
Perlahan Reygan mengubah posisi terlentang nya, menjadi duduk’ di ranjang, menghadap wanita di depannya, guna melepas kegiatan menyenangkan itu’’siapa tadi Ellena?. Apa Esseley?’’.
Karena mendengar nama ibunya di sebut oleh Reygan’ barusan, kini otak Ellena segera mempunyai alasan, yang tepat dan juga masuk akal, untuk berbohong, guna menyamarkan perihal sebenarnya,’’emm, iya Rey, jadi maafkan aku, mungkin kegiatan ini kita lanjutkan nanti malam lagi, jadi Bagai mana menurutmu sayang?’’, sahut goda Ellena, lalu mengelus dada bidang Reygan.
Sebenarnya sampai detik Ellena berbicara dengan pria di depannya, panggilan itu masih terus menghujani Gatget nya’ namun tak bersuara, karena dirinya meng silent total Gadget itu.
‘’apa perlu aku mengantarmu, sayang?’’,sahut Reygan sembari mengarahkan wajah sendu.
Ellena yang kini tengah sibuk mengenakan busana sembari bercermin, guna membenahkan diri di depan kaca,‘’Sayang, jangan sekarang, ibuku sangat tidak menyukaimu, aku hanya sebentar,dan bukanya aku telah berjanji, bahwa malam nanti akan melanjutkan kesenangan kita lagi?’’.
Kemudian, setelah bertukar kontak di Gadgetnya serta beberapa kecupan mesra perpisahan, kini Ellena segera meninggalkan tempat itu ’menuju kediamannya, rumah Darold.
Tepat setelah kepergian wanita cantik dari unit Reygan tadi, kini terlihat seorang wanita cantik’ lainnya, tengah terduduk di bangku kerjanya, sembari berkhayal dan melamun kan pria incarannya,’ hah,Reygan. Pria itu begitu tampan, terlebih dirinya juga kaya’,gumam khayal Bella.
Akan tetapi, khayalan serta gumaman Bella segera terhenti, ketika wanita yang dirinya anggap saingannya, tengah memacu kedua kakinya ’berjalan tergesa, melewati depan pintu kaca ‘ruangannya.
‘’cihh!, rupanya wanita bayaran sudah pulang, aku yakin jalng itu pasti tidak memberitahu pernikahannya bersama tuan Darold, dan biar aku yang akan katakan kepada Reygan sekarang juga’’,seru Bella, lalu menjauhkan pelepasan dari bangku duduknya.
Bella berkata seperti itu, selain karena ada maksud di baliknya, terlebih dirinya paham betul kejadian miris di Silver hotel ‘ malam itu, yang melibatkan Reygan, Ellena serta Darold.
Di perjalanan Ellena sendiri, yang kini tengah menaiki taxi,’aku harus mengatakan apa sepulang diriku nanti, dan pasti Darold akan memarahiku setelah ini’,gumamnya.
Beberapa menit setelah kepergian Ellena, Reygan yang memang, sedari awal tak mengenakan busana ’sama sekali, kini tengah membilas tubuh kekarnya ‘di Bathroom.
Akan tetapi, kegiatannya segera tersela, ketika suara ketukan pintu kembali terdengar,
Tok! Tok! Tok!
’Ellena, kenapa dia kembali lagi’,gumam Reygan
Reygan segera menyudahi kegiatannya, dengan menyahut sebuah handuk, lalu melilitkan hingga memutar, guna menutupi bagian prianya.
Setelah itu Reygan berjalan tergesa, menjemput sumber suara.
Je...glekk!
‘’Selamat pagi tuan muda’’,sapa lembut Bella sembari membelai rambut indahnya.
Karena sedikit terkejut, mengenai tebakannya yang salah, sejenak Reygan mengalihkan pandangan matanya ’ke bawah,‘’o..ohh kau rupanya! ada apa Bella?, sepagi ini mendatangiku?, apa Benni dan anak buahnya mengacau kembali tempat ini?’’.
Bersamaan setelah terbukanya pintu tadi, kedua mata Bella terus saja berpindah fokus, hingga mengitari seluruh pahatan indah, tubuh pria di depannya. Dan tak terasa ’di sela kegiatan mata nakalnya itu, perlahan daerah kewanitaan miliknya ’mengeluarkan cairan lengketnya.
Dirasa lawan bicaranya terdiam cukup lama, Reygan segera memegang ke dua bahu mungil di depannya, lalu mengguncangnya pelan,‘’Bella, kau tak mengapa?, ada apa sebenarnya?’’.
Karena ulah kegiatan Pria itu, kini Bella segera tersadar dari pikiran kotornya,‘’oo...ooh tuan maafkan saya, mungkin saya sedang memikirkan sesuatu, mengenai nyonya Ellena. Atau tuan muda sendiri sudah mengetahui sebelumnya?’’,sahut Bella, bermaksud menyamarkan pikiran nya tadi.
Kemudian di rasa sangat penting informasi tersebut bagi dirinya, Hingga Reygan dengan terpaksa, mulai mengijinkan wanita muda itu, untuk menjelaskan di dalam ruangan unit nya.
Setelah tertutupnya pintu dan keberadaan mereka di ruang tengah,‘’Bella kau duduklah, aku segera kembali’’.
Reygan berkeinginan mengganti lilitan handuk itu, dengan busana yang lebih sopan.
Akan tetapi’ kedua mata Bella yang belumlah terpuaskan, menjamah setiap lekuk pahatan tadi, kini dengan cepat setelah perkataan pria itu terdengar, Bella segera menyahut tangan kekar di depannya,’’tuan muda, Anda hendak kemana, duduklah saja bersamaku, karena ini tak akan lama dan mungkin hanya sebentar’’, manja,menggoda.
Karena ulah Bella, kini pria itu berhasil terduduk di sampingnya,‘’tuan muda maaf untuk sebelumnya, mungkin perihal ini seharusnya bukanlah urusan saya, namun setelah saya berpikir ulang, ada baiknya juga, jika tuan harus segera mengetahuinya!’’.
Kemudian Bella menjabarkan semua cerita sepengetahuannya itu.
Hingga setelah point' penjelasan itu terdengar, Reygan segera menyela perkataan wanita di sampingnya’’omong kosong apa ini!, apa kau sedang membual sekarang!’’,sembari berdiri tegak.
Mendengar nada meninggi dari lawan bicaranya, Bella memberanikan diri, menarik tangan kekar itu, hingga kembali terduduk di sampingnya, guna menenangkan serta ada sedikit maksud lain di kegiatannya,‘’tuan muda, lidah saya boleh Anda potong, jika saja perkataan saya hanya bualan, seperti yang Anda katakan’’.
Reygan sejenak menatap tajam ke arah wanita itu, lalu perlahan mengarahkan pandangannya ke langit-langit.
‘’tuan muda, saya memang tidak punya bukti apapun untuk di berikan kepada Anda, namun saya mengetahui sendiri’ acara pernikahan serta resepsi mereka. Karena acara tersebut terselenggara di aula hotel silver, dimana tempat saya bekerja, dan sekedar info untuk Anda, jika pernikahan mereka’ diadakan, tepat satu hari berikutnya, setelah kedatangan Anda malam lalu di tempat itu.
Reygan mendengar semua penjelasan sambung dari wanita itu, namun dirinya hanya terdiam, dan tetap meletakkan kepala’ berbantal tubuh sofa.
Beberapa menit berselang seisi ruangn di tempat itu seakan hening total, lalu entah kenapa ’dengan sengaja, hingga Bella berani mengecup liar bibir Reygan.
Emmhhhh!
Akan tetapi, dengan cepat Reygan mendorong mundur bahu Bella, hingga menghentikan kegiatan itu.’’Apa yang kau lakukan’’,seru Reygan, sembari menyeka mulutnya, dan berdiri tegak.
Seketika itu juga, Bela segera membenahkan posisi duduknya,lalu menundukkan kepalanya, sembari merapatkan kedua kaki jenjangnya,‘’maaf tuan muda, saya hanya simpati terhadap Anda, dan mungkin Anda membutuhkan kehangatan’ saat ini’’.
Sejenak Reygan, mengarahkan pandangan sayu’ ke arah wanita, yang kini tengah ketakutan, karena nada tingginya,‘’maafkan aku Bella, aku sangat menyesal, karena telah membentak mu, sejujurnya aku sangat berterimakasih untuk info ini, namun saat ini aku butuh ketenangan’’.
Bella yang mengerti, akan maksud perkataan itu, dirinya segera mengangkat pelepasannya, lalu memberikan hormat, dan pergi dari unit Reygan.
Bersamaan dengan pengusiran itu, kini di sepanjang perjalanan menuju ruangannya, Bella meracau hebat,’’kenapa dengan lelaki itu, apa menurutnya aku tak lebih cantik dari wanita jalng itu. Apa hebatnya Ellena bila di banding dengan ku, aku lebih muda dan jauh lebih menarik dari dirinya’’.
Hingga setelah racauan itu, Bella telah membuat keputusan di hatinya, untuk tetap menggoda Reygan ’lebih agresif, begitu dirinya mendapat kesempatan lagi.
Sesaat setelah kepergian Bella dari unit apartemant nya.’’bajingan!, kenapa kau serendah itu Ellena, aku bahkan hampir memaafkan mu serta akan melupakan kejadian di hotel keparat itu’’, seru kesal Reygan.
Beberapa menit kekesalannya barusan, kini otak Reygan segera mencerna kembali perkataan wanita tadi, lalu di rasa kurang yakin dan tidak percaya, hingga dirinya, bermaksud hendak mencari tahu sendiri ’kebenaran,.