
Reygan sendiri mulai mengeluarkan dirinya dari taxi yang di tumpangi tadi, berjalan pelan sembari mengarahkan pandangannya ke sekerumpulan manusia di depannya, kini matanya melihat jelas, garis kuning’ petugas mengelilingi gudang di depannya, langkahnya kini dipercepat lalu berlari setelah arah matanya, terfokus ke wajah sendu Callista beserta keluarganya, yang turut memenuhi tempat itu.
Sesampainya Reygan di kerumunan, Pelukan hangat Callista dan keluarga itu silih berganti memenuhi tubuhnya, serta suara tangisan kencang melengking terdengar di telinganya.
Sesaat setelah itu Reygan mendekat kearah Callista dan berkata,’’Tenangkan dirimu Callista!,ada apa dengan Wylie!?, apa yang terjadi sebenarnya!?’’,tanya heran Reygan, memegang kedua pundak Callista.
Callista menutup matanya’ yang masih mengeluarkan air asinnya‘’Rey!,Wylie Rey!, Wylie tewas terbunuh!’’, seru Callista, lalu merangkul erat Reygan dalam sedihnya.
Setelah mendengar penjelasan langsung dari mulut Callista, Reygan sejenak mematung sembari mengepalkan keras kedua tangannya, menahan luapan emosionalnya, dan tak sanggup berkata sepatah katapun dari mulutnya, lalu membalas rangkulan erat itu, mengikuti tangis kesedihan itu.
Reygan memandang sendu ke wajah semua Keluarga Byron, lalu melepas rangkulan itu dan perlahan mengalihkan pandangannya, ke dalam garis kuning itu, jelas sebuah sarung pembungkus mayat tergeletak di tanah’ berisikan manusia di penglihatannya.
Reygan menundukkan kepalanya sejenak lalu memekik keras ,‘’Bagaimana bisa terjadi!!’’,sembari mengacak rambut menggunakan kedua tangannya.
Callista sendiri segera merangkul erat tubuh Reygan kembali, lalu memaksakan hatinya, untuk menceritakan kejadian, di sela pelukannya.
Callista menceritakan semua kejadian ini, yang dirinya ketahui kepada Reygan, se pemberi tahuan Allen di rumah sakit tadi.
Tepat setelah berakhirnya penjelasan Callista, Reygan dengan cepat melepas Rangkulan itu, lalu berlari menerobos garis petugas dan memeluk sarung mayat itu, sejenak dirinya tertegun ketika matanya terpaku ke arah muka wylie, yang kini sudah tak bernyawa lagi.
Reygan menengadahkan kepalanya’Wylie aku berjanji, saudaramu ini akan menaruh kepala mereka semua di tempat ini’ untukmu, agar mata mereka semua’ ikut menyaksikan kesedihan keluarga kita’,gumamnya, lalu merangkul tubuh kaku Wylie.
Kemudian setelah itu Reygan beserta keluarga Byron’memaksa untuk membawa sendiri, pulang mayat Wylie, dan menguburkan lalu memberi penghormatan terakhirnya, dengan tangis histeris mereka sepanjang acara berlangsung.
Di sela kegiatan mereka, lumayan Jauh dari lokasi pemakaman itu, David dan puluhan anak buahnya’ ikut memperhatikan proses dari awal kegiatan itu, serta turut’ merasakan kesedihan tuan mudanya.
Ketika David tengah menghayati acara pemakamam itu, Tiba-tiba suara dering gadgetnya cepat saja merusak kehikmatan itu, namun suara itu seakan memberi arahan kepada dirinya’ untuk segera menjawab panggilannya, dan berkata,‘’Hallo tuan Palmer’’,sapa David.
‘’Bagaimana dengan pengganggu cucuku semalam!,apa sudah kau singkirkan!?’’,tanya seru Palmer.
Tanpa jedawaktu dengan tegas David berkata,‘’Sudah tuan’ saya membuat orang itu’ merasakan kematiannya sendiri, dan dia akan mengingat kejadian itu, di kehidupan selanjutnya’’,sahut David.
David sedikit menyembunyikan kebenarannya.
Pasalnya tugasnya belumlah selesai sepenuhnya, karena semalam David hanya membakar seorang kacung rendahan, dan pokok permasalahan nya adalah Razor kepala gangster itu, dan juga orang pertama atau dalang yang belum di ketahuinya saat ini.
‘’ hahahaha kerja Bagus David!’’,seru bahagia Palmer.
Sembari mengarahkan pandangannya di kegiatan pemakaman itu David berkata ramah,‘’Tuan palmer, namun kali ini sepertinya tuan muda, memiliki masalah lain, apa perlu saya menunjukkan keberadaan ku kepadanya?’’.
‘’Tak perlu!, kau cukup di balik layar untuk membantunya!’’,seru perintah Palmer lalu mematikan panggilannya.
Perbincangan itu’ mengarahkan otak david, untuk segera mencari tahu sumber masalah, yang tengah di hadapi tuan mudanya, dan juga ingin mengetahui ada hubungan apa tuan muda dengan orang itu.
Mengambil sikap tegak‘’Segera tuan’’,seru mereka, lalu membalikkan badan’ dan pergi ke lokasi yang di maksud.
Beberapa jam sesudah pemakaman itu, Reygan kini memilih untuk menyendiri di bibir danau’ tempat yang paling di gemarinya.
Reygan berpikir akan merasa lebih tenang jika berada di sini, pandangannya kosong menatap ke arah depan, ingatannya saat ini bukan Ellena, melainkan kilas balik kebaikan keluarga Byron beserta wylie di dalam sana.
Ingatannya saat ini semakin mendalam akan Wylie, hingga terukir jelas kata-kata terakhirnya semalam, seakan menyiratkan’ kebenaran kematiannya.
Akan tetapi disela lamunannya, tiba-tiba langkah kaki menginjak rerumputan hijau, bergerisik’ datang mendekatinya, spontan dua bola mata Reygan kini menatap jelas wajah orang itu,‘’Ellena!, kenapa kau kesini!?", seru tanya, lalu memalingkan pandangannya kembali.
Ellena menjatuhkan pelepasannya tepat di samping Reygan‘’aku tahu, setiap hari sebelum perceraian kita, dirimu pasti datang kemari.Rey jujur aku ingin mengulang masa itu kembali, aku ingin memperbaiki kesalahan lamaku’’,beberapa tetesan air mulai turun dari matanya.
Reygan sama sekali tak melirik, wajah cantik wanita di sampingnya, ‘’sebaiknya kita tak berjumpa lagi Ellena’’.
Tanpa ingin meneruskan pembicaraan, terlebih masalah hatinya kini sedang buruk, Reygan mengakhiri pertemuan itu, dengan membangunkan tubuhnya, lalu berbalik arah dan berjalan menjauh.
Ellena mengikuti gerakan Reygan dan merangkul dari belakang sembari menitihkan air matanya‘’ Rey, aku tahu perasaanmu saat ini, aku minta maaf akan perlakuanku”.
Reygan melepas pelan rangkulan itu lalu berjalan pelan menjauh sembari berkata‘’Aku tak ingin mengganggu wanita yang sudah berkeluarga, dan nikmati hari mu Ellena, oh iy satu lagi, sekarang tempat ini untukmu’’.
Mendengar perkataan Reygan barusan , seketika kedua lutut Ellena terbentur ke tanah, tubuhnya menjadi lemas, kini tangis penyesalan mendalam menyertai kegiatannya, hingga melarutkan rasa emosionalnya dengan berteriak keras’’ Reygan maafkan aku!, Rey aku bisa jelaskan semuanya!, apa kau melupakan semua kebersamaan kita, Reygan!!’’, berharap Reygan kembali.
Akan tetapi semu itu percuma, karena Reygan tetap berjalan ke depan dan menghilang dari pandangan mata Ellena.
‘Rey aku akan meninggalkan keluargaku, asal dirimu tak membenci diriku seperti ini’, gumam Ellena dalam tangisnya.
Meninggalkan jauh dari tempat mereka saat ini.
Di Pulau Brackhamtom paling barat, terlihat rumah besar’menyendiri yang diketahui adalah markas keluarga Adolf di kota ini.
Puluhan orang suruhan David lewis, kini telah datang menemuinya kembali, dengan mengantongi beberapa informasi penting yang mereka kumpulkan dari warga sekitar dan juga sektor-sektor petugas setempat, lalu salah satu dari mereka’ mulai melaporkan kronologi kejadian, tanpa berani mengurangi kalimat penting didalamnya’ sama sekali.
Akan tetapi berita itu tak begitu mendetail menurut David, dikarenakan saksi mata kejadian’ tengah tak sadarkan diri’ hingga petugas menunda beberapa hari, untuk menginvestigasi korban lebih lanjut, hal itu mengakibatkan kebuntuan masalah di pikirannya saat ini.
Dikarenakan sifat patuhnya akan keluarga Adolf, hingga mendorong kuat perasaan tak sabar di hati David kian membesar, serta dalam pikirannya kini hendak menemui dan menunggu kesadaran Allen, untuk meminta kejelasannya secara langsung.
Terlebih David sudah mengetahui nama saksi wanita itu, dan juga keberadaannya di salah satu hospital brackhamtom city utara, yang lokasinya sudah ter kantongi.
Kemudian David dan beberapa anak buahnya mulai bergerak’ cepat menuju hospital itu, memacu mobil mereka menerobos arus lalu lintas ramai di sana.