita itu, walau disaat menunggu kedatangan lift, didalam dan saat keluar sekalipun, bersamaan dengan kegiatan itu, mereka mengisi waktu yang seakan terasa begitu singkat itu, dengan perbincangan, diselingi canda tawa khas mereka.
Beberapa menit berselang, kini Reygan telah menurunkan bebannya ‘tepat di depan pintu unitnya, sembari sejenak mengarahkan wajah dan senyum ke arah wanita di sampingnya,’’ternyata gadis manja sepertimu, berat juga aku rasa’’, lalu Perlahan menyahut dompet guna mengambil key card-nya, untuk membuka pintunya.
Mendengar candaan itu, Callista segera mengayunkan pukulan pelan mengunakan ke dua tangannya, ke arah bahu Reygan,sembari tersenyum bahagia,‘’kamu jahat Rey, jadi maksud perkataan mu aku gemuk begitu?. aku akan menghajar mu kali ini’’.
‘’kamu tidak gemuk Callista, hanya sedikit berlemak saja, hahaha’’,sahut goda Reygan.
Sebenarnya bentuk tubuh Callista sendiri sangat ideal, dan jauh dari kata gemuk atau berlemak, namun perkataan itu, hanya gurauan untuk mencairkan suasana yang sedari tadi terlihat mengeras, dan jikalau benar adanya ‘tubuh langsing itu sedikit berlemak, wajah cantik dan kebaikan hatinya ‘ lebih dari cukup, untuk menutupi semua kekurangan ‘gadis cantik di samping Reygan saat ini.
Jeglek!
Reygan membuka lebar pintu unit ruangannya,‘’sudah hentikan pukulan mu, sekarang ayo silahkan masuk, tapi jangan harap aku akan membopong tubuh beratmu lagi, oke’’,seru Reygan sembari tersenyum dan mengalihkan pandangannya.
Semua perhatian, dan canda tawa dari Reygan itu, seakan mampu menyeka kesedihan, serta kekacauan di dalam hati Callista ‘saat ini, hingga perlahan dirinya menghentikan pukulannya, lalu dengan cepat merangkul tubuh kekar di depannya,’’Rey, apakah benar perkataan mu suwaktu di bawah tadi, bukanlah sebuah gurauan semata, lalu kenapa ‘diawalnya, kamu mengaku seorang pria beristri?. Rey, tolong kamu salahkan opini di hatiku, yang beranggapan jika dirimu tak menyukaiku ‘sama sekali?’’.
Sebenarnya perasaan di hati Reygan kini, hanya tak ingin menambah luka kesedihan ‘keluarga Byron, terlebih tetesan air, dari mata indah wanita di hadapannya ini, karena sebab itu, sedari tadi Reygan ‘berupaya terus menerus menghibur Callista, hingga mengatakan status pernikahannya yang berbeda dari awal perkataan.
Saat ini pertanyaan tersulit itu kembali terlontar dari bibir tipis wanita di pelukannya, hingga Reygan sejenak terdiam, karena tak siap untuk menjawab, bahkan terbesit sedikit keragu-raguan, untuk menjelaskan kejadian sebenarnya ‘dalam kehidupannya dulu sampai sekarang.
‘’Rey, mengapa kamu hanya diam, bukankah kamu berjanji ‘akan menjawab semua pertanyaan dariku’’,timpal Callista.